
Alex dan keluarganya sedang menikmati makan malam dengan tenang, Laura makan dengan banyak. Alex, Bagaskara dan Mex yang melihat Laura makan dengan lahap membuat mereka bahagia karena ibu hamil ini tidak sensitif dengan makanan. Alex sangat bersyukur Laura mau memberikan kesempatan untuknya. setelah selesai makan alex memberikan susu kepada Laura
"diminum susunya baby". perintah Alex dan menyodorkan segelas susu ke Laura dan Laura menerimanya dan langsung meminumnya.
Alex mengantarkan Laura ke kamar untuk beristirahat.
"baby beristirahatlah, aku harus menemui ayah dan Mex". Alex mengusap rambut Laura
"iya". jawab singkat Alex
setelah kepergian Alex Laura mengambil sebuah novel dan membacanya, entah dorongan darimana Laura membaca novel dengan mengusap perutnya. Laura memiliki hobi membaca sebuah novel dan di kamar itu Alex telah menyediakan beberapa novel kesusksesan Laura.
"ternyata dia tau semua tentangku". monolog Laura dengan melihat sekitar bahkan dekorasi kamar mereka adalah dekorasi yang sangat Laura sukai.
Laura yang merasa bosan turun dari ranjang dan menuju ke balkon, Laura menghirup angin malam yang begitu sejuk dan tenang, Laura menatap langit malam terdapat bintang yang bersinar dengan terang
"ma pa apa kabar disana". Laura berbicara dengan menatap bintang
"ma pa bolehkah aku berharap bahwa kak Renaldi masih hidup, setelah kecelakaan pesawat itu aku belum menemukan jenazah atau makam kak Renaldi, jika kak Renaldi masih hidup setidaknya Laura masih memiliki keluarga".
"ma pa apa keputusan yang Laura ambil sekarang adalah keputusan yang benar, apa akan kebahagiaan untuk Laura ke depannya" monolog Laura
"pa lihatlah sekarang Laura menikah dengan pria yang ayah inginkan, tapi Laura masih sedikit ragu berada di samping, apalagi dia seorang mafia pasti hidupnya selalu di lingkungan yang berbahaya"
malam itu Laura mencurahkan semua isi hatinya dengan menatap bintang di langit yang begitu indah, Laura merasa seperti orang gila yang berbicara dengan sendiri, saat Laura melihat ke bawah dia melihat seseorang.
"itukan Jhon"
"menemui siapa dia di sebrang jalan". Laura berbicara dengan penasaran
"mungkin yang Jhon temui juga anak buah Alex". sambung Laura dan mendudukkan diri di sofa yang berada di balkon tersebut.
sedangkan Alex yang berada di ruang kerjanya sedang menyiapkan berkas berkas untuk meeting bersama perusahaan lain besok, untung saja mereka masih mau di ajak kerjasama saat Alex tidak masuk kantor selama satu bulan
"huff banyak berkas yang harus aku pelajari malam ini, tapi tidak masalah". Alex melanjutkan pekerjaannya
"tuan ini kopinya". seseorang pelayan masuk membawa secangkir kopi untuk Alex
"taruh di meja bik". perintah Alex, lalu pelayanan itu keluar dari ruangan Alex
drt
drt
__ADS_1
drt
tertera nama Jeki di layar ponselnya dan mengangkat sambung telepon tersebut.
"ada apa jek menelepon malam malam seperti ini". tanya Alex dengan memeriksa berkas
"jadi gini Lex, akan sulit untuk mencari Renaldi, karena terakhir informasi dia adalah korban kecelakaan pesawat yang tidak di temukan , bahkan mereka menganggap bahwa anak berumur dua belas tahun ini sudah di makan oleh binatang buas". Jeki menjelaskan
"cari sampai mendapatkan informasi yang nyata dia masih hidup atau sudah meninggal,berapapun waktu yang di butuhkan untuk mencarinya tetap di cari". perintah Alex
"baiklah". pasrah Jeki
lalu Alex mematikan dan melanjutkan pekerjaannya agar dapat cepet selesai dan bisa tidur sambil memeluk istrinya yang manis itu. setelah selesai Alex menyandarkan kepala di kursi dan membuat ponselnya lalu melihat cctv yang berasal di kamar, Alex terkejut saat tidak menemukan Laura di kamarnya
"kemana dia".
lalu Alex melihat rekaman sebelum dan akhirnya Alex merasa lega saat tau Laura di balkon, Alex melihat cctv yang berada di balkon, Alex tersenyum saat melihat Laura tertidur pulas di sofa yang berada di balkon
"manisnya saat tidur". monolog Alex dan berdiri menuju ke kamar.
Alex yang akan memasuki kamarnya melihat Jhon yang baru masuk
"Jhon dari mana". tanya Alex
"dari luar tuan". jawab Jhon
"tidak tuan aku hanya mengambil pesanan bubur". jawab Jhon dengan menunjukkan bingkisan
"dimana Riko , aku tidak melihat sore ini" .
"Riko seperti pulang tuan". Alex yang mendengar jawaban Jhon hanya ber "oh" saja dan kemudian masuk ke kamarnya. saat sudah berada dibalkon Alex langsung menggendong Laura masuk dan merbahkan Laura di ranjang.
"kenapa tidur di luar , tidak baik untuk ibu hamil". ucap Alex lalu mencium dahi Laura DNA tidak lupa dengan perut Laura.
Alex masuk ke kamar mandi untuk mengganti pakainya, setelah selesai Alex naik ke atas ranjang dan membawa Laura kedalam pelukannya.
💙💙💙💙💙💙💙
keesokan paginya
huek
huek
__ADS_1
huek
Laura memuntahkan cairan bening, Laura merasa perut seperti di aduk aduk, Alex yang sedang tertidur merasa terganggu dengan suara seseorang yang berada di kamar mandi, saat Alex membuka matanya dia tidak menemukan Laura
huek
huek
huek
Alex langsung berlari ke kamar mandi, saat melihat Laura yang muntah Alex memijat tengkuk Laura.
"baby apa yang terjadi". tanya Alex tetapi Laura masih saja memuntahkan cairan bening
"apa Laura sedang mengalami morning sickness, seperti yang Alex alami saat itu" monolog Alex dalam hati
"anak ayah yang baik dan pintar jangan siksa mama ya, jika seperti ini mereka akan curiga dengan keberadanmu" monolog Alex sambil mengelus perut Laura berharap anaknya tidak membuat Laura mual lagi
akhirnya Laura berhenti mual, Alex langsung mengelap sisa muntahan Laura di bibir dan mengelap keringat Laura, Laura langsung memeluk Alex
"rasa pusing dan lemas". Laura berbicara mengenai apa yang dia rasakan, lalu Alex menuntut Laura untuk duduk di tepi ranjang, Alex mengambil ponselnya
*dokter Salla*
dok pagi ini istriku mengalami mual dan dia merasakan pusing, itu akan membuat mereka baik baik sajakan
^^^itu sudah biasa yang dialami ibu hamil tuan, tuan bisa membeli obat pereda mual, saya aja. kirim contoh obat yang cocok untuk nyonya Laura^^^
Alex merasa lega setelah berkonsultasi dengan dokter Salla.
"apa masih merasa mual". tanya Alex
"hanya sedikit". jawab Laura dengan senyum
"boleh aku minta sesuatu".
"boleh kamu mau minta apa"
"aku bosan di rumah , aku ingin jalan jalan". itu permintaan Laura
"kalau itu tidak boleh, kamu harus banyak istrinya baby". jawab Alex
Laura merasa kesal dengan jawab Alex sehingga dia terus merengek kepada Alex , dia tidak akan berhenti sampai di perbolehkan untuk jalan jalan, akhirnya alex mengizinkan Laura jalan jalan dengan syarat harus bersaman dan jalan jalannya besok karena haru ini Alex ada meeting. sebenarnya Laura ingin sekarang tapi tidak masalah jika harus besok.
__ADS_1
💙💙💙💙💙
jangan lupa berikan dukungan Kalian seperti like,komen, hadiah , vote, dan favorit agar tidak tertinggal updatean