Tuan Mafia

Tuan Mafia
Tuan Mafia S2- Pernikahan Arden Dan Anissa


__ADS_3

akhirnya hari yang di tunggu tunggu oleh Anissa dan Arden akhirnya telah tiba. dua keluarga besar sudah berada di hotel tempat pernikahan di langsungkan. Anissa yang sedang berada di Salah satu kamar hotel untuk di makeup terus saja merasa gugup dan meremas tangannya. Lisa yang melihat putrinya yang gugup langsung menghampiri dan duduk di samping putrinya


"jangan gugup". ucap Lisa


"aku benar benar merasa gugup ma , rasanya aku masih tidak percaya jika hari ini aku akan menikah apalagi dengan orang yang pernah membuat ku kesal, dan masih tidak percaya juga aku menikah di saat masih kuliah, apakah nanti aku bisa membagi waktu antara kuliah dan urusan rumah tangga". ucap Anissa


"pasti bisa kamu lihat bukan Andra dan Ana menikah masih saat kuliah tapi mereka bisa bisa saja, mama yakin kamu juga pasti bisa dan Arden juga bisa mengerti kamu dan kamu jika bisa mengerti Arden". ucap Lisa dan Anissa menanggukan kepalanya


saat mereka sedang mengobrol akhirnya MUA datang untuk merias Anissa dan Lisa mempersilahkan MUA tersebut.


di kamar yang lain Arden yang sudah siap dengan stelan baju terus berdiri depan cermin


"tampan pasti Anissa akan terpesona dengan ku". ucap Arden dengan percaya diri


"Arden bisa duduk tidak kamu, pusing kakak lihat kamu dari tadi muter muter di depan cermin seperti itu perasan dulu aku tidak selebay dirimu". ucap Andra


"bagaimana mau lebay orang kamu saja nikah dengan penjebakan drama terciduk di apartemen agar bisa menikah dengan Tasya karena sangat mencintai Tasya dan sayangnya Tasya mencintaiku waktu itu". ucap Arden sambil menyemprotkan parfum di pakaian


"auwh". ringis Arden saat Andra menjitak kepalanya


"tapi sekarang Tasya sangat mencintaku dan kami memiliki putrinya yang sangat cantik". jawab Andra


"daripada aku pusing di melihat seperti ini aku mau kembali ke kamar bersama istri dan anakku". ucap Andra dan keluar dari ruangan yang di tempati Arden


saat Andra masuk kedalam kamar senyum mengembang saat melihat istrinya sedang menyusui putrinya, Tasya terkejut saat mendapatkan ciuman di pipinya.


"mas membuat terkejut saja". ucap Tasya

__ADS_1


"hmmm Kaila suka banget sih minumnya padahal ini milik Daddy". ucap Andra dan menarik sumber kehidupan anaknya sehingga membuat Kaila menangis


"mas jangan usil kenapa, lihat itu ASI kemana mana dan Kaila juga menangis". ucap Tasya dan mencubit lengan suaminya


ya satu bulan yang lalu Tasya melahirkan seorang putri yang sangat cantik dan diberi nama Kaila Widya Putri


jam sudah menunjukkan pukul Sepuluh pagi dan artinya sebentar lagi acara akan di mulai. Arden memasuki aula hotel untuk melakukan akad. sesampainya di sana Arden duduk di depan ayahnya Anissa dan menjabat tangan Delon.


Arden meneteskan air matanya saat dia mengucapkan akad dengan satu kali tarikan nafasnya,ada rasa bahagia dan terharu karena telah memperistri perempuan yang telah berhasil mencuri hatinya


kedua orang tua Meraka merasa bahagia ketika anak mereka telah menjadi sepasang suami istri. Ana dan Farhan juga hari di pernikahan Arden saat melihat Tasya yang mengedong bayi Ana terseyum getir


"jangan sedih pasti nanti kita juga akan punya anak yang pasti dengan usaha yang keras jika mau lebih cepat bagaimana jika kita membuatnya setiap hari". goda Farhan dan Ana mencubit pinggangnya suaminya


Arden tidak bisa mengalihkan pandangannya saat Anissa masuk kedalam aula yang di gandeng oleh mamanya. setelah Anissa duduk di sampingnya mereka melakukan memasang cincin di jari pasangannya. Anissa memejamkan matanya saat Arden mencium keningnya dengan cukup lama


"Arden aku serahkan putriku padamu untuk kamu sayangi dan jangan pernah kamu sakiti dia karena sejak kecil kamu merawatnya dengan kasih sayang dan cinta, jika sampai kamu menyakitinya dan aku mengetahuinya akan aku bawa Anissa pergi dari kehidupan mu dan aku pastikan kamu tidak akan bisa menemuinya lagi". ucap Delon


"siap yah aku tidak bisa berjanji tapi aku akan berusaha untuk membuat Anissa selalu bahagia bersama ku". Jawab Arden


"Anissa sekarang kamu sudah menjadi seorang Istri jadi harus bisa menjaga nama baik suamimu dan suamimu juga harus menjaga nama baikmu jadi Kalian berdua harus saling menjaga dan jika ada masalah di dalam rumah tangga jangan sampai orang lain mengetahuinya dan selesaikan dengan kepala dingin". ucap Lisa


"iya ma". jawab Lisa


"Arden ayah harap kamu bisa memegang tanggung jawab mu sebagai suami, sebagai mahasiswa dan juga sebagai CEO perusahaan, jika ada masalah di perusahaan atau di kampus jangan di bawa ke rumah ataupun kamu lampiaskan kepada istrimu yang tidak tau apa apa jika memang masalah itu berat duduklah berdua dan ceritakan masalah mu pada istrimu karena itu akan mengurangi beban masalah yang kamu tanggung". nasehat Alex pada putranya


"iya ayah Arden akan berusaha bertanggung jawab atas masing masing apa yang Arden lakukan". jawab Arden

__ADS_1


"kalian berdua sudah menikah jadi harus saling terbuka agar tidak menimbulkan masalah". ucap Laura dan mereka berdua menganggukan kepalanya


setelah mendapatkan nasehat mereka berdua duduk di atas pelaminan dan melihat para tamu undangan yang sedang menikmati pesatnya. Arden sejak tadi tidak melepaskan tautan tangannya pada Anissa


"aku senang akhirnya kita bisa menikah dan aku tidak percaya menikah dengan perempuan yang Selalu membuat masalah denganku". ucap Arden dan mencubit pipi Anissa


"aku juga tidak menyangka, dan takdir tidak ada yang tau, awalnya dua orang yang saling membenci dan sekarang malah di persatukan di Ikatan pernikahan". ucap Anissa sambil menatap Arden


"Kenapa di tahan". ucap Arden saat tangan Anissa berada di mukanya saat dia akan mencium Anissa


"mau apa mau menciumku, kamu tidak malu apa beruang kutub menciumiku di sini dan di saksikan banyak orang". ucap Anissa


"Kenapa harus malu kamu istriku". jawab Arden dan Anissa lagi lagi meletakan tangannya di wajah Arden


"aku yang malu tidak mau, kenapa kamu sekarang berubah mesum seperti ini". ucap Anissa dan menggeser duduknya menjauh dari suaminya


"sayang kenapa menjauh padahal baru saja menikah". ucap Arden dan menggeser duduknya sehingga mepet dengan Anissa


"beruang kutub geser ini sempit". ucap Anissa sambil mendorong Arden


Anissa melakukan itu untuk menutupi rasa gugupnya dan merasa malu jika sampai Arden mendengar detak jantungnya. Anissa menahan nafasnya saat Arden sudah menempelkan telinganya di dadanya


"aku suka dengan suara detak jantung yang seperti ini jika berserakan dengan ku". ucap Arden


cup


Anissa semakin diam mematung saat Arden mencium bibirnya dengan singkat

__ADS_1


"sisanya nanti malam dan ini untuk pembukaan sebelum ke intinya nanti malam". bisik Arden dan terseyum saat melihat Anissa yang tersipu dan gugup. Arden dapat melihat dengan jelas kegugupan istrinya itu


__ADS_2