
setelah selesai meeting Farhan menghampiri istrinya yang sedang berada di taman, Ana terkejut saat seseorang mencium pipinya sedangkan sang pelaku terkekeh saat melihat keterkejutan istrinya itu.
"mas kamu membuatku terkejut". ucap Ana
"maaf sayang, soalnya kamu mengemaskan". ucap Farhan dan duduk di samping Ana
"meeting lancar mas". tanya Ana lalu menyerahkan roti pada Farhan
"lancar sayang dan adanya kamu di sini membuatku semakin semangat". jawab Farhan lalu memakan roti yang di berikan istrinya
setelah menikmati suasana taman itu mereka pergi untuk mencari oleh oleh untuk di bawa kembali ke Jakarta karena besok mereka sudah harus kembali apalagi Ana sudah meninggalkan kuliah selama dua minggu. Ana sangat antusias membeli oleh oleh untuk orang orang yang Ana sayangi
sedangkan di tempat lain Arden memandangi kalung Annisa kemudian memasukkan kalung itu kembali dan saat melihat Anissa, Farhan segera menghampirinya tetapi langkahnya terhenti saat Yusuf mengahampiri Anissa dan memberikan minuman untuk Anissa dan Arden melihat Yusuf mengusap punggung Anissa, Arden memundurkan langkahnya dan meninggalkan mereka berdua.
"sudah tidak kepedasankan". tanya Yusuf yang sangat khawatir saat melihat Anissa tersedak dan Anissa mengelengkan kepalanya lalu mengusap keringat yang ada di dahinya
"maaf aku tidak tau jika kamu tidak suka makan pedas". ucap Yusuf yang masih terlihat khawatir, niat hati ingin mengambil hati Anissa dengan cara memberikan sebuah makanan tetapi berujung membuat Anissa tersedak
"tidak apa apa, aku juga salah tidak lihat dulu dan langsung memakan makanannya". jawab Anissa lalu meminum air yang diberikan Yusuf
"aku mau keperpustakan untuk mencari beberapa refrensi materi". ucap Anissa lalu berdiri
"iya, aku juga harus mengajar". jawab Yusuf
Anissa melangkahkan kakinya menuju perpustakaan dan setelah sampai ke perpustakaan Anissa menghela nafasnya karena begitu ramai, Anissa melangkah kakinya ke setiap rak buku untuk mencari buku yang dia inginkan, saat menemukan buku tersebut Anissa menatap ke sekeliling dan tidak ada tempat duduk sama sekali, Anissa melihat satu tempat duduk yaitu di depan Arden, Anissa melangkah kakinya ke arah Arden.
"hmm boleh aku duduk di sini, semua tempat penuh". tanya Anissa
"ya silahkan". jawab Arden tanpa melihat lawan bicaranya
mereka berdua berada dalam keheningan karena sibuk membaca buku, saat sedang membaca buku keringat membasahi wajahnya Anissa dan Anissa memegang perutnya yang terasa sakit, Arden mengangkat kepalanya saat merasakan mejanya sedikit bergoyang
"cewek preman kamu kenapa". tanya Arden saat melihat wajah Anissa yang begitu pucat
"sssh". ringis Anissa saat perut semakin sakit
Arden berdiri dari duduknya dan memegangi pundak Anissa
"hey kenapa jangan membuat takut". ucap Arden
__ADS_1
"sakit". ringis Anissa lalu mencengkram tangan Arden, Anissa sudah tidak kuat menahan rasa sakit di perut dan secara perlahan Anissa mulai kehilangan kesadarannya
"hey bangun". ucap Arden sambil menepuk pipi Anissa dan Arden dapat merasakan suhu tubuh Anissa yang begitu dingin
tanpa pikir panjang Arden langsung mengedong Anissa dan meninggalkan perpustakaan, Arden langsung menuju ke mobilnya, setelah meletakkan Anissa, Arden langsung melajukan mobilnya menuju rumah sakit. saat sampai di rumah sakit Anissa langsung di tangani oleh dokter sedangkan Arden yang berada di luar berjalan mondar mandir dan sesekali menggigit kukunya.
"dok bagaimana keadaannya". tanya Arden saat dokter sudah keluar
"tidak begitu buruk seharusnya jangan biarkan dia memakan makanan yang pedas karena dia tidak bisa memakannya dan saat dia memakan pedas akan seperti itu dan sebaiknya temanmu di rawat di sini sampai besok". ucap dokter itu lalu meninggalkan Arden
Arden masuk ke dalam dan melihat Anissa yang masih terbaring di atas brangkar dengan mata yang terpejam, Arden mengambil ponselnya Anissa untung saja tadi dia juga membawa tasnya. Arden menghubungi orang tua Anissa dan memberitahu keadaan Anissa.
ceklek
Delon dan Lisa menghampiri Anissa yang masih tidak sadarkan dirinya.
"Anissa kenapa bisa seperti ini nak". ucap Lisa sambil mengusap rambut Anissa
"kenapa putriku bisa seperti ini kamu apakan". tanya Delon pada Arden dan menatap tajam ke arah Delon
"tadi saat sedang berada di perpustakaan Anissa mengeluh sakit dan setelah itu pingsan om". jawab Arden
"ugh". lenguh Anissa dan membuka matanya
"Anissa sayang apa yang kamu rasakan nak". tanya Lisa saat melihat putrinya sudah siuman itu
"perut sedikit sakit dan itu membuat dada Anissa sesak". jawab Anissa
"Anissa kan tau sejak kecil tidak bisa memakan pedas kenapa makan pedas". tanya Delon pada putrinya
"maaf yah tadi Anissa tidak tau jika makanan itu pedas". jawab Anissa
"yah ma siapa yang membawa Anissa kemari tadikan Anissa ada di perpustakaan". tanya Anissa dan saat itu Anissa melihat Arden yang berada di belakang ayahnya
"terima kasih beruang kutub". ucap Anissa
"sayang tidak boleh memanggil orang lain seperti itu". tegur Lisa
"tidak apa apa tante, sama sama lain kali hati hati kalau makan sesuatu". ucap Arden
__ADS_1
"Anissa butuh istirahat sebaiknya kamu pulang". ucap Delon dan Lisa langsung melototkan matanya saat mendengar ucapan suaminya itu
"iya om, Tante om Anissa saya permisi pulang". ucap Arden
"maafkan ucapan suami tantenya, bukan bermaksud mengusir dan terima kasih sudah menolong Anissa". ucap Lisa yang merasakan tidak enak
"sama sama Tante". jawab Arden lalu meninggalkan ruangan itu
"aaaa sakit sayang". ringis Delon saat Lisa mencubit pinggangnya
"bukan berterima kasih tetapi malah mengusirnya". ucap Lisa
"ayah seperti tidak menyukai Arden kenapa yah apa sebelumnya ayah sudah bertemu Arden dan Arden membuat kesalahan". tanya Anissa dan Delon mengelengkan kepalanya
"ayah tidak mungkin membenci orang tanpa sebabkan". tanya Anissa
"ayahmu masih kesal sama ayahnya Arden karena menikahi tunangannya". ucap Lisa
"makanya ayahmu tidak menyukai Arden". sambung Lisa
"maksudnya mamanya Arden mantan tunangan ayahnya". tanya Anissa dan Lisa menganggukan kepalanya dan Anissa menatap curiga pada ayahnya
"Anissa bukan ayah tidak move on dari mantan hanya saja ayah masih sebal dengan ayahnya Arsenal dan lagian ayah tidak ingin dekat dengan orang yang berhubungan dengan masa lalu". ucap Delon saat melihat tatapan putrinya
"tapi seharusnya ayah jangan bersikap seperti itu, Arden juga tidak tau permasalahan ayah dan orang tuanya". ucap Anissa
"kamu menyukai Arden". tanya Delon saat merasa putrinya membela Arden
"Bu bukan seperti itu ayah". jawab Anissa
"awas saja jika kamu memiliki hubungan dengannya maka ayah akan langsung menikahmu dengan pilihan ayah". ucap Delon dan setelah mengatakan itu Delon duduk di sofa yang ada di ruangan tersebut
"jangan dengarkan ayahmu". ucap Lisa dan Anisa menganggukan kepalanya
💙💙💙
ayo dong tinggalkan dukungan agar semangat update
sambil menunggu update selanjutnya kalian bisa baca karya " Nirwana Asri " judul " Kekasihku Pria Amnesia" langsung meluncur keberandanya
__ADS_1