Tuan Mafia

Tuan Mafia
Tuan Mafia S2- Dunia Berputar


__ADS_3

Bunga yang sangat senang karena di terima di sebuah perusahaan padahal baru pertama kali melamar pekerjaan. Bunga pulang dengan hati yang senang, Bunga mengeluarkan ponselnya dan menghubungi temannya untuk mengizinkan dirinya bahwa besok dia tidak bisa masuk lagi dan jika pekerjaannya sebagai seketaris tidak terlalu sibuk mungkin dia masih bisa masuk kuliah jika sibuk kemungkinan dia akan mengambil cuti karena Bunga berpikir jika dia berhenti akan sayang karena sebentar lagi dia masuk ke tahap Skripsi dan sekarang masih tahap pengajuan judul.


"wow bertemu dengan siapa ini". ucap seorang wanita dengan perut besar dan Bunga menatap malas wanita yang berdiri di depannya ini


"apa yang dia lakukan di sini". monolog Bunga dalam hati karena mereka berada di lobi apartemen tempat Bunga tinggal


"pakai baju putih dan rok hitam serta bau panas matahari pasti habis cari pekerjaan ya". ejek wanita itu


"bagaimana hidup tanpa fasilitas mewah kasihan sekali dulu hidup enak jika menginginkan sesuatu maka tinggal minta dengan ayah tapi sayang sekarang ayahnya hanya menyanyi ku dan juga anak di dalam kandungan ku". sambung wanita itu dan Bunga terkekeh mendengar ucapan wanita itu


"dengar pembantu murahan jika murah mau di balut pakai berlian atau barang barang mah akan tetap murahan, kau". ucap Bung dan menunjuk wanita itu


"kau itu hanya modal ************ doang untuk hidup enak jika tidak menggunakan itu kami tidak akan bisa hidup enak, dasar murahan dan tidak tau diri". ucap Bunga dan menekan setiap kata


"silahkan nikmati apa kamu dapat sebelum menghilang karena sesuatu yang di dapat dengan cara tidak baik maka tidak akan bertahan lama". sambung Bunga dan wanita itu mengepalkan tangannya


Bunga menatap bingung pada wanita itu yang tiba tiba duduk di lantai dan memegang perutnya.


"augh". ringis wanita


"Santi". teriak seorang pria paruh baya


"mas sakit". ucap Santi pada pria


"kenapa bisa seperti ini". tanyanya


"tadi aku bilang sama bunga jika dia bisa kembali ke rumah tanpa tapi dia bilang dia akan kembali ke rumah jika tidak ada aku mas, terus aku bilang jika aku pergi bagaimana dengan anakku karena aku ingin anakku merasakan kasih sayang lengkap terus dia bilang bunuh saja anak itu akhirnya dia mendorongku hiks hiks sakit mas apa salah ku kenapa dia melakukan ini padahal aku sudah berusaha menjadi ibu yang baik untuknya aku tau umurku dua tahun di bawahnya". ucap Santi sambil memeluk suaminya dan memegang perutnya


Raka langsung berdiri dan menatap putrinya dengan tajam


"apa ayah mau menampar ku , ini". ucap Bunga sambil menyodorkan pipinya ketika ayahnya mengangkat tangannya


"Bunga ayah tidak tau apa yang membuat mu seperti ini kenapa sikap mu kasar seperti ini". ucap Raka


"karena ayah juga berubah karena dia, dan ayah tidak tau dia wanita yang seperti apa". jawab Bunga

__ADS_1


"sebaiknya ayah daftar saja istri murahan ayah ini untuk menjadi pemain film karena aktingnya sangat bagus dan memainkan drama dengan baik". sambung Bunga


"bunga apa salahku, selama ini aku tidak pernah menyakitimu kenapa kamu membenciku tapi itu tidak masalah tapi tolong terima anak yang sedang aku kandung karena bagaimanapun dia adikmu". ucap Santi yang sudah berdiri di samping suaminya


"jangan harap karena belum tentu itu anak ayahku". jawab Bunga


"jika kedatangan kalian kemari untuk mencari ribut silahkan pergi dan satu lagi ayah, ayah tidak bisa mengambil apartment itu karena itu peninggalan almarhum mama dan jika ayah ingin memberikan semua harta ayah kepada wanita ini dan juga anaknya silahkan karena aku masih bisa mengurus hidupku tanpa uang dari ayah, tapi ingat satu hal ayah jangan menyelas setelah tau dia wanita seperti apa". ucap Bunga lalu meninggalkan ayahnya serta Santi


Raka menatap punggung putrinya yang mulai menjauh, dulu anak yang membawa kebahagian di dalam pernikahannya dan anak yang dia sayangi sepenuh hati, bercanda bersama sama dan anak yang begitu manja padanya di bandingkan dengan mamanya lalu sekarang putrinya sangat jauh darinya


"mas". panggil Santi saat melihat Raka menatap putrinya


"sebaiknya sekarang kita ke rumah sakit San". ucap Raka


"tidak perlu mas karena sudah tidak sakit tadi sepertinya hanya terkejut saja". jawab Santi


"aku takut dia kenapa kenapa". ucap Raka dengan cemas


"apa mas lupa dia akan yang kuat karena dulu beberapa kali Bunga mencoba melenyapkannya tapi tidak berhasil". ucap Santi dengan sedih


"tidak apa apa mas". jawab Santi


Raka dan Santi meninggalkan lobi apartemen tempat tinggal Bunga.


Arden sudah berpenampilan sangat rapih karena hari ini ada acara MAPALA di kampus. Arden melirik jam tangannya menunggu Anissa keluar dan saat ini Arden sedang duduk di teras rumah Anissa


"maaf lama". ucap Anissa saat sudah berdiri di samping Arden


"ya tidak apa, aku juga baru sampai". ucap Arden dan Anissa menatap penampilan Arden yang sangat berbeda


"beruang kutub kamu tidak salah pakai bajukan". tanya Anissa


"tidak, emangnya kenapa". tanya Arden


"ya aneh saja sih kamu berpenampilan rapih seperti ini seakan akan kamu akan pergi kencan padahal kita mau ke kampus dan acaranya Wall Climbing". ucap Anissa

__ADS_1


"hmmm tidak apa apa sih akukan ketuanya hanya mengawasinya saja tidak akan Ikut turun". jawab Arden sambil mengusap tengkuknya


"owh"


"ayo berangkat". ajak Arden


Anissa langsung melingkarkan tangannya tanpa di minta oleh Arden dan Arden tersenyum saat Anissa langsung melingkarkan tangannya di perutnya. Arden melajukan motornya dengan kecepatan sedang.


"nikmati saja waktu kebersamaan ini sebelum Sandiwara ini berakhir". monolog Anissa


saat sampai di kampus Arden mengandeng tangan Anissa menuju tempat wall climbing. perlakukan Arden tidak luput dari pengelihatan anak anak MAPALA terutama anggota perempuan yang sangat ingin berada di posisinya dan juga Yusuf yang ada di sana memperhatikan bagaimana Arden menggengam tangan Anissa dengan erat dan Anissa yang membalas genggaman tangan itu, kenapa Yusuf ada di sana karena dia sebagai dosen penanggung jawab organisasi MAPALA. Anissa dan Arden berjalan dengan dengan senyum yang mengembang.


"bro mulai menunjukkan kemesraan ini". ucap Leo


"sekali kali lah". jawab Arden


"ini tadi aku dapat titipan dari temannya Bunga". ucap Leo dan memberikan sebuah amplop


"itu Surat pengunduran diri Bunga menjadi anggota MAPALA dan ini Uang Kas serta catatan pengeluaran dan dana yang masuk". sambung Leo


"jadi kita harus cari bendara yang baru dan yang kerjanya seperti bunga walaupun selama ini kita tau bahwa dia anaknya yang suka belanja tapi tidak pernah korupsi uang kas, aku tadi sudah mengecek apa saja yang di catat oleh Bunga". leo menjelaskan


"kenapa dia keluar". tanya Arden


"tidak tau temannya hanya bilang kemungkinan besar dia sudah tidak akan bisa mengikuti kegiatan karena dia tidak punya banyak waktu kosong". jawab Leo


"bro pacarmu saja yang di jadikan bendahara". ucap Leo dan Anissa yang mendengar kata pacar terseyum


"boleh". jawab Arden


"Anissa jadi bendahara ya menggantikan Bunga". ucap Arden


"aku mau tapi sebaiknya di musyawarahkan dengan anggota yang lain dulu". jawab Anissa


"oke nanti setelah acara ini selesai kita Kumpul dulu". ucap Arden

__ADS_1


Yusuf yang sedang duduk di salah satu bangku terus menatap ke arah Anissa Dan Arden yang sedang mengobrol.


__ADS_2