
ada perasaan yang berkecamuk setelah Gio membaca surat yang Nadia masukkan lewat bawah pintu, di surat itu Nadia hanya memintanya jangan membenci anaknya dan menjadi ayah baik dan Nadia juga tidak meminta anaknya di jadikan pewaris bahkan Nadia tidak masalah harga di ceraikan dan rela jika pewarisnya berasal dari perempuan lain. Gio menatap satu persatu kertas itu sedangkan Nadia yang sudah selesai menulis apa yang ingin dia katakan pada sumainya akhirnya memilih pergi dari depan pintu sebenarnya sejak tadi Nadia ingin membicarakan ini pada suaminya tetapi bagaimana respon suaminya saat membuang sarapan membuat Nadia tau bahwa suaminya akan membencinya dan tidak akan pernah reda.
setelah sampai di kamarnya Nadia meletakan buku itu dan meminum susu yang telah dia buat dan sudah dingin.
"nak semoga papa tidak membenci kehadiran mu, mama akan lakukan apapun agar papa tidak membenci mu". ucap Nadia pada perutnya
"hmmm bagaimana jika besok kita bertemu kakeknya ya sayang, kemarin mama belum sempat menemuinya ketika mengatakan kebenaran karena mama terlalu syok dengan kebenaran itu". sambung Nadia
Nadia menyandarkan tubuhnya di kepala ranjang dan mengambil ponselnya yang baru di beli oleh suaminya sebelum mengetahui tentang dirinya, Nadia mensecrooll akun info lowongan pekerjaan yang ada di sosial media dan mulai hari ini Nadia akan bersiap siap untuk mencari pekerjaan untuk memenuhi kebutuhannya dan juga anaknya karena Nadia tidak mau jika suaminya berpikir bahwa dirinya mengincar hartanya seperti mamanya.
"kenapa semua lowongan sudah penuh". monolog Nadia lalu meletakkan ponselnya kembali di atas nakas
setelah memikirkan soal pekerjaan Nadia memutuskan untuk tidur, Nadia membaringkan tubuhnya dan tangannya mengusap satu bantal di sebelahnya.
"dulu sebelum ada kebenaran ini kamu tidur di samping ku mas pasti kamu akan memelukku dan mengusap rambut ku lalu berbincang sebelum tidur, itu semua sangat hangat rasanya". monolog Nadia sambil mengingat masa masa indah bersama suaminya
"hufff tapi sekarang aku harus terbiasa seperti ini". sambung Nadia lalu memejamkan matanya karena hari ini sangat begitu lelah
ke esokan pagi Gio masuk ke dalam kamar Nadia secara diam diam dan duduk di pinggir ranjang, tangan Gio terulur untuk menegang perut Nadia yang masih rata saat tangannya memegang perut Nadia membuat Gio tersenyum dan secara perlahan Gio menyibak baju Nadia dan mencium perutnya. setelah itu Gio merapihkan kembali baju Nadia dan memandang wajah Nadia yang tertidur pulas, Gio mencondongkan badannya tetapi kembali tegak dan mengurungkan niatnya saat akan mencium kening Nadia
"ayo Gio tujuan memasuk kamar ini hanya untuk menemui anakmu". monolog Gio lalu keluar dari kamar Nadia
setelah pintu tertutup Nadia membuka matanya sebenarnya Nadia sedikit terkejut saat ada yang memegang perutnya tetapi saat mengenali parfumnya Nadia tetap berpura pura tidur, Nadia mengulurkan tangannya dan mengusap perutnya
"sekarang kamu senang nak, sudah di usap dan di cium papa". monolog Nadia dan pagi ini Nadia tidak merasakan mual biasanya saat bangun tidur dia akan mual mual.
Nadia turun dari ranjang dan berjalan menuju jendela dan memperhatikan Gio yang masuk ke dalam mobilnya, Nadia memandangi mobil itu yang mulai menjauh dari rumah
"terima kasih mas sudah tidak membenci anak ini". monolog Nadia dan Nadia tau Gio masuk ke dalam kamar yang dia tempati hanya untuk anaknya saja
Nadia mengambil handuknya dan masuk ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya. setelah selesai Nadia keluar untuk mencari ibu mertuanya
"ibu". panggil Nadia
__ADS_1
"Bu ,ibu di mana". tanya Nadia
"di halaman belakang nak lagi merawat tanaman ibu". jawab Fatma.
Nadia melangkahkan kakinya menuju halaman belakang, Nadia ingin meminta izin untuk menemui ayahnya
"Bu". panggil Nadia
"iya nak". jawab Fatma
"Nadia mau minta izin". ucap Nadia
"izin untuk apa". ucap Nadia
"Nadia minta izin mau menemui ayah soal kemarin waktu ayah datang kemari Nadia belum sempat berbicara dengan ayah". ucap Nadia
"dengan siapa kesananya nak". tanya Fatma
"sendiri Bu, semalam sudah meminta alamat tempat ayah tinggal sama om Alex dan sudah di kirim alamatnya". jawab Nadia
"tidak perlu bu Nadia bisa berangkat sendiri saja, Nadia akan baik baik saja". ucap Nadia dan Nadia juga paham akan kekhwatiran ibu mertuanya
"baiklah hati hati dan hubungi ibu jika terjadi sesuatu". ucap Fatma
"iya Bu, Nadia pasti akan hati hati". ucap Nadia
setelah mendapatkan izin dan berpamitan, Nadia menggunakan masker karena takut di jalan bertemu dengan mamanya dan melukainya, Nadia menuju taksi online yang sudah menunggunya di depan rumah
"alamat sesuai lokasi ya pak". ucap Nadia
"baik neng". jawab supir taxi
taxi itu melaju menuju alamat yang tertera, Nadia menyandarkan kepalanya dan netranya memilih untuk melihat ke arah jendela, saat melewati taman Nadia melihat mobil milik suaminya.
__ADS_1
"itukan mobil mas Gio tapi dimana mas Gio". monolog Nadia sehingga netranya menatap suaminya yang sedang berjalan merangkul seorang perempuan muda
deg
jantung Nadia berdetak sangat cepat saat melihat suaminya merangkul perempuan lain, Kemudian Nadia menarik nafasnya agar tidak menangis
"siapa perempuan itu". monolog Nadia sambil menoleh kebelakang dan melihat suaminya membukakan pintu mobil untuk perempuan itu, Nadia memejamkan matanya dan langsung menghadap ke depan..
"huff ayolah Nadia bukannya kemarin kamu sendiri yang menulis jika tidak masalah mas Gio memiliki anak lain dari wanita lain tapi aku pikir mas Gio akan menceraikan aku dulu ternyata tidak, mereka sudah berapa lama yang memiliki hubungan padahal hubungan ku dengan mas Gio rengang masih tiga harian masak secepat itu mas Gio memiliki pemikiran untuk memiliki hubungan dengan orang lain, Nadia ayo berpikir positif mungkin itu temannya mas Gio". monolog Nadia dalam hati
taxi yang mereka kendarai sampai di tempat tujuan, Nadia membayar taxi itu dan berjalan menuju rumah yang tampak sepi
ting
tong
ting
tong
pintu terbuka menampakkan Niko yang berada di kursi roda dengan dahi yang mengkerut menatap seorang wanita yang menggunakan masker, Nadia menatap ayahnya dan membuka maskernya
"Mira". ucap Niko dengan bahagia saat melihat putrinya berada di rumahnya
Niko mengajak Mira masuk ke dalam rumahnya, Nadia dan Niko saling diam, Nadia sendiri bingung mau mulai pembicaraannya darimana
sedangkan di dalam mobil milik Gio yang masih terparkir di pinggir taman
"om udah ini sakit". ucap seorang gadis
"om udah aku tidak kuat". sambungnya sambil meneteskan air matanya
"om please udahan". mohonnya
__ADS_1
"diam sebentar lagi selesai". bentak Gio dan bentakan itu membuat gadis itu terdiam dan menutup mulutnya dengan tangan untuk menutupi suaranya yang akan protes karena di bawah sana merasakan sangat sakit.