Tuan Mafia

Tuan Mafia
Tuan Mafia S2- Malam Sunyi


__ADS_3

Hana mengusap air matanya yang jatuh, hatinya terasa sesak membayangkan malam ini masa depan putrinya akan hancur begitu saja walaupun Tasya buka anak kandungnya Hana sangat menyayangi Tasya seperti ibu kandungnya bahkan Hana berusaha keras agar Herman dapat menyayangi Tasya seperti putrinya sendiri. Hana tau Herman hanya berpura pura menyayangi Tasya.


"maafkan mama sayang, mama tidak bisa melakukan apapun untukmu". Hana meninggalkan kamar Tasya yang sedang di kunci bahkan kuncinya di bawa oleh suaminya.


sedangkan Arden yang berada di kamarnya semakin cemas dan khawatir saat berulang kali mencoba menghubungi Tasya tetapi nomornya tidak aktif.


"argh". teriak Arden sambil menjambak rambutnya


"apa yang harus aku lakukan". Andra berjalan ke balkon dan menetapkan ke rumah Tasya dan lebih tepatnya ke kamar Tasya yang tertutup rapih.


malam haripun tiba, Tasya yang menggunakan gaun itu merasa risih bagaimana tidak risih, gaun tanpa lengan bahkan baju itu tidak menutupi aset Kembarnya. Tasya menarik bagian bawah gaun itu tetapi semakin di tarik ke bawah bagian atas tidak tertutup.


ceklek


pintu dibuka menampilkan ayahnya


"ayo turun". ajak Herman


mau tidak mau Tasya mengikuti ayahnya turun ke bawah, saat Tasya menuruni tangga, Agung yang melihat Tasya begitu seksi langsung menelan salivanya bahkan tongkatnya sudah memberontak minta di keluarkan dari sarangnya. Tasya turun sambil menyilangkan tangannya untuk menutupi dadanya.


"tenang boy malam ini kamu akan terpuaskan". monolog Agung sambil melihat Tasya yang kulitnya begitu mulus


"tanpa banyak bicara saya akan langsung membawa Tasya keluar". ucap Agung saat mereka sudah sampai di depan Agung.


Agung langsung menarik tangan Tasya dan membawanya ke dalam mobil, Agung mendorong Tasya sehingga gadis itu terlempar ke dalam mobil dan membuat bawahan gaun itu tersingkap Tasya yang menyadari itu langsung membenarkan gaunnya.


Agung langsung mengendarai mobilnya dengan pelan, tangan Agung mendarat di paha mulus Tasya sehingga membuat Tasya terkejut dan berusaha melepaskan tangan Agung tetapi Agung malah mencengkram paha Tasya.


"om lepas jangan seperti ini". mohon Tasya sambil berusaha melepas tangan Agung


"om lepas". sambung Tasya


srek


sekali tarik Agung berhasil mengoyak pakaian dalam Tasya dan langsung mengambilnya kemudian menciumnya.


"hmmm harum". guman Agung dan itu membuat Tasya ketakutan dengan tingkah Agung

__ADS_1


"om turun Tasya di sini saja". mohon Tasya


Agung tidak menghiraukan Tasya, tangan aku kembali mengelus paha dalam Tasya.


"diam atau aku perkosa di sini". bentak Agung membuat Tasya semakin ketakutan


"hiks hiks hiks". air matanya sudah membasahi pipi Tasya, saat tangan Agung semakin tidak tau diri, sedangkan Agung terseyum D'devil saat merasakan betapa lembutnya milik Tasya di jari jarinya. Tasya semakin bergetar saat dia merasakan aneh dalam dirinya.


"Om jangan seperti ini". Tasya merapatkan kakinya dan menahan tangan Agung yang akan membelai paha Tasya.


"jangan seperti ini tapi wajahmu menikmatinya hahaha". tawa Agung semakin membuat Tasya ketakutan


"aku mohon selamatan aku dari laki laki bajingan ini". monolog Tasya dalam hati


setelah sedikit bermain main Agung fokus menyetir mobil sedangkan Tasya bernafas lega saat tangan nakal Agung tidak berada di pahanya tetapi perasaan masih takut. perasaannya mengatakannya akan terjadi sesuatu kepada dirinya. Tasya semakin bergetar saat mobilnya berhenti di sebuah parkiran hotel.


"malam ini kita habiskan waktu bersama". bisik Agung ditelinga Tasya


"dan malam ini akan saya tunjukkan surga dunia baby". sambung Agung sambil meremas lengan Tasya.


Agung turun dari mobil dan membuka pintu dengan segera menarik Tasya sedang Tasya berusaha melepaskan diri dari Agung


"argh". Tasya mengigit tangan Agung setelah pegangan Agung lepas Tasya segera berlari, tetapi sebelum berlari Agung sudah lebih dulu mencekal tangan Tasya


plak


plak


Agung menampar Tasya karena merasa kelas gadis itu dari tadi melawannya dan Tasya merasakan panas di pipinya bahkan sudut bibirnya terasa panas


"aku sudah berbaik hati tidak kasar denganmu tapi kamu menguji kesabaranmu". bentak aku dan mencengkram rahang Tasya


"dengar aku sudah memberikan banyak uang kepada ayahmu dan malam ini kita akan menghabiskan malam bersama, aku rasa itu setimpal dengan uang yang aku berikan kepada ayahmu, dan setelah kita menikah hidupmu juga akan terjamin". sambung Agung


Agung kemudian memanggul Tasya sedangkan Tasya memukul punggung Agung berharap di lepaskan, saat sudah sampai di kamar Agung melepas Tasya ke ranjang. sekali tarik gaun yang di gunakan Tasya terlepas. Agung menelan salivanya sat melihat tubuh Tasya polos. Tasya langsung menarik selimut untuk menutupi tubuh polosnya.


"tubuh yang indah baby". ucap Agung sambil merangkak naik ke atas ranjang, Tasya semakin mundur saat akun mendekati dan menabrak kepala ranjang.

__ADS_1


Agung merasa kesal saat melihat Tasya menghindari dan langsung menarik kaki Tasya sehingga membuat Tasya terlentang.


"mohon jangan hiks". tangis Tasya sambil memegang erat selimut yang dia gunakan


"suttt baby jangan menangis malam ini, kita akan menikmati surga dunia". seringai Bagas tanpa mengerikan di mata Tasya.


Agung meraih tangan Tasya dan mengikatnya di sisi ranjang. Agung membuka laci kemudian mengambil tali dan mengikat kaki Tasya. Tasya berusaha melepaskan ikatan di kakinya atau tangannya. Agung langsung menarik selimut yang Tasya gunakan kemudian berdiri dan meraih ponselnya dan memfoto Tasya


cekrek


cekrek


"mohon lepaskan aku". teriak Tasya sambil menarik kaki maupun tangannya yang terikat sehingga membuat pergelangan tangan maupun kakinya memerah.


setelah puas memotret Tasya Agung mereka Tasya setelah itu dia meletakkan kamera di meja dan mengarahkan ke ranjang, Agung akan merekam kegiatan mereka. air mata Tasya sudah membasahi pipinya. Tasya semakin terisak-isak saat Agung sudah berada di atasnya. Agung langsung menghirum aroma Tasya melalui ceruk leher Tasya.


"om lepaskan Tasya hiks, Tasya akan melakukan apapun tapi jangan nodai Tasya hiks". mohon Tasya


"aku tidak butuh apapun, malam ini yang aku butuhkan adalah menyalurkan hasratku hahaha". bisik Agung di telinga Tasya dan mengigitnya.


Tasya mengelengkan kepalanya saat Agung akan menciumnya, Agung yang merasa kesal langsung mencengkram rahang Tasya dan membenamkan bibir di bibir Tasya.


"argh". teriak Agung saat Tasya mengigit bibirnya dan bibir Agung sampai berdarah.


"sial masih bisa melawan rupanya hmm". agung mengusap bibirnya yang berdarah kemudian jarinya bermain di wajah Tasya dan lagi lagi saat jari itu berada di bibir Tasya, Tasya langsung mengigit bibir tersebut.


"dasar maniak ****". terima Tasya


"hahahaha". tawa Agung saat gadis di depannya masih bisa mengumpat dan melakukan perlawanan padahal sekuat tenagapun Tasya tidak akan terlepas


"silahkan baby keluar semua tenagamu untuk melepaskan ikatan ini hmm jika bisa". ucap Agung


"walaupun kamu berteriak sekuat tenagapun tidak akan ada yang menolongmu". sambung Agung.


Agung menyeringai saat melihat usaha keras dari gadis di bawahnya berusaha melepaskan ikatan tersebut


💙💙💙

__ADS_1


Hay aku punya rekomendasi cerita yang wajib wajib banget kalian baca, cusllah langsung kepoin judul " Benteng Penghalang Kita " karya "Nita.P"



__ADS_2