Tuan Mafia

Tuan Mafia
Tuan Mafia S2- Farhan


__ADS_3

tuuuuuuuut.......


dokter berhenti ketika melihat sudah tidak ada detak jantung di layar.


"pada akhirnya dia menyerah setelah satu bulan bertahan dengan alat alat medis ini". ucap dokter itu


"iya dok, lalu bagaimana ini bahkan kita tidak tau siapa keluarganya". tanya suster itu


"akan aku kuburkan di keluargaku saja". jawab dokter Rian


flashback off


saat itu dokter Rian sedang menemani putranya bermain di sungai yang ada di villa itu.


"Sandra jangan dekat dengan sungai mainnya". ucap dokter Rian


"siap ayah". jawab Sandra


Dokter Rian duduk di rumput dan memperhatikan putrinya yang sedang bermain sendiri dan melemparkan batu ke sungai, dokter Rian terseyum saat melihat kebahagian di mata putrinya itu dan ini untuk pertama kalinya dokter Rian melihat senyum di wajah putrinya setalah kepergian istrinya


"ayah". dokter Rian terkejut saat mendengar teriakkan putrinya dan saat itu dia menyadari bahwa putrinya tidak ada di hadapannya


"Sandra kamu dimana nak". teriak dokter Rian

__ADS_1


"aku di sini ayah, cepat kemari ayah". teriak Sandra


dokter Rian langsung berlari menuju ke arah putrinya saat sampai di sana dokter Rian dapat bernafas lega saat melihat putrinya baik baik saja lalu kemudian terkejut saat melihat seseorang di depan putrinya.


"ayah lihatlah om ini". tunjuk Sandra


dokter Rian langsung menghampiri pria itu dan mengecek kondisi masih hidup tetapi keadaan begitu memperhatinkan banyak luka di tubuhnya bahkan terdapat darah yang sudah mengering di bagian belakang kepalanya. tanpa menunggu lama dokter Rian langsung mengangkat pria itu dan di ikuti Sandra. dokter Rian melajukan mobilnya menuju rumah sakit terdekat. saat sampai di rumah sakit dokter Rian langsung menangani pria itu yang mengalami patah tulang di bagian kaki yang mungkin akan menyebabkan lumpuh sementara dan pasien juga membutuhkan donor darah dan untung saja di rumah sakit itu masih ada stok. setelah melakukan tindakan ternyata pasien mengalami koma akibat benturan yang keras di bagian kepalanya. setiap hari dokter Rian mengecek kondisi pria itu. walaupun masih koma dokter Rian melihat bahwa pria itu menagis.


flashback off


dokter Rian menghela nafasnya saat pria yang dia tolong telah menghembuskan nafas terakhirnya, dokter Rian melepas satu persatu alat yang menempel di tubuh pria itu.


"dok jarinya bergerak". ucap suster saat akan melepas infus


dokter Rian yang melihat itu terseyum apalagi jantung berdetak dengan normal. secara perlahan pria itu membuka matanya dan mengumankan sesuatu, dokter Rian mendekatkan telinganya


dokter Rian langsung mengecek kondisi pasien walaupun sudah membuka matanya pasien itu tidak dapat mengerakkan tubuhnya dan hanya bisa mengucapkan satu kata yaitu Ana


"dok kenapa dia hanya mengucapkan satu kata saja". tanya suster itu


"kondisi belum benar benar baik dia mengalami kelumpuhan dan saya harap dia bisa merespon apa yang kita bicarakan walaupun hanya bisa mengucapkan satu kata saja". ucap dokter Rian sambil menusuk kaki pasien dengan jarum tetapi tidak ada respon sama sekali dari pria itu


"dengarkan saya baik baik, coba gerakan tangan anda pelan pelan". bisik dokter Rian dan secara perlahan pria itu mengerakkan jarinya dan sedikit meringis saat mengerjakan jarinya.

__ADS_1


"sudah jangan di paksa, kamu baru sadar". ucap dokter Rian


"A aku dimana". tanya pria itu


"kamu ada di rumah sakit". jawab dokter Rian


"siapa namamu". tanya dokter Rian


"Farhan". ucap Farhan dengan sedikit kesusahan


"sekarang istirahatlah, saya akan melakukan pemeriksaan lanjutan besok". ucap dokter itu dan di anggukan oleh Farhan


setelah kepergian dokter dan suster Farhan mengingat apa yang terjadi sampai dia berada di rumah sakit ini. waktu itu saat mengendarai mobil terdapat bapak bapak akan menyebrang tetapi rem mobilnya blong dan mau tidak mau Farhan membanting stir dan berhasil menghindar bapak itu tetapi ketika berada di jalan yang kanan kirinya jurang mobilnya kehilangan keseimbangan ketika salah satu bannya terlepas dan membuat Farhan menabrak pembatas jalan, saat mobil akan jatuh kejurang Farhan keluar dari mobil dan tersangkut di atas pohon dan Farhan juga melihat mobilnya yang langsung terbakar ketika berada di dasar jurang. Farhan dapat bernafas lega dia bisa selamat tetapi dia bingung bagaimana naik ke atas sedangkan pohon itu jauh dari jalan yang ada di atas dan bawahnya jurang dan Jika di melompat bisa melayang, Farhan melihat ada sungai di bawah sana tetapi jauh dari tempatnya jika di melompatpun jatuhnya bukan ke sungai terapi ke jurang. akhirnya Farhan meraih satu persatu ranting yang kuat sehingga membuatnya dekat dengan sungai, akhirnya Farhan melompat ke sungai tersebut tetapi saat jatuh ke sungai itu kakinya terkena batu dan membuat tidak bisa berenang dan berakhir pingsan dan terbawa arus bahkan badan terkena bebatuan yang ada di sungai itu.


"aku masih selamat dan aku harus segera keluar dari rumah sakit ini, semoga saja mereka belum melaksanakan rencana, Ana Putri tulipku semoga kamu baik baik saja dan aku tidak bisa memaafkan diriku jika rencana mereka berhasil". monolog Farhan dan secara perlahan mengerakkan tangannya dan menuju lehernya dan mencari sesuatu, Farhan bernafas lega saat memegang benda yang dia cari.


"syukurlah kalung ini masih ada". ucap Farhan


Ana terbangun dari tidurnya dengan keringat yang yang berada di wajahnya dan nafasnya yang tersengal sengal seperti habis di kejar oleh sesuatu


"mimpi apa itu kenapa begitu terasa nyata, kenapa aku bermimpi ada seseorang yang akan membunuhku bahkan di mimpi itu aku sedang hamil besar, siapa wanita bertopeng itu". monolog Ana sambil mengusap keringatnya karena belum pernah bermimpi seperti itu lalu mengambil air minum dan menghabiskan air itu dalam satu tegukan


"kenapa mimpi itu sangat menyeramkan, semoga saja tidak terjadi hal buruk kepada ku, semoga itu hanya bunga tidur saja". ucap Ana lalu berjalan menuju balkon dan melihat gelapnya malam

__ADS_1


"kenapa tiba tiba aku memikirkan pangeran panda, aku harap ucapan mama adalah salah jika kamu sudah memiliki keluarga, tolong temui aku sekali saja agar aku bisa tau apa aku hanya menginginkan mu atau hanya ingin bertemu denganmu karena waktu itu aku pergi tidak berpamitan dengan mu". monolog Ana sambil mengusap lengan yang terasa dingin


di tempat berbeda di langit yang sama tiga orang sedang bercemuk dengan pikirnya masing masing. Farhan yang memikirkan Ana apa baik baik saja selama dirinya tidak ada dan Ana sedang memikirkan mimpi yang barusan dia alami lalu keinginan yang ingin bertemu dengan pangeran pandanya sedangkan pria itu sedang mematangkan rencananya untuk menghancurkan keluarga Alex.


__ADS_2