
"LAURA". teriak Alex saat tidak menemukan Laura dan baru menyadari bahwa dirinya di kerjai oleh Laura, Alex dapat mendengar tawa Laura di dalam rumah, Alex langsung masuk
"baby kamu mengerjaiku". tanya Alex
"hahahaha". tawa Laura pecah
"baby kemari kamu". perintah Alex
"tidak mau wleeee". Laura mengejek Alex dan mengulurkan lidahnya
"rasakan, emang enak itulah yang aku rasakan saat kamu mengerjaiku untuk memasak berulang kali". jawab Laura dengan berlari menghindari kejaran Alex
"jadi ceritanya kamu mau balas dendam baby, hmmm". Alex mengejar Laura
Mereka berdua kejar kejaran di ruang tamu, tawa bahagia dirasakan oleh mereka, Alex merasa senang saat Laura kembali ceria lagi. sedangkan para pelayan yang melihat tuan dan nyonya nya hanya tersenyum bahagia, karena sebelumnya rumah ini terasa sepi dan mereka bernafas lega saat melihat tuannya tertawa lepas karena sebelumnya belum pernah tertawa seperti itu.
"lihat saja tidak lama lagi tidak ada kebahagiaan di wajah kalian". monolog seseorang saat melihat kebahagiaan di wajah Laura dan Alex.
Laura yang mulai kelelahan larinya semakin melemah dan Alex tidak menyiakan kesempatan itu
"akhirnya tertangkap juga kamu baby". ucap Alex saat menangkap Laura dan mengendongnya
"turunkan aku". protes Laura, Alex membawa Laura ke kamar mereka, setelah sampai di kamar Alex merebahkan Laura di ranjang dan menarik selimut untuk Laura
"istirahatlah baby, kamu tidak boleh kelelahan". perintah Alex
"temani". Laura berbicara dengan manja, akhirnya Alex ikut merebahkan dirinya di samping Laura
lalu Laura membawa tangan Alex ke perutnya
"andai dia masih ada pasti dia sangat senang saat ayahnya mengelusnya". Laura berbicara sambil menatap tangan Alex yang ada di perutnya dan Alex memasukkan tangan kedalam baju Laura kemudian mengusap usapnya
__ADS_1
"jangan bersedih lagi pasti nanti kita punya anak yang lucu lucu". Laura merasa nyaman saat Alex mengusap perutnya
"maafkan ayah ya nak, harus menyembunyikan kalian dari mama juga". Alex tersenyum tipis dan tetap mengelus perut datar Laura.
setelah Laura tertidur Alex turun kebawah dan menemui koki dan memerintahkan untuk menyiapkan makanan malam yang bergizi dari sayuran, daging dan buah buahan. Alex meminta sebuah makanan yang di olah masih dalam keadaan segar sehingga baik untuk di konsumsi. setelah itu Alex kembali ke kamar dan memandangi wajah Laura yang menurutnya berita manis.
💙💙💙💙
di tempat lain tepatnya di sebuah hotel terdapat seorang wanita dan pria.
"Om Sintia butuh uang". ucap Sintia
"berapa". jawab Bagaskara
"seratus juta". jawab Sintia
lalu Bagaskara mentransfer sejumlah uang yang di minta oleh Sintia, setelah itu Bagaskara menyuruh Sintia duduk di pangkuannya dan Sintia pun menurut
"selama om bisa memenuhi kebutuhan Sintia maka Sintia tidak akan menganggu Alex dan istrinya". jawab Sintia dengan menahan suaranya
"umhh". erang Sintia saat Bagaskara mengelus goanya dengan intens
kemudian Bagaskara menurunkan resleting baju Sintia hingga membuat baju yang digunakan Sintia melorot ke perutnya dan menampakan si kembar milik Sintia yang masih terbungkus. Bagaskara mencium bibir Sintia dan ********** sendangakan Sintia mengikuti permainan Bagaskara, dia meninggalkan beberapa jejak di leher Sintia.
pletak
Bagaskara melepaskan pelindung si kembar sehingga si kembar tergantung bebas, kemudian Bagaskara merebahkan Sintia di sofa dan melepaskan sisa pakaian yang melekat di tubuh Sintia dan Bagaskara sendiri hanya melepaskannya bagian bawahnya. setelah beberapa lama pemanas Bagaskara menyatukan dirinya dengan Sintia
"hmmm". erang Sintia saat penyatuan itu terjadi
Bagaskara menikmati kegiatan mereka, apalagi saat melihat Sintia yang berantakan membuat semakin bergairah.
__ADS_1
Bagaskara mengingat saat pertama kali menyentuh Sintia dialah yang mengambil mahkota milik Sintia , pada saat itu dia sangat merindukan istrinya yang telah tiada, sejak saat istrinya meninggal Bagaskara tidak pernah bermain wanita karena dia sangat mencintai istrinya dan istrinya meninggal saat Mex berumur 18 tahun, Hingga dihari kematian istirnya yang ke lima tahun dia menemukan sebuah fakta yang membuatnya kecewe yaitu dimana istrinya tidak pernah mencintainya dan beberapa kali istrinya mencoba melenyapkan Mex yaitu anak mereka berdua, istrinya tidak ingin memiliki keturunan dari Bagaskara. marah tentu saja tapi Bagaskara tidak bisa melampiaskan kemarahannya kepada istrinya yang telah tiada Hingga Bagaskara mendatangi sebuah club, tepat saat itu di club terdapat gadis yang masih suci lalu Bagaskara membeli dan meniduri gadis itu, Bagaskara yang tidak pernah menyalurkan hasratnya untuk menghoramati istrinya dia langgar karena rasa kecewanya, membuat dia malam itu sangat bersemangat untuk menyalurkan hasratnya pada seseorang gadis yang baru berumur dua puluh tahun.
"Sintia rasamu masih sama saat aku menyambar mahkotamu". ucap Bagaskara yang masih melakukan aktivitas sedangkan Sintia hanya bisa menikmati apa yang Bagaskara lakukan terhadapnya.
setelah lama akhirnya Bagaskara sampai di puncak, setelah selesai Bagaskara langsung menarik celananya, sedang Sintia masih terbaring lemas di sofa.
"jangan lupa minum obat penunda kehamilan karena tadi saya tidak pakai pengaman". perintah Bagaskara
"iya om". jawab Laura yang masih terbaring di sofa.
lalu Laura berjalan kearah kamar mandi untuk membersihkan dirinya, Sintia memilih untuk berendam terlebih dahulu karena merasakan badan lengket, remuk dan tentu sangat lelah. tiga puluh menit Sintia keluar dari kamar mandi dengan handuk yang melilit di tubuhnya. saat Sintia keluar dia tidak menemukan keberadaan Bagaskara, lalu dia mengambil pakaian yang berserakan di lantai dan memakainya, setelah itu mengambil obat penunda kehamilan di tas dan meminumnya. Sintia duduk di tepi ranjang dan mengeringkan rambutnya.
💙💙💙💙💙💙
Gunawan yang sedang berada di kamarnya menatap sebuah foto dan mengusapnya
"Hay Karina, apa kabar adek kesayangan kakak, maafkan kakak yang tidak pernah datang ke makammu". Gunawan menatap foto itu dengan sendu
"kamu jangan khawatir ya , semua keturunan Mahendra akan kakak lenyapkan, tidak ada satupun dari mereka yang hidup, karena Mahendra kakak kehilangan kamu dek". Gunawan berbicara dengan foto adeknya
"bagaimanapun caranya mereka harus lenyap". Gunawan memancarkan kemarahan di matanya
"mas". panggil sang isteri
"iya ada sayang". jawab Gunawan
"aku tau kamu sedih jangan terlalu sedih, sudah lama Karina meninggalkan kita"
Gunawan masih ingat bagaimana adeknya meninggal, di depan matanya sendiri Karina kehilangan nyawa, pada saat itu dunia Gunawan seakan runtuh, adek yang paling dia sayangi menghembus nafas terakhirnya. jika tau malam itu akan terjadi sesuatu dengan Karina, Gunawan tidak akan mengizinkan adekknya pergi, tapi semuanya sudah terlambat.
"sudah jangan bersedih lagi, orang yang membuat adikmu meninggal juga sudah tidak ada".
__ADS_1
"tapi keturunan masih hidup dan aku akan melenyapkannya". Gunawan berbicara dengan nada kemarahan