Tuan Mafia

Tuan Mafia
Tuan Mafia S2- Keadilan


__ADS_3

kini kandungan Bunga sudah berusia tujuh bulan. Bunga mengusap perutnya yang sudah membuncit. Bunga tertawa saat ada pergerakan dari anaknya


"anak mama aktif sekali hmmm". ucap Bunga sambil memperhatikan perutnya yang bergerak gerak


ting


*Yusuf*


hari ini aku pulang malam dan jangan lupa saran dokter untuk berjalan jalan, lakukan di halaman belakang saja


^^^*anda*^^^


^^^iya^^^


setelah membalas pesan dari Yusuf bunga turun ke bawah dan berjalan menuju ke halaman belakang.


"nyonya bibi mau ke pasar, apa nyonya ada sesuatu yang ingin di beli". ucap Pelayan


"hmm bibi tau burung bakar yang ada di perempatan jalan ini". tanya Bunga


"tau nyonya". jawab pelayan


"nanti pulang belikan yang bi, ini uangnya nanti jika bibi mau beli sekalian". ucap Bunga dan menyerahkan tiga lembar uang seratus


untuk uang belanja pelayan sudah di berikan oleh Yusuf


"ada lagi nyonya". tanya pelayan dan menerima uang itu


"tidak ada bik". jawab Bunga


"bibi permisi". ucap pelayan dan Bunga menanggukan kepalanya


setelah kepergian pelayan Bunga berjalan menuju halaman belakang. cuaca pagi hari sangat enak untuk melakukan olahraga kecil. Bunga berjalan jalan di taman rumahnya


"dua bulan lagi kita bertemu sayang". ucap Bunga sambil mengusap perutnya dan satu tangannya ada di pinggang


"kamu tau nak ayah Yusuf bukanlah ayah mu tapi dia sangat perhatian padamu dan mama yakin ayah Yusuf akan menjadi ayah yang baik untuk mu". ucap Bunga


pyar


Bunga terkejut saat mendengar suara pecah dari arah dapur


"apa ini sudah pulang tapi ini belum ada sepuluh menit bibi pergi". ucap Bunga dan melihat jam yang ada di pergelangan tangannya


Bunga berjalan menuju dapat dan saat sampai di dapur Vas Bunga yang ada di dekat kulkas sudah pecah di bawah


"bik bibi". panggil Bunga


"bik Marsih". panggil Bunga sekali lagi


di belakang Bung ada seseorang yang berjalan ke arah Bunga dan membawa sapu tangan


"ummm". berontak bunga saat ada seseorang yang membekab mulutnya


Bunga berusaha memberontak tetapi usaha sia sia karena tenaga orang yang ada di belakang jauh lebih besar. pandangan Bunga mulai kabur dan jatuh pingsan. orang itu langsung mengedong Bunga dan membawanya pergi dari rumah. saat sampai di tempat tujuan orang itu membaringkan Bunga dan mengusap perut Bunga, orang itu mengangkat dress yang di gunakan Bunga


"Hay anak papa maafkan papa yang membuat mama mu pingsan karena hanya cara ini yang bisa papa lakukan agar kita bisa bersama". ucap Rendi dan mencium perut Bunga


"hey ada apa kenapa tidak merespon papa hmm". ucap Rendi mengusap usap perut bunga berharap ada pergerakan dari anaknya


"tidak masalah kamu tidak mau merespon nanti kita berinteraksi secara langsung setelah kamu lahir". sambung Rendi


"lakukan sekarang dok". perintah Rendi


"tapi pak ini namanya malpraktek, kita melakukan ini tanpa sepengetahuan pasien dan keluarganya bahkan kandungannya baik baik saja dan masih mampu sampai berumur sembilan bulan". jawab dokter itu setelah memeriksa Bunga


"saya papa dari bayi ini dan saya berhak untuk melakukan apapun, lakukan saja perintah ku atau masa depan adikmu hancur, kau lihat itu ". ucap Rendi dan menunjuk sebuah layar yang menampilkan seorang gadis yang mengungkapkan seragam SMP yang terikat di atas ranjang dan di kelilingi oleh lima pria


"jika dokter tidak mau melakukannya maka saya akan memerintahkan mereka untuk menghancurkannya


"baik baik saya akan melakukannya". ucap dokter

__ADS_1


Rendi duduk di kursi yang ada di ruang operasi itu sambil menatap dokter itu. dokter tersebut mengambil peralatannya lalu memulai menyayat perut Bunga untuk mengambil bayi tersebut.


"lakukan dengan benar jangan sampai terjadi apapun pada bayinya atau mamanya". ucap Rendi saat melihat dokter itu gemetar


oek


oek


oek


Rendi terseyum saat suara bayi melengking di ruangan itu, bayi berjenis kelamin laki laki itu terus saja menagis. Rendi langsung mengambil bayi itu


"pak bayinya harus segera di masukin ke inkubator karena lahir prematur". ucap dokter


sedangkan di rumah Yusuf


"bik dimana istriku". tanya Yusuf pada bik Marsih


"saya tidak tau tuan saat saya pulang nyonya tidak ada dan saya menemukan pecah vas Bunga ini lalu saya langsung menelpon tuan karena saya takut terjadi sesuatu pada nyonya ". jawab bik Marsih


Yusuf langsung membuka ponselnya untuk melihat Cctv, Yusuf memperhatikan bunga yang masih berjalan jalan di taman dan hingga akhirnya Bunga masuk ke dalam rumah. tapi tiba tiba Cctv mati dan menyala kembali. tidak kehabisan akal Yusuf membuat Cctv yang ada di pos satpam dan disana Yusuf melihat mobil yang keluar dari rumahnya.


"siapa dia". ucap Yusuf


Yusuf menelpon teman untuk melacak plat mobil yang tertangkap Cctv dan setelah mendapatkan lokasinya Yusuf langsung melajukan mobilnya menuju lokasi. mobil berhenti di sebuah rumah sakit dan Yusuf langsung masuk ke dalam. saat masuk ke dalam terdapat keributan.


"maaf pak ada apa ya". tanya Yusuf


"ini pak ada tindakan malpraktik dan korbannya seorang perempuan". jawabnya


deg


tiba tiba perasaan Yusuf menjadi tidak tenang dan masuk ke dalam ruangan, jantung Yusuf berdetak dua kali lipat saat melihat Bunga yang berada di atas brangkar. Yusuf langsung menghampiri istrinya


"bunga hey bangun". ucap Yusuf sambil menepuk pipi Bunga


"dok apa yang terjadi". tanya Yusuf


"dan untung saja dokter Rama segera menangani pasien jika tidak pasien akan kehilangan nyawa karena kehabisan darah ". sambung dokter


Yusuf diam mematung dan sambil memperhatikan perut Bunga yang sudah tidak buncit lagi


"tuan obat bius yang di berikan cukup tinggi dan itu membuat pasien akan sedikit lama untuk bangun". sambung dokter


Yusuf meneteskan air matanya dan memeluk Bunga


"maafkan aku yang tidak bisa menjaga mu hiks". ucap Yusuf


"ku mohon segera bangun dan jangan tinggalkan aku". ucap Yusuf


Raka dan Amar langsung menuju rumah sakit saat mendapatkan telepon dari Yusuf. Raka mengepalkan tangannya dengan begitu kuat saat mendengar cerita dari Yusuf. Raka dan Amar langsung bergerak cepat untuk menemukan pelaku.


Yusuf duduk di samping Bunga dan menggenggamnya lalu tangannya terulur ke arah sayatan. air mata Yusuf menetes saat membayangkan kejahatan orang itu yang pada istrinya


"maafkan aku". ucap Yusuf dan mencium tangan istrinya


"ugh". lenguh bunga dan secara perlahan membuka matanya yang di sambut dengan silau oleh cahaya


Bunga sudah membuka matanya tapi belum sepenuhnya sadar dengan apa yang terjadi karena efek bius yang terlalu tinggi. Yusuf mencium kening Bunga cukup lama saat melihat istrinya yang sudah terbangun m Dokter Rama memeriksa keadaan bunga


"dok kenapa istri saya tidak merespon apapun". tanya Yusuf dengan khawatir dan mengusap rambut istrinya


"efek obat biusnya belum sepenuhnya hilang tapi keadaannya sudah baik baik saja". jawab dokter Rama


"ini dimana". tanya Bunga dengan bingung


"ini di rumah sakit". jawab Yusuf


"rumah sakit". tanya Bunga dan mendapatkan anggukan dari Yusuf


"auw". ringis Bunga saat merasakan sakit di bagian perutnya lalu bunga menatap perutnya yang sudah datar

__ADS_1


"bayiku". tanya bunga dan menatap Yusuf lalu ingatan berputar saat ada seseorang yang membekab mulutnya


"Yusuf bayiku baik baik sajakan, tadi saat di rumah ada seseorang yang membekab mulut ku lalu aku , aku bangun disini dan perut ku tidak buncit lagi". ucap Bunga


"hey tenang ya tenang". ucap Yusuf dan memangkup pipi Bunga


"di mana anakku". tanya Bunga dengan Suara rendah


"ayah dan papa sedang mencarinya". jawab Yusuf


"mencarinya maksudnya apa". tanya Bunga yang belum mengerti


Yusuf menceritakan pada Bunga bahwa ada seseorang yang telah mengambil anak dan Yusuf menyakinkan bunga bahwa anak baik baik saja dan akan kembali padanya


"hiks hiks hiks". tangis bunga pecah saat mendengar apa yang terdapat


Yusuf langsung memeluk tubuh istrinya dengan erat


"Kenapa ada orang jahat yang melakukan itu hiks". ucap Bunga


sedangkan di rumah Rumah sakit lain Rendi menatap putranya yang ada di inkubator


"tuan saya sudah melakukan apa yang tuan perintahkan jadi tolong bebaskan adik saya". ucap dokter itu


"adikmu sudah ada di rumah". jawab Rendi


"putra ayah ganteng sekali hmmm". ucap Rendi dengan senyum mengembang


"mas apa yang kamu lakukan amankan tidak akan ada yang tau". ucap Asih


"aman selagi dokter itu tidak buka mulutnya". jawab Rendi


dua mingguan kemudian Bunga sudah di perbolehkan pulang dan sampai saat ini anaknya pun belum bertemu


"Yusuf ". panggil Amar


"iya pa". jawab Yusuf


"ikut papa sebentar ". ucap Amar


Yusuf keluar dari kamar dan mengikuti papanya yang turun ke bawah


"kita sudah tau siapa pelakunya jadi sekarang kita kesana bersama polisi tapi ayah harap kamu bisa menjaga emosimu ". ucap Amar dan Yusuf menanggukan kepalanya


"bik Marsih tolong jaga istriku ". ucap Yusuf


"iya tuan". jawab bik Marsih


Raka, Amar dan Yusuf serta polisi datang ke suatu rumah dan saat sampai di rumah itu. Yusuf terkejut saat melihat Rendi yang sedang meminang bayi. Rendi juga terkejut dengan kedatangan mereka tapi berusaha tenang


"selamat siang pak Rendi". ucap polisi


"siang pak, ini ada apa ya". tanya Rendi


"maaf kami harus membawa bapak ke kantor polisi karena tindakan malpraktik pada ibu bunga dan juga telah mengambil anaknya". ucap polisi


"ini anak saya". ucap Rendi


"jangan mengelak lagi kamu, ini ada buktinya dan saya tidak akan membiarkan orang orang yang menyakiti putri saya tenang begitu saja". ucap Raka


"tangkap dia pak selain kasus ini dia juga adalah pelaku pemerkosaan terhadap putri saya". ucap Raka


Raka memberontak saat polisi akan membawanya sehingga membuat bayi itu menagis, Yusuf langsung mengambil bayi tersebut. selain Rendi dua pelaku pemerkosaan sudah di proses oleh polisi


"jangan ambil anakku". teriak Rendi sebelum masuk ke dalam mobil polisi


Bunga menatap Yusuf yang masuk ke dalam kamar sambil mengedong bayi. Yusuf mengahampiri Bunga yang duduk di ranjang.


"lihat ini anakmu, dia sangat mirip dengan mu". ucap Yusuf


"sungguh". tanya Bunga dan Yusuf menanggukan kepalanya

__ADS_1


Bunga mengambil anaknya dan menciumnya lalu Yusuf mengatakan pada Bunga bahwa orang yang melakukan tindakan itu sudah di proses dan rendi juga adalah ayah biologisnya putranya. Yusuf juga mengatakan bahwa pelaku pemerkosaan padanya sudah di proses.


__ADS_2