Tuan Mafia

Tuan Mafia
Tuan Mafia S2- Taman


__ADS_3

Setelah sampai ruangan Yusuf, Anissa duduk di depan Yusuf dan Yusuf menyerahkan buku pada Anissa


"kenapa tidak fokus Anissa, apa ini sering terjadi saat di kampus". ucap Yusuf


"maaf pak". ucap Anissa


"ini buku kamu salin saja materi hari ini". ucap Yusuf


"iya pak". jawab Anissa


"panggil Yusuf saja". ucap Yusuf


"maaf saya rasa tidak sopan bagaimanapun bapak adalah dosen saya". jawab Anissa


"oke gini di Kampus kamu boleh memanggil ku pak jika di luar panggil Yusuf saja". ucap Yusuf dan Anissa menanggukan kepalanya


Setelah itu Anissa Keluar dari ruangan Yusuf Karena sudah tidak ada pelajaran Anissa memilih untuk pulang dan Anissa menyetop taxi tetapi bukannya pulang Anissa memilih untuk berhenti di taman, Anissa berjalan santai di taman itu


dug


"auwh". ringis Anissa saat sebuah kaleng mengenai dahi dan saat melihat ke depan ternyata ada Arden lalu Anissa langsung menghampiri Arden


"membuang sampah seberangan dan gara-gara kamu beruang kutub dahiku sakit". ucap Anissa sambil melemparkan kaleng itu pada Arden


"salah sendiri ada di situ". jawab Arden dan membalikkan badannya untuk meninggalkan Anissa


"eh eh mau kemana". ucap Anissa sambil menarik tas Arden.


"sudah salah bukannya minta maaf". sambung Anissa


"itu bukan salah ku kenapa harus minta maaf". ucap Arden sambil menarik tasnya


"kau argh". ucap Anissa


saat Anissa akan menendang kaki Arden malah membuatnya akan terjatuh dan menarik baju Arden sehingga membuat mereka berdua terjatuh


deg


kedua saling diam saat mata mereka saling pandang bahkan posisinya mereka terjatuh semakin membuat mereka salah tingkah dimana Anissa berada di bawah Arden


"haduh kenapa malah jadi seperti ini, akukan ingin menendang kakinya dan kenapa ini jantung". monolog Anissa dalam hati


"matanya indah dan ada apa ini perasaan apa yang aku rasakan". monolog Arden dalam hati sambil mengamati mata Anissa yang sangat indah dan damai untuk di tatap


"Anissa". teriak Delon saat melihat putrinya bersama Arden

__ADS_1


saat mendengar suara ayahnya membuat Anissa mendorong Arden lalu bangun


"apa yang kamu lakukan bersamanya". tanya Delon saat berada di depan putrinya


"tadi Anissa tidak sengaja jatuh dan menarik baju Arden sehingga seperti itu". jawab Anissa


"dimana Yusuf kenapa kamu ada di sini". tanya Delon


"aku pulang duluan tadi Yusuf masih mengajar". jawab Anissa


"ayo pulang". ajak Delon dan menarik tangan putrinya tanpa memperdulikan Arden


setelah kepergian Anissa Arden masih memegang dadanya karena perasaan yang belum pernah dia rasakan


"jadi pria itu namanya Yusuf". monolog Arden saat mengingat pria yang sudah dua kali dia lihat bersama Anissa


"eh kenapa aku seperti ini". tepis Delon lalu meninggalkan taman itu tapi saat akan melangkah Delon menginjak sesuatu lalu mengambilnya yaitu sebuah kalung yang terdapat nama Anissa


"ini pasti kalungnya". monolog Arden lalu memasukkan kalung itu ke dalam sakunya dan meninggalkan taman itu.


sedangkan di tempat lain


"ayah". teriak Bunga


"ayah". teriak Bunga lagi di ruang tamu


"aku mau bicara sama ayah". ucap Bunga


"mau bicara apa Bunga". jawab haris


"Bunga tidak ini ada dia". tunjuk Bunga


"jaga sopan santun mu dia ibumu". ucap Haris


"ibu tiri aku yakin dia menikahi ayah hanya ingin harta ayah saja". ucap Bunga


"cukup Bunga". ucap Haris


"orang miskin seperti pasti hanya mengincar harta ayah saja jika tidak mana mau menikah sama ayah yang pantasnya menjadi ayahnya sedangkan dia masih muda". sambung Bunga


"jangan mas dia putrimu aku kebelakang saja dengarkan Bunga dia ingin bicara apa". ucap Lastri dan menahan tangan harus yang ingin menampar Bunga


sekitar delapan bulan yang lalu haris menikah lagi setelah lima tahun menduda karena ibunya Bunga telah meninggal dan Lastri sendiri adalah pembantu di rumah harus yang sudah bekerja selama empat tahun, dan sekarang Lastri Hamil empat bulan. semenjak menikah dengan Haris , Bunga tidak menyukai Lastri apalagi sekarang Lastri hamil.


"jangan membuat ayah pusing dan marah Bunga, kamu ingin bicara apa". tanya baris sambil menahan emosinya

__ADS_1


"aku ingin ayah membatalkan kerja sama dengan perusahaan milik Om Delon". ucap Bunga


"kenapa ayah sudah lama bekerjasama dengannya". tanya Haris


"karena putrinya sudah merebut orang yang Bunga suka". jawab Bunga


"Bunga ayah tidak bisa membatalkan kerja sama itu jika sampai membatalkan maka ayah akan mengalami rugi besar". ucap Haris


"ayah tidak akan menuruti keinginan mu". ucap Haris langsung berdiri


"kenapa tidak bisa saat aku meminta sesuatu ayah tidak pernah mengabulkan tetapi jika istri baru ayah , ayah selalu mengabulkan yang dia minta". ucap Bunga


"kenapa yah apa dia lebih penting daripada Bunga bahkan mobil yang Bunga inginkan selama ini malah ayah belikan untuk istri baru ayah". sambung Bunga


"kenapa yah". tanya Bunga


"dan bahkan ayah membelikan rumah untuk keluarga istri baru ayahkan, aku benar". ucap Bunga


"saat ini saja ayah lebih perduli dengan dia dan aku yakin setelah anaknya lahir ayah akan melupakan ku". ucap Bunga sambil meneteskan air matanya


"padahal selama ini aku tidak pernah meminta apapun pada ayah dan semenjak ayah menikah lagi ayah memotong uang jajanku bahkan ayah menyuruh untuk tidak di apartemen". sambung Bunga


"ayah benci ayah dan aku berdoa semoga dia keguguran". teriak Bunga


plak


"jaga bicaramu Bunga". ucap Haris dan bunga terkekeh saat ayahnya menamparnya


"ternyata dugaan bunga Benar dan apa yang bunga takutkan jika ayah menikah lagi adalah ayah tidak akan menyayangiku lagi dan hari ini terbukti". ucap Bunga lalu mengambil tasnya dan meninggalkan rumah


"mas kenapa kamu menamparnya". ucap Lastri


"aku lepas kendali". ucap Haris


"mas jika sikapmu seperti ini itu akan membuatnya tidak akan bisa menerima ku". ucap Lastri


"apa yang aku lakukan adalah aku hanya ingin dia menerima mu sebagai ibunya". ucap Haris


"aku tau dan aku yakin akan sulit bagi Bunga untuk menerima mu sebagai ibunya apalagi umur kita hanya beda delapan tahun saja". jawab Lastri


"sudah jangan banyak pikiran ingat kata dokter jangan sampai stress". ucap Haris sambil mengusap perut istrinya lalu mengajaknya masuk ke dalam kamar karena dokter menyarankan istrinya untuk banyak istirahat karena kandungannya yang lemah.


💙💙💙


yuk sambil nunggu update aku bawa rekomedasi cerita dari kak " Teh Ijo " dengan Judul "Menikahi Ketua OSIS" selamat membaca

__ADS_1



__ADS_2