Tuan Mafia

Tuan Mafia
Tuan Mafia S2- Wall Climbing


__ADS_3

Arden sedang membantu Anissa memakai Harnes, apa yang di lakukan Arden membuat Anissa menahan nafasnya. setelah berdebat dengan Arden akhirnya Arden mengalah dan membiarkan Annisa ikut main wall climbing, Arden melarang karena Anissa belum pernah main wall climbing.


Harness adalah alat yang berfungsi untuk menopang tubuh Anda agar tidak terjatuh. Harness menjadi salah satu perlengkapan yang sangat penting untuk olahraga wall climbing.


"dengar ini pertama kalinya kamu main ini jika tangan dan kaki sudah tidak kuat Jangan di paksa manjat sampai atas". ucap Arden tetap di telinga Anissa dan memasang tali pada Anissa


"iya iya dan jangan bawel , aku juga ingin mencobanya pasti seru dan lagian kenapa kamu sekarang jadi cerewet begin,". jawab Anissa yang sudah kelas apalagi tadi sempat berdebat dengan Arden


perdebatan itupun tidak luput dari pengelihatan Yusuf dan pastinya membuat Yusuf terbakar api cemburu


setelah selesai memasang perlengkapan Anissa bersiap siap untuk memanjat tetapi Anissa harus menahan kekesalannya.


"beruang kutub lepaskan tanganmu dari pinggang ku, jika kamu memegangnya bagaimana aku mau manjat". ucap Anissa saat Arden memegang pinggangnya dengan erat


"sebaiknya urungkan saja ya keinginan mu untuk manjat karena kamu belum mempelajari teknik-tekniknya". ucap Arden yang masih memegang pinggang Anissa


"ayolah beruang kutub hanya sekali lagian ini aku sudah memakai alat alat untuk keamanan dan tadi juga kamu sudah menjelaskan caranya". ucap Anissa


Arden menghela nafasnya dan melepaskan tangannya sedangkan Anissa terseyum senang dan memulai memanjat secara perlahan. Arden meminta Leo untuk meletakan matras di bawah. Arden terus memperhatikan Anissa yang terus memanjat tetapi sesekali Anissa nampak akan terjatuh dan itu membuat Arden yang di bawah ketar ketir.


"ternyata capek juga". ucap Anissa yang berhenti padahal belum ada setengah dia memanjat


"jika sudah tidak kuat turun saja jangan di paksa". ucap Arden saat melihat Anissa yang berhenti


"aku masih kuat". jawab Anissa


"dasar keras kepala". monolog Arden dalam hati


Anissa menaiki satu persatu pijakan yang ada di wall climbing, nafasnya sudah semakin berat dan tangan serta kakinya sudah tidak mampu untuk melanjutkan ke atas. Arden yang melihat itu mengelengkan kepalanya dan menyuruh Anissa turun. Anissa yang sudah tidak kuat akhirnya memilih untuk turun.


sesampainya di bawah Anissa langsung duduk. Arden memberikan minum pada Anissa dan Anissa langsung meminum dengan habis.


"berdiri dulu biar di lepas alat alat buat gantian yang lain". ucap Arden


Arden membantu Anissa untuk berdiri. Anissa memegang bahu Arden saat Arden melepaskan alat alatnya karena memang dia sudah lemas


"rasanya capek aku pikir memanjat wall climbing itu mudah ternyata butuh tenaga yang besar". ucap Anissa


"tadi aku sudah bilang tapi kamu keras kepala". jawab Arden


Arden menuntut Anissa untuk duduk di bangku. Arden menyuruh Leo untuk mengantikan dirinya untuk mengawasi anak anak yang lain dan Arden memilih untuk duduk bersama Anissa.

__ADS_1


"jika sudah jatuh cinta beda yang". sindir Leo


"kenapa kamu biarkan Anissa memanjat". ucap Yusuf yang sudah di berada di antara mereka


"aku yang ingin tadi Arden sudah memperingati tapi aku yang maksa". jawab Anissa


"Sudah jangan ribut". sambung Anissa sebelum mereka membuka suara


"lagian aku baik baik saja". ucap Anissa


Yusuf akhirnya memilih untuk duduk di sampaikan Anissa. Anissa merasa tidak nyaman ketikan berada di antara mereka berdua. pukul empat sore mereka sudah Selesai dan berkumpul untuk membahas pergantian bendara.


Arden juga menyampaikan jika bunga mengundurkan diri dari MAPALA dan otomatis posisi bendahara kosong. Arden meminta pendapat mereka tentang Anissa yang akan menjadi bendaharanya dan mereka semua setuju. beberapa di antara mereka menanyakan kenapa bunga keluar dari MAPALA karena yang mereka tau bunga sangat semangat saat mengikuti kegiatan-kegiatan dan tiba tiba dia mengundurkan diri tanpa berpamitan.


bahkan ada yang menduga pengunduran diri bunga karena patah hati pada Arden yang sudah memiliki kekasih, semua anak anggota juga tau jika bunga menyukai Arden bahkan bunga sering mencari perhatian pada Arden.


"kita tidak tau apa alasan dari pengunduran dirinya bahkan tanpa pamit pada kita semua, walaupun tanpa pamit tetapi bunga tidak lupa memberikan surat pengunduran diri dan uang kas serta rekapan pengeluaran dan pemasukan, ya kita berdo'a saja dia mengundurkan diri bukan karena ada masalah jika memang ada masalah yang sedang dia alami semoga cepat selesai". ucap Leo karena dia sendiri juga terkejut dengan pengunduran diri bunga yang tiba tiba bahkan tadi pagi bunga juga tidak masuk kelas, Leo satu kelas dengan bunga di dua mata kuliah.


setelah penyampaian informasi itu mereka kembali ke rumah masing-masing.


"Anissa ayo pulang bersama". ajak Yusuf yang sudah turun dari mobilnya


"terima kasih sebelumnya tapi aku pulang bersama Arden". jawab Anissa


tin


tin


Arden menghentikan motornya di depan Anissa dan Yusuf


"saya duluan dan sebelum terima kasih tawarannya Yusuf". ucap Anissa


"mari pak pulang, saya duluan". ucap Arden dan melajukan motornya


Yusuf yang melihat Anissa melingkarkan tangannya di pinggang Arden membuat emosinya semakin tinggi sehingga membuat Yusuf menendang ban mobilnya. Yusuf menarik nafasnya untuk mengontrol emosi , setelah berada di dalam mobil Yusuf meminum obatnya agar dia tidak lepas kendali, setelah merasa tenang Yusuf melajukan mobilnya.


keesokan harinya Bunga bangun sangat pagi agar tidak terlambat berangkat kerja karena di hari pertamanya bunga tidak ingin mendapatkan kesan buruk.


drt


dry

__ADS_1


"iya". jawab bunga sambil merapikan bajunya


"bunga beneran hari ini kamu tidak masuk kuliah lagi". tanya temannya


"iya tolong izinkan aku lagi ya". ucap bunga


"masalah izin tidak jadi masalah yang jadi masalah adalah pagi ini ada mata pelajaran pak Yusuf".


"terus". tanya Bunga


"kemarin pak Yusuf bilang jika hari ini ada ulangan dan jika tidak ada yang ikut ulangan maka dia tidak bisa ulangan susulan jadi otomatis akan mengulang mata pelajarannya".


"owh ya sudah tidak apa apa hanya mengulang satu mata kuliah saja". ucap bunga


"tapi bunga jika kamu ngulang semester depan masih ada mata kuliah apa tidak report ngurus Skripsi dan ngulang mata kuliah"


"tidak apa apa, sudah dulu ya". ucap bunga dan mematikan sambungan teleponnya


bunga menarik nafasnya saat berdiri di depan perusahaan Amar Group, Bunga melangkah kakinya masuk ke perusahaan itu.


"pagi Bu". ucap Bunga


"pagi bunga, jadi sebelum bertemu dengan bos kami silahkan baca kontrak kerja dan tanda tangani". ucap Bu Widya dan menyerahkan sebuah berkas


Bunga membaca sekilas kontrak itu dan menandatanganinya lalu mengembalikan pada Bu Widya


"bos akan datang jam sepuluh jadi akan saya jelaskan apa saja yang harus kamu lakukan sebagai seketaris". ucap Bu Widya


Bu Widya menjelaskan pada bunga jika bos baru datang bunga harus segera membuat teh susu untuknya tanpa ada tambahan gula jadi rasa manisnya dari susu, Bunga juga bertugas untuk mencatat jadwal bos, Bunga juga harus ikuti kemana saja saat bos melakukan meeting baik di luar kota ataupun luar negeri.


"kamu mengerti".


"mengerti Bu"


"satu lagi bos tidak suka dengan orang yang tidak menghargai waktu jadi jangan sampai terlambat"


bu Widya mengajari bunga bagaimana mencatat jadwal kegiatan bos, awalnya bunga kesultanan tetapi dengan sabar Bu Widya mengajarinya karena masih ada banyak waktu. sudah tidak terasa sudah pukul sepuluh dan Bu Widya mengajak bunga untuk ke ruangan atasan mereka.


bunga merasa gugup saat akan bertemu dengan atasannya. Bunga menundukkan kepalanya saat berada di ruangan atasan.


"mana Bu seketaris baru saya"

__ADS_1


"ini tuan, bunga perkenalan namamu". ucap Bu Widya


"perkenalan tuan nama saya..." Bunga menghentikan ucapannya dan melebarkan matanya saat sudah mengangkat kepalanya


__ADS_2