
Andra dan Tasya masuk ke rumah orang tua mereka, Laura terseyum saat melihat putranya dan menantunya masuk.
"yah ma selamat malam". ucap Andra menyalimi kedua orang tuanya yang di ikuti Tasya
"akhirnya yang di tunggu datang juga". ucap Laura
Ana dan Arden turun ke bawah menghampiri kedua orang tuanya dan juga kakaknya. Laura mengajak mereka untuk makam malam karena semua sudah berkumpul. mereka menikmati makanan dengan tenang, Tasya menikmati makanan dengan lahap apalagi sudah dari kemarin dia ingin makan makanan yang di buat oleh mama mertuanya itu.
"masakan mama enak banget". puji Tasya
"bisa saja kamu nak, makan yang banyak mama masak banyak hari ini". ucap Laura sambil mengambil sayuran lalu di letakan di piring Tasya
"hmmm sekarang yang di perhatikan Tasya ". ucap Ana
"iri aja Lo Ana aku di sini tidak lama jadi wajar kalau di perhatikan". jawab Tasya
Laura hanya mengelengkan kepalanya melihat interaksi Ana dan Tasya memang sejak kecil jika Tasya makan di sini dan Laura memerhatikan Tasya maka Ana akan merajuk.
"sudah sudah sebaiknya lanjut makan". ucap Laura
setelah selesai makan mereka semua berkumpul di ruang tamu dan berbincang bincang
"Arden mulai besok kamu harus belajar berbisnis dan menjalankan Kantor". ucap Alex karena putranya yang satu itu sangat sulit untuk melanjutkan bisnis ayahnya
"yah Arden sudah bilang Arden tidak mau berurusan dengan kantor". jawab Arden
"ma yah kedatangan kami kesini punya kabar untuk mama dan ayah". ucap Andra
"kabar apa". tanya Alex
Andra menyerahkan sebuah amplop dan Alex langsung mengambil amplop itu lalu membukanya , Laura yang ada di samping Alex melebarkan matanya saat tau apa isi dari amplop itu.
"ini benaran". tanya Laura yang masih tidak percaya
"iya ma itu bener". jawab Tasya dengan terseyum
"mas kita akan jadi kakek dan nenek". ucap Laura yang sangat bahagia sambil melihat hasil USG itu
"apa jadi kamu hamil sya". tanya Ana yang juga terkejut
__ADS_1
"iya sya, aku juga tidak percaya tapi setelah tadi pagi periksa ke dokter dan aku memang hamil". jawab Tasya
"ay ampun aku akan jadi aunty". ucap Ana
"berapa bulan". tanya Laura sambil mengusap perut Tasya yang masih datar
"baru satu bulan". jawab Tasya
"jaga istrinya dengan baik ndra apalagi baru satu bulan masih rentan dan jika harus punya stok kesabaran yang banyak karena hormon ibu hamil itu berubah ubah". nasehat Alex kepada putranya itu dan itu mengingatkan Alex saat Laura hamil tetapi dirinyalah yang mengalami gejala kehamilan.
"iya yah Andra akan menjaganya Tasya dan calon anak kami dengan baik". jawab Andra
keluarga Alex sangat bahagia saat mendengar kabar kehamilan Tasya apalagi itu adalah calon cucu pertama dalam keluarganya, Andra juga sangat bahagia ketika Tasya hamil secepat itu tetapi mereka berdua sangat bersyukur atas kehadiran calon akan mereka. Laura menasihati Tasya apa yang harus di lakukan saat hamil dan harus sabar saat mengalami morning sickness karena di wajar di trisemester pertama apalagi nanti saat Tasya mengalami perubahan bentuk di bagian beberapa tubuh. Tasya mendengarkan dengan baik apa yang di sampaikan oleh mamanya itu, Tasya sangat bersyukur memiliki mertua yang baik dan tidak menuntut apapun darinya.
sedangkan di tempat lainnya
"ini sudah satu bulan kenapa belum kamu lakukan rencana". tanya seorang wanita
"sabar ma sebentar lagi aku harus mengambil kepercayaan keluarga itu dan itu sudah aku dapatkan tinggal melaksanakan rencananya". jawab anaknya
"Bagus mama tidak mau ada kegagalan lagi". ucap wanita itu sambil menghisap rokoknya
"kamu tenang saja mama juga tidak merokok di hadapan Nadia, mama juga tidak bisa berhenti merokok karena dengan ini mama bisa merasakan ketenangan”. jawab wanita itu
"kapan kamu akan menikahi Ana". tanya wanita itu
"besok aku mau menemui om Alex dan mengatakan ingin melamar Ana". jawab pria itu sambil menutup tabletnya
"cepat laksanakan dan jangan merubah rencana anggap saja ini sebagai baktimu terhadap karena sudah merawat mu dari kecil sampai sekarang". ucap wanita itu lalu meninggalkan putranya
pria itu masuk ke kamarnya dan melihat Nadia yang sendang melamun.
"kenapa hmm". tanyanya
"aku datang bulan tadinya aku pikir hamil karena telah ternyata tidak". jawab Nadia dan meletakan kepalanya di pundak suaminya
"jangan bersedih nanti kita usaha lagi". ucap pria itu
"tapi aku capek apalagi saat dengar tetangga mengatakan jika aku mandul". jawab Nadia sambil meneteskan air matanya
__ADS_1
"sudah jangan dengarkan apa kata mereka". pria itu mengusap air mata istrinya lalu mengecup kedua mata istrinya
"mas nanti jika kamu sudah berhasil menikah dengan Ana jangan lupakan aku, berjanjilah padaku jangan menyentuhnya". mohon Nadia dan pria itu hanya diam saat mendengar perkataan istrinya yang terakhir
"mas berjanjilah". tuntut Nadia
"iya mas janji tidak akan menyentuhnya dan Nadia terseyum saat mendengar jawaban dari suaminya
"terima kasih mas". ucap Nadia sambil memeluk erat suaminya yang kemudian mendapat balasan pelukan dari suaminya itu.
pria itu mengusap punggung istrinya dan menyandarkan dagunya di atas kepala istrinya.
"sekarang tidurlah ini sudah malam". Nadia menganggukan kepalanya
pria itu menarik selimut untuk menutupi tubuh mereka agar tidak kedinginan saat Nadia sudah terlelap, pria itu membayangkan sudah satu bulan ini dia mendekati Ana dan keluarga dan itu membuahkan hasil tetapi Ana sendiri seperti masih menjaga jarak darinya.
"semoga saja om Alex merima lamaranku dan om alex bisa membujuk Ana agar menerima lamaran ku". setelah mengatakan itu pria tersebut menatap istrinya
"apa aku bisa memenuhi janjiku yang tidak menyentuh Ana nantinya bagaimanapun aku pria normal dan sudah lama aku juga mengharapkan kehadiran seorang Anak, untuk menjaga cintaku hanya untukmu aku bisa melakukannya bagaimanapun kamu adalah orang yang sangat penting dalam hidupku Nadia tapi tidak menyentuh Ana aku tidak tau, aku tau menikahinya untuk balas dendam kepada keluarga tapi tidak masalah jika memiliki anak dengan Ana setelah Ana melahirkan aku bisa melenyapkan Ana". monolog pria itu lalu mencium kening istrinya lalu memejamkan matanya
di tempat yang berbeda seseorang sedang terbaring dengan berbagai macam alat medis yang menempel pada tubuhnya setiap hari dokter maupun perawat mengecek kondisi pasien.
tit tit tit tit
di layar detak jantung pasien sangat normal tapi tiba tiba berubah sehingga membuat suster memanggil dokter.
"sus siapkan defibrillator". perintah dokter
"siap dok". jawab suster itu dan langsung menyiapkan apa yang di minta dokter itu
dokter berusaha semaksimal mungkin untuk mengembalikan detak jantung pasien dan terjadi ketegangan saat detak jantung tidak kembali normal
"semakin melemah dok". ucap suster tersebut
"tambahkan ketegangannya". ucap dokter itu.
"baik dok"
dokter mencoba lagi untuk menyelamatkan pasien sehingga
__ADS_1
tuuuuuuuut..........