
Setelah bermain bersama anak anak Delon mengahampiri Lisa yang sedang duduk di ayunan,Lisa memberikan botol minum kepada Delon dan Delon langsung meminumnya.
"bermain bersama mereka asik juga". Delon berbicara
"iya mereka anak anak yang ceria dan mereka mudah akrab dengan orang lain". jawab Lisa sambil memandangi anak anak yang sedang bermain.
"kak Lisa". seorang anak perempuan menghampiri Lisa dan Delon
"iya Maira" jawab Lisa sambil mencubit pipi milik Maira
"kemarin kakak ganteng datang kemari mencari kakak Lisa" Delon langsung mengkerutkan dahinya saat maira berbicara
"lalu"
"terus maira bilang kalau kakak Lisa tidak tinggal di sini lagi, dan kakak tau kemarin kakak ganteng bilang apa sama Maira".
"memangnya bilang apa". tanya Lisa dengan penasaran
"kata kakak ganteng jika kakak ganteng bertemu kak Lisa dia mau mengajak kak Lisa menikah katanya". Delon yang mendengar perkataan itu langsung remas botol yang dia pegang sedangkan Lisa diam mematung
"menikah itu apa kak". tanya Maira dengan polosnya
"kita pulang sekarang". jawab Delon sambil menarik tangan Lisa dan memegangnya dengan erat sehingga Lisa merasakan sakit
"mas jangan digenggam dengan kencang sakit". Lisa berbicara berusaha melepaskan cengkraman Delon
Delon tidak mendengarkan Lisa dan menyeret Lisa menuju ke mobil mereka, Lisa mengikuti langkah kaki Delon dengan sedikit kesusahan karena langkah Delon sangat lebar. Delon membukakan pintu untuk Lisa saat Lisa sudah masuk
blam
Delon menutup pintu mobil dengan keras sehingga membuat Lisa terkejut dan mengelus dadanya, Delon mengendarai mobil dengan kecepatan penuh.
__ADS_1
"ada dengan mas Delon tadi masih baik baik saja kenapa sekarang seperti orang marah" monolog Lisa dalam hati dan berpengaan di pegangan yang ada di mobil karena Lisa merasa sedikit takut dengan cara Delon mengendarai mobil.
sedangkan di panti Maira hanya diam saja saat Lisa di bawa pergi begitu saja.
"ada apa Maira". tanya pengurus panti saat melihat Delon pergi dengan kemarahan
"kenapa orang itu membawa pergi kak Lisa begitu saja padahal Maira masih kangen dengan kak Lisa". jawab Lisa dengan sendu
"tadi apa yang Maira katakan".
Maira menceritakan bahwa dia mengatakan kepada Lisa bahwa ada kakak ganteng yang menemuinya dan akan menikahi Lisa saat bertemu dengannya. pengurus panti hanya menghela nafas saat mendengar cerita Maira. pasti yang membuat Delon marah adalah ada seseorang yang berniat menikahi istrinya. lalu pengurus panti membawa Maira masuk.
setelah sampai di rumah Delon turun dan membukakan pintu mobil untuk Lisa dengan datar lalu menggenggam tangan Lisa dan membawanya masuk kedalam rumah, Delon mendudukan Lisa di ruang tamu dan pergi ke dapur untuk membuatkan susu hamil untuk Lisa. Delon mengaduk susu tersebut dengan kencang berserta mencengkram gelas itu dengan erat tidak perduli dengan rasa panasnya. setalah itu Delon memberikan kepada Lisa dan mendudukkan dirinya dengan kasar di samping Lisa. Lisa meminum susu itu. Delon merbahkan kelapa di pangkuan Lisa.
"tolong pijit kepalaku". pinta Delon
Lisa langsung memijit kelapa Delon dengan hati hati, Lisa memandangi wajah Delon yang terpejam. Delon memiringkan tubuhnya sehingga wajahnya menghadap ke perut Lisa dan tangannya memeluk pinggang Lisa. Delon mendusel dusel perut Lisa untuk mencari kenyamanan. terdengar dengkuran halus dari Delon.
Bagas dan mama Ayu memasuki rumah pemandangan pertama yang mereka lihat saat memasuki rumah adalah Delon yang tidur di pangkuan Lisa sedangkan Lisa mengelus Kepada Delon
"tidak perlu bangun nak seperti bayi besarmu sedang manja". mama Ayu berbicara dengan senyum dan Bagas menatap datar ke anaknya.
mereka meninggalkan pasangan muda tersebut, saat sampai di kamar mama Ayu terseyum puas
"pah mama senang saat melihat Delon manja kepada Lisa berarti itu tandanya Delon sudah menerima Lisa ". Bagas hanya menanggapi dengan senyum saat melihat keantusiasan istirnya
"pa apa sebaiknya kita beritahu keadaan Lisa yang sebenarnya". tanya mama Ayu
"jangan dulu ma, kita lihat keseriusan Delon dulu, apa yang kita lihat sekarang belum tentu seperti yang kita pikirkan". jawab Bagas dengan santai
"maksud papa apa". tanya mama Ayu dengan pemasaran
__ADS_1
"tidak usah mama pikiran, sekarang kita harus melakukan yang terbaik untuk Lisa, kita harus mempersiapkan dengan matang saat Lisa melahirkan nanti". Bagas berbicara sambil meletakkan dasinya di meja, mama Ayu hanya menganggukkan kepalanya.
Delon yang terbangun melihat Lisa yang ternyata sedang tertidur, dia bangun dari rebahan dan melihat pergelangan tangan Lisa yang memerah akibat dia cengkram tadi kemudian mengusapnya. Delon menyingkirkan rambut Lisa yang menutupi wajahnya, dia memandangi wajah Lisa yang terlihat putih tapi pucat. apa yang di lakukan Delon di lihat oleh ayahnya dari lantai atas. Delon mengangkat tubuh Lisa dan membawanya ke kamar, Delon memindahkan kamar mereka di lantai satu agar Lisa tidak terlalu kelelahan. Delon merbahkan tubuh Lisa secara perlahan.
tok
tok
tok
Delon membuka pintu dan terkejut saat melihat ayahnya yang mengetuk pintu.
"papa".
"ikut papa ada yang ingin papa bicarakan dengan kamu Delon".
Delon mengikuti Bagas yang berjalan ke halaman belakang, kini mereka berdua duduk di sebuah kursi yang menghadap ke sebuah taman kecil
"papa lihat beberapa hari ini kamu memperlakukan Lisa dengan baik". tanya Bagas
"memperlakukan Istri dengan baik bukankah itu sudah menjadi tugas Delon pa". jawab Delon dan Bagas hanya menganggukkan kepalanya
"papa harap sikapmu yang seperti ini untuk selamanya". Bagas berbicara sambil menatap mata Delon, terdapat kegelisahan di mata Delon yang Bagas lihat
"cinta, cinta bisa datang kapan saja dan dimana saja, cinta juga bisa tumbuh saat kita selalu bersama orang itu, apakah kamu tidak merasakan sesuatu saat bersama Lisa, bahkan dia selalu ada untukmu dan Lisa tidak pernah sekalipun protes saat kamu menceritakan Laura". tanya Bagas
Delon diam saja saat Bagas bertanya, kilasan balik berputar di otak Delon tentang sikap dan perlakuan Lisa terdapatnya tidak dapat di pungkiri oleh Delon bahwa dia nyaman saat Lisa berada di sisinya, apa yang Lisa lakukan untuknya membuat Delon sangat nyaman. untuk cinta Delon tidak tau karena masih berputar dengan jelas kenangan bersama Laura.
"pikiran dengan baik". Bagas berucap sambil mengusap pundak Delon
kemudian Bagas meninggalkan Delon sendirian, setelah Bagas pergi Delon memijat pangkal hidung. dia merasakan berada di sebuah persimpangan dan membuat sulit untuk melangkah di jalan yang mana. tapi saat ini Delon masih menyakini bahwa dia akan bahagia jika bersama Laura ya hanya Laura yang Delon inginkan. untuk Lisa pasti dia akan mendapatkan kebahagiaannya sendiri tapi saat meningkatkan perkataan Maira membuat Delon mencengkram kursi dengan kuat.
__ADS_1
💙💙💙
jangan lupa tinggalkan like, komen hadiah gif , vote dan favorit agar tidak tertinggal updatean