Tuan Mafia

Tuan Mafia
Tuan Mafia S2- Titik Terang


__ADS_3

setelah mendengar jawaban dari madam Vina, Alex menghela nafasnya dan harus mencari orang yang membawa Mira untuk menemukannya.


"apa ada foto Mira yang berusia sepuluh tahun". tanya Alex


"ada, sebentar saya ambilkan". ucap madam Vina dan keluar dari ruangan itu menuju kamarnya


"ini fotonya". madam Vina memberikan foto anak berusia sepuluh tahun dan Alex mengambil foto tersebut


"apa cerita yang anda berikan tadi benar dan tidak mengada ngada, jangan sampai saya tau kamu berbohong". ucap Alex sambil menatap madam Vina


"tidak tuan saya bicara yang sejujurnya". jawab madam Vina


"baiklah terima kasih atas informasinya dan saya akan tetap mengawasimu dan tempat ini". ucap Alex lalu pergi dari tempat itu


setelah Alex meninggalkan ruangan itu madam Vina bernafas lega.


"jangan sampai aku berusaha dengannya". monolog madam Vina


saat melewati sebuah kamar Alex dan Mex menghentikan langkahnya saat mendengar seseorang menagis.


"hiks hiks om lepaskan citra tidak mau melakukan itu hiks". ucap citra dengan tangis pilunya


"DIAM". bentak seseorang


"tidak mau lepaskan". Citra berusaha memberontak


brak


Mex menendang pintu itu sedangkan pria yang ada di dalam kamar itu langsung membenarkan pakaiannya sedangkan gadis kecil itu langsung menarik selimut untuk menutupi setengah tubuh polosnya


"dasar pria tua tidak punya hati ya, apa tidak berpikir jika anak perempuan mu di perlakukan seperti itu". ucap Mex


"Anda siapa, saya sudah membayar mahal untuk menikmatinya dan lagian ini rumah bordil jadi setiap perempuan yang ada disini sudah tugasnya untuk melayani pelanggannya". jawab pria itu yang Mex perkirakan umurnya sama dengan ayahnya jika masih hidup


"apa mata anda buta tuan gadis kecil itu menangis berarti dia tidak ingin melakukan itu, seharusnya anda bisa mikir jangan hanya mementingkan kepuasan anda saja" ucap Mex


bugh


pria itu memukul Mex karena telah berani menganggu kesenangannya dan Mex membalas pukulan pria itu sendangkan Alex hanya melihat apa yang adiknya lakukan karena Alex yakin Mex bisa mengatasi pria itu.


"hentikan". teriak madam Vina yang sudah sampai di kamar itu


Mex dan pria itu menghentikan perkelahian mereka.


"madam siapa mereka mengganggu kesenangan ku". tanya pria itu dan madam Vina menghampiri pria itu


"dia Mex adik tuan Alex seorang Mafia pemimpin D'devil". bisik madam Vina sehingga membantu pria itu langsung memegang karena sebelumnya sudah pernah berurusan dengan D'devil

__ADS_1


"berapa untuk membebaskan gadis itu". tanya Alex


"lima ratus juta tuan saya membeli dia dari ibunya lima ratus juta". ucap madam Vina


Alex langsung menstranfer uang ke masa Vina dan membawa gadis itu. Alex dan Mex memutuskan untuk membawa gadis itu ke panti asuhan saja jika di kembalikan ke orang tuanya maka akan ada kemungkinan di jual kembali oleh ibunya. setelah mengantarkan gadis itu Alex dan Mex memutuskan untuk menginap di hotel.


setelah sampai di hotel mereka masuk ke kamar mereka masing masing, Alex menghubungi Jeki untuk mencari keberadaan Mira melalui foto Mira yang berusia sepuluh tahun dan Alex meminta besok pagi sudah ada informasi tersebut.


drt


drt


"hallo baby". jawab Alex


"apa sudah menemukan Mira mas". tanya Laura


"belum karena Mira tidak ada disana tapi aku dan Mex mendapatkan foto Mira berusia sepuluh tahun". jawab Alex


"dan aku masih meminta Jeki untuk mencari Keberadaannya". sambung Alex


"semoga cepat ketemu ya mas". ucap Laura


"iya baby". jawab Alex


Alex dan Laura berbincang sebelum mengakhiri panggilan itu, setelah cukup lumayan lama mereka memutuskan untuk mengakhiri sambungan tersebut.


keesokan paginya Alex yang masih setia berada di bawah selimut merasa kesal saat mendengar dering ponsel yang berbunyi sejak tadi, Alex meraih ponselnya dan tertera nama Jeki, Alex langsung menyandarkan tubuhnya di kepala ranjang.


"sungguh". tanya Alex


"iya, ternyata orang itu adalah seorang polisi selain polisi dia juga memiliki perusahaan bahkan Perusahaannya bekerja sama dengan perusahaan mu". ucap Jeki


"dengan perusahaan ku". tanya Alex


"iya nama perusahaan adalah Gozilla Departemen". ucap Jeki


"Gozilla Departemen berarti Alatas yang membawa Mira". tanya Alex karena yang Alex tau Gozilla Departemen miliki Alatas


"iya kau benar Lex dan Tuan Alatas sekarang berada di rumahnya yang di Bandung bukan Jakarta". ucap Jeki


Alex bernafas lega saat tau siapa yang membawa Mira dan Alex yakin Mira dalam keadaan baik baik saja karena Alex tau Alatas adalah orang yang baik, sudah lama Alex bekerja sama dengan perusahaan Gozilla Departemen.


"terima kasih Jeki sudah menemukan informasi tentang Mira secepat itu". ucap Alex


"sama sama Lex jika membutuhkan sesuatu silahkan hubungi aku". ucap Jeki


setelah sambungan telepon terputus Alex langsung mengendor pintu kamar milik Mex sedangkan Mex yang merasa terganggu langsung menutup telinganya dengan bantal.

__ADS_1


"aish itu pasti Kakak apa tidak tau ini masih jam enam sudah mengangguku". monolog Mex sambil menguap dan turun dari ranjang dengan sebal Mex langsung membuka pintunya


"apa sih kak pagi pagi mengganggu orang tidur saja". ucap Mex sambil bersandar di pinggiran pintu dan sesekali menguap


"sudah menikah tapi kelakuan masih sama aku kasihan sama Jesslin mempunyai suami seperti kamu Mex". ucap Alex sedangkan Mex yang mendengar perkataan kakaknya hanya menggaruk lehernya


"cepat siap siap kita ke Bandung". perintah Alex


"ngapain ke Bandung kak". tanya Mex


"ke rumah Alatas". jawab Alex


"ngapain kesana bukannya kalau ada urusan selalu di kantor". tanya Mex lagi


"tentu saja mencari Mira". jawab Alex


"apa hubungannya dengan Alatas". tanya Mex


"tidak usah banyak tanya cepat siap siap hanya tiga puluh menit". perintah Alex lalu meninggalkan Mex begitu Saja


Mex langsung masuk ke kamarnya dan membersihkan tubuhnya, empat puluh lima menit Mex baru selesai. Mex langsung turun menuju lobi saat sampai lobi Mex hanya cengengesan saat melihat kakaknya sudah bersedekap dada dan menatapnya dengan tajam


"hehehe maaf kak telat lima belas menit saja". ucap Mex


"ayo berangkat". ucap Alex


Alex dan Mex langsung menuju Bandung. setelah sampai Bandung mereka langsung menuju rumah Alatas. sesampainya di sana Alex langsung memencet bel


ting


tong


"maaf bik Alatas ada". tanya Alex saat yang membuka pintu adalah pelayanan


"ada tuan". jawab Pelayan itu yang sudah mengenal Alex


"silahkan masuk tuan". ucap pelayan


"tuan silahkan di minum dulu, saya panggilkan Tuan Alatas". ucap pelayan dan Alex menanggukan kepalanya


tok


tok


"tuan di bawa ada tuan Alex". ucap pelayan itu


"suruh tunggu sebentar bik". jawab Alatas

__ADS_1


"baik tuan".


setelah sampai di bawah pelayanan itu menyampaikan bahwa mereka di suruh nunggu sebentar, Alex dan Mex menganggukan kepalanya.


__ADS_2