
setelah pulang dari rumah sakit Gio dan Nadia mampir ke rumah Farhan. saat sampai di halaman rumah Farhan. mereka melihat Ana sedang mengendong Ambika.
"mama dan papanya siapa itu". ucap Ana pada Ambika saat melihat orang tua Ambika turun dari mobil
Ambika yang melihat mamanya langsung merentang tangannya dan Nadia langsung mengambil putrinya itu.
"Ambika tidak merepotkan mu kan". tanya Nadia
"tidak, dia lucu". jawab Ana
"Abang sama ibu mama kakak ipar". tanya Gio
"ada di dalam". jawab Ana
"kalau aku masuk kedalam dulu ya, ada urusan sama Abang". ucap Gio lalu masuk ke dalam rumah
"tadi ibu bilang kamu hamil lagi ya". tanya Ana
"iya kakak ipar, padahal Ambika masih kecil". jawab Nadia
"kamu beruntung setelah melahirkan dalam waktu dekat cepat hamilnya". ucap Ana dengan sendu
"kakak ipar tau, aku dan mas Gio mendapatkan Ambika setelah lima tahun pernikahan kami, mungkin saat ini Kakak ipar belum di beri kepercayaan tapi percayalah suatu saat Kakak ipar akan mendapatkan kepercayaan itu". ucap Nadia saat melihat Ana yang bersedih dan Ana menanggukan kepalanya
setelah Gio, Nadia dan ibunya pulang Farhan mengahampiri istrinya yang sedang membaca sebuah novel dengan judul Mafia Girls Vs Ustadz Tampan karya selvi_19 dengan serius bahkan Ana tidak mengetahui kehadiran suaminya
"seperti sedang serius sekali". ucap Farhan sambil mencium dahi istrinya
"sayang sejak kapan masuk". tanya Ana yang matanya masih fokus ke novel
"sejak kamu serius dan menduakan ku Katena itu novel". jawab Farhan
"mas kalau mau mandi air dan bajunya sudah aku siapkan". ucap Ana
"aku mandi dulu, tapi nanti setelah aku selesai mandi aku mau kamu sudah selesai membaca itu Novel". ucap Farhan
"hmmm". gumam Ana
Farhan langsung masuk ke kamar mandi karena jika masih berada disana maka akan percuma saja sedangkan istri lebih fokus ke novelnya dibandingkan dengan dirinya. Farhan rasanya ingin bertemu dengan selvi_19 untuk memprotesnya karena gara gara dia istrinya lebih suka membaca novel bahkan semua novelnya hampir dibaca oleh istrinya.
Farhan membulatkan matanya saat melihat kearah tempat sampah dan tangannya mengambil sebuah benda dan itu membuat tangan Farhan bergetar. Farhan langsung keluar kamar dan memakai bajunya lalu menghampiri istrinya
"sayang kenapa di ambil aku belum selesai membacanya". protes Ana dan berusaha mengambil novel di tangan suaminya
"ayo ikut". ucap Farhan dan menarik tangan istrinya
"sayang kita mau kemana". tanya Ana
"masuk". bukan menjawab pertanyaan istrinya Farhan malah menyuruh Ana masuk ke dalam mobil
__ADS_1
Ana yang masih bingung hanya menurut saja dan masuk ke dalam mobil. Ana menatap bingung saat mobil berhenti di rumah sakit
"sayang siapa yang sakit". tanya Ana tapi Farhan tidak ada niatan untuk menjawab pertanyaan istrinya itu
Ana semakin bingung saat suaminya membawanya ke dokter kandungan
"sore dok". ucap Farhan
"sore tuan nyonya silahkan duduk". ucap dokter tersebut
"ada yang bisa saya bantu". tanya dokter itu
"gini dok tadi pagi istrinya saya memeriksa apa hamil atau tidak dan hasilnya negatif di tespeck lalu sore tadi saat saya mandi saya melihat tespeck yang digunakan istri saya tadi pagi itu garis dua". jawab Farhan dan menceritakan apa yang dia lihat tadi
"baiklah, nyonya silahkan berbaring disana saya akan memeriksanya". perintah dokter
Ana menatap suaminya dan mendapatkan anggukan. dengan perasaan tidak tenang Ana membaringkan tubuhnya, dokter menyingkap baju ana sebatas dada lalu memberikan sebuah gel di perut Ana. Ana tidak berani menatap layar monitor karena takut hasilnya mengecewakan. Ana menggengam tangan suaminya
"selamat tuan dan nyonya sebentar kali akan menjadi orang tua". ucap dokter
dan ucapan dokter itu membuat Ana langsung menatap dokter tersebut
"dok serius saya hamil". tanya Ana yang masih tidak percaya
"lihat di layar monitor itu ada yang berbentuk seperti biji kacang itu adalah janin". jawab dokter
"sayang aku hamil". ucap Ana
"iya sayang". jawab Farhan lalu mencium kening istrinya
"dok bagaimana keadaan kandungan istri saya". tanya Farhan
"keadaan baik dan janinnya tumbuh dengan sehat, untuk di bulan pertama hindari aktivitas yang membuat janin bisa keguguran". ucap dokter
"iya dok". jawab mereka berdua
setelah melakukan pemeriksaan dan menanyakan beberapa hal tentang kehamilan Ana. di sepanjang perjalanan senyum tanpa menghiasi sudut bibir keduanya
"sayang aku masih tidak percaya jika di dalam sini ada sebuah nyawa". ucap Ana sambil mengusap perut
"aku akan menjaganya dengan baik". sambung Ana dan Farhan mencium punggung tangan Ana
"dengar sayang aku tidak ingin terjadi sesuatu pada ataupun dengan anak kita jadi mas mohon tinggalkan dunia mafia itu sayang, ayahmu sendiri lebih memilih meninggalkan dunia itu untuk kebahagian dan keselamatan keluarganya, aku tau ada darah mafia yang mengalir dalam dirimu tapi mas tidak ingin kejadian waktu itu terjadi lagi". ucap Farhan
"iya sayang aku akan meninggalkan dunia Mafia ". jawab Ana
"ini baru istriku". Ucap Farhan sambil mengacak-acak rambut istrinya
"jangan di acak acak". ucap Ana sambil menyingkirkan tangan suaminya yang berada di kepalanya
__ADS_1
"sayang fokuslah menyetir kamu membawa satu nyawa lagi Lo ini". ucap Ana
"baiklah princess". jawab Farhan lalu fokus menyetir mobilnya
sesampainya di rumah Farhan menyuruh para pelayan untuk memindahkan barang barang yang ada di kamar atas ke kamar bawah
"kenapa di pindah ke kamar bawah barang barangnya". tanya Ana
"mulai hari ini kamar kita ada di bawah". jawab Farhan
"kenapa pindah ke bawah". tanya Ana
"aku tidak ingin kamu kelelahan sayang dan kita harus menjaganya dengan baik". jawab Farhan lalu mensejahterakan wajahnya dengan perut Ana dan menciumnya
"hmmm ternyata sedang menjadi ayah yang posesif". ucap Ana sambil mengusap kepala suaminya yang masih betah di menciumi perutnya
"ayo sayang duduk jangan kelamaan berdiri". ucap Farhan dan mengajak istrinya untuk duduk di sofa
setelah Ana duduk Farhan berjalan menuju dapur sedangkan Ana hanya tersenyum saat melihat keposesifan suaminya dan Ana tau suaminya melakukan itu karena tidak ingin kehilangan buah hatinya lagi dan yang pasti Ana akan menuruti suaminya demi kebaikannya dan juga kandungannya.
"ini sayang makan buahnya". ucap Farhan yang membawa buah yang sudah di potong potong
"terima kasih sayang". ucap Ana dan menerima buah itu dan langsung memakannya
drt
drt
drt
Farhan menatap layar ponselnya saat mama mertuanya menelepon
"hallo ma". jawab Farhan
"mama ingin kalian berdua nanti malam datang ke rumah ya kita makan malam bersama". ucap Laura pada menantunya itu
"iya ma nanti Farhan dan Ana datang kesana". jawab Farhan
"ditunggu kehadirannya ayah kalian ingin semua anak anaknya dan menantunya untuk kumpul bersama". ucap Laura
"iya ma kita juga ingin menyampaikan kabar gembira untuk semuanya". ucap Farhan
setelah berbincang cukup lama sambung telepon terputus
"tumben ayah ingin kita kumpul". ucap Ana
"mungkin ayah lagi kangen dengan anak anaknya apalagi sekarang anak anak sudah menikah pasti merindukan saat saat kalian kumpul bersama" ucap Farhan dan Ana menanggukan kepalanya
setelah kamar bawah siap untuk di tempati, Farhan membawa Ana masuk ke dalam kamar untuk beristirahat sebelum datang ke rumah orang tua Ana
__ADS_1