
setelah menelpon keluarganya dan memberitahu apa yang terjadi, Andra datang ke kantor polisi bersama pengacara. saat sudah sampai di kantor polisi Andra melihat istrinya datang bersama polisi. Andra langsung memeluk istrinya
"semuanya baik baik saja". ucap Andra sambil mengecup kening istrinya sangat lama.
"ini pengacara yang akan membantu kita". ucap Andra
"saya Wiliam dan saya akan membantu kalian berdua, bisa cerita apa yang terjadi". tanya Wiliam
Tasya menceritakan bahwa setelah dia keluar dari kamar toilet tiba tiba ada yang menyiramnya dengan air kotor dan saat berbalik ada Abel di sana dan setelah itu Abel mengeluarkan pisau yang Tasya pikir Abel akan melukainya ternyata dugaannya salah, Abel mengarah pisau itu di telapak tangan dan kemudian Abel membuatnya menggenggam pisau tersebut lalu Abel menarik tangannya sehingga pisau itu mengenai Abel.
"a aku terkejut dengan kejadian itu, sungguh aku tidak ingin membunuh Abel saat aku jelaskan ke polisi mereka tidak percaya". ucap Abel
"apa sebelumnya ada masalah dengan Abel". tanya Wiliam
"aku tidak pernah bermasalah dengan Abel". jawab Tasya
"aku rasa ini ada hubungannya dengan pernikahan kami". ucap Andra
"pernikahan". tanya William
Andra mengatakan pada William bahwa selama ini Abel berusaha mendekati tetapi dia tidak pernah tertarik dengan Abel dan William dapat menyimpulkan bahwa ini terjadi karena kecemburuan.
"maafkan aku sya karena menikah dengan ku kamu terkena masalah seperti ini". ucapan Andra sambil memegang kedua tangan Tasya
"bukan salah kakak mungkin ini cobaan untuk pernikahan kita". ucap Tasya, walaupun dirinya belum sepenuhnya menerima pernikahan ini tapi Tasya menyakinkan bahwa ini adalah salah satu ujian dalam pernikahan ini apa dengan adanya ujian ini pernikahan mereka tetap berlanjut atau berhenti.
waktu untuk menjenguk sudah habis Andra hanya bisa menatap istrinya di bawa oleh polisi
"tuan Andra akan sulit untuk membebaskan istri anda karena semua bukti dan sidik jari mengarah kepada nona Tasya di tambah pengakuan oleh orang yang melihat kejadian itu". ucap William
__ADS_1
"bagaimanapun caranya aku akan membebaskan istriku". ucap Andra
Andra dan William meninggalkan kantor polisi. Andra menyetir dengan melamun ada penyesalan dalam diri Andra jika tau akan ada kejadian seperti ini, Andra tidak akan mengajak Tasya datang ke hotel itu.
"kenapa begini, Abel awas kau". umpat Andra sambil memukul setir mobil dan melajukan mobil itu dengan kecepatan penuh bahkan sampai menerobos lampu merah. saat sampai di rumah Andra berjalan dengan lesu
"Andra bagaimana keadaan Tasya". tanya Laura kepada Anaknya
"dia baik baik saja hanya masih syok ma". jawab Andra sambil mengusap tengkuknya
"pasti akan ada jalan jika memang bukan Tasya pelakunya". ucap Alex yang muncul dari dapur
"iya yah, Andra ke kamar dulu ma yah". ucap Andra dan mendapatkan anggukan dari ayah dan mamanya.
sedangkan Tasya di dalam sel menyandarkan dirinya ke tembok dan menekuk kakinya. Tasya melamunkan nasibnya.
"dosa apa yang telah aku perbuat sehingga mendapatkan jalan takdir seperti ini". monolog Tasya
"ternyata pembunuh bisa menagis juga". ucap salah satu tahanan di sana dan Tasya tidak ingin menanggapi ucapan orang itu
"diam kau bagaimana jika dia membunuh kita". sambung tahanan yang lain
"sebaiknya kita tidurnya bergantian saja takutnya kalau tertidur semua nanti dia mah bunuh kita tidak ada yang tau".
ke empat tahanan itu bergantian, yang dua tidur yang dua lainnya berjaga. mereka di tahanan karena kasus pencurian dan penjual bayi. Tasya yang sudah lelah merbahkan dirinya di lantai yang dingin.
"pakailah ini". ucap salah satu tahanan yang tidak berbicara sejak tadi, dia menyerahkan sebuah koran yang dia ambil saat kerja bakti tadi.
"terima kasih". ucap Tasya.
__ADS_1
di rumah sakit Abel terseyum puas saat semua media sosial memuat berita tentang percobaan bunuh diri di hotel manggis dan banyak berpendapat bahwa pembunuhan itu harus di hukum berat.
"kasihan sekali kamu Tasya, andai kamu tidak menikah dengan Andra pasti tidak akan seperti ini". monolog Abel sambil menatap langit langit rumah sakit.
"pasti sekarang Andra dan keluarga membencimu dan secara perlahan Andra akan menceraikan mu ishh". ringis Abel saat tidak sengaja menekan lukanya
"tidak masalah sedikit melukai diri sendiri". sambung Abel
mamanya Abel masuk ke kamar Anaknya dan melihat Abel yang sedang terbaring di ranjang rumah sakit
"bagaimana keadaan mu bel". tanya mamanya
"sedikit membaik ma, ma pokoknya mama harus menuntut Tasya di hukum seberat beratnya". permintaan Abel
"tenang saja tiga hari lagi, persidangannya mama dan ayah sudah mengajukan tuntutan untuk Tasya". ucap mamanya sambil mengusap rambut anaknya itu di dalam hati Abel tersenyum puas.
tiga hari kemudian, Tasya berharap akan ada keajaiban di hari ini, sudah tiga hari ini Andra ataupun keluarga datang untuk menjenguknya hanya ada mama angkatnya yang datang kemarin. Tasya sudah bersiap siap untuk datang ke ruang persidangan. Andra menemui Tasya sebelum masuk ke ruangan.
"maaf jika tiga hari ini aku tidak datang". ucap Andra saat berada di depan Tasya
"tidak apa apa kak". jawab Tasya sambil tersenyum.
Andra mendampingi Tasya yang akan masuk ke ruang persidangan di sana sudah ada Alex , Laura, Ana , kedua orang tuanya Abel, Abel dan juga saksi. saat persidangan di mulai hakim meminta Abel untuk menceritakan kejadian yang sebenarnya.
Abel mengatakan bahwa Tasya menghampirinya ke toilet dan mengatakan untuk menjauhi suaminya lalu Abel juga mengayian, bahwa dirinya tidak ada hubungan apapun dengan suaminya tetapi Tasya yang sudah termakan api cemburu malah menusuknya. setalah Abel menceritakan kejadian pengacara Tasya membela kliennya dengan kemampuan.
setalah itu hakim meminta saksi mata menceritakan kronologinya. wanita itu menceritakan bahwa korban dan pelaku sedang berdebat saat dia masuk ke toilet, pelaku merasa cemburu dengan korban dan mengeluarkan pisaunya kemudian langsung menusuk korban sehingga dia tidak sempat menolong korban. di ruang sidang terasa panas saat masing masing pengacara membela klien mereka masing masing.
semua tuduhan memberatkan Tasya yaitu dari keterangan saksi dan juga bukti sidik jari yang berada di pisau tersebut.
__ADS_1
"saya memutuskan bahwa hukuman yang ada di terima pelaku adalah dua puluh tahun penjara". ucap hakim dan akan ketok palu
"tunggu"...