Tuan Mafia

Tuan Mafia
Tuan Mafia S2- Rencana Gagal


__ADS_3

Nadia menutup matanya apa yang dia lihat di atas ranjang dan wanita itu menjatuhkan kameranya. pria itu berjalan mendekati ranjang dan membangunkan Bandit yang tertidur tanpa busana.


"Bangun". pria itu menggoyang bahu Bandit agar terbangun


Bandit membuka matanya dan langsung menarik selimut untuk menutupi tubuh polosnya karena di sana ada mama dan istrinya tuannya


"tuan". ucap Bandit


"dimana Ana". tanya pria itu


"tidak tau tuan". jawab Bandit


"tidak tau bagaimana semalam kamu bermain dengannya


flashback on


Bandit menelan salivanya melihat tubuh polos Ana, tangan Bandit mengusap apel milik Ana menekannya


"halus dan segera tapi sayang sekali dia tertidur pasti akan seru jika dia bangun, teriakan pasti akan merdu". ucap Bandit sambil menghirup aroma Ana di leher Ana. Bandit mengigit telinga Ana dan menciumi leher Ana tidak lupa tangan Bandit yang masih menjelajahi apel Ana


"ayo sayang malam ini kita habiskan malam bersama dan akan aku puaskan sehingga tuan akan bangga padaku jika besok kamu bangun dan trauma hahaha". ucap bandit.


ciuman Bandit turun ke perut Ana lalu dan Bandit takjub dengan muara Ana yang di tumbuhi rumput rumput kecil sehingga membuat tongkatnya semakin keras. Bandit memposisikan dirinya dan mempersiapkan tongkat mengobrak abrik muara yang masih tenang itu dan belum ada air yang mengalir.


"perawan yang malang". ucap bandit membungkuk badannya


"sebentar lagi kau bukan gadis lagi". ucap Bandit


saat Bandit akan melakukan penyatuan badannya di tarik oleh seseorang dan menggagalkan niatnya


bugh

__ADS_1


bugh


bugh


bugh


Farhan memukul Bandit dengan membabi buta sehingga membuat Bandit tidak bisa melawan Farhan dan Farhan langsung menyuntikkan bius ke Bandit sehingga membuat Bandit tertidur. Farhan langsung menghampiri Ana dan memakaikan pakaian Ana kembali


"maafkan aku sedikit terlambat menolong mu, sehingga laki laki bejat itu sudah melihat tubuhmu dan menjamahnya tapi untung saja aku masih bisa menyelamatkan ke hormatmu" setelah itu Farhan mengendong Ana keluar melalui jendela


flashback off


plak plak


pria itu menampar Bandit karena rencana mereka telah gagal.


"bodoh kenapa bisa kalah dengan orang itu ha". teriak pria itu sambil mencengkram rahang Bandit


"maaf tuan dia menyerangku dari belakang dan setelah itu dia langsung menyuntikku dengan obat bius tuan". jawab Bandit


plak


"mama tenang saja masih ada cara lain, kita pasti bisa membalas apa yang mereka lakukan ke mama". ucap pria itu sambil memeluk mamanya


"jika tau seperti ini mama tidak akan menyuruh Bandit yang menghancurkan Ana tapi kamu anakku". ucap wanita itu


"hahaha tidak pasti ini cuman mimpi ini tidak gagal kan nak". ucap wanita itu dan pria itu hanya bisa diam


"aaaa". teriak wanita itu dan menghancurkan barang barang yang ada di sana


"gak gak ini gak boleh gagal, tidak tidak aku sudah menunggu selama dua puluh tahuuuun". ucap wanita itu lalu kehilangan ke sasaran karena pria itu menyuntikkan obat penenang ke mamanya. pria itu mengendong mamanya dan membawa pergi dari rumah itu yang di ikuti oleh Nadia.

__ADS_1


sedangkan di kamar Ana , Farhan menatap gadis yang di sukai itu dengan intens dan mengusap puncak kepala Ana dan mengecup punggung tangan Ana


"aku akan melakukan apapun untuk melindungi mu putri tulip" bisik Farhan lalu turun dari ranjang dan keluar dari kamar Ana melalui jendela, Ana membuka matanya dan melihat punggung seorang pria keluar melalui jendela, Ana memegang kepala yang masih terasa pusing dan menyenderkan kepalanya di kepala ranjang, Ana menatap kamar itu.


"inikan kamarku bukan semalam aku keluar dan ada orang yang membiusku". monolog Ana sambil memijat dahi


Ana mengambil kertas yang ada di sampingnya dan membaca tulisan itu


...*putri tulip jangan pernah keluar sendirian, jika semalam aku telat menolongmu aku tidak bisa memaafkan diriku sendiri, tolong jaga dirimu sampai aku bisa berada di samping mu dan melindungi dirimu, untuk saat ini aku belum bisa berada di samping mu karena ada sesuatu yang aku selesaikan terlebih dahulu, tunggu aku sebentar lagi. tertanda pangeran panda*...


"jadi pria yang keluar dari kamar ku pangeran panda". Ana terseyum saat membaca surat itu lalu memasukkan ke kotak yang berisi kalung dan foto fotonya bersama pangeran panda


"ternyata kamu sekarang tidak gemuk seperti dulu, jika di lihat dari belakang aku yakin kamu itu pria yang cool dan pasti menjadi idaman para gadis pangeran panda". ucap Ana


Ana masuk ke kamar mandi dan berendam untuk merilekskan tubuh, setelah selesai mandi Ana memakai pakaian santainya karena hari ini tidak ada jam kuliah. Ana turun ke bawah dan melihat mamanya yang sedang duduk di sofa.


"pagi ma". sapa Ana lalu memeluk mamanya


"pagi sayang kamu baik baik sajakan". tanya Laura sambil menatap putrinya itu


"Ana baik baik saja ma, emangnya ada apa ma". tanya Ana karena melihat ke khawatiran di mata mamanya itu


"tidak ada sayang". jawab Laura sambil mengusap rambut Putrinya.


Ana merbahkan kepalanya di pangkuan mamanya


"ma ayah dimana". tanya Ana


"sudah di kantor ada meeting". jawab Laura


Ana menceritakan kepada mamanya tentang pangeran panda bahwa dia ingin bertemu dengan pangeran pandanya itu, Laura mendengarkan cerita Ana dengan setia karena setelah sepuluh tahun baru ini Ana bercerita bahwa pangeran panda ada di kota ini tetapi Ana belum tau seperti apa pangeran pandanya. dulu saat umur Ana sepuluh tahun Ana menangis ingin bertemu pangeran panda sehingga Alex dan Laura membawa anak ke kota tempat tinggal pangeran panda tetapi sampai di sana Ana tidak menemukan pangeran panda di rumahnya bahkan rumah itu sudah menjadi taman bermain dan saat Alex menanyakan soal pangeran panda ke warga mereka mengatakan Han dan ibunya sudah pindah. saat tidak menemukan pangeran pandanya Ana sudah tidak pernah menceritakan pangeran panda itu bahkan Ana memasukan benda atau apapun itu yang berkaitan dengan pangeran panda ke kotak dan di masukkan ke gudang tetapi Laura mengambil kotak itu dan meletakan di atas lemari Ana.

__ADS_1


"kenapa Ana menceritakan tentang pangeran panda bukannya Ana marah dengan karena dia meninggalkan Ana". tanya Laura


"Ana masih marah tapi pangeran panda mengirim Ana surat dan itu membuat Ana yakin bahwa semala ini pangeran panda berada di dekat Ana tetapi belum bisa menemui Ana karena ada masalah yang harus di selesaikan terlebih dahulu". jawab Ana dan Laura hanya menganggukkan kepalanya dan masih ingat saat anak berumur sepuluh tahun selalu mengatakan dia hanya ingin menikah dengan pangeran pandanya itu. Alex dan Laura menganggap bahwa itu hanya candaan putri kecilnya, tetapi hari ini Laura melihat keinginan Ana yang sangat ingin bertemu dengan pangeran pandanya.


__ADS_2