Tuan Mafia

Tuan Mafia
Tuan Mafia S2- Tuan Putri Tulip


__ADS_3

Andra berjalan ke meja mengambil Tote bag dan menyerahkan ke Tasya.


"apa ini hubby". tanya Tasya


"bajumu". jawab singkat Andra


"tadi katanya belum di antarkan". tanya Tasya


"sebenarnya sudah di antarkan saat kamu mandi". jawab Andra sambil menatap ke arah lain karena dia tau Tasya menatapnya dengan tajam, Ana langsung mengambil Tote bag dan berjalan menuju ke kamar mandi


"mau ke mana". tanya Andra


"ke kamar mandi". jawab Tasya


"ganti baju di sini saja". perintah Andra


"hubby aku pakai kimono seperti ini saja sudah membuatmu tergoda apalagi jika aku melepas Kimono ini yang hubby langsung menerkam ku". jawab Tasya


blam


Andra hanya mengusap tengkuknya saat istrinya menutup pintu dengan keras, sembari menunggu istrinya berganti pakaian Andra menggunakan baju karena sejak tadi Andra sudah kedinginan. Tasya yang keluar dari kamar mandi melihat suaminya sudah rapih. setelah itu mereka check out dari hotel itu. Tasya menatap ke sekeliling jalan karena ini bukan jalan pulang.


"kita mau kemana hubby". tanya Tasya


"aku akan membawamu ke rumah kita". jawab Andra


mobil yang Andra kendarai memasuki kawasan perumahan elit, Andra membelokkan mobilnya ke rumah yang bercat putih, dan di depan rumah terdapat sebuah taman dan juga pagar dari rumah itu yang di buat aquarium, Tasya menatap pagar rumah itu yang menurutnya sangat indah.


"Hubby apa kamu tidak takut jika kaca itu pecah dan ikan ikan mahal itu di curi orang". tanya Tasya


"kaca itu tidak akan pecah bahkan kaca tersebut anti peluru". jawab Andra


mereka berdua memasuki rumah itu, saat masuk ke dalam rumah Tasya dibuat terkejut dengan dekorasinya, ini adalah rumah impian Tasya. di mana sebuah rumah yang bernuansa seperti kerajaan di negeri dongeng.

__ADS_1


"suka dengan rumahnya". Tasya hanya menganggukkan kepalanya


Andra membangun rumah ini selama tiga tahun sebelumnya menikahi Tasya dan Andra sangat tau rumah impian yang Tasya inginkan. Andra hanya menambahkan pagar yang di buta aquarium karena itu adalah impian sejak lama memilik rumah yang berpagar seperti itu.


Andra membawa istrinya ke kamar mereka. mereka tidak perlu membawa pakaian karena Andra sudah membeli pakaian baru untuk mereka beberapa hari yang lalu.


di kampus Ana berjalan menuju ke perpustakaan


"Ana". Ana menghentikan langkahnya saat ada seseorang memanggilnya, Ana membalikkan badannya dan melihat seorang pria menghampirinya.


"aku tidak menyangka bisa bertemu dengan mu di sini". ucap pria


"Lo gio kan yang ada di pesta kemarin dan datang bersama om Yuda". tanya Ana dan Gio menganggukan kepalanya


"ya nama lengkap Argio tetapi lebih sering di panggil Gio". jawab Gio


"kuliah atau mengajar". tanya Ana dan gio terkekeh


"mahasiswa masak iya aku sudah mengajar umur kita tidak jauh berbeda". jawab Gio dan Ana menganggukan kepalanya


Ana menjelaskan kepada Gio bahwa gedung pahlawan anda di balik gedung bercat biru itu nanti naik ke lantai dua di sana letak pengurusannya.


"hmmm boleh antarkan saya soal aku belum hafal kampus ini". minta Gio dan Ana menganggukan kepalanya lagian jam kuliahnya sudah selesai hanya tinggal mencari materi yang di minta dosennya.


"kamu hebat juga ya masih kuliah tapi sudah bisa mengurus perusahaan, dari penjelasan om Yuda kemarin aku yakin kamu orang yang serius dan jeli dalam berbisnis". ucap Ana


"biasa saja karena sejak kecil aku sudah di didik keras untuk berbisnis". jawab Gio


mereka berjalan dengan berbincang sedangkan Farhan yang melihat Ana berbincang dengan Gio segera turun dan duduk di kursinya yang akan mereka lewati. Ana yang melihat dosennya sedang membaca buku.


"siang Pak". sapa Ana dan Farhan langsung menatap Ana


"Siang, sudah mencari bahan tugas yang saya berikan". tanya Farhan dengan dingin

__ADS_1


"belum pak". jawab Ana


"kenapa belum, besok pagi tugas itu sudah harus ada di meja saya". tanya Farhan lagi


"Ana akan mencarinya setelah mengantarkan Gio ke gedung pahlawan pak". jawab Ana


"dia bisa pergi sendiri, sekarang kamu ke perpustakaan dan cari bahan itu". perintah Farhan dan Ana menatap Gio karena merasa tidak enak


"perpustakaan akan tutup satu jam lagi karena petugas di perpustakaan akan mengadakan meeting terkait pembaharuan isi perpustakaan dan saya lihat tadi teman teman mu sudah di sana". ucap Farhan


"Ana sebaiknya kamu ke perpustakaan saja, aku bisa sendiri". ucap Gio


"yakin tidak apa apa". tanya Ana dan Gio menganggukan kepalanya


"hati hati dia dosen galak dan dingin" bisik Ana dan setelah itu Ana berlari menuju ke perpustakaan.


setelah melihat Ana pergi ke perpustakaan Farhan menatap Gio dengan intens dan kemudian meninggalkan Gio sendirian di sana. Gio menatap Farhan yang mulai menjauh. Gio langsung menuju ke gedung pahlawan.


"berbicara panjang hanya memarahi ku dasar dosen galak". umpat Ana sambil menuju ke perpustakaan.


setelah sampai di perpustakaan Ana mencari bahan materinya, Ana memijat hidungnya saat tidak menemukan buku yang cocok dengan tema materi yang di berikan oleh Farhan


"kenapa pak Farhan memberiku tema yang sulit sedangkan yang lain mudah semua". monolog Ana dan melihat teman temannya sudah menemukan bukunya bahkan sudah ada yang mengerjakan tugas


"ini lagi ada buku yang temanya Tasya". gerutu Ana dan mengambil buku itu karena saat dia mengubungi Tasya untuk memberitahu tugas dari pak Farhan, Tasya mengatakan bahwa untuk mencarikan buku sesuai temanya.


Farhan yang duduk di bangku deretan mahasiswa/mahasiswi terseyum saat melihat Ana cemberut karena tidak menemukan bukunya dan Andra menatap buku yang dia pegang.


"kerjain sekali kali tidak masalah, jika dia tidak mengerjakan tugasnya maka aku bisa memberikan dia hukuman untuk mengerjakan tugasnya di hadapan ku". Farhan terseyum saat melihat Ana masih berusaha mencari bukunya


"maaf tuan putri tulip". ucap Farhan lalu memasukkan tiga buku yang sesuai dengan tema milik Ana. setelah itu Farhan keluar dari perpustakaan.


"bagaimana mana ini jika tidak ada ,aku tidak bisa mengerjakan dan besok aku harus mengerjakan. di hadapan pak Farhan yang galak itu". monolog Ana

__ADS_1


Ana memijat dahinya saat mendengar bel yang menandakan perpustakaan akan tutup. Ana berjalan ke arah petugas dengan lesu dan membawa buku yang akan Tasya pinjam. Ana meletakan buku itu di meja petugas serta kartu perpustakaan milik Tasya, jangan tanya Ana mendapatkan kartu perpustakaan milik Tasya dari mana, jawaban karena kartu perpustakaan milik Tasya ada padanya saat dia lupa membawa kartu perpus beberapa Minggu lalu dan sampai sekarang dia lupakan mengambilkan. Ana menghampiri Marko dengan cemburut sedangkan Farhan di dalam mobil tertawa saat melihat wajah Ana yang cemburut dan membuat pipinya mengembung.


__ADS_2