Tuan Mafia

Tuan Mafia
Tuan Mafia S2- Penampilan Berbeda


__ADS_3

Lisa yang sedang menimang baby Farhat di ruang tamu langsung menatap ke arah tangga saat Anissa turun, Lisa sampai mengerjapkan matanya berulang kali


"sa ini benaran kamu nak". tanya Lisa saat Anissa sudah berada di depannya


"iya ma". jawab Anissa sambil menoel Noel pipi Farhat


"Anissa berangkat dulu ma". Anissa menyalimi mama dan mencium pipi gembul Farhat dan bayi itu mengeliat karena merasa terganggu


"iya hati hati". jawab Lisa


"bay ayo berangkat". ucap Anissa saat sudah sampai di depan Bayu


"ayo...." ucap Bayu memelan saat melihat Anissa sehingga dia memundurkan badannya dan terpentok badan mobil dan Bayu juga menjatuhkan preman yang dia pegang


"bay ayo keburu telat". ucap Anissa sambil menggoyangkan tubuh Bayu yang terdiam


"eh iya Ayo sa". ajak Bayu dan membukakan pintu untuk Anissa dan setelah itu Bayu memasuki ruang kemudi dan melajukan mobilnya. saat mobil sudah terparkir Anissa langsung keluar dari mobil dan semua matan terpana melihat penampilan Anissa sedangkan Anissa merasa risih saat semua orang melihatnya


"eh ada cewek cantik". celetuk salah satu mahasiswa yang duduk di motornya


"anak baru ini kayaknya". sambung temannya


"Hay cewek, cantik banget sih". yang lainnya menimpali


"bay kenapa semua mahasiswa melihat ke arahku semua". tanya Anissa saat Bayu sudah berada di sampingnya


"bagaimana tidak melihat ke arahmu, lihatlah penampilan mu yang sekarang". jawab Bayu


hari ini Anissa terpaksa merubah penampilannya setelah di tegur oleh ayahnya, dulu Anissa berpenampilan seperti preman celana robek robek dan gelang hitam melingkar di tangannya bahkan kalung tengkorak yang di pakai, dan sekarang Anissa mengunakan dress berwarna soft pink dan polesan make up tipis lalu menggunakan sepatu balet, jam tangan melingkar di tangannya begitu juga kalung yang pada umumnya sehingga membuat seperti gadis lainnya.


"tumben sekali kamu berpenampilan seperti ini sa". tanya Bayu


"aku terpaksa bay, semalam ayah memarahiku" jawab Anissa


"biasanya tante Lisa memarahimu tapi kamu tidak pernah tu merubah penampilan tapi sekarang saat om Delon memarahimu langsung berubah". tanya Delon


"ishh kamu tidak tau seperti apa ayahku". jawab Anissa sambil memukul lengan Bayu


"ya sudah ayo ke kelas". ajak Bayu

__ADS_1


Bayu dan Anissa berjalan melewati lobi untuk menuju ke kelasnya dan di lobi itu banyak mahasiswa yang menatap Anissa dengan kagum dan memuja


"Arden lihat ada mahasiswi cantik". ucap Alan sambil menyenggol bahu Arden yang sedang asik memainkan ponselnya sehingga membuat Arden mengikuti arah pandang Alan


"itukan gadis nakal itu". monolog Arden dalam hati dan pandangan mengikuti Anissa berjalan sampai melewati dirinya


"parfumnya Arden wanginya sekali". ucap Alan sambil menghirupnya


"bisa dandan juga ternyata". monolog Arden lagi lagi di dalam hati


"biasa saja". ucap Arden sambil meninggalkan lobi tersebut saat Anissa sudah masuk ke kelasnya


"Arden sepertinya kamu perlu kacamata, cewek secantik itu di bilang biasa saja". ucap Alan sambil mengikuti Arden


"aku tidak tertarik dengan cewek seperti itu, cewek cantik adalah cewek yang jadi istriku nanti". jawab Arden


"hmmm awas saja sampai menelan ludah sendiri ya". ejek Alan


Arden meninggalkan Alan yang sangat menyebalkan baginya Siang ini, Arden berjalan menuju perpustakaan


bruk


"berani berani kamu memegangku". bentak Anissa


"tidak tau terima kasih". ucap Arden


"sudah salah tidak mau ngaku juga". cerocos Anissa


"siapa yang nabrak tadi". ucap Arden sehingga membuat Anissa diam


"setiap kali bertemu dengan mu yang ada hanya masalah dasar gadis nakal". ucap Arden


"aku tidak nakal beruang kutub". jawab Anisa sambil berkacak pinggang


"penampilan berubah tetapi perilaku tidak berubah". ucap Arden lalu meninggalkan Anissa


"aku berdo'a semoga saja aku tidak berjodoh atau memiliki suami seperti mu beruang kutub". teriak Anissa yang masih dapat Arden dengar


"auww". rintih Anissa sambil memegangi perutnya, Anissa langsung berlari dan masuk ke kamar mandi karena saat dia duduk di kelas tiba tiba perutnya melilit. Anissa merasa lega saat keluar dari toilet

__ADS_1


"aish gara gara berdebat dengan beruang kutub membuat ku keluar kelas lebih dari dua puluh menit pasti sudah tidak di izinkan masuk sama Bu Mayang". ucap Anissa sambil melihat jam.


Anissa memilih duduk di bangku taman dan mengirimkan pesan ke Bayu


*Bayu*


bay nanti bawakan tasku aku ada di taman dan nanti aku pinjam catatan mu


Anissa menghela nafas saat melihat semua mahasiswa memandangnya.


tuk


"auw". teriak Anissa saat kepalanya terkena sebuah botol, Anissa melihat ke sekeliling dan hanya melihat satu perempuan yang duduk di belakangnya.


"hey mba kalau buang sampah jangan sembarangan". ucap Anissa sambil meletakkan botol itu di pangkuan gadis itu


"apa urusan dengan mu aku yang membuangnya kenapa kamu yang marah marah seperti itu". jawab Abel sambil melemparkan botol itu kembali


"percuma kuliah tapi tidak tau cara membuang sampah yang baik". ejek Anissa


"apa kamu bilang". bentakan Abel


"owh ternyata kamu di sini bel meratapi nasib jika Andra menikah dengan orang lain makanya jadi cewek itu jangan halu, Andra aja gak pernah pacaran dengan mu tetapi kamu mengaku sebagai pacar Andra dasar cewek gatel". ejek salah satu teman kelas Abel yang notabene adalah orang yang selalu Abel tindas dan mahasiswi itu tersenyum puas saat melihat wajah marah Abel karena dia bisa membalas Abel atas penghinaan yang Abel berikan kepadanya, setelah puas menghina Abel mahasiswi itu pergi.


"apa lihat lihat". bentak Abel


"ishh pede sekali". jawab Anissa dan meninggalkan Abel.


"argh awas saja kamu Tasya, aku tidak akan membiarkan kamu bahagia bersama Andra". umpat Abel sedang Anissa mengelengkan kepalanya saat mendengar umpatan Abel


"ada ya orang seperti itu tidak bisa memiliki tetapi dendam dengan orang yang berjodoh dengan orang tersebut, semoga saat aku menikah kelak jauhkan keluarga ku dari orang orang seperti itu". monolog Anissa dan duduk di sisi taman lainnya


sedangkan Arden saat sampai di perpustakaan langsung mendudukkan dirinya dengan kasar


"siapa juga yang mau menikah dan memiliki istri sepertimu gadis nakal". umpat Arden karena merasa kesal dengan teriakan Anissa tadi


"siapa gadis nakal". ucap Alan yang sudah duduk di samping Arden sehingga membuat Arden terkejut


" tidak perlu tau". jawab singkat Arden dan membuka buku lalu membacanya sedang Alan hanya mengelus dadanya sudah hal biasa mendapatkan jawaban seperti itu dari sahabatnya ini.

__ADS_1


__ADS_2