Tuan Mafia

Tuan Mafia
Tuan Mafia S2-Rencana


__ADS_3

Setelah puas melihat usaha Tasya yang memberontak, Agung sudah tidak tahan lagi, Agung melepas kancing kemejanya satu persatu.


bugh


bugh


Agung merasakan sakit di bagian perut, Agung melihat ke arah seseorang dengan tajam karena kegiatan terganggu. Andra menarik kerah baju Agung.


"mau jadi pahlawan rupanya". kekeh Agung


"apa anda tidak sadar ha gadis itu lebih pantas menjadi anakmu". teriak Andra


sedangkan Tasya semakin malu saat Andra masuk yang pasti Andra juga melihat tubuh polos Tasya.


bugh


bugh


Agung yang tidak terima dengan serangan Andra langsung memukulnya, mereka berkelahi sedangkan Tasya berusaha melepaskan salah satu Ikatan di tangan dengan mengigitnya, setelah berhasil Tasya melepaskan tangan dan kakinya kemudian mengambil selimut untuk menutupi tubuh polosnya.


bugh


Agung terkulai di lantai karena tenaganya kalah dari Andra.


"aku peringatkan denganmu , jika berani menyentuh dia, aku pastikan kamu tidak akan hidup". teriak Andra, Agung yang kalah langsung meninggalkan kamar hotel itu


Andra langsung menghampiri Tasya yang matanya sudah sebab akibat menangis. Andra merasa lega saat melihat pria tadi masih berpakaian lengkap walaupun Tasya sudah polos, Andra bersyukur tidak terlambat menolong Tasya jika terlambat Tasya pasti kehilangan kehormatannya.


"Tasya". panggil Andra


"hiks hiks". tangis Tasya pecah


Andra langsung membawa Tasya kedalam pelukannya hatinya terasa sakit mendengar tangisan Tasya yang begitu pilu.


"tenang ya ada aku di sini, kamu baik baik saja". sambung Andra


"hiks hiks utung kak Andra datang jika tidak apa yang aku jaga selama ini pasti akan hilang hiks". ucap Tasya


"tapi om tadi memotret dan merekamku hiks". Andra mengepalkan tangannya saat mendengar penjelasan Tasya. Andra bernafas lega saat melihat kamera di atas meja untung saja Agung meninggalkan kamera itu.


"tenang ya, dia meninggalkan kameranya." ucap Andra dan mengambil kamera tersebut dan memberikannya ke Tasya dan Tasya langsung menghapus foto dan vidionya.


Andra mengambil ponselnya dan menghubungi seseorang untuk membelikan pakaian perempuan.


"tunggu disini dulu, aku sudah memesankan pakaian untukmu". ucap Andra

__ADS_1


Andra mengelus pipi Tasya yang memerah akibat di tampar. Andra langsung mengompres pipi Tasya dengan es batu yang berada di kamar itu. Tasya meringis saat Andra mengompres pipinya dan mengobati sudut bibirnya yang terluka


"terima kasih kak". ucap Tasya


tok


tok


tok


Andra membuka pintu dan mengambil Tote bag kemudian memberikan Tote bag itu kepada Tasya. Tasya mengambil tote bag itu dan memasuki kamar mandi untuk menggunakan pakaian. saat Tasya sedang di kamar mandi Andra menelpon seseorang untuk memberikan pelajaran kepada Agung. Andra meminta kepada seketaris untuk mencabut saham yang ada di perusahaan Agung.


ceklek


Ana keluar dari kamar mandi dengan pakaian lengkap, Andra menghampiri Ana


"ayo kita pergi dari sini". ajak Andra


"a aku tidak mau pulang". jawab Tasya


"baiklah kamu bisa tinggal di apartemen ku untuk sementara waktu". Andra terseyum


mereka berdua meninggalkan hotel itu dan menuju ke apartemen milik Andra. sesampainya di sana Andra memesan makanan dan mereka berdua makan dengan diam, sesekali Andra mencuri pandang ke Tasya.


"sekarang istirahatlah, aku akan pulang kamu bisa pakai kamar yang itu". Tasya hanya menganggukkan kepalanya, saat Andra akan pergi Tasya memegangi tangan Andra


"jangan tinggalkan aku sendirian, aku takut ayah akan menemukanku". mohon Tasya, Andra melihat ketakutan di mata Tasya


"baiklah, aku akan tidur di kamar sebelah jika butuh sesuatu jangan sungkan untuk membangunkan ku". jawab Andra


"terima kasih". jawab Tasya dengan senyum, senyuman yang di tunjukan Tasya membuat hati Andra berdesir.


mereka berdua memasuki ke kamar masing-masing. Tasya langsung tertidur karena merasa lelah dengan apa yang terjadi dengan hidupnya sedangkan Andra menatap langit langit kamarnya.


untung saja Tante Hana datang ke rumahnya dan menceritakan kepada Andra bahwa malam ini Agung membawa Tasya ke hotel untuk merenggut kesucian Tasya dan akan di gantikan dengan mahar yang besar dan juga sebuah perusahaan. Andra yang mendengar itu langsung mengepalkan tangannya dan langsung menyambar kunci mobil meninggalkan tante Hana sendirian. saat sampai di hotel tempat Tasya di bawa, Andra harus berurusan dengan pihak hotel agar bisa masuk ke kamar Tasya. Hana yang tidak ingin masa depan anaknya hancur memilih meminta bantuan kepada Andra tanpa sepengetahuan suaminya. Andra mengela nafas saat berhasil menyelamatkan Tasya


drt


drt


drt


Andra mengangkat panggilan dari Tante Hana


"hallo Tan". jawab Andra

__ADS_1


"Andra bagaimana apa Tasya baik baik saja". tanya Hana dengan cemas takut Andra tidak bisa menyelamatkan Tasya


"Tasya baik baik Tan sekarang dia sedang beristirahat dan maaf aku tidak bisa membawanya pulang, dia takut untuk pulang". Andra menjelaskan


"tidak apa apa Andra yang terpenting Tasya bisa selamat". jawab Andra


"Andra bisa Tante minta tolong". tanya Hana ragu ragu


"Tante tau selama ini kamu menyukai Tasya jadi Tante ingin kamu menikahi Tasya". Hana harap harap cemas menunggu jawaban Andra


"Andra bisa menikahi Tasya Tan tapi apakah Tasya mau menikah dengan Andra". jawab Andra


"Tante punya ide agar Tasya mau menikah denganmu". di seberang sana Hana berharap Andra mau mendengarkan idenya itu demi kebaikan Tasya


"apa idenya Tan". tanya Andra. Andra mendengarkankan penjelasan Tante Hana dengan baik.


"baiklah aku setuju". jawab Andra


setelah itu Andra mematikan sambungan teleponnya


"maaf Tasya aku dan mamamu harus melakukan ini demi kebaikan, dan aku juga menyukai setelah kita menikah aku tidak akan membiarkan air matamu jatuh". monolog Andra dan langsung mengistirahatkan tubuhnya.


sedangkan di rumah Tasya, Herman marah marah setelah mendapatkan telepon dari Agung bahwa ada seseorang yang menganggu dan meminta Herman untuk membawa Tasya ke rumah Agung besok jika besok tidak datang maka Agung tidak akan memberikan apa yang di inginkan oleh Herman. dari balik pintu Hana mendengarkankan kemarahan suaminya itu. Hana akan berusaha agar putrinya tetap baik baik saja.


"Hana". teriak Herman


"iya mas". jawab Hana sambil tersenyum kearah suaminya


"ada di mana putrimu". tanya Herman


"bukannya Tasya bersama Agung mas". jawab Hana


"ada seseorang yang membawa Tasya pergi". beritahu Herman


"malam ini kita harus menemukan Tasya bagaimanapun caranya".


"lebih baik sekarang kita cari Tasya mas". jawab hana


pyar


pyar


Herman melempar vas bunga yang ada disana untuk melampiaskan emosi. Herman langsung pergi ke hotel untuk mencari tau siapa yang telah membawa putrinya itu. Herman tidak akan membiarkan pria itu lolos begitu saja karena telah membuat rencananya gagal. kemarahan Herman sudah level tinggi saat petugas hotel tidak memberitahu identitas pria yang telah membawa pergi putrinya bahkan ancaman yang Herman lakukan tidak berpengaruh sama sekali.


💙💙

__ADS_1


kuy ada rekomendasi cerita lagi nih yang wajib kalian baca dan jangan sampai ketinggalan, langsung kepoin judul "CINTA COOL DAN BARBAR" karya "Alviesha_athinamisy"



__ADS_2