Tuan Mafia

Tuan Mafia
Baby Kembar


__ADS_3

tiga bulan kemudian, kini kandungan Laura sudah memasuki empat bulan, Laura sendiri merasa ada yang aneh dengan perutnya yang semakin buncit bahkan dia tidak tau bahwa dirinya sedang hamil, saat bercermin Laura mengamati perutnya.


ceklek Alex keluar dari kamar mandi menggunakan handuk sebatas pinggang, lalu Laura menghampirinya


"sayang lihat, perutku semakin buncit". adu Laura


"baby tenanglah , jangan khawatir". jawab Santai Alex mengambil baju yang di bawa Laura


"issh kamu ini, perut istrinya semakin besar kok tetap santai". jawab Laura dengan cemberut


"sudah jangan merajuk, sekarang kita pergi ke suatu tempat". ajak Alex


"kemana" tanya Laura saat melihat Alex berjalan kearah pintu tapi yang membuat Laura bingung adalah Alex mengajak pergi tapi dia malah mengunci pintunya


"sayang katanya mau pergi, Kenapa pintunya di kunci". tanya Laura


Alex tidak menjawab pertanyaan Laura tetapi membawa Laura di depan lemari Alex menekan tombol kecil di lemari tersebut, setelah Alex menekan tombol itu lemarinya bergeser dan memperlihatkan sebuah pintu, dan Alex menekan tombol yang ada di pintu itu, ternyata itu adalah sebuah lift rahasia yang Alex buat.


"sayang kenapa ada lift di sini dan kita keluar lewat sini"


lalu Alex menjawab pertanyaan Laura, jika lift itu di buat untuk keadaan yang mendesak dan kenapa dia keluar dari lift ini jawaban adakah untuk keselamatan kalian, kata kalian membuat Laura semakin bingung, Alex membawa Laura memasuki sebuah mobil yang kacanya tidak dapat di lihat dari luar, jadi orang di luar mobil tidak dapat melihat orang yang berada di dalam mobil itu.


tiga puluh menit mobil yang di tumpangi Alex memasuki sebuah rumah sakit, Alex membawa Laura masuk melewati jalan khusus yang langsung menuju ke ruang dokter Salla. dokter Salla terkejut saat lemari yang ada di ruangannya bergerak saat melihat Alex yang datang dokter Salla bernafas lega


"tuan mengagetkan saya".


"maaf kami dokter Salla". jawab Laura


"tidak apa apa nyonya".


"silahkan nyonya berbaring di brangkar". perintah dokter Salla


"ada keluhan nyonya". tanya dokter Salla


Laura menceritakan jika perut semakin membesar dan pertanyaan itu membuat dokter Salla dan Alex tersenyum, kemudian dokter Salla mengolesi gel pada perut Laura dan melakukan USG. dokter Salla memerintahkan Laura melihat ke arah monitor

__ADS_1


"lihatlah nyonya mereka sangat sehat".


"maksud dok". tanya Laura


"bayi anda" jawab dokter Salla


"bayi bukankah aku keguguran". tanya Laura penasaran


lalu Alex menceritakan bahwa dia terpaksa harus membuat berita dirinya keguguran agar anak mereka selamat, dan alasan Alex tidak memberitahu rencana adalah agar Laura bersedih dan benar benar kehilangan janinnya agar penjahat itu percaya. Laura tersenyum bahagia bahwa dia masih mengandung apalagi bayinya kembar


"aku bahagia sayang mereka masih ada di dalam sini". Laura mengusap perutnya dan air mata kebahagiaan menetes dari mata Laura


setelah melakukan pemeriksaan dokter menjelaskan kondisi bayinya dan membuat resep vitamin untuk Laura


"dok apa sudah boleh melakukannya". tanya Alex


"sudah tuan, tapi pelan pelan saja dan jangan keseringan". jawab dokter Salla


"melakukan apa". tanya Laura yang tidak tau arah pembicaraan Alex dan dokter Salla


"tidak ada baby". jawab Alex dengan senyuman senang bahkan sudah menyusun rencana untuk nanti malam


di perjalanan menuju mobil Alex senyum senyum sendiri dan itu membuat Laura semakin curiga kepada Alex


"sayang melakukan apa yang kamu tanyakan tadi". Alex mengabaikan pertanyaan Laura dan membuka pintu mobil untuk Laura dan Alex juga masuk.


di dalam perjalanan Alex memberitahu Laura untuk menggunakan pakaian yang lebar agar si kembar selamat dan Laura menyetujui saran Alex dan Alex juga menyuruhnya di kamar saja untuk kebaikan Laura dan anak anak, Alex juga menceritakan jika ada penghianat di rumah mereka, awal Laura tidak setuju jika dia harus di kamar terus tapi mengingat anaknya akhirnya Laura setuju, di perjalanan tangan Alex mengusap perut Laura dan tiba tiba sebuah di jahil muncul


"eugh". erang Laura saat Alex tiba tiba meremas si Tina dengan kencang


"sayang apa yang kamu lakukan". sentak Laura dan mencubit tangan Alex


"pemanasan baby". jawab Alex santai sedangkan Laura cemberut dengan tindakan Alex yang tiba tiba. bukannya minta maaf Alex justru tersenyum karena menurutnya saat Laura cemberut seperti itu Laura terlihat mengemaskan. Laura selalu mengusap perutnya masih tidak percaya bahwa mereka bisa bertahan. Alex membawa Laura ke sebuah rumah yang letaknya di tengah hutan


"sayang ini rumah siapa". tanya Laura

__ADS_1


"baby nanti saat kamu sudah melahirkan tinggal di sini untuk sementara waktu sampai aku menyelesaikan semua masalah ini". Alex berbicara sambil mengusap kepala Laura


"Kenapa tidak sekarang saja". tanya Laura


Alex menjawab jika Laura menghilang sekarang akan membuat mereka curiga dan Alex juga harus mencari waktu yang tepat untuk membalas semuanya. Alex mengajak Laura masuk ke rumah tersebut. Laura terpana dengan isi di dalamnya walaupun terlihat biasa saja dari luar seperti tidak berpenghuni tetapi di dalam sangat indah bahkan di halaman belakang terdapat sebuah taman bunga dan kolam ikan.


"baby kamu menyukai". tanya Alex


"aku sangat menyukai, aku rasa aku akan betah tinggal di sini". jawab Laura


"bagaimana jika kita tinggal di sini saja bersama anak anak kita". sambung Laura


"bisa saja baby tetapi ini terlalu jauh dari pemukiman warga, jika kamu menginginkan rumah seperti ini aku bisa membuatkan untukmu di kota". jawab Alex


"bukan hanya rumahnya saja tetapi suasananya". Laura berbicara sambil melihat ke sekeliling lalu berhenti di depan kolam ikan, Alex memeluk Laura dari belakang


"baby apa kamu bahagia hidup bersamaku". tanya Alex


"kenapa bertanya seperti itu". tanya Laura balik


"karena aku membawamu secara paksa". Laura terseyum dan menghadap ke arah Alex dan mengalungkan tangannya


"awalnya aku tidak menyukainya tapi dengan kamu membuktikan ke sungguhanmu untuk memperbaiki rumah tangga ini, aku mulai mempercayaimu bahwa kamu akan membawakanku sebuah kebahagiaan, jadi aku bahagia". jawab Laura dan mencium bibir Alex sekilas


"lalu dengan Delon". tanya Alex


"aku sudah tidak memiliki rasa lagi kepadanya pasti dia juga bahagia bersama istrinya". jawab Laura


Alex mengendong Laura dan membawanya ke dalam rumah dan menuju ke sebuah kamar yang sangat indah secara perlahan Alex menurunkan Laura ke ranjang dan setelah itu Alex mendekatan wajahnya di perut Laura


"anak anak yang pintar ayah pinjam mama sebentar jangan nakal di dalam". Alex berbicara dan mencium perut Laura.


kini Alex menatap Laura dengan intens sedangkan Laura mulai gugup saat Alex mulai mendekatinya.


💙💙💙💙

__ADS_1


maaf telat update


jangan lupa beri dukungan Kalian berdua like , komen, Hadiah, vote dan juga favorit agar tidak tertinggal updatean


__ADS_2