
setelah beberapa hari Lisa di rawat ini dia di perbolehkan pulang. Delon juga membagikan bingkisan untuk para karyawannya. kelahiran baby Farhat menambah ke bahagia keluarga Delon. Anissa yang begitu senang sejak beberapa hari ini dia membantu mamanya mengurus baby Farhat bahkan sekarang Anissa memangku baby Farhat. saat sedang menimang baby Farhat, Anissa tidak sengaja melihat Arden yang berkelahi dengan beberapa preman dan berusaha melindungi seorang anak. Anissa terus melihat Arden dari kaca spion dan bibirnya terseyum saat melihat Arden bisa mengalahkan preman itu.
"ternyata di balik sikapnya yang angkuh ada rasa kepedulian dalam dirinya". monolog Anissa dalam hati
"sa yang berkelahi dengan preman tadi itu laki laki yang sempat bertengkar dengan mu". tanya Lisa dan Anissa hanya menganggukkan kepalanya
"siapa namanya sa". tanya Lisa lagi
"tidak tau ma". jawab Anissa sambil mengajak baby Anissa bercanda
"kok tidak tau bukannya kamu satu kampus dengannya".
"untuk apa Anissa menghafal nama laki laki angkuh seperti dia". jawab Anissa
"tidak boleh seperti itu, awas jatuh cinta sama dia". ejek Lisa
"amit amit deh ma jangan sampai jatuh cinta dengannya". jawab Anissa dengan sedikit cemberut
Delon memperhatikan istrinya dan juga anaknya, Delon terseyum saat Lisa membuat Anissa jengkel dengan godaan yang Lisa berikan kepada putrinya itu.
"satu lagi rubah penampilan mu itu". sambung Lisa
"Anissa sudah nyaman seperti ini ma". jawab santai Anissa
saat sampai di rumah Delon membantu Lisa menuju ke kamarnya sedangkan Anissa yang mengendong baby Farhat kemudian membawanya ke kamar orang tuanya dan meletakan baby Farhat dalam box bayi.
di tempat lain Andra membawa Tasya ke sebuah mall untuk membeli beberapa perlengkapan Tasya dan juga dirinya. Andra memilih beberapa gaun yang menurutnya sangat cocok untuk di gunakan oleh Tasya.
__ADS_1
"ini sepatu punyaku". bentak Abel dan langsung mengambil sepatu yang ada di tangan Tasya
"jika kamu menginginkan sepatu itu bisa meminta secara baik baik bel". beritahu Tasya sambil memilih sepatu lain dan lagi lagi Abel merebutnya dan terjadi beberapa kali seakan akan Abel ingin mengambil apa yang dia ambil sehingga membuat Tasya sedikit geram
"bel kamu itu kenapa selalu mengambil barang yang aku ambil". tanya Tasya
"baru barang saja sudah marah, kamu tau aku akan mengambil Andra darimu seperti aku mengambil barang barang ini". Jawab Abel
srekk
Abel menarik lengan baju Tasya sehingga membuat bagian depan Tasya sedikit terlihat, Tasya langsung menutup dengan tangannya, Tasya juga terkejut saat Tasya melakukan itu. Tasya terseyum miring saat melihat semua pengunjung melihat ke arah Tasya. sebuah jaket menutup baju Tasya yang di robek Abel. Abel terkejut saat melihat Andra, Abel dikit Tasya pergi hanya sendirian.
"bel ini peringatan terakhir untukmu jika masih mengganggu istriku jangan salahkan aku jika berbuat sesuatu terhadap mu". Andra memperingati Abel
"aku tidak sengaja kak Andra". jawab Abel dengan manja dan juga kecentilan, Andra hanya memutar bola matanya dengan malas.
Andra membawa Tasya pergi dari sana dan membawanya ke toilet, Andra menyerahkan paperbag kepada Tasya untuk menganti pakaiannya, Tasya menerima paperbag itu kemudian masuk ke toilet. Andra dengan setia menunggu Tasya di luar saat Tasya sudah keluar dari toilet Andra terpesona dengan Tasya yang menggunakan baju pilihan.
"apa istimewanya Tasya, jugaan cantikkan aku". Sewot Abel
Tasya setuju dengan ide Andra untuk melakukan apapun berdua agar bisa tumbuh cinta di antara mereka, Andra juga mengatakan kepada Tasya bahwa dia akan mempertahankan pernikahan mereka, saat mendengar penuturan Andra, Tasya memutuskan untuk membuang rasa cintanya untuk Arden. Andra dan Tasya sepakat memulai dari hal kecil seperti bergandengan tangan, seperti sekarang ini Andra dan Tasya bergandengan tangan sambil menikmati filmnya dan juga saling menyuapi popcorn. pemandangan itu membuat seseorang menahan amarahnya.
"aku pastikan akan merebut Andra dari mu sya bagaimana pun caranya akan aku lakukan". monolog Abel setelah itu meninggalkan bioskop sebelum filmnya habis.
Andra dan Tasya keluar dari bioskop dengan saling senyum kemudian Andra membawa Tasya ke tempat permainan yang ada di mall itu. Andra bermain capit boneka, tiga kali capit gagal dan Tasya tersenyum melihat itu. lalu mereka bermain memasukkan bola basket ke dalam ring. setelah lelah Andra mengajak Tasya untuk makan.
"sya terima kasih sudah mau mempertahankan pernikahan ini, aku harap hanya maut yang memisahkan kita". ucap Andra
__ADS_1
"Tasya yang seharusnya berterima kasih karena pernikahan ini Tasya terhindar dari om Agung". jawab Tasya
"kita lakukan bersama ya kak untuk mempertahankan cincin ini, Tasya akan berusaha untuk menjadi istri yang baik". Tasya berbicara sambil tersenyum dan Andra mengusap punggung tangan Tasya yang ada di atas meja, awalnya Tasya risih dengan perlakuan Andra tetapi lama kelamaan Tasya mulai nyaman.
"kakak tidak bisa menjanjikan apapun untuk mu sya tapi kakak akan berusaha sebaik mungkin agar kamu selalu bahagia bersama aku". beritahu Andra dan mengecup punggung tangan Tasya
makanan yang mereka pesan sudah datang, mereka menikmati makanan yang mereka pesan dengan diam dari kejauhan Agung melihat interaksi Tasya dengan laki laki yang menghajarnya
"sial gara gara dia aku tidak jadi menikmati tubuh indah dan mulus Tasya". umpat Agung dan meninggalkan restoran tersebut.
setelah selesai makan mereka memutuskan untuk pulang karena semua kebutuhan Tasya sudah terpenuhi termasuk sepatu karena Tasya adalah tipe gadis yang lebih suka menggunakan sepatu. sebelum pulang Andra membawa Tasya ke perusahaan, karyawati yang melihat bos mereka bergandengan tangan dengan seorang gadis langsung bertanya tanya siapa gadis itu karena belum ada yang tau jika bos mereka telah menikah. Andra menyuruh Tasya menunggu di ruangannya karena dia ada meeting. setelah kepergian Andra Tasya melihat ruangan tersebut
drt
drt
drt
Tasya mengambil ponselnya dari dalam tas dan menampilkan nama Ana, Ana sudah di belikan ponsel baru dan nomor baru
"hallo Ana, ada apa". jawab Tasya
"sya kamu di mana". tanya Ana
"ada di kantor kak Andra". jawab Tasya sambil melihat keramaian jalan dari jendela
"kapan pulang, aku bosan sendirian di rumah sendirian". Ana berbicara sambil rebahan dan Tasya hanya terkekeh
__ADS_1
"aku tidak tau Ana kak Andra sedang meeting". jawab Tasya
Ana meminta pendapat bagaimana jika dia keluar secara diam diam lalu Tasya menanggapi bahwa ayah mertua melarang keluar untuk kebaikan Ana karena sebagai orang tau ayah tidak ingin anaknya terluka dan Ana hanya menghela nafasnya. setelah hampir tiba pukul menit berbincang mereka mengakhiri panggilan tersebut.