Tuan Mafia

Tuan Mafia
Tuan Mafia S2- Sedikit Kebenaran Merlin


__ADS_3

Alex yang sedang duduk santai di halaman belakang rumahnya di kejutkan dengan suara dering ponsel lalu Alex langsung mengangkat sambung telepon tersebut.


"hallo tuan". ucap orang di seberang telepon


"iya L apa sudah mendapatkan apa yang saya mau". tanya Alex


"sudah tuan dan ternyata dokter itu sudah lama tidak bekerja di rumah sakit itu lagi dan saya sudah mendapatkan alamat rumahnya". jawab L


" dimana alamat rumahnya". tanya Alex


"di kawasan Palapa gang kecebong rumah nomor dua". jawab L


"baiklah terima kasih atas informasinya". ucap Alex lalu menutup sambungan teleponnya


Laura membawa minuman dan di berikan kepada suaminya , Laura juga ikut duduk di halaman belakang. Alex memberitahu Laura bahwa dia sudah mendapatkan alamat rumah dokter yang merawat Merlin saat di rumah sakit jiwa. Alex juga memberitahu Laura bahwa hari ini juga Alex akan langsung datang ke rumah dokter itu bersama Mex. Alex juga sudah mengabari Mex dan Mex mengatakan akan langsung kerumah Alex.


saat mendengar suara mobil Mex, Alex langsung izin kepada Laura dan tidak lupa mencium kening istrinya saat akan pergi. Alex langsung masuk ke dalam mobil. Mex langsung melajukan mobilnya.


"berarti waktu itu aku tidak salah liat kak , waktu itu aku juga sempat melihat Merlin ketika akan menjemput istriku di bandara". ucap Mex


"tidak hanya kamu saja Mex bahkan Laura sempat melihatnya". jawab Alex


Mex akan membantu Alex untuk mencari tahu tentang Merlin bagaimanapun dia juga iku andil dalam misi balas dendam dulu dan menghancurkan Merlin. mobil yang mereka kendarai berhenti di sebuah rumah minimalis dengan cat berwarna putih. Alex dan Mex langsung turun dari mobil


ting


tong


ting


tong


Alex memencet bel yang ada di dekat pintu, saat pintu terbuka menampilkan seorang gadis remaja.


"mau cari siapa ya om". tanya gadis itu

__ADS_1


"maaf dek apa benar ini rumah dokter Venita". tanya Mex


"iya benar, ada keperluan apa ya mencari Tante saya". tanya gadis itu


"Mei siapa yang datang". tanya Venita yang melihat keponakannya berdiri di depan pintu


"ada om om yang mencari Tante". jawab Mei Venita langsung menghampiri keponakan itu, saat sampai di depan pintu Benita terkejut saat mengenali salah satu dari mereka


"apa kabar dokter Venita, apa masih ingat dengan saya." sapa Alex


"baik, iya saya masih ingat, silahkan masuk". ucap dokter Venita


"Mei buatkan minum untuk mereka". perintah Venita pada ponakannya itu


"ada keperluan apa tuan Alex datang kemari". tanya Venita


Mei meletakan minuman di atas meja dan setelah itu Mei meninggalkan ruang tamu.


"kedatangan saya kemari aku ingin menanyakan soal Merlin pasien yang pernah kamu rawat dan aku ingin kamu mengatakan semuanya tanpa ada yang di tutupi". yang Alex sambil menatap intens dokter venita


Venita menarik nafasnya sebelum menjawab pertanyaan Alex. Venita menjelaskan kepada Alex Merlin memang sempat mengalami depresi dan menjadi gila tetap itu tidaklah lama penanganan yang di lakukan para dokter membuat Merlin sembuh, dokter sudah mengizinkan Merlin untuk pulang tetapi Merlin mengancam dokter dan semua petugas yang ada disana agar tetap mengatakan bahwa dia masih gila dan dokter Venita juga memberitahu Alex bahwa saat dia berkunjung bersama istrinya sebenarnya Merlin telah sembuh tetapi dia menjadi wanita yang sangat berbahaya. soal kebakaran salah satu gedung yang ada di rumah sakit jiwa itu adalah ulah Merlin dan Merlin juga yang menyuruh para dokter dan petugas mengatakan bahwa dia hilang dari rumah sakit jiwa dengan keadaan Gila. Alex dan Mex mendengarkan penjelasan dokter Venita sangat terkejut


"Merlin melahirkan seorang anak perempuan dan setelah satu minggu anak itu di lahiran ayah dari bayi itu mengambilnya karena ayahnya tidak ingin anaknya di rawat oleh Merlin". jawab dokter Venita


"jadi dia melahirkan anak perempuan". tanya Mex.


"iya, dan Merlin sangatlah berbahaya dia tidak segan segan untuk menghabisi siapapun yang menghalangi keinginannya, Merlin bukan lagi gila tapi psycopath". ucap dokter Venita


"apa boleh tau siapa ayah dari anak Merlin". tanya Mex


"saya tidak tau tuan karena pada saat itu dia mengambil Bayi itu secara paksa bahkan terjadi perdebatan antara Merlin dan laki laki itu". jawab dokter Venita


"tapi saya tau dimana alamat pria itu jika belum pindah, dia tinggal di jalan manggis blok A rumah nomor 20 , itu alamat yang tertulis waktu dia menuliskan alamat rumahnya di buku tamu". sambung Venita sambil mengingat alamat rumah itu


"terima kasih atas informasinya". ucap Alex

__ADS_1


setelah mendapatkan informasinya Alex dan Mex meninggalkan rumah dokter Venita.


"apa kita akan langsung kesana". tanya me


"iya kita harus tau dulu dimana anak Merlin berada agar kita bisa melakukan tindakan selanjutnya untuk Merlin karena aku ingin apa yang kita lakukan kali ini tidak menimbulkan dendam lain". ucap Alex dengan santai


"kak sebenarnya aku sedikit menyesal telah mengucurkan hidup Merlin apalagi aku membiarkan Merlin di bawa oleh teman ku dan aku dengar teman menjadikan pemuas nafsu bahkan menyiksa Merlin dan aku yakin inilah yang membuat Merlin menjadi seperti ini". ucap Mex


"itulah mengapa sekarang kita harus melakukan sesuatu yang tidak menimbulkan dendam dan dendam lagi". ucap Alex sambil melihat ke depan


sedangkan di jalanan lain Gio melajukan mobilnya sambil teringat perkataan Farhan yang mengatakan bahwa dirinya hanya di manfaatkan mama Merlin untuk mencapai tujuan dan setalah itu mama Merlin akan membuangnya setelah tujuannya tercapai dan sekarang Gio berpikir tujuan mama Merlin memberikan obat pengering kandungan untuk istrinya adalah mama Merlin tidak ingin dia memiliki pewaris agar semua harta peninggalan ayahnya untuk dia. mobil yang Gio kendarai telah terparkir di sebuah gedung.


Gio turun dari mobil dan berjalan dengan tatapan dingin saat sampai di loby Gio di cegat oleh resepsionis.


"maaf tuan anda ingin bertemu dengan siapa". tanya resepsionis itu


"pemilik perusahaan ini". jawab Gio


"apa sudah membuat janji". tanya resepsionis


"belum". jawab Gio


"maaf tuan jika belum membuat janji anda tidak bisa bertemu bos kami". ucap resepsionis dengan hormat


Gio tidak mengindahkan resepsionis itu dan Gio tetap berjalan menuju lift saat dirinya akan masuk ke dalam lift dia di tahan oleh satpam.


"maaf tuan anda tidak bisa sembarang masuk tanpa adanya janji". larang satpam itu


"minggir". ucap Gio dengan dingin


bugh


Gio langsung memeluk satpam itu dan langsung masuk ke dalam lift dan menekan tombol delapan karena disana letak pemilik perusahaan ini. setalah lift terbuka Gio langsung berjalan menuju ke sebuah ruangan


" saya sudah bilang jika ingin masuk ketuk pintu dulu". ucapannya sambil memeriksa beberapa berkas

__ADS_1


Gio berjalan dan langsung duduk di hadapan pemilik perusahaan dan saat pemilik perusahaan mengangkat kepalanya sangat terkejut


"Gio" ucap Farhan


__ADS_2