
drt
drt
drt
Anissa yang sedang makan melihat ponselnya berdering dan tertera nama Arden di sana
"maaf ponselku berdering aku izin kebelakang untuk mengangkat teleponnya". ucap Anissa dan membawa ponselnya ke halaman belakang sedangkan Yusuf mengepalkan tangannya di bawah meja saat membaca nama Arden di layar ponsel Anissa
"dia benar benar ingin mengambil Anissa dariku akan aku pastikan aku yang akan menikah dengan Anissa". monolog Yusuf dalam hati
sesampainya di halaman belakang Anissa berdiri di pinggir kolam dan menggeser tombol hijau
"hallo beruang kutub". ucap Anissa
"lama sekali mengangkat panggilan dari ku". ucap Arden dengan kesel karena panggilan kedua Anissa baru mengangkat teleponnya
"maaf tadi aku sedang makam malam, ada menelpon ku". tanya Anissa dan dalam hati juga berterima kasih karena Arden menelpon jadi dia bisa meninggalkan acara makam mal itu dan merasa tidak nyaman saat Yusuf memandangi
"aku ingin memberitahu tentang Yusuf". ucap Arden
"benarkah apa yang kamu temukan tentangnya". tanya Anissa dengan antusias
"tidak ada yang mencurigakan, aku akan mengirimkan padamu informasi mengenai dirinya dan ayahnya". ucap Arden
"terima kasih". ucap Anissa
"ya sudah aku matikan sambung telponnya". ucap Arden
"tunggu tunggu". ucap Anissa
"jangan di matikan dulu tetap telepon aku karena di rumah ayahku mengundang Yusuf dan papanya untuk makam malam dan aku merasa tidak nyaman jadi tolong tetap bicaranya dengan ku agar aku tidak kembali ke acara mereka". ucap Anissa
__ADS_1
"Anissa jika aku lakukan itu maka ayahmu tidak akan menyukaiku dan akan menganggap ku tidak punya etika karena menganggu acara yang di buat oleh ayahmu, aku bisa membantu di luar dan jika memang kamu tidak nyaman dengan keberadaan Yusuf berpikirlah cara untuk menghindarinya tanpa menyakitinya dan jangan sampai menimbulkan dia akan berbuat nekat padamu". jawaban yang Arden berikan membuat Anissa terdiam, apa yang dikatakan Arden ada benarnya
"ya sudah aku matikan sambungan teleponnya". ucap Arden dan memutuskan sambungan teleponnya
Anissa menatap layar ponselnya yang sudah mati dan membuka pesan yang di kirim oleh Arden, Anissa membaca informasi itu dengan baik dan benar apa kata Arden tidak ada yang mencurigakan tentang Yusuf dan ayahnya
"tidak ada yang mencurigakan tapi kenapa dia begitu ingin mendekati ku seolah olah dia sudah lama mengenalku padahal aku dan Yusuf baru bertemu waktu di cafe itu bersama ayah". monolog Anissa dalam hati
"seperti kamu mencintai pacar mu itu".
Anissa terkejut saat Yusuf sudah berada di sampingnya
"sejak kapan ada di sini". tanya Anissa tanpa menjawab pertanyaan Yusuf
"barusan, jadi kamu sangat mencintai dia". tanya ulang Yusuf
"hmmm iya karena dia pacar ku jadi wajar bukan jika aku mencintainya". jawab Anissa
"lalu bagaimana jika bukan dia yang akan menikah dengan mu tapi orang lain, apa kamu tetap akan mencintainya". tanya Yusuf
"karena yang aku lihat om Delon tidak akan merestui hubungan kalian sampai ke jenjang pernikahan dan yang pasti kalian tidak akan bisa menikah, atau kamu akan tetap menikah tanpa Restu dari ayah mu". ucap Delon
"ya mungkin saat ini ayah belum merestui hubungan kami tapi mungkin suatu saat nanti ayah akan merestuinya". jawab Anissa
"dan aku tidak akan membiarkan om Delon merestui hubungan kalian". monolog Yusuf dari dalam hati
"bagaimana jika malam ini ayahmu memintamu untuk menuruti keinginannya yaitu menjodohkan mu dengan pria lain". tanya Yusuf
"ayah tidak mungkin akan melakukan itu". ucap Anissa lalu meninggalkan Yusuf
saat masuk ke dalam rumah Delon memanggil putrinya untuk duduk bersama mereka, Anissa duduk di samping ayahnya dan juga Lisa dan Yusuf duduk di samping papanya.
"Anissa Yusuf ingin mengatakan sesuatu padamu". ucap Delon pada Anissa
__ADS_1
"mengatakan apa yah" tanya Anissa menatap curiga pada Yusuf
"silahkan nak Yusuf". perintah Delon
"sebelum saya terima kasih karena sudah di undang untuk makan malam dan karena undang ini saya punya niat baik yaitu ingin melamar Putri om dan tante Lisa yaitu Anissa". ucap Delon
Anissa yang mendengar Yusuf melamarnya hanya diam saja dan bingung harus bereaksi seperti apa
"Anissa jawab lamaran Yusuf nak". ucap Delon
"jawab sesuai hatimu sayang nanti kamu yang akan menjalani kehidupan ini mama tidak akan memaksamu". ucap Lisa
"Yusuf kamu kan tau jika aku sudah punya kekasih". ucap Anissa
"saya tau tapi ke kasihmu sampai saat ini belum melamarmu bukan dan itu berarti dia belum ingin menjalani hubungan yang serius dengan mu, jadi tidak masalah bukan jika aku melamar mu karena kamu sendiri belum terikat dalam hubungan yang serius". ucap Yusuf
"bagaimana dia mau melamar orang hanya pacar bohongan, Kenapa malah jadi seperti ini kenapa Yusuf nekat melamar ku, haduh harus aku jawab apa ini dan aku sendiri tidak mau menikah dengannya". monolog Anissa dalam hati karena bingung
"kenapa urusan jadi runyam seperti ini sih". sambung Anissa dalam hati
"ayah harap jawaban yang kamu berikan tidak mengecewakan kami semua". ucap Delon
"jadi ayah harap aku menerima lamaran Yusuf". ucap Anissa sambil menatap ayahnya
"yah kenapa ayah tidak mengerti perasaan ku, seharusnya ayah tau apa keinginan ku bagaimana perasaan ku, Jangan memojokan aku seperti ini, aku tau maksud ayah selama ini ayah ingin menjodohkan aku dengan Yusuf kan". ucap Anissa yang kesal
"Anissa ayah dan mama juga di jodohkan tapi kami berdua bahagia dan saling mencintai, jadi apa salahnya kamu jalani dengan Yusuf dan Yusuf anak yang baik kamu lihat dia". ucap Delon sambil menunjuk Yusuf
"selama ini Yusuf berusaha mendekati mu agar bisa mengambil hatimu dan selama dia mendekati mu apa dia memaksamu". ucap Delon
"iya aku tau itu tapi ku mohon jangan mendesakku seperti ini, ini terlalu cepat dan aku belum siap yah". ucap Anissa
"Yusuf aku tau kamu baik tapi ini terlalu cepat dan aku tidak mencintaimu apalagi kita belum lama mengenal dan aku belum tau seperti apa kepribadianmu dan sifatmu karena sebuah pernikahan bukan mainan dan aku ingin menikah hanya satu kali seumur hidup, jadi maaf aku belum bisa menerima lamaran mu dan aku harap jawaban yang aku berikan tidak mengecewakan kalian semua". ucap Anissa sambil menangkupkan kedua tangannya
__ADS_1
"tidak apa apa mungkin aku akan melamar mu saat kamu sudah mencintaimu tapi aku minta biarkan aku mendekati mu dan memberikan mu perhatian walaupun kamu sudah memiliki kekasih". ucap Yusuf sambil menahan amarahnya
"sekali lagi maaf". ucap Anissa lalu meninggalkan ruangan tamu dan langsung masuk ke dalam kamarnya.