Tuan Mafia

Tuan Mafia
Tuan Mafia S2- Berusaha Melindungi


__ADS_3

setelah selesai mengajar Farhan langsung pulang ke rumahnya saat masuk ke dalam kamar Farhan melihat ibunya yang sedang duduk di ruang tamu sambil memegang sebuah foto.


"Bu". panggil Farhan


"Farhan kamu sudah pulang nak". jawab ibunya


"ibu lagi ngapain". tanya Farhan dan melihat bingkai foto yang ibunya pegang


"ibu merindukan dia Han". jawab ibunya dan Farhan mengusap air mata ibunya yang jatuh begitu saja


"sudah yang ibu jangan sedih dan jangan banyak pikiran nanti ibu sakit". ucap Farhan sambal memegang tangan ibunya dan mengambil bingkai itu dan meletakan foto itu di meja


"sekarang ibu istirahat ya ingat apa kata dokter kemarin ibu harus banyak istirahat". ucap Farhan dan di anggukan oleh ibunya kemudian Farhan mengantarkan ibunya ke kamar dan setelah ibunya merasa nyaman.


"Farhan ke luar dulu ya Bu". ibunya menganggukan kepalanya


Farhan berjalan menuju kamar dan membawa foto itu ke kamarnya, Farhan merbahkan dirinya di ranjang dan melihat foto itu.


"kenapa kamu sangat membenci ibu, kapan kamu tau kebenarannya". monolog Farhan lalu meletakkan foto itu di atas nakas


drt


drt


drt


Farhan langsung mengangkat ponselnya yang berdering tanpa melihat siapa yang menghubungi


"hallo". jawab Farhan


"........" tidak ada jawaban dari sebrang sana


"ha...."


"kamu siapa ya". tanya orang di seberang sana

__ADS_1


deg


Farhan langsung melihat siapa yang menelponnya dan melihat ke ponselnya yang satunya, Farhan langsung mematikan sambungan teleponnya tersebut dan langsung menonaktifkan ponselnya


"Farhan kenapa tidak lihat dulu, semoga saja Ana tidak hafal dengan suaraku". Farhan menepuk jidatnya


Farhan mengambil bingkai foto yang terdapat foto seorang anak laki laki berusaha lima belas tahun yang berbadan gemuk yang sedang mengendong seorang anak perempuan berumur tujuh belas tahun.


"kenapa kamu tidak mengenaliku Ana". ucap Farhan sambal mengusap bingkai foto itu


"aku tidak akan membiarkan dia menyakitimu, aku akan melindungimu sebisa mungkin". ucap Farhan lalu meletakkan kembali foto itu dan mengambil handuk untuk kemudian masuk ke kamar mandi, saat sudah sampai di kamar mandi Farhan melihat tulisan di cermin


"JANGAN IKUT CAMPUR JIKA MASIH INGIN HIDUP"


"aku tidak akan takut dengan ancamanmu, akan aku lindungi orang yang aku cintai". ucap Farhan sambal menghapus tulisan tersebut.


sedangkan di tempat lain, Ana menatap ponselnya yang beberapa lalu dia mengubungi nomor yang menyuruhnya untuk berhati hati


"suaranya seperti tidak asing". monolog Ana sambil berusaha menelponnya kembali ke nomor tersebut


"kak Ana ayo pulang om Alex menyuruh kita pulang". ajak Marko


Ana mengikuti Marko yang berjalan menuju ke mobilnya, saat mobil itu melewati gerbang kampus lagi lagi Ana melihat orang menggunakan jubah hitam berdiri di dekat gerbang kampus.


"kenapa aku merasa orang itu mengikuti". monolog Ana dalam hati


"ada apa kak ana". tanya Marko saat melihat Ana seperti sedang memikirkan sesuatu


"Marko kamu lihat orang yang memakai jubah hitam dekat gerbang kampus". tanya Ana dan Marko melihat lewat kaca mobil tetapi tidak ada orang yang di maksud oleh Ana


"tidak ada siapa siapa kak". jawab Marko dan Ana langsung menoleh kebelakang dan benar tidak ada siapapun di sana


"mungkin aku salah lihat". ucap Ana


"sebaiknya sampai rumah kak Ana istirahat aku lihat kakak sangat capek". ucap Marko sambil mengemudi mobil dengan santai. sedangkan Ana yang merasa pusing memejamkan matanya , Ana merasa pusing memikirkan siapa yang telah menerornya dan mengirimkan pesan yang menyuruhnya untuk berhati hati.

__ADS_1


Farhan yang selesai mandi merasa segar, Farhan duduk di pinggir ranjang dan tersenyum saat melihat Ana untuk bertanya kali setelah terpisah, Ananya sudah tumbuh menjadi gadis yang cantik, saat pertama kali dia memasuki Ana yang dia lihat pertama kali adalah Ana. bukan tanpa alasan Farhan pindah mengajar karena saat dia tau Ana dalam bahaya langsung mengurus perpindahannya dan saat dia mencari orang yang akan menyakiti Ana membuatnya sangat terkejut, dan ternyata sejak umur Ana sepuluh tahun orang itu sudah berusaha mencelakai Ana. selama ini Farhan senang saat ibunya mengirimkan foto foto Ana saat mengambil pesanan mamanya.


Farhan memiliki niat akan menikahi Ana saat gadis itu sudah berusia dua puluh lima tahun di saat itu juga Farhan baru akan kembali, ancaman yang mengintai Ana membuatnya harus kembali dan melindungi Ana. Farhan akan membongkar kedok orang itu sehingga orang tersebut tidak akan melukai orang orang yang di sayangi dan cintai. sebenarnya Farhan bisa saja menemui ayahnya Ana dan memberitahu siapa yang berusaha menghancurkan Keluarganya tetapi jika om Alex mengetahuinya ada yang Farhan takutkan.


Farhan yang yang sangat lelah langsung merbahkan dirinya di ranjang dan mengeluarkan kalung yang melingkar di lehernya dari dalam bajunya.


"apa kamu akan mengingat ku jika kamu melihat kalung ini Ana". monolog Farhan sambal mencium kalung tersebut dan memejamkan matanya.


Ana yang sudah sampai di rumah langsung menemui ayahnya yang berada di ruang kerjanya.


"ayah". panggil Ana


"ada apa Ana". jawab Ana


Ana menceritakan kepada ayahnya bahwa dia selalu melihat orang yang memakai jubah hitam selalu ada di sekitarnya dan di melihat itu tidak hanya sekali, Ana juga mengatakan bahwa orang itu sengaja mengikuti. sedangkan Alex mengingat saat dia mengecek cctv dan di cctv itu orang yang membawa boneka dan buket bunga juga orang yang memakai jubah.


"sudah tidak perlu takut ada Marko dan jangan jauh jauh dari Marko". beritahu Alex


"tapi yah ada nomor baru yang mengirim pesan dan pesannya itu menyuruh Ana untuk berhati-hati". beritahu Ana sambil melihatkan pesan tersebut


"inikan nomor yang beberapa waktu lalu menghubungi ku dan mengatakan jangan biarkan Ana keluar sendirian ada bahaya yang mengintai Ana". monolog Alex dalam hati


"yah". panggil Ana saat melihat ayahnya terdiam


"eh Ana ayah masih banyak pekerjaan, jadi kembalilah ke kamarmu".


Ana yang merasa di usir oleh ayahnya langsung kembali ke kamarnya, saat sampai di kamar Ana melemparkan tasnya ke sembarang arah sehingga membuat sebuah kotak yang berada di atas lemari terjadi sedangkan tasnya berada di atas lemari.


Ana mengambil kotak itu dan membukanya, Ana mengambil sebuah kalung yang berada di kotak itu dan di dalam kotak tersebut ada sebuah foto. Ana memperhatikan foto dan kalung itu bergantian.


"ternyata aku masih menyimpan kalung ini , aku kira sudah hilang". monolog Ana


"hey pangeran panda apa kabarmu sekarang". sapa Ana ke foto itu


"apa kau masih gemuk yang mengemaskan seperti dulu atau semakin gemuk dan tambah mengemaskan". sambung Ana

__ADS_1


__ADS_2