Tuan Mafia

Tuan Mafia
Kecemburuan


__ADS_3

Lisa turun dari taxi dengan wajah sedih dan lesu dengan langkah pelan memasuki rumah, Ayu yang melihat memantunya sedih segera menghampirinya.


"kenapa sedih nak, ada masalah di kampus". tanya Ayu kepada sang menantu


"tidak ma". jawab singkat Lisa dan Ayu membawa menantunya duduk di sofa


"lalu kenapa wajah anak mama yang cantik ini terlihat sedih". tanyanya lagi


"aku bertemu dengan dia". jawab Lisa sendu


"dia siapa".


"Laura".


"dia sangat cantik pantas mas Delon sangat menginginkan". jawab Lisa


"kamu bertemu dengannya". tanya Delon yang berdiri di belakang Lisa dan mamanya, mereka berdua terkejut saat Delon ada di belakang mereka


"JAWAB". bentak Delon


"i iya". jawab Lisa dengan gugup


"Kenapa tidak memberitahu tahu ku". tanya datar Delon


"a aku tidak membawa ponsel".


"dimana kamu bertemu dengannya".


"di kedai mie ayam dekat kampus A". jawab Lisa


Delon langsung menyambar kunci mobil yang berada di atas meja, dan segera menuju ke tempat mie ayam langganan Laura


"Delon kamu mau kemana nak". tanya mamanya dan Delon tidak mendengarkan.


Delon melaju dengan kencang sedangkan Lisa menatap sendu kepergian suaminya yang mengejar wanita lain dan Ayu merasa bersalah kepada menantunya karena menikahkan mereka saat Delon belum melupakan masa lalunya. saat Ayu akan menghampirinya Lisa langsung masuk ke kamarnya.


"apa yang telah aku lakukan" monolog Ayu dengan sendu


"aku menjadi mama yang gagal dalam mendidik putraku dia tidak bisa menghargai istrinya". ayu memijat kepalanya yang tiba tiba pusing dan duduk di sofa.


Delon melajukan mobilnya dengan kecepatan penuh bahkan menerobos lampu merah, tiga puluh menit akhirnya Delon sampai di kedai mie ayam.


"nak Delon". sapa penjual mie ayam


"iya mang, mang mau tanya apa tadi Laura datang kesini" tanya Delon

__ADS_1


"iya nak, sekitar tiga puluh menit yang lalu di meninggalkan tempat ini". jawab penjual mie ayam itu


"sial". umpat Delon dan meninggalkan kedai tersebut dan memasuki mobil


di dalam perjalanan Delon mengendarai mobil dengan penuh kemarahan , saat sampai di rumah Delon mengepalkan tangannya, Ayu yang melihat ke kemarahan Delon menjadi khawatir. Delon masuk ke kamar dan menguncinya, Lisa yang baru keluar kamar mandi terkejut melihat Delon sudah berada di kamar


plak


Delon langsung menampar Lisa dan Lisa terkejut dengan tindakan Delon, Lisa memegangi pipinya yang terasa panas


"mas kenapa menampar ku". tanya Lisa dengan mata yang berkaca kaca


"kamu tidak ingin aku bertemu dengan Laura kan makanya kamu tidak memberitahuku jika kamu bertemu dengannya". tuduh Delon


"bukan mas, aku sudah memberitahumu jika aku tidak membawa ponsel, jika tadi membawanya aku akan menelpon mu". jawab Lisa sedikit takut karena sorot mata Delon yang tajam


"bohong". Delon menjambak rambut Lisa


"dengar aku tidak akan pernah mengakuimu sebagai isteri"


"mas aku juga pernah bilang anggap saja aku temanmu dan aku akan membantu mencari Laura". jawab Lisa dengan menahan sakit karena cengkraman Delon di rambut Lisa sangat erat setelah itu Delon melepaskan rambut Lisa


"apa mas tidak percaya denganku, selama ini aku selalu mendengarkanmu saat kamu menceritakan tentang Laura bahkan aku memberikan semangat untukmu, ingat itu mas". Lisa berbicara dengan hati yang teris


Delon mengingat selama satu bulan ini, Lisa selalu bersamanya dan tidak protes atau menuntut saat dia menceritakan tentang Laura


"tidak apa apa mas, besok lagi jika aku bertemu dengan Laura aku akan memberitahumu". jawab Lisa dengan membalas pelukan Delon


"aku berharap suatu saat pelukan seperti ini bukan pelukan minta maaf tapi pelukan rasa cintamu terhadapku mas" monolog Lisa sambil meneteskan air mata tapi segera menghapus agar Delon tidak melihatnya


"aku merasa nyaman saat memelukmu Lisa". Delon berbicara dan semakin mengeratkan pelukannya


"tetaplah di sampingku sebagai temanku". Lisa memejamkan matanya saat Delon meminta tetap tinggal tapi sebagai teman


lama pelukan akhirnya Delon melepaskannya dan melihat pipi Lisa yang memerah, lalu Delon mengusap sedangkan Lisa menikmati usapan Delon di pipinya. Delon membawa Lisa duduk di sofa dan mengobati pipi Lisa yang di tampar tadi. ada sedikit rasa bersalah yang bersemayam di hati Delon saat dia menampar Lisa.


"apa ini sakit". tanya Delon


"sedikit". jawab Lisa dengan senyuman


Delon merebahkan kepalanya di pangkuan Lisa di posisi ini selalu membuat Delon merasa tenang dan nyaman saat Lisa mengelus rambutnya.


💙💙💙💙💙


pagi ini Alex uring uringan karena sejak semalam Laura masih mendiamkannya bahkan saat dirinya bangun Laura sudah tidak ada di samping, Alex segera turun kebawah saat mendengar suara pistol dari halaman belakang

__ADS_1


dor


dor


dor


dor


Laura melampiaskan rasa marahnya atas kejujuran Alex semalam dengan menembak beberapa botol yang telah Riko susun dengan rapih


dor


Alex merasa lega saat menemukan Laura yang sedang berlatih, saat Laura akan menembak botol berikut dia melihat bayang bayang Alex dari botol yang mendekat dan langsung membalikan badannya.


dor


pyar


gelas berisi susu yang Alex bawa pecah karena tembakan Laura tentu saja tindakan Laura membuat Alex terkejut dan juga Mex yang berada di balkon kamarnya.


"baby kamu membuatku terkejut". proses Alex saat sampai didepan Laura


"baru saja gelasnya yang aku tembak bukan ularmu". Laura berbicara sambil mengarahkan pistol ke ular Alex dan Alex langsung melindungi ularnya


"tidak lucu bercandamu baby".


"aku tidak bercanda jika kamu masih sering masuk kesarang yang tidak jelas, aku benar benar akan menembak ularmu itu". Laura berbicara dengan menekan setiap kata


"baby aku sudah bilang itu masalalu, juga aku cuman tidur dengan Sintia saja, kalau sekarang hanya kamu". Alex berusaha menjelaskan lagi


"jangan sebutan nama itu"


Alex terseyum saat melihat Laura yang cemburu, Alex lalu membawa Laura kedalam pelukannya untuk menenangkan wanitanya dan itu berhasil membuat Laura membalas pelukannya sedangkan Mex yang melihat dari atas hanya menggelengkan kepalanya


"dunia serasa milik berdua tidak memikirkan sekitarannya" monolog Mex dan masuk ke kamarnya.


Alex mengambil pistol yang Laura pegang dan meletakkannya di meja, dan mengambil segala susu baru yang di bawa oleh pelayan. Alex memberikan susu itu dan Laura langsung meminum


"ternyata istriku sedang cemburuan hmmm". tanya Alex


"istri mana yang tidak cemburu saat tau suaminya dulu sering masuk ke sarang yang tidak jelas". jawab Laura dengan dongkol


"itukan dulu, dulu". Alex menekan kata dulu


Laura terseyum lalu melingkarkan tangan di leher Alex

__ADS_1


cup


Laura mencium singkat bibir Alex dan tersenyum Alex membalas senyuman Laura, bagi Alex senyum milik Laura begitu manis tidak akan dia izinkan laki laki lain menikmati senyum milik Laura.


__ADS_2