
setelah selesai mandi, Ana menghampiri istrinya yang sudah berada di atas ranjang. saat Ana sudah berada di sampingnya Farhan langsung membawa Ana ke dalam pelukannya lalu mencium puncak Ana dan Ana melingkarkan tangannya di perut suaminya.
"mas selama ini apa kamu tidak lelah sudah menjadi dosen dan mengurus perusahaan". tanya Ana
"lelahku akan hilang saat melihat mu di kampus putrinya tulip tujuanku mengajar di sana agar bisa mengawasi mu". jawab Farhan
"kamu curang pangeran panda sudah tau aku dengan lama tapi kamu tidak mau menemuiku". ucap Ana
"maaf sebenarnya aku ingin menemui saat kamu sudah berumur dua puluh lima tahun dan benar benar siap dengan pernikahan tapi wanita itu menjalankan rencananya secepat itu". jawab Farhan
"tapi kamu tetap menikahiku di umur dua puluh tahun bahkan aku belum menyelesaikan kuliah ku". ucap Ana sambil memainkan kancing piayama milik Farhan
"jika aku tidak menikahimu maka adikku yang akan menikahmu dan kamu akan jadi istri keduanya, aku tidak akan rela akan itu jadi aku pikir tidak masalah menikahi mu di umur dua puluh". jawab Farhan
"jangan menggodaku putri tulip atau monster jamur akan benar benar menerkam mu". sambung Farhan sambil memegang tangan Ana yang bermain di kancing piayama milikinya
setelah itu Farhan menarik selimut untuk menutupi tubuh mereka agar tidak kedinginan dan tidur untuk mengistirahatkan tubuhnya.
keesokan harinya
Merlin sudah duduk di ruang makan, Gio berjalan menuju ruang makan dan duduk di kursi yang biasanya dia duduki.
"apa hari ini kamu akan ke rumah sakit nak". tanya Merlin
"tidak ma, banyak yang harus aku urus di kantor". jawab Gio lalu menikmati makanannya
setelah selesai makan Gio berpamitan ke mama untuk berangkat ke kantor. setelah Gio berangkat Merlin masuk ke dalam kamar dan mengambil sarung tangan,masker dan sebuah suntikan dan mengambil jubah hitam kemudian memasukkan ke dalam tasnya. Gio memperhatikan kegiatan yang di lakukan mama tirinya lewat ponsel, tadi pagi saat Merlin sudah berada di dapur Gio masuk ke dalam kamar mamanya dan memasang kamera kecilnya di setiap sudut kamarnya.
Gio yang sebenarnya belum berangkat dan menghentikan mobilnya di ujung gang langsung mengambil ponselnya dan melihat video kamera yang dia pasang
__ADS_1
"untuk apa semua barang barang itu". monolog Gio sambil menyandarkan tubuhnya di kursi
Merlin yang sudah menyiapkan semuanya langsung masuk ke dalam mobilnya
"Nadia ini hari terakhir mu dan anakmu". monolog Merlin dan melajukan mobilnya menuju rumah sakit
Gio yang melihat mobil mamanya melintas di depannya segera menghentikan taxi dan mengikuti mobil Merlin dari belakang, Gio memang sengaja menggunakan taxi agar mamanya tidak curiga.
"kenapa mama pergi ke rumah sakit atau jangan jangan mama ingin membunuh Nadia". monolog Gio
Gio mengikuti Merlin sampai di ruang rawat Nadia
"sekarang aku tau bahwa mama adalah wanita berhati iblis" ucap Gio saat melihat mamanya menyuntikkan sebuah cairan di infus itu
sedangkan Merlin yang sudah berhasil menyuntikkan racun langsung tertawa puas.
"selamat tinggal Nadia harusnya sejak awal kamu menikah dengan Gio aku lenyapkan agar tidak membuat Gio mengenal cinta dan lemah serta aku lebih mudah mengambil harta miliknya". ucap Merlin dan Gio mengepalkan tangannya saat mendengar apa yang di katakan oleh mamanya itu
"sial siapa yang telah membawa Nadia dan menggantinya dengan boneka". ucap Merlin
"ini pasti perbuatan Fatma dan Farhan". sambung Merlin
"awas kalian berdua, kalian tidak tau bermain main dengan siapa dan Fatma akan aku buat kamu menyesal telah ikut campur urusanku". monolog Merlin
Merlin meninggalkan ruangan itu dengan amarah yang mengebu gebu, Merlin mengendarai mobilnya menuju rumah Fatma. Merlin langsung turun dari mobil
"Fatma keluar kamu". teriak Merlin
"untuk apa kamu datang kemari masih punya muka untuk menemuiku". ucap Fatma saat sudah berada di depan Merlin
__ADS_1
"dimana Nadia cepat katakan dan jangan ikut campur urusan ku". bentak Merlin
"aku tidak tau dan satu hal yang harus kamu tahu Merlin aku tidak akan membiarkan kamu memanfaatkan anakku dan aku ibunya akan berusaha memberitahu Gio bahwa kamu hanya memanfaatkannya". ucap Fatma
"hahahaha". tawa Merlin begitu mengema
"hey Fatma anakmu itu bodoh sama seperti Malik yang langsung percaya dengan ucapanku tanpa mencari tau dulu, apa kamu sudah lupa, aku ingatkan saat Malik pulang dari luar kota dia melihat mu tidur dengan pria lain aku mengarang cerita dan itu sukses membuat Malik percaya bahwa kamu benar benar selingkuh Fatma, oh ya dan untuk anak bodoh mu itu juga mempercayai cerita palsuku bahwa kamu meninggalkannya karena pria lain". ucap Merlin dengan berbangga diri
"Merlin Merlin jangan terlalu percaya diri mungkin beberapa tahun lalu kamu berhasil menghancurkan keluargaku tapi mulai hari ini bersiap siaplah menerima kehancuranmu, aku dan putra ku Farhan akan mengungkapkan siapa dirimu dia depan Gio putraku". Fatma menekan setiap kata yang keluar dari mulut
"Fatma kamu begitu yakin mengatakan itu padahal Gio sangat percaya dengan ku di bandingkan dengan ibunya sendiri". ucap Merlin
"sudah jangan banyak bicara sekarang katakan dimana Nadia, jika kamu tidak kamu mengatakan maka akan aku buat Gio membencimu bahkan lebih parahnya anakmu akan membunuhmu". ancam Merlin
"silahkan". ucap Fatma
brak
Fatma menutup pintu hingga membuat Merlin mengepalkan tangannya, saat dia akan mendobrak pintunya beberapa anak D'devil menghalangi dirinya sehingga membantu Merlin meninggalkan rumah itu sedangkan Gio yang mendengar pembicaraan mereka langsung menjatuhkan dirinya ke tanah.
"apa yang telah aku lakukan selama ini, kenapa aku begitu bodoh dan mempercayai wanita ular itu hingga aku menghina ibuku sendiri, Gio kau bodoh sekali." monolog Gio
bugh
Gio memukul pohon yang ada di depannya sehingga membuat tangannya terluka lalu Gio menjambak rambutnya sendiri untuk melampiaskan kebodohannya.
"sekarang bagaimana aku menghadapai ibu jika bertemu dengannya, aku begitu malu dengan apa yang pernah aku lakukan selama ini". monolog Gio
Gio menghapus air matanya dan meninggalkan rumah ibunya sedangkan Fatma yang melihat Gio denger kefrutasiannya membuat Fatma ikut menetaskan air matanya, saat dia membuka pintu tadi Fatma melihat Gio yang mengikuti Merlin sehingga membuat Fatma untuk memancing Merlin mengatakan kebenaran dan itu berhasil.
__ADS_1
"Gio kenapa kamu tidak masuk menemui ibu nak, ibu ingin sekali memeluk mu, semoga kebenaran yang barusan kamu dengan membuatmu tidak membenciku nak". ucap Fatma lalu menutup horden kamarnya