Tuan Mafia

Tuan Mafia
Kamu Segalanya


__ADS_3

lima belas menit akhirnya yang di tunggu datang juga, seorang pria berperawakan tinggi berjalan memasuki ruang itu sedikit tergesa gesa dan semua orang yang berada di ruang itu menatapnya


"maaf tuan saya terlambat". ucapan seseorang yang baru saja datang dan sekaligus membuat Frans terkejut


"dia". Frans berbicara dalam hati


"tidak masalah, silahkan duduk". perintah Gunawan


"siapa dia". tanya pria itu


"dia Frans orang kepercayaannya saya". jawab Gunawan dan Frans hanya tersenyum menatap pria itu dan di balas dengan senyum


"informasi apa yang kamu dapatkan". tanya Gunawan


"saya mendapat informasi bahwa janin yang di kandung istri Alex telah tiada tuan, cairan itu sungguh bekerja dengan cepat". jawab pria itu dengan senyum sinis


"hahahaha". Gunawan tertawa dengan keras


"bagus, secara perlahan kita hancurkan D'devil untuk saat ini D'devil masih begitu kuat untuk kita hancurkan terutama Alex"


sedangkan Frans yang menyimak obrolan Gunawan dan pria itu menahan amarahnya Dan mengepalkan tangannya di bawah mejanya.


"tuan rencana selanjutnya bagaimana". tanya pria itu


"rencana selanjutnya adalah membuat istrinya Alex tidak bisa melahirkan keturunan D'devil". jawab Gunawan dengan memegang sebuah botol kecil dan memberikan kepada pria itu


"berikan obat itu sedikit demi sedikit kepada istri Alex agar tidak bisa hamil lagi, karena obat itu akan membuat seseorang yang mengkonsumsi tidak bisa hamil, tidak mungkin Alex tidak akan menyentuh istirnya" sambung Gunawan


"baik tuan, akan saya berikan obat ini". jawab pria itu


mereka membahas banyak hal di antaranya Gunawan memerintahkan untuk mencuci otak para anggota D'devil yang muda tergiur dengan sesuatu, jika diantara mereka terpecah belah maka akan mudah untuk menghancurkan D'devil. setelah pembahasan mereka selesai Frans mematikan kamera kecil yang terselip di kancing bajunya.


"ternyata kamu penghianat, lihat saja apa yang akan terjadi padamu" monolog Frans di dalam hati


"tuan saya harus pergi, jika saya tidak kembali mereka akan curiga". kata pria itu


"ingat jangan sampai ketahuan, jika bisa buat kerenggangan dalam keluarga itu". perintah Gunawan dan di anggukan kepala olehnya


setelah kepergian pria itu Gunawan tertawa puas, karena rencana yang dia susun kali ini pasti akan membuat D'devil benar benar hancur bahkan tidak ada keturunan D'devil yang selamat.


"tuan bolehkah saya keluar". izin Frans


"silahkan, karena sudah selesai". jawab Gunawan

__ADS_1


setelah mendapat izin Frans langsung pergi dari markas Start Black untuk kembali ke apartemennya. setelah sampai di apartemen Frans langsung masuk ke sebuah ruangan dan melepas topengnya.


pyar


Mex langsung membanting gelas yang ada di ruangan itu, untuk melampiaskan kemarahannya


"sial ternyata dia penghianatnnya, akan aku beri pelajaran, pantas saja Gunawan selalu mendapat informasi yang sangat detail, aku tidak akan mengampunimu sialan". umpatan Alex dan kemarahan saat mengedar calon anak dari kakaknya telah tiada, barusan saja mereka akan bahagia tetapi harus secepat itu kehilangan anak mereka.


bugh


bugh


bugh


Mex memukul samsak yang ada di ruangan itu tanpa ampun seolah olah memukul seseorang.


"Gunawan mungkin kamu sangat pintar tapi kami jauh lebih pintar, kami tidak akan membiarkan D'devil hancur begitu saja, sialan".


bugh


bugh


"untung aku sudah merekam rencana kalian, jadi siap siap menunggu Kehancuranmu Gunawan" monolog Mex tetap dengan aktifitas pukul memukul.


di rumah sakit Alex mengajak Laura menghirup udara segar di taman rumah sakit,Alex mendorong kursi roda Laura Ke arah taman, tujuan Alex membawa Laura agar tidak sedih lagi.


"udara sangat segar" ucap Alex saat menatap kearah Laura Alex merasa teris hatinya saat tak ada ekspresi sama sekali di wajah Laura


"semuanya akan baik baik saja". Alex berkata sambil mencium kening Laura dan mengusap pipi chubby Laura


"apanya yang baik baik saja, semua terasa mimpi". jawab Laura dengan mengusap perutnya


"beberapa waktu lalu dia masih di sini hiks". tangis Laura, Alex mengusap air mata Laura dan membawanya kedalam pelukannya


"sudah jangan bersedih lagi ya, sungguh air matamu membuatku hancur baby". Alex mengendong Laura dan membawa duduk di bangku taman.


Alex mengusap kepala Laura, usapan dari Alex membuat Laura merasakan kenyamanan dan merbahkan kepalanya di dada Alex.


"apa kamu akan meninggalkanku karena anak ini sudah tidak ada". tanya Laura


"kenapa berpikir seperti itu, apapun yang terjadi aku tidak akan pernah meninggalkanmu, dengar aku mencarimu bukan karena kamu sedang hamil". jawab Alex dengan memegang dagu Laura sehingga Laura menatap matanya dan secara perlahan Alex mendekatan bibirnya ke bibir Laura, Alex mencium Laura dengan nalurinya Laura membalas ciuman Alex.


"umhh". Laura tersegal saat akan kehabisan nafasnya dan Alex menyudahi ciuman tersebut lalu mengusap bibir Laura karena terdapat sisa-sisa ciuman mereka

__ADS_1


"semuanya akan baik baik saja baby, ayo kita kembali ke kamar kamu harus istirahat". perintah Alex


"mau di gendong". setelah mengatakan itu Laura mengigit bibirnya karena tiba tiba dia sangat ingin di gendong Alex , Alex terkekeh saat Laura mengutarakan keinginannya dan langsung mengendong Laura.


"anak ayah , buatlah mamamu selalu manja seperti ini, ayah sangat menyukainya, maafkan ayah ya untuk sementara waktu kehadiranmu ayah sembunyikan" monolog Alex dalam hati dengan mengendong Laura dan membawanya masuk ke kamar rawatnya, setelah sampai Alex merebahkan Laura di ranjang rumah sakit.


"temani mau di peluk". ucap Laura dengan manja.


Alex segera naik ke ranjang dan merebahkan dirinya di samping Laura dan membawanya ke dalam pelukan, Alex mengusap punggung Laura, Laura meletakan wajahnya di dada Alex dan tangannya memainkan kancing kemeja Alex dan menciumnya dalam dalam aroma tubuh Alex.


"aku menyukai aroma tubuhmu". setelah mengatakan itu Laura semakin menyembunyikan wajahnya di dada Alex


"baby kamu bisa mencium sepuasmu". jawab Alex dan mencium rambut Laura


"jangan ganti parfumnya". Laura melarang Alex, Alex tersenyum saat Laura mau bermanja dengannya.


setelah beberapa menit Alex mengusap usap punggung Laura, Laura akhirnya tertidur.


ting


pesan masuk di ponsel Alex tertera nama mex di sana, Alex langsung membuka pesan itu.


*Mex*


kak aku tau siapa mata mata Gunawan


setalah kakak pulang dari rumah sakit akan aku beritahu, kak jangan bersedih atas kehilangan calon anak kalian, setelah kakak ipar sembuh kak bisa membuat lagi bahkan sebelas anak bisa buat team sepakbola 😁


^^^*Alex*^^^


^^^baiklah nanti setalah kakak pulang kita bicara di ruang kerja, bikin sendiri jika ingin sebelas anak^^^


setelah membalas pesan Mex Alex meletakkan ponselnya di laci dan tidak lupa menghapus pesan Mex , Alex menyusul Laura dalam mimpi, sepasang anak manusia tertidur pulas membuat dokter Salla yang ingin memeriksa Laura memilih keluar daripada mengganggu mereka berdua.


💙💙💙💙💙💙


gaes gaes tadi aku baca cerita yang sangat bagus cerita ini bisa menemani hari hari kalian semua, dan cerita sangat sangat menarik...


judul. : Petaka Karena Perjodohan


karya : PenulisRatcheh


__ADS_1


__ADS_2