Tuan Mafia

Tuan Mafia
Mencoba Bangkit


__ADS_3

akhirnya Laura berjalan menuju ke ruang makan, Cika dan Alif yang melihat Laura Keluar dari kamar sangat senang.


"tante duduk disini". Alif menarik kursi untuk Laura dan Laura membalas dengan senyuman.


"terima kasih Alif". Laura mengusap kepala Alif


Cika mengambilkan makanan untuk Alif dan Laura mengambil makanan untuk mereka sendiri saat sedang menyiapkan makanan untuk dirinya masing masing terdengar langkah kaki.


tap


tap


tap


tap


suara sepatu bergesekan dengan lantai terdengar di rumah itu.


"mas pulang". Cika menghampiri suaminya


"iya mas rindu masakan kamu". jawab laki laki itu


"ayo mas duduk aku siapkan makanan". lalu pria itu duduk dengan telaten Cika menyiapkan makanan untuk suaminya.


mereka semua makan dengan tenang, setelah selesai makan Alif dan papanya berada di ruang tamu menemani Alif yang sedang belajar, sedangkan Cika dan Laura membersihkan sisa makanan, Cika melarang Laura untuk membantu tapi Laura malu jika hanya berdiam diri.


" suami mba Cika sangat menyayangi mba Cika ya". tanya Laura dan Cika hanya membalas senyuman


"itu sekarang". jawab Cika sambil mencuci piring


"sekarang". tanya Laura


"iya, dulu kami di jodohkan, awal pernikahan kami suamiku dingin terhadapku, tiga bulan lamanya hingga suatu malam suamiku pulang dengan keadaan mabuk karena tahu kekasihnya sudah menikah, dia pulang dengan keadaan mabuk dan dalam pengaruh obat perangsang hingga malam itu untuk pertama kalinya kami berhubungan, dan saat tau aku hamil sikapnya mulai berubah". Cika menjelaskan


"tapi kenapa mba Cika masih bertahan diawal awal pernikahan". tanya Laura penasaran


"karena mba yakin suatu saat suami mba bisa menerima kehadiran mba, dan sekarang terbukti". jawab Cika dengan santai


"mba yakin tuan Alex pasti akan membuatmu bahagia walaupun niat awalnya menikahimu salah". Laura hanya diam saja saat Cika berbicara.


setelah selesai bersih bersih Cika dan Laura menuju keruang tamu disana terdapat Alif dan papanya sedang bermain.


"apa kabar nyonya".


"baik Riko terima kasih telah membawa saya pergi dari rumah itu". jawab Laura


"nyonya tuan Alex sedang mencari anda, sudah satu minggu nyonya tidak ingin kembali". tanya Riko


"tidak, aku membencinya". jawab Laura dengan tegas


"tapi saya lihat banyak penyesalan di mata tuan Alex bahkan tuan Alex makan tidak teratur, setiap malam tuan Alex selalu datang ke kamar nyonya". Riko menjelaskan

__ADS_1


"aku tidak ingin kembali ke rumah itu". Riko hanya menghela nafasnya saat mendengar jawaban dari Laura, mungkin Laura masih butuh waktu untuk menenangkan dirinya.


"Alif tidur siang dulu nak". perintah Cika dan Alif langsung masuk ke kamarnya.


"sayang mas harus kembali ke rumah tuan Alex" Riko berpamitan kepada istrinya


"Rik kamu tidak memberitahu Alex aku ada disinikan". tanya Laura


"tidak nyonya". jawab Riko


Riko mencium dahi Cika sedangkan Cika mencium tangan Riko. Setelah kepergian Riko, Laura duduk diruang tamu dan melamun.


"nyonya Laura". panggil Cika


"panggil Laura saja".


"Laura aku titip Alif ya, aku harus kembali ke rumah sakit ada pasien yang membutuhkan aku". Cika adalah seorang dokter


"iya mba hati hati dijalan". jawab Laura.


setelah kepergian Cika , Laura membersihkan taman belakang yang sedikit kotor, daripada berdiam diri Laura lebih suka beraktifitas seperti bersih bersih, Laura merasa tidak enak jika hanya diam saja karena dia sudah diberi tempat tinggal. setelah membersihkan halaman belakang Laura masuk di kamar Alif ternyata anak itu masih tidur, lalu Laura mematikan televisi yang berada di kamar Alif, senyum Laura terbit saat melihat Alif yang tertidur sangat tenang dan tidak terganggu saat Laura memasuki kamarnya.


💙💙💙💙💙


di ruang kerja terdapat tiga orang sedang membahas tentang Gunawan.


"Mex apa kamu sudah mendapatkan informasi mengenai mata mata yang dikirim Gunawan ke D'devil". tanya Bagaskara


"dan sangat sulit mendapatkan kepercayaan dari Gunawan, setiap kali sedang ada pembahasan mengenai D'devil, aku cuma di suruh berjaga, aku sedang berusaha untuk mendapatkan kepercayaan". Mex menjelaskan


"bagus Mex kakak yakin kamu bisa menyelesaikan tugas ini". Alex berbicara


"sebaiknya untuk saat ini kita jangan menyerang Start Black terlebih dahulu, percuma kita menyusun rencana jika masih ada penghianat diantara kita, untuk sementara hanya kita yang membahas rencana untuk kedepannya". Bagaskara berbicara


saat mereka sedang menyusun rencana Alex melihat foto pernikahannya dengan Laura di ponselnya.


"aku harap kakak ipar memberi pelajaran kepada kak Alex yang sangat berat, makanya cari tau terlebih dahulu sebelum menyiksa orang". ejek Mex


bugh


Alex melempar buku tepat mengenai wajah Mex.


"tidak ayah tidak kak Alex sama saja suka menindasku". setelah mengatakan itu Mex keluar dari ruang kerja dan berjalan halaman belakang.


"Riko". panggil Mex


"iya tuan Mex". jawab Riko


"pasang botol di sana, aku ingin mengasah kemampuanku menembak, sudah lama aku tidak latihan". perintah Mex dan Riko segera memasang botol botol tersebut.


"putar kincirnya Mex".

__ADS_1


Mex mengarah pistol kebotol botol yang sedang berputar, Mex hanya memusatkan dalam satu titik saja


dor


dor


dor


dor


dor


lima botol Mex tembak tanpa meleset sedikitpun, Mex sangat bangga kepada dirinya.


"aku hebat seperti ini, ayah masih saja mengejek" umpat Mex


"tuan Mex sudah kembali". tanya Jhon tepat di belakang Mex


"iya Jhon, kenapa saat aku sampai tidak melihatmu".


"saya sedang diapartement tuan". jawab Jhon


"tidak seperti biasanya, biasanya kamu lebih suka tinggal di sini Jhon"


"saya hanya rindu dengan suasana apartemen saja". jawab Jhon


"saya lihat kemampuan tuan Mex dalam menembak sangat bagus". puji Mex


dor


dor


dor


Mex menembak botol lagi setelah Riko memasang botol tersebut.


"dengan kemampuan yang tuan Mex miliki, taun Mex bisa jadi pemimpin yang hebat di D'devil".


"benarkah". tanya Mex


"benar tuan Mex".


"yang cocok jadi pemimpin hanya kak Alex, tahta itu hanya miliknya". Jhon diam saja saat mendengar jawaban Riko.


sedangkan di kamar Alex membayangkan hari hari bersama Laura hingga suatu kejadian telintas di pikiran Alex, kejadian itu adalah Dimana Laura terpeleset di kamar mandi dan melihat asetnya dengan mengatakan sebagai ular, Alex terkekeh saat mengingat kejadian itu.


"ularnya sudah masuk kesarang, semoga saja terjadi pembuahan dan saat aku menemukanmu , aku bisa membawamu pulang baby". monolog Alex saat mengingat malam panas mereka tapi Alex langsung merasa bersalah karena malam itu Laura menangis saat dirinya melakukan penyatuan.


"Pasti akan meninggalkan trauma padamu baby tapi setelah aku menemukanmu aku janji aku akan membuatmu bahagia sehingga melupakan kesedihan atau rasa sakit yang kamu alami dan hanya kebahagiaan yang kamu rasakan baby". monolog Alex dan menatap langit langit kamarnya.


💙💙💙💙

__ADS_1


jangan lupa tinggalkan jejak like, komen, hadiah, vote tentunya favorit agar tidak tertinggal updatean


__ADS_2