Tuan Mafia

Tuan Mafia
Berkunjung Ke Makam Kedua Orang Tua


__ADS_3

dalam perjalanan pulang Laura terus menempel kepada Alex, Laura merebahkan kepalanya di dada bidang Alex. Alex sama sekali tidak keberatan dengan kemanjaan yang laura tunjukkan kepadanya, Laura menegakkan tubuhnya saat merasakan beda saat dalam perjalanan.


"inikan bukan jalan pulang". tanya Laura


"aku mau mengajakmu ke suatu tempat". jawab Alex


"kita mau kemana". tanya Laura lagi tetapi Alex tidak menjawab pertanyaan Laura sehingga membuat Laura mencebikan bibirnya


cup


"jangan di kerucutkan seperti itu bibirnya, bibir manismu ini begitu menggoda ketika seperti itu". Alex berbicara sambil mengusap bibir Laura


cup


Alex terkejut dengan tindakan Laura yang tiba tiba menciumnya, belum hilang keterkejutan itu Laura kembali mencium Alex bahkan ******* bibirnya tentu saja dengan senang hati Alex menerima ciuman Laura tersebut, bahkan kini tangan nakal Alex sudah berada di Tina Tini milik Laura dan dengan gemasnya Alex meremas si Tina


"umhh". lenguhan Laura, saat mendengar Laura melenguh Alex menyudahi aktivitas mereka, jika di teruskan maka Alex akan membawa Laura ke hotel, tapi Alex mengingat perkataan dokter Salla yang melarang berhubungan dulu. saat ini Alex menahan gairah agar ularnya tidak semakin bangun. sopir tidak dapat melihat kegiatan yang di lakukan Laura dan Alex Karena terdapat gorden penutup. setelah beberapa jam menempuh perjalanan yang cukup jauh akhirnya sampai di tempat tujuan.


"kenapa kita ke pemakaman". tanya Laura saat sudah turun dari mobil


"aku ingin memperkenalkanmu dengan seseorang". jawab Alex


Alex mengandeng Laura menuju ke suatu makam terdapat dua makam yang berdampingan dengan atas nama Mahendra dan Marisa, Alex dan Laura berjongkok di kedua makam itu.


"mama papa Alex datang kemari untuk memperkenalkan menantu kalian, lihatlah dia sangat cantik". Alex berbicara


"ini makam kedua orang tuamu". tanya Laura


"iya baby, bahkan aku tidak pernah melihat wajah mereka". jawab sendu Alex dan Laura mengusap punggung Alex


"mama dan papa maaf Laura baru bisa berkunjung kemari". Laura berbicara di depan makam kedua orang tua Alex.

__ADS_1


Alex dan Laura membersihkan rumput yang berada di sekitar makam itu, setelah itu Alex membawa Laura kesuatu makam lagi, saat membaca nama yang berada di nisan itu membuat air mata Laura langsung jatuh. karena selama ini dia ingin berkunjung kemari tetapi dia tidak ingat di mana letak makan kedua orang tuanya


"maafkan Laura yang baru bisa datang kemari ma pa". Laura mengusap nisan yang tertulis Laksmana dan Ambarwati


"setelah kalian pergi hidup Laura seperti daun yang jatuh terkena angin tidak tau arah ma pa". tangis Laura pecah Alex mengusap lengan Laura untuk menenangkan, di makam inilah akhirnya Laura mencurahkan semua isi hatinya termasuk bagaimana sikap keluarga Gunawan terhadapnya dan dengan seenaknya mereka Menganti nama Angelina menjadi Laura, Alex mengepalkan tangannya saat mendengar curhatan Laura. akhirnya Laura merasa ringan hatinya saat sudah mengeluarkan keluh kesahnya selama ini.


"terima kasih". ucap Laura dan langsung memeluk Alex


"terima kasih sudah menemukan makam kedua orang tuaku". sambung Laura


"sudah merasa baikan". tanya Alex dan di anggukan kepala oleh Laura


"sekarang kita pulang karena kamu harus banyak istirahat baby".


mereka keluar dari makam dengan perasaan yang sedikit bahagia karena bisa meredakan kerinduan mereka kepada kedua orang tuanya. Riko yang melihat tuan dan nyonya segera membukakan pintu mobil. setelah mereka sudah masuk Riko memasuki kemudi dan menjalankan mobilnya dengan kecepatan sedang.


mobil mewah Alex memasuki gerbang sebuah rumah mewah yang sudah tidak asing bagi Laura yaitu rumah milik Alex, saat mobil sudah berhenti Alex membawa masuk Laura.


"sedikit baik yah". jawab Laura dengan senyuman


"semuanya akan baik baik saja nak". perkataan Bagaskara sama persis dengan Alex yang selalu mengatakan semuanya baik baik saja, itu membuat Laura bingung.


"Lex bawa masuk istrimu agar istirahat, dia tidak boleh kelelahan". perintah Bagaskara


"iya yah, yah apa Mex sudah pulang". tanya Alex sebelum masuk ke kamarnya


"belum, seperti tidak tau adekmu itu seperti apa". jawab Bagaskara


Alex berpamitan untuk membawa Laura ke kamarnya.


"kenapa aku di kamarmu, kamarku ada di sebelah". tanya Laura

__ADS_1


"mulai hari ini kita tidur bersama dan semua barang barangmu sudah ada di sini". jawab Alex sambil membawa Laura keranjang dan Laura duduk di ranjang


"sejak kapan kamu tahu makam kedua orang tuaku". tanya Laura


Alex menceritakan dimana dia seharusnya mengambil identitas Laura untuk dia sembunyikan tetapi saat itu Alex menemukan sebuah foto keluarga dan membuatnya penasaran. Sehingga Alex menyuruh Jeki untuk mencari tahu soal foto tersebut, saat Alex mengetahui semuanya setelah malam itu terjadi, ada sedikit penyesalan dalam hati Alex saat mengetahui semuanya sudah terlambat. Alex juga menceritakan hubungan antara kedua orang tua mereka dan pengorbanan ibu Laura untuk menyelamatkan Alex, dan juga keinginan ayah Laura agar dia menikahi Laura saat sudah dewasa nanti. Alex menceritakan semuanya tanpa ada yang di tutupi satupun. Laura terkejut saat tau bahwa kedua orang tua Alex dan dirinya bersahabat.


"kenapa sedih". tanya Alex kepada Laura


"aku senang kamu mengetahui segalanya tapi aku sedih Karena tidak pernah tau keberadan kak Renaldi, pada kecelakaan itu tidak ada satupun yang menemukan kak Renaldi, aku sangat berharap kakakku itu masih hidup karena aku belum melihat jasadnya". jawab Laura


"berdo'a saja jika memang kakakmu masih hidup minta untuk di pertemukan, aku akan memerintahkan orang untuk menyelidiki tentang kakakmu".


"kamu tidak bohong". tanya Laura


"aku tidak berbohong, tapi akan sulit karena itu sudah puluhan tahun lalu dan tidak ada berita tentang penemuan jasad kakakmu, jangan terlalu berharap baby takutnya tidak sesuai harapan kita". Alex memberitahu Laura dengan mengusap pipi Laura


"aku hanya berharap saja". jawab lesu Laura


"Sekaran istirahatlah". Laura kemudian merebahkan dirinya di ranjang, setelah itu Alex mencium kening Laura.


Alex masuk ke kamar mandi untuk menuntaskan hasratnya karena sejak tadi ularnya tidak ingin tidur karena Laura menciumnya tadi, di kamar mandi ini Alex membayangkan sedang bercinta dengan Laura, setelah satu jam akhirnya Alex keluar dengan menggunakan handuk di pinggangnya Laura yang berada di ranjang menelan salivanya saat melihat tubuh sexy milik Alex, Alex dengan tidak malu berganti pakaian di depan Laura.


"aaa ular" teriak Laura, saat Alex melepaskan handuk begitu saja dan dengan jahil Alex berjalan kearah laura


"baby buka matamu lihatlah". bisik Alex di telinga Laura


"tutup ularmu". jawab Laura dengan telapak tangannya yang masih menutupi wajahnya


"sudah". Laura membuka telapak tangannya dan membuka matanya


"ULAR"

__ADS_1


__ADS_2