Tuan Mafia

Tuan Mafia
Tuan Mafia S2- Suasana Baru


__ADS_3

Tasya melihat ke arah Arden yang memasuki gerbang. saat Arden membuka helm dan saat melihat ke arah dia melihat Tasya ada di balkon kamar Andra. Arden sudah tau jika Tasya dan Andra sudah menikah. Arden langsung masuk ke dalam rumah sedangkan Tasya menatap Arden dengan sendu karena dia mencintai Arden tetapi takdir membawanya menikah dengan Andra.


saat Arden sampai di ruang tamu dia melihat Ana yang sedang tampak kesal seperti mengubungi seseorang tetapi orang itu tidak bisa di hubungi.


"siapa yang kamu hubungi Ana". Ana tersentak kaget saat mendengar suara Arden.


"tidak menghubungi siapa siapa kak". jawab Ana.


Ana akan mencari tau siapa yang sering mengrimkan pesan kepadanya


"serius". tanya Arden dengan menatap curiga kepada adiknya


"seriusan kak". jawab Ana lalu meninggalkan Arden di ruang tamu sendirian


Arden melihat Andra yang keluar dari dapur membawa air minum, mereka berdua menaiki tangga bersama sama Andra masuk ke kamarnya sendangkan Arden masuk ke kamarnya sendiri. saat Andra masuk dia tidak melihat Tasya ada di kamar itu tetapi saat melihat pintu menuju balkon terbuka Andra langsung berjalan ke sana dan senyumannya mengembang saat melihat Tasya ada di balkon. Tasya terkejut saat Andra menempelkan air dingin di pipinya.


"maaf membuat terkejut". ucap Andra sambil menyodorkan air dan Tasya menerima air itu kemudian langsung meminum air tersebut karena dia sangat haus


"terima kasih". ucap Tasya


"kenapa tidak istirahat". tanya Andra


"aku hanya ingin menikmati udara segar ini kak". jawab Tasya.

__ADS_1


Andra duduk di kursi sambil memperhatikan Tasya yang sedang berdiri di pinggir balkon sambil bersedekap dada dengan mata terpejam dan Andra terseyum saat melihat rambut Tasya yang terkena angin sehingga membuat Andra melihat wajah Tasya yang imut terlihat dengan jelas.


semua keluarga sudah berkumpul di ruang makan, mereka menikmati makan malam dengan tenang, Tasya yang awalnya gugup kini terlihat santai saat Andra mengusap tangan dan menyakinkan semua baik baik saja, dulu Tasya sering makan disini tetapi kali ini rasanya berbeda karena kini status bukan teman Ana melainkan istri Andra. setelah selesai makan mereka semua berkumpul di ruang tamu, Laura duduk di samping menantunya.


"Tasya sekarang ini rumahmu dan sekarang aku juga orang tuamu katakan saja jika ada yang membuat mu tidak nyaman ataupun perlakukan Andra yang tidak baik kepadamu". Laura berbicara lembut kepada Tasya, Laura melihat bahwa Tasya belum bisa menerima pernikahan ini sama seperti dirinya dulu


"iya Tan". jawab Tasya


"panggil mama sekarang aku mama mu". beritahu Laura dan Tasya menganggukkan kepalanya


Laura memberikan nasehat tentang pernikahan kepada Tasya dan Tasya mendengarkankan dengan baik apa yang di sampaikan oleh mama mertua itu si antara bagaimana cara menghormati suaminya. Tasya sendiri masih merasa aneh jika Andra telah menjadi suaminya. sedangkan di ruang kerja Alex dan Andra sedang berbincang.


"Andra sekarang kamu punya tanggung jawab terhadap Tasya, ayah harap kamu bisa memperlakukan istrimu dengan baik". beritahu Alex


"iya yah Andra akan berusaha membuat Tasya bahagia dan Andra tidak akan membiarkan Tasya menetaskan air mata". jawab Andra


Alex telah memberikan satu cabang Perusahaannya untuk Andra kelolah bagaimanapun Andra harus bisa mencari uang sendiri untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga.


di kamar terdengar dua orang tidur dengan saling memunggungi, Meraka berdua sama sama tidak bisa tidur, setelah berdebat akhirnya Tasya mau tidur di ranjang setalah Andra menyakinkan tidak akan terjadi apa apa. Andra yang mendengar dengkuran halus Tasya langsung membalikan badannya dan melihat Tasya yang sudah tertidur lelap. secara perlahan Andra membawa Tasya ke dalam pelukan kemudian mencium kening Tasya, Andra menyingkirkan anak anak rambut yang menutupi wajah Tasya. kemudian Andra melarikan kepala di ceruk leher Tasya dan melingkarkan tangannya di perut Tasya, Andra menyusul Tasya yang sudah tertidur lelap.


pagi hari Tasya mengerjapkan matanya dan merasakan berat di bagian perutnya, saat dia melihat kebagian perut ternyata tangan Andra berada di atas perutnya, Tasya melihat wajah Andra yang begitu dekat dengannya, Tasya dapat merasakan hembusan nafas Andra, secara perlahan Tasya memindahkan tangan Andra yang berada di atas perutnya dan secara perlahan turun dari ranjang Kemudian masuk ke kamar mandi. saat pintu kamar mandi terbuka Andra membuka matanya karena dia sudah bangun lebih dulu dari Tasya. lima belas menit kemudian terdengar pintu kamar mandi terbuka tetapi Tasya belum keluar juga Andra yang merasa aneh langsung berpura pura tertidur, Andra sedikit mengintip dia dapat melihat Tasya menyembuhkan kepalanya secara perlahan keluar hanya menggunakan handuk yang melilit tubuhnya, Tasya bernafas lega saat melihat Andra yang masih tertidur dan menuju ke lemari untuk mengambil pakaian gantinya kemudian masuk ke kamar mandi lagi, Andra berpura pura mengeliat saat Tasya keluar dari kamar mandi. Andra menyandarkan tubuhnya di kepala ranjang.


"aku udah siapkan air untuk mu mandi kak". ucap Tasya

__ADS_1


"bisa tolong ambilkan handuk ku". perintah Andra dan Tasya mengambil handuknya dan memberikan handuk itu kepada Andra.


saat Andra masuk ke kamar mandi Tasya menyiapkan baju untuk Andra, setelah itu Tasya keluar dan turun kebawah untuk membantu mama mertuanya dan juga menghindari Andra yang akan berganti pakaian. Andra yang keluar dari kamar mandi tersenyum saat melihat pakaian di atas ranjang.


"ternyata Tasya menyiapkan baju untuk juga". monolog Andra lalu memakainya.


Tasya masuk saat Andra sudah mengenakan pakaian.


"sarapan sudah siap kak dan semua sudah menunggumu di meja makan".


mereka berdua turun kebawah secara bersamaan, Ana yang melihat itu ingin menggoda kakaknya.


"ciee penganti baru bangunnya kesiangan" ejek Ana dan Andra hanya acuh


Tasya menyiakan sarapan untuk Andra, di dalam hati Andra bersorak senang saat Tasya melayaninya, walaupun Tasya belum bisa menerimanya setidaknya Tasya sudah melakukan tugasnya.


Tasya yang ingin berangkat kuliah bersama Ana ternyata Ana sudah berangkat duluan.


"ayo berangkat" ajak Andra dan Tasya mengikutinya.


di dalam mobil terasa hening tidak ada percakapan sama sekali, saat sudah sampai di Kampus mereka berdua turun.


"Andra sayang". sapa Abel sambil bergelayut di lengan Andra dan Andra langsung menghempaskan tangan Abel, Abel cemburut saat Andra menghempaskan tangannya.

__ADS_1


"Abel jangan batasamu, saya tidak suka dengan sikap mu ini". peringatan dari Andra


Abel semakin cemberut saat melihat Tasya ada di samping Andra.


__ADS_2