
Gunawan geram dengan perkataan Maya yang menanyakan soal cintanya kepada, tapi kesalahan yang telah di buat Maya tidak bisa di maafkan.
"secintanya seseorang jika orang yang dia cintai melakukan kesalahan yang sangat fatal pasti rasa cintanya akan hilang dan berganti dengan rasa kecewa Maya". jawab Gunawan sambil mengusap darah yang keluar dari sudut bibir Maya dan langsung menodongkan pistol di kepala Maya. Maya dapat melihat kemarahan di mata Gunawan.
bugh
Maya mendengar aset Gunawan, Maya menggunakan kesempatan itu untuk lari saat Gunawan merasakan kesakitan. ketakutan terlihat jelas di mata Maya bahkan tubuhnya sudah berkeringat dingin
"aku tidak ingin mati". monolog Maya bersembunyi karena setiap pintu sudah di kunci oleh Gunawan, bahkan pelanyan juga tidak ada di rumah.
Gunawan berjalan dengan santai menelusuri rumah itu untuk mencari keberadaan Maya, Maya yang mendengar langkah kaki mendekat membuatnya ketakutan dan susah payah menelan salivanya.
"Maya istriku tersayang di mana kamu". panggil Gunawan dan panggilan itu terasa menyeramkan bagi Maya
"tidak perlu takut sayang, aku hanya ingin kamu membayar perbuatan mu saja". sambung Gunawan
saat tidak terdengar suara Gunawan Maya menyembulkan kepalanya untuk melihat apakah Gunawan masih ada di sana, Maya bernafas lega saat tidak melihat Gunawan
"huffh untung dia sudah pergi". Maya mengelus dadanya
"aaaa". teriak Maya saat mendapati Gunawan sudah ada berada di sampingnya
tanpa menunggu lama Gunawan mencengkram rambut Maya dan menyeretnya menuju kamar
"lepaskan aku , kamu sudah gila ha". teriak Maya berusaha melepaskan rambut yang di tarik oleh Gunawan bahkan rasanya sudah seperti terkelupas dan saat sudah sampai kamar Gunawan menghempaskan Maya ke kasur dan langsung mengikatnya. Maya panik saat tangan dan kakinya sudah terikat di sisi ranjang.
"kamu sudah gila mas". teriak Maya
"kamu yang sudah membuat ku gila". balas Gunawan sambil melepas sabuknya
"aku istrimu, kamu jangan gila, jika kamu mau anak aku akan melahirkan untuk mu mas, tapi lepaskan aku". Maya berusaha membujuk Gunawan
"anak, itu dulu Maya dan sekarang aku ingin kamu merasakan apa yang di rasakan oleh adikku, dan soal anak aku bisa mendapatkannya dari wanita lain". jawab sinis Gunawan
"mas ku mohon aku masih sanggup melahirkan sepuluh anak untukmu". sambung Maya
cetar
"argh" teriak kesakitan Maya
Gunawan tidak menanggapi omongan Maya sama sekali karena cintanya sudah tertutup dengan rasa kecewanya
cetar
cetar
cetar
cetar
suara cambukan dan teriakan kesakitan terdengar jelas di kamar itu, Maya sudah merasakan tubuhnya seperti remuk akibat cambukan Gunawan, mulutnya sudah tidak mampu untuk berbicara Maya hanya bisa meneteskan air mata.
__ADS_1
cetar
cetar
setelah puas mencambuknya Gunawan membuang sabuk itu dan mengeluarkan pistol dan mengarahkan tepat di jantung Maya, Maya yang melihat itu hanya menggelengkan kepalanya.
dor
dor
dor
tembakan ketiga membuat Maya tak sadarkan diri, setelah membunuhnya Gunawan keluar dari rumah itu dan membakarnya untuk menghilangkan jejak. Gunawan mengendarai mobil dengan kecepatan tinggi dan berhenti di sebuah pemakaman.
"Maya seandai kamu buka pembunuh adikku, aku tidak akan membunuhmu, bagiku nyawa di bayar nyawa". Gunawan menetes air mata, tidak dapat di pungkiri dia sangat mencintai Maya tapi cintanya tidak terbalaskan selama ini. Gunawan langsung turun dari mobil dan menuju ke makam adiknya , saat sampai di depan makam adiknya Gunawan mengelus makam itu.
"Karina kamu tenang di sana ya, kakak sudah memberi pelajaran kepada orang yang membunuhmu". Gunawan mengelus makam itu dengan senyuman. setelah menghabiskan waktu cukup lama akhirnya Gunawan meninggalkan makam sang adik dan menuju ke markas Strart Black.
sedangkan di rumah Gunawan api telah melahap rumah itu bahkan tidak ada yang tersisa sedikitpun.
💙💙💙💙💙💙
ke esokan paginya, Laura mengeliat dalam pelukan seseorang, dengan mata yang masih tertutup Laura mengendus bau yang saat familiar dan membuka matanya, Laura terseyum saat melihat wajah tampan Alex dan mengelus pipinya.
"tuan mafia ini dirimu kan bukan mimpi". Laura mencolek colek pipi Alex , Alex yang sedang tertidur terbangun dan memegang tangan lembut Laura dan terseyum.
"selamat pagi baby". sapa Alex dan mencium bibir Laura kemudian membawa Laura ke dalam pelukannya
"aku sedang tidak bermimpikan". Alex terkekeh saat Laura berbicara seperti itu
oek
oek
oek
Laura langsung bangun dan menuju ke arah box anak anak mereka, ternyata yang menagis Andreana, Laura mengendongnya lalu duduk di sisi ranjang dan memberikan ASI untuk Andreana.
oek
oek
oek
Andra menangis, Alex langsung menghampiri putranya sedangkan Arden masih nyaman dengan tidur, Alex mengecek Popo Andra ternyata sudah penuh. Alex langsung membaringkan Andra di kasur dan mengganti popoknya sedangkan Laura yang melihat Alex sangat mahir dalam mengurus putranya terseyum.
"sayang kamu sangat mahir dalam mengurus bayi". tanya Laura dan alex menegakkan tubuhnya saat mendengarkan panggilan Laura dan terseyum
"saat aku tau akan memiliki anak kembar, aku belajar cara mengurus bayi agar nanti kamu tidak kecapekan saat mengurus mereka bahkan kita dapat tambahan satu anak lagi". Alex terseyum sambil meminang nimang putranya.
Andreana yang sudah kenyang langsung di kembalikan ke dalam box karena tertidur kembali.
__ADS_1
"Andra bawa sini sayang, biar aku berisi ASI". Alex menyerahkan putranya dan melihat kegiatan yang putranya lakukan.
"baby seperti Arden sangat anteng". tanya Alex
"mungkin anak itu akan menjadi yang tidak rewel". jawab Laura.
dengan jahilnya Alex menganggu putranya yang sedang menikmati sumber kehidupannya, sehingga membuat Laura jengkel
plak
Laura memukul tangan Alex yang jahil karena menarik aset agar terlepas dari mulut putranya
"baby kenapa di pukul". protes Alex
"jangan menganggunya". jawab Laura dan Alex cemberut
"itukan milikku baby". Alex menoel noel aset Laura
"ini milik ketiga anakku". jawab Laura ketus
"mereka juga anakku". Alex tidak terima saat Laura hanya menyebut hanya anaknya saja
"aku yang melahirkan mereka". Andra yang sedang meminum ASI tidak terganggu dengan perdebatan kecil antara Laura dan Alex
"tanpa kecebong ku yang super dan kuat kamu tidak akan jadi mereka". Alex tidak mau kalah dengan Laura
Laura menghela nafasnya sepertinya sifat Alex yang tidak mau kalah akan berlanjut perdebatan ini jika dirinya tidak mengalah.
"karena kita berdua mereka ada di sini sekarang". jawab Laura , Alex terseyum saat mendapatkan jawaban dari Laura
setelah puas mengganggu Andra Alex beralih menganggu Arden karena anak itu tidak bangun bangun. Arden yang terganggu akan sentuhan yang di berikan Alex langsung membuka matanya dan menguap kecil.
💙💙💙💙
Yuk mampir di karya yang aku bawa ini, ceritanya sangat bagus dan sangat menarik untuk menemani hari hari kalian
judul : My Lucky System
karya : Black Rose
Seorang gadis miskin nan bodoh yang terjebak untuk menyelesaikan misi dalam sebuah game. Rasa frustasi yang memuncak membuat Mila nekat memakai uang hasil kerja kerasnya kemarin untuk membeli kuota. Bermodalkan ponsel lawas dan beberapa giga kuota, Karmila berhasil mendownload sebuah game yang berjudul 'My Kepet pet'. Game ini adalah sebuah game pertarungan hewan dan permainan misi dengan iming-iming berhadiah uang.
"Keren nih game, bisa dapet duit beneran nggak ya? Coba aja lah, aku lagi frustasi."
Ponsel Mila telah menyala, menampilkan gambar-gambar dengan warna dan suara yang menarik. Mila sangat asyik bermain game tersebut, beberapa saat kemudian notifikasi gagal terdengar keras.
Tet Tot !!!
What?! Aku kalah? Bahkan game pun nggak rela aku menang?" Mila melongo melihat kegagalannya.
"Aaaa ... inj sungguh tidak adil!!!" Teriak Mila.
__ADS_1
Bagaimakah cara Karmila menyelesaikan semua misinya demi mendapatkan hadiah uang tunai? Siapakah pemilik game tersebut?