Tuan Mafia

Tuan Mafia
Tuan Mafia S2-Anak dan Ayah


__ADS_3

Setelah makan malam Andra menemui ayahnya di ruang kerja. Alex menatap curiga ke arah Andra yang masuk ke ruang kerjanya, pasti anaknya menginginkan sesuatu. Andra langsung duduk di depan ayahnya. Alex berupa berupa sibuk.


"yah Andra ingin berbicara".


"hmm". Alex menjawab dengan bergumam


"yah Andra menyukai seorang perempuan". Andra mengela nafasnya saat Alex menatapnya dan meletakan pulpennya


"Andra ingin melamar perempuan itu yah". sambung Andra


"siapa". tanya Alex


"Tasya". jawab Andra, Alex terkejut saat Andra menyebut Tasya


"Tasya". ulang Alex dan Andra menganggu


Alex mengela nafasnya saat Andra ingin melamar Tasya


"ndra kamu yakin ingin melamar Tasya". Andra menganggukan kepalanya


"tapi.."


"Andra tau, Tasya menyukai Arden tetapi Arden tidak menyukai Tasya yah". sambung Andra sebelum Alex mengatakan bahwa Tasya menyukai Arden.


Arden menyakinkan kepada ayahnya bahwa dia bisa memperlakukan Tasya dengan baik dan Arden yakin bahwa dia bisa membuat Tasya mencintai kelak. Alex menganggukan kepalanya dan menerawang saat dia menikahi Laura hingga akhirnya mereka bisa bahagia sampai saat ini. tapi Alex berpikir bagaimana caranya Tasya akan menerima lamaran Arden. Tasya sendiri tidak akan menerima Andra karena Tasya menyukai Arden.


"kapan ingin melamar Tasya". tanya Alex


"Minggu depan". jawab Alex


"sekarang kembalilah nanti akan dibicarakan, ini tidak akan mudah karena Tasya menyukai Arden" Andra mengela nafasnya saat mendengar penuturan ayahnya


"nanti akan ayah bicarakan dengan ayahnya Tasya dan ayah akan memintanya untuk menjodohkan Tasya dengan mu". Andra terseyum saat ayah akan menjodohkannya dengan Tasya.


"terima kasih yah". Alex menganggukan kepalanya.

__ADS_1


setelah menyampaikan niatannya untuk melamar Tasya, Andra keluar dari ruang kerja Alex dengan senyum yang mengembang, Ana memicingkan matanya saat melihat Andra yang terseyum.


"cinta membuat orang aneh". guman Ana, Ana segera menghampiri sang mama sedang duduk di sofa, Ana yang sangat manja dengan mamanya langsung menghampirinya dan meluk mamanya.


"mama Ana kangen". manja ana saat memeluk mamanya sendangkan Laura terseyum saat melihat Ana sangat manja di rumah dan saat di luar dia akan seperti wanita yang mandiri.


Ana merbahkan kepalanya di pangkuan Laura dan Laura mengelus puncak kepalanya Ana dengan lembut.


"ma ceritakan bagaimana mama dan ayah bisa menikah". Ana yang sangat penasaran dengan pernikahan orang tuanya


Laura menceritakan jika mereka karena perjodohan, dan bagaimana Alex memperlakukannya dengan baik sehingga menumbuhkan rasa cinta di hati Laura dan tentu saja Laura menutup perbuatan Alex yang menikahi untuk balas dendam dan juga perlakukan kasar Alex, Laura hanya menceritakan perlakukan Alex yang baik karena dia tidak ingin anaknya membenci ayahnya sendiri. Alex yang berada di tangga tersenyum saat Laura menutupi perbuatannya yang dulu.


"berarti mama beruntung bisa di jodohkan dengan ayah". tanya Ana


"tentu, karena menikah dengan ayahmu banyak perubahan yang mama rasakan". jawab Laura


"besok jika Ana menikah ingin mendapatkan laki laki seperti ayah". monolog Ana.


Alex menghampiri istri dan anaknya, Ana langsung duduk saat ayahnya datang.


"ma yah , Ana ke kamar dulu ya".


"terima kasih". ucap Alex


"untuk apa". jawab Laura sambil tersenyum


"terima kasih karena sudah menutupi perlakukan dan perbuatan Ku dulu". Alex mengelus pipi Laura dan Laura terseyum


"itukan masa lalu dan aku ingin anak anak kita melihat mu sebagai ayah yang baik tuan mafiaku". Laura mencubit kedua pipi Alex dan menggoyangkannya.


Alex langsung membawa Laura kedalam pelukannya kemudian langsung menggendongnya dan membawa masuk ke kamar mereka, dan Alex langsung melepas rindu, Alex menggunakan kesempatan ini bermanja-manja dengan Laura karena Arden si penganggu tidak ada di rumah.


pagi pagi sekali Arden memasuki rumah dengan mengendap endap, Arden bernafas lega saat semua orang belum bangun, lalu Arden memasuki kamarnya dan langsung mendudukan dirinya di sofa. Arden menahan sakit di telinganya saat merasakan sakit akibat di tarik oleh seseorang. secara perlahan Arden memutar kepala dan betapa terkejutnya saat tau ternyata ayahnya yang menjewer telinganya.


"hmmm dari mana semalam". tanya Alex setelah melepaskan jewerannya, Arden mengusap telinga yang terasa panas

__ADS_1


"main". jawab singkat Arden sambil melepas sepatunya


"bisakah kamu jangan menganggu ayah saat sedang bersama mama mu". protes Alex


"tidak". jawab Arden dengan singkat lagi dan itu membuat Alex memijat pangkal hidungnya karena Arden benar benar mirip seperti dirinya yang dulu.


"Arden ayah ingin membicarakan sesuatu dengan mu". Alex mulai menghelakan nafasnya


"iya ayah ingin bicara apa". jawab Arden


Alex berbicara soal mengenali rencana akan menjodohkan Andra dengan Tasya, Alex menatap mata Arden saat bicara dan Arden menatap balik sang ayah, Alex juga bertanya apakah Arden tidak menyukai Tasya karena selama ini Tasya selalu berusaha untuk mendapatkan cinta Arden, saat tau jawaban anaknya Alex bernafas lega karena di lihat dari matanya Arden tidak mencintai Tasya jadi rencana lamaran ini tidak akan membuat anaknya saling menyakiti, karena selama ini Arden tidak pernah menyukai Tasya jadi Tasya hanya mencintai secara sepihak, dan Alex berharap Tasya bisa menerima lamaran Andra lalu Andra dapat membuat Tasya jatuh cintanya kepadanya.


sedangkan Andra yang mendengar jawab Arden atas pertanyaan ayahnya merasa senang, jadi dia tidak melukai Arden saat melamar Tasya nantinya. Arden sudah menyusun rencana untuk membuat Tasya mencintainya setelah menikah. Andra langsung menjauh saat tau ayahnya akan keluar dari kamar Arden. Alex mengelengkan kepalanya saat keluar dari kamar Arden karena dia tau Andra menguping pembicaraan mereka tadi.


sedangkan di rumah Tasya, Tasya sedang merenung di kamar dia memikirkan bagaimana caranya untuk membuat Arden jatuh cinta kepadanya, Tasya tidak habis pikir kenapa Arden begitu cuek kepada sejak masuk SMP padahal dulu Arden tak secuek itu kepadanya. saat sedang melamun mamanya masuk.


"sya mandi sana". perintah sang mama


"iya ma". jawab Tasya


kemudian masuk ke kamar mandi dan membersihkan tubuhnya, setelah selesai dia langsung turun ke bawah dan melihat kedua orang tuanya sudah duduk di meja makan. keluarga itu menikmati makanannya dengan diam dan nikmat. saat sudah selesai makan ayah Tasya berdehem.


"sya selama ini ayah tidak pernah meminta apapun kepadamu". Tasya memerhatikan ayahnya yang berbicara


"sya apakah Tasya akan menuruti keinginan ayah". tanya herman


"jika Tasya bisa mengabulkannya Tasya akan wujudkan keinginan ayah". Tasya menjawab dengan senyuman, Herman tersenyum saat melihat jawaban sang putri


"ayah ingin minta apa dari Tasya". tanya Tasya


"nanti setelah kamu pulang kuliah kita bicarakan, sekarang berangkatlah". jawab Herma dan Tasya menganggukkan kepalanya.


Tasya duduk di depan rumah menunggu Ana karena mereka sudah janjian untuk berangkat bersama.


💙💙💙

__ADS_1


hello aku punya rekomedasi cerita lagi ini yang pasti cerita sangat rekomendasi banget untuk di baca, cusslah langsung kepoin dengan judul " Gairah Cinta Sang Predir" karya " Desy Puspita"



__ADS_2