Tuan Mafia

Tuan Mafia
Tuan Mafia S2- Hari Yang Membosankan


__ADS_3

setelah berbincang dengan Tasya, Ana merbahkan dirinya di ranjang, setelah ayah mengetahui ada orang yang menerornya dia benar benar di larang keluar sendirian dan bagaimana dia bisa ke markas D'devil jika terus seperti ini. dan sekarang ayahnya juga memasang cctv di kamarnya yang membuatnya harus hati hati kita tidak bisa keluar masuk begitu saja


sedangkan Tasya yang mulai merasa bosan mendudukan dirinya di kursi milik Andra dan membuka aplikasi novel online. Andra terseyum saat masuk ke ruangannya dan mengelengkan kepalanya. Tasya sama seperti Ana saat sedang fokus membaca novel tidak akan mendengar jika di panggil. Andra memegang bahu Tasya sehingga membuat Tasya terkejut.


"kak Andra membuat ku terkejut, kenapa tidak memanggil. Tasya mengusap dadanya


"aku sudah memanggil mu, tapi kamu asik baca novel". jawab Andra


"ayo pulang". sambung Andra


saat mereka berdua sampai lobi lagi lagi semua karyawan melihat ke arah mereka sehingga membuat Tasya merasa risih. setelah sampai di rumah Tasya langsung masuk ke kamar Ana.


bugh


"Auh". ringis Ana saat Tasya melemparinya dengan bantal sofa


"kenapa tu muka di tekuk". tanya Tasya sembari menghampiri Ana yang sedan duduk di ranjang


"bosen sya, gak boleh keluar sendirian". jawab Ana sambil


"om Alex eh maksudnya Syahlan melakukan itu untuk kebaikan mu Ana". beritahu Tasya


"ya aku tau, ciee yang habis romantis sama kak Andra". goda Ana


"apa sih na". jawab Tasya


"sya gini selama ini aku tau kamu menyukai kak Arden lalu tiba tiba kamu menikah dengan kak Andra, jadi maksudku bagaimana dengan perasaanmu".tanya Ana dan tanya menarik nafasnya sebelum menjawab


"yang aku rasakan adalah rasa bersalah na". jawab Tasya


"bersalah, bersalah karena apa". tanya Ana

__ADS_1


"kami tau na selama ini kak Andra sering cerita kepada bahwa dia menyukai seorang perempuan". Ana menganggukan kepalanya


Tasya bercerita bahwa di merasa bersalah kepada kak Andra karena gara gara menolong dan berujung menikahinya membuat kak Andra tidak bisa melamar gadis yang dia sukai selama ini, dan Tasya dapat melihat binar kebahagiaan di wajah kak Andra waktu mengajak untuk membeli cincin lamaran itu.


"kamu tua na cincin yang aku pakai ini seharusnya untuk gadis yang kak Andra sukai tapi sekarang malah melingkar di jariku". beritahu Tasya sambil mengusap cincin tersebut


"kak Andra sudah mendapatkan gadis yang dia sukai sya andai kamu tau gadis yang di ceritakan ke kamu itu adalah dirimu". monolog Ana dalam hati


"lalu sekarang mau bagaimana dengan pernikahan kalian". tanya Ana


"kak Andra mengatakan mungkin ini adalah takdir kita berdua dan mungkin saat ini tidak ada cinta di antara kita berdua , kak Andra menyakinkan ku untuk menjalankan pernikahan ini dengan perlahan sampai ada cinta, di mulai dari hal kecil seperti jalan jalan tadi". jawab Tasya sambil tersenyum


"dan soal perasaan ku ke kak Arden akan aku hilang secara perlahan dan akan aku gantikan untuk kak Andra, aku berusaha untuk melakukan itu karena kak Andra ingin pernikahan ini untuk selamanya dan di pisahkan karena meninggal". sambung Tasya


Ana memeluk Tasya dan Tasya membalas pelukan Ana sendangkan di balik pintu Andra tersenyum saat mendengar perkataan Tasya, Ana yang melihat kakaknya di depan pintu sengaja bertanya soal perasaan Tasya ke Arden. Andra masuk ke kamar Ana


"hmmm kakak juga mau dong di peluk". goda Andra, Tasya melepas pelukan Ana


"ngapain ngajak kakak wleee". ejek Ana, Andra menarik hidung Ana sehingga membuat mencubit tangan Andra, Tasya yang melihat itu terseyum.


"benar kak". jawab Tasya


Ana yang mendengar pertanyaan kakaknya hanya mendengus sebal, tadi dia ingin Ikut mereka ke mall tetapi kakaknya itu melarangnya karena dia ingin berduaan dengan Tasya padahal Tasya tidak masalah jika dia ikut sehingga dia harus membuat alasan


"salah sendiri tadi tidak jadi ikut kami". ejek Andra


"dasar siapa tadi yang melarang aku ikut". monolog Ana dalam hati sambil menatap tajam Andra sedangkan Andra tau dari tatapan Ana pasti adiknya itu mengumpatinya


"iya Ana pasti tadi seru jika kamu ikut". timpal Tasya


"yang ada aku jadi obat nyamuk". jawab Ana

__ADS_1


"sudah sana kalian keluar dari kamar ku, aku mah tidur saja". jawab Ana sambil menarik guling


Tasya dan Andra yang melihat sifat manja anak hanya mengelengkan kepalanya kemudian mereka berdua keluar dari kamar, Andra berpamitan ke Tasya untuk melanjutkan pekerjaannya sedangkan Tasya memilih untuk bersantai di halaman belakang dan duduk di ayunan, kegiatan Tasya dapat Andra lihat dari ruang kerjanya.


"sya aku harap kamu bisa mencintaiku secepatnya". monolog Andra


Arden menghampiri Andra yang berada di ruang kerja dan menyerahkan sebuah berkas, Andra yang melihat berkas itu hanya menatapnya.


"berkas apa ini". tanya Andra


"ada sebuah perusahaan yang mengajukan kerjasama". jawab Arden


"lalu". tanya Andra


"kamu saja kak yang mempelajari berkas itu dan menghadiri meeting karena di tanggal itu aku tidak bisa". jawab Arden


"tidak bisa kenapa, mau ada bazar lagi". tanya Andra


ya selama ini Andra tau jika Arden memiliki rumah singgah untuk anak anak jalanan, Andra diam karena permintaan Arden agar tidak memberitahu kedua orang tuanya


"iya karena setiap tahun akan ada bazar di rumah singgah dan tanggal bazar itu bersama dengan meeting itu". jawab Arden dan Andra menganggukkan kepalanya


"aku belum menemukan orang yang meneror Ana, aku sudah berusaha melacak nomor itu tetapi tidak bisa". beritahu Arden


"aku rasa orang itu sudah lama mengincar Ana pasti dia sudah memikirkan rencananya secara matang matang, dan hari ini Ana tidak mendapatkan teror itu". jawab Andra


Andra langsung mempelajari berkas itu sedangkan Arden hanya duduk dan mengotak Atik ponselnya entah apa yang dia cari. Arden melihat ada binar bahagia di mata Andra


"kak kamu harus benar benar bisa menjaga Tasya dan jauhkan Tasya dari Abel, yang aku lihat Abel adalah gadis yang akan melakukan apapun untuk mendapatkan apa yang dia mau". beritahu Arden sambil


"aku akan menjaganya dan tidak akan membiarkan ada yang menyakiti". jawab Andra dan Arden hanya menanggukan kepalanya

__ADS_1


Tasya yang berada di halaman belakang menikmati udara sore itu dengan memejamkan matanya dan mengayunkan ayunan itu.


"segar sekali udaranya". monolog Tasya sambil membuka matanya dan melihat sebuah kupu kupu yang hinggap di bunga tulip kesayangan Ana. Tasya masih ingat dulu saat mereka masih kecil,Ana mengajaknya membuat taman yang akan di tanami bunga tulip dan Ana menaman di tempat yang akan di buat kolam ikan, Ana kecil menagis saat tau tamannya akan di buat kolam sehingga membuat ayahnya mengurungkan niatnya untuk membuat kolam ikan


__ADS_2