
Alex dan keluarganya datang ke rumah Fatma untuk ikut mendoakan Farhan, mobil Farhan yang terbakar di dasar jurang tidak di ambil karena curam jurang tersebut, polisi pun yakin pengemudi tidak akan selamat apalagi melihat kondisi mobil. Fatma memegangi Foto Farhan.
"Fatma aku turut berdukacita, apa yang terjadi dengan Farhan". ucap Laura sambil mengusap bahu Fatma
"terima kasih". jawab Fatma
para tetangga juga turut hadir untuk mendoakan Farhan, mereka semua tidak menyangka bahwa Farhan akan pergi secepat itu dengan keadaan terbakar bersama mobilnya di dasar jurang, para dosen dan mahasiswa ataupun mahasiswi juga turut hadir saat mengetahui kabar itu.
"Ana aku masih tidak percaya jika pak Farhan pergi dengan cara seperti itu". bisik Tasya
"sama sya, padahal itu masih siang kenapa bisa terjadi kecelakaan". jawab Ana
sedangkan di dalam mobil seorang pria menatap ke arah rumah Farhan dengan tatapan datar.
"andai tidak ikut campur, ini tidak akan terjadi padamu". setelah mengatakan itu dia meninggalkan rumah tersebut.
"Tante jangan terlalu larut dalam kesedihan, pak Farhan pasti akan ikut sedih jika tante seperti ini". ucap Ana
"hanya Farhan yang tante punya saat ini bahkan Farhan meninggalkan tante tanpa Tante tau jasadnya, setidaknya ada makam Farhan yang bisa membuat Tante melepas rindu suatu nanti". ucap Fatma
"bahkan tidak ada satupun orang yang berani turun untuk mencari mengambil jasadnya Farhan walaupun hanya tersisa tulang karena terbakar". sambung Fatma sambil mengusap air matanya
Ana ikut sedih saat mendengar perkataan Tante Fatma bahkan dirinya kemarin sangat terkejut saat mendengar kecelakaan itu seperti ada sesuatu yang membuat perasaan menjadi tidak tenang, padahal dia tidak memiliki hubungan apapun terhadap Farhan hanya sebatas dosen dan mahasiswi.
Alex dan keluarganya beserta yang lainnya berpamitan untuk pulang. setelah kepergian semua orang Fatma masuk ke kamar anaknya lalu duduk di ranjang anaknya.
"Farhan kenapa kamu meninggalkan ibu secepat ini nak". ucap Fatma sambil mengusap bantal yang di pakai anaknya
"hanya kamu yang ibu punya sedangkan dia membenci ibu, kembalilah nak". sambung Fatma merbahkan dirinya di ranjang anaknya dan air matanya terus mengalir begitu saja
"kenapa semua terjadi padaku dulu suamiku meninggalkan ku demi wanita lain dan setelah itu di kembali, saat aku mulai menerimanya lagi dia juga meninggal di pangkuanku dan sekarang putraku pergi dengan cara tragis hiks". ucap Fatma meratapi apa yang terjadi pada keluarganya.
seorang pria berdiri di lokasi kecelakaan dan menatap mobil yang sudah terbakar itu dari atas.
"mas kenapa berdiri di sini, mas keluarganya". tanya bapak bapak kepada pria itu karena sudah tiga puluh menit dia berdiri disana
"bukan pak". jawab pria itu lalu meninggalkan bapak bapak tersebut dan melajukan mobilnya menuju ke rumahnya. saat mobilnya memasuki rumah dia melihat mamanya sedang menyirami bunga miliknya.
__ADS_1
"darimana kamu". tanya mamanya
"tadi ada urusan sebentar ma". jawab pria itu
"cepet lakukan rencananya mama tidak ingin menunggu lagi, mama ingin melihat Kehancuran Alex dan mama sudah tidak tahan melihat kebahagiaan di keluarganya". ucap wanita itu
"iya ma tapi sebelum itu aku harus mendapatkan kepercayaan Alex dulu, besok aku akan mengajukan kerjasama dan membuat Alex percaya padaku". jawab pria itu
"pokoknya mama tidak ingin rencana kali ini gagal dan harus berhasil apalagi sudah tidak ada penghalang". ucap wanita itu
"iya ma, mama sudah minum obatnya". tanya pria itu
"mama sudah tidak butuh obat dari psikiater itu, mama tidak stres ataupun gila". ucap mamanya lalu masuk ke dalam rumahnya
pria itu duduk di kursi dan memijat dahinya, Nadia keluar dan membawakan secangkir teh.
"ini mas tehnya di minum". ucap Nadia dan suaminya meminum teh tersebut
"mas aku takut mama akan kambuh lagi apalagi setelah rencana kemarin gagal sering membuat mama marah marah". ucap Nadia
"jangan merokok lagi, ingat kata dokter kamu masih ada kemungkinan bisa hamil dan harus berhenti merokok". ucap suaminya
"mas satu tahun lalu aku sudah berhenti tapi mana aku juga tidak kunjung hamil". jawab ketus Nadia
"sabar, di luar sana ada pasangan yang memiliki anak di usia pernikahan yang ke lima belas". jawab suaminya
"jika aku lihat kamu masih merokok mas tidak segan segan menikahi Ana dan memiliki anak bersamanya". ancam sumainya
"jangan macam macam mas, kamu menikahi dia untuk jalan balas dendam". bentak Nadia
"oke aku akan berhenti merokok". sambung Nadia
pria itu mengisyaratkan agar istrinya mendekat ke dirinya dan Nadia langsung mendekat ke sumainya yang langsung mendapatkan pelukan darinya, Nadia merasa senang atas perlakuan sumainya itu. mereka berdua masuk ke dalam rumah.
Alex dan keluarganya yang sudah sampai rumah langsung masuk ke kamar mereka masing masing. Ana yang sudah berada di kamarnya langsung mengambil kotak yang berisi kalung dan fotonya bersama pangeran panda. Ana melihat kalung itu lalu tersenyum saat mengingat bahwa kemarin pangeran pandanya itu yang telah menolongnya.
"apa kamu masih menyimpan kalung yang aku berikan pangeran panda". ucap Ana lalu memakai kalung itu
__ADS_1
"kapan aku bisa bertemu dengan mu". monolog Ana sambil menatap langit langit kamar
"sepertinya kamu tumbuh menjadi pria tampan jika dilihat dari belakang kemarin sayangnya aku terlambat bangun jadi hanya melihat punggung mu". monolog Ana
bugh
sebuah bantal sofa mendarat di wajah Ana dengan sempurna. Ana mengangkat bantal itu dan melihat pelakunya kemudian mendengus sebal saat tau siapa pelakunya. Tasya yang melihat itu hanya cengengesan dan ikut merbahkan dirinya di samping Ana. Tasya melihat kalung yang di pakai Ana
"Ana seperti aku pernah melihat kalung ini". ucap Tasya
"dimana aku saja baru memakai ini". jawab Ana
"tapi sepertinya aku pernah lihat tapi dimana ya". Tasya sambil memikirkan dimana dia pernah melihat kalung yang Ana pakai
tak
"aduh". rintih Tasya saat anak menyentil dahinya
"kamu tidak akan ingat, orang kak Andra saja menyukaimu kamu tidak tahu". ejek Ana
"hmm". guman Tasya
Tasya mengambil koleksi novel Ana yang belum pernah dia lihat dengan judul "Dosenku Suamiku".
"Ana kapan kamu beli novel ini, kenapa tidak mengajak aku". tanya Tasya dan Ana langsung melihat novel yang Tasya pegang
"aku belum beli novel ini". jawab Ana, lalu mengambil novel itu lalu membukanya dan menemukan sebuah kertas dengan tulisan
..."putri tulip yang manis jaga diri baik baik ya, tunggu pangeran pandamu ini menjemput mu dan jangan mudah percaya dengan orang baru dia tidak sebaik yang kamu lihat....
...tertanda F pangeran panda" ...
itulah tulisan yang ada di kertas tersebut
"apa itu Ana". tanya Tasya
"bukan apa apa, tidak perlu kepo". jawab Ana lalu memasukkan kertas itu kedalam sakunya. Tasya langsung membaca novel itu.
__ADS_1