
dua orang berada dalam satu mobil sedang mengawasi kedai mie ayam, ya sudah tiga bulan ini Delon selalu berada di dalam mobil untuk mengawasi kedai itu dari buka sampai tutup dan Lisa dengan setianya menemani Delon, ada rasa bahagia saat Laura tidak berkunjung ke kedai itu selama tiga bulan ini.
"mas ini sudah hampir sore, kemungkinan Laura tidak akan datang, kita cari kebtempat lain, sudah tiga bulan kita melakukan tindakan ini tetap tidak ada hasilnya". Lisa berbicara dengan pelan
"diam Lisa". bentak Delon dan Lisa terkejut dengan bentakan Delon
"jika kamu tidak ingin menemani atau membantu ya sudah pergi saja, aku tidak pernah memintamu untuk melakukan semua itu". sambung Delon
"maaf mas bukan itu maksudku". Lisa menundukkan kepalanya sambil memegang perutnya yang terasa sakit, Delon yang melihat itu membuang nafasnya secara kasar
"tadi aku sudah bilang kamu di rumah saja, jika terjadi sesuatu dengan kehamilanmu , mama akan memarahi ku". Delon berbicara dengan datar.
kandungan Lisa baru memasuki umur satu bulan, Lisa menarik nafasnya untuk mengurangi rasa sakit di perut, setelah beberapa mentetralkan pernafasan sakit di perut hilang.
"sudah tidak sakit lagi, mas tenang saja". jawab Lisa dengan hati yang sakit,
Lisa pikir saat Delon menyentuhnya malam itu dia sudah menerimanya sebagai istrinya tapi ternyata semua itu Delon lakukan karena permintaan mamanya dan dengan bodohnya yang telah buta dengan rasa cinta Lisa menyerahkan diri begitu saja. saat tau Lisa hamil Delon belum mau menerimanya sebagai istrinya lagi lagi Delon masih berharap Laura yang pantas menjadi istrinya. saat sedang melamun Lisa melihat Delon turun dari mobil dan berlari ke kedai mie ayam.
hati Lisa langsung merasa resah saat tau siapa yang Delon hampir, takut Delon meninggalkan. Lisa menyusul Delon yang menghampiri Laura.
"Laura". panggil Delon
"Delon". jawab Laura saat berbalik dan Delon langsung memeluk Laura
"akhirnya kamu datang ke mari". Delon semakin mengeratkan pelukannya tapi ada orang yang menariknya
"berani beraninya kamu memeluk istriku". Alex berbicara dengan sorot mata yang tajam
"istrimu dia milikku kamu merebutnya dariku"
bugh
Delon memukul Alex, Alex yang tidak terima memukul balik Delon sehingga terjadi perkelahian.
bugh
bugh
bugh
"Lex, mas berhenti". teriak Laura dan Lisa bersamaan.
__ADS_1
Laura menarik Alex sehingga perkelahian itu berhenti dan memeluknya, Delon yang melihat itu mengepalkan tangannya.
"Laura sayangku kenapa kamu memeluknya, jika kamu ingin memeluk maka peluklah aku". Delon merentangkan tangannya berharap Laura masuk ke dalam pelukan
"dia sumaiku Delon". jawab Laura
"kamu pernah bercerita jika kamu terpaksa menikah dengannya, sekarang ayo kemari dan akan aku bantu kamu bercerai dengannya". alex berbicara dengan yakin bahwa Laura akan menjadi miliknya
Alex yang mendengar Delon minta Laura bercerai darinya membuatnya emosi dan saat alex akan menghajar Delon Laura menahannya.
" Delon dengar semuanya sudah tidak sama lagi dan aku bahagia dengan suamiku, lupakan aku dan jalani hidupmu yang sekarang jangan sia siakan orang yang ada di sampingmu saat ini, jangan sampai kamu menyesal setelah dia pergi". Laura menjelaskan
" aku hanya mau kamu Laura".
Laura menjelaskan kepada Delon bahwa takdir tidak mengizinkan dia dan Delon bersatu, Laura juga menjelaskan bahwa sekarang dia telah bahagia dengan pernikahannya dan Laura meminta Delon untuk menghargai orang yang sedang bersama kita saat ini jangan sampai ada sebuah penyesalan. Laura juga telah memilih pilihannya yaitu tinggal bersama suaminya.
"jadi kamu memilih tetap bersama dia". Laura menganggukan kepalanya dan itu membuat Delon emosi
"mas". panggil Lisa
"ayo kita pergi, Laura sudah memilih jalannya". ajak Lisa dan ajakan tersebut semakin membuat Delon marah
"DIAM" bentak Delon dan mendorong Lisa setalah itu meninggalkan mereka semua
"Lisa kamu kenapa". tanya Laura
"sakit". jawab Lisa sambil memegang perutnya dan akhirnya pingsan
Laura yang melihat Lisa pingsan langsung meminta Alex untuk membawanya ke rumah sakit, dan kini Laura dan Alex sedang menunggu Lisa yang di tangani oleh dokter. dari kejauhan seorang wanita paruh baya mendekati Meraka.
"Laura".
"tante ayu"
"bagaimana keadaan Lisa". tanya Tante Ayu
"sedang di tangani dokter Tan". jawab Laura
saat melihat keadaan Lisa, Laura menghubungi mamanya Delon menggunakan ponsel milik Lisa
tiga puluh menit akhirnya dokter keluar dan mama Delon menghampirinya
__ADS_1
"bagaimana keadaan anak saya dok". tanyanya dengan panik
"benturan itu membuat janinnya lemah Bu, bisa ikut saya ada yang ingin saya sampaikan".
saat sampai di ruangan dokter itu langsung menjelaskan keadaan Lisa yang membuat Ayu langsung terasa tersambar petir. dia keluar dari ruangannya dokter itu dengan keadaan kacau saat akan masuk ke ruang rawat Lisa , Ayu menetralkan wajahnya.
ceklek Ayu melihat Laura berbicara dengan Lisa
"mama". sapa Lisa
"apa yang kamu rasakan nak". tanya Ayu
"baik ma". jawab Lisa dengan senyum
"janinnya baik baik sajakan". tanya Lisa
"janinnya baik baik saja, dokter menyarankan Lisa untuk istirahat" jawab ayu
Laura yang melihat percakapan Lisa dan mamanya Delon, membuat lega setidaknya Lisa tidak merasa sendirian.
"tante, Lisa saya pamit dulu ya" izin Lisa
"terima kasih". jawab Lisa
"cepat sembuh". setelah itu Laura meninggalkan ruang rawat Laura saat keluar Alex sudah menunggu.
setelah kepergian Laura, Ayu mencoba menghubungi putranya tapi tidak ada jawaban dari Delon, Ayu ingin menyampaikan kondisi Lisa.
"ma". panggil Lisa
"ada yang kamu butuhkan nak". Lisa hanya menggelengkan kepalanya
"jangan beritahu mas Delon apa yang mama ketahui, pasti dokter sudah mengatakan kepada mama". mohon Lisa
"kamu sudah tau nak". Lisa menganggukan kepalanya
alasan Lisa tidak memberitahu Delon adalah dia tidak ingin Delon menerimanya karena rasa kasihan. ayu langsung membawa Lisa kedalam pelukannya. rasa bersalah semakin besarnya kepada Lisa, apalagi sekarang Lisa mengandung karena waktu itu dia memaksa Delon untuk memberinya cucu dengan harapan Delon akan berbagi berubah tapi nyatanya saat Lisa hamil Delon masih saja memikirkan Laura.
"mama kenapa menangis, jangan menagis Lisa tidak suka melihat mama terluka". Lisa menghapus air mata ayu
"semoga akan ada kebahagiaan untuk nak, mama akan beri hukuman untuk Delon".
__ADS_1
setelah itu ayu menelpon suaminya untuk memberikan pelajaran untuk anak mereka, ayu juga menceritakan kondisi Lisa yang membuat suaminya terkejut, dan mereka akan melakukan yang terbaik untuk menantu mereka. setelah mengakhiri sambungan telepon , ayu kembali ke ruang rawat Lisa dan menghampiri Lisa yang tertidur setelah di berikan obat. ayu mengelus kepala Lisa.
"kamu perempuan yang kuat nak". ayu berbicara dengan sendu