Tuan Mafia

Tuan Mafia
Tuan Mafia S2- Rencana Pesta Pernikahan


__ADS_3

sepasang suami istri sedang berada di kamar, Andra keluar dari kamar mandi hanya menggunakan handuk yang melingkar di pinggangnya Tasya yang melihat itu menelan salivanya saat melihat dada bidang Andra yang terkena air dan rambutnya yang masih meneteskan air menambah ke tampannya, dengan santainya Andra berjalan menuju lemari dan mengambil piyama miliknya dan langsung melepas handuknya sehingga membuat Tasya langsung menutup matanya dan jantungnya berpacu dengan cepat.


"apa kak Andra tidak melihat ada aku di sini dengan santainya melepas handuknya". monolog Tasya di balik Nobel yang di baca


sedangkan Andra terkekeh melihat reaksi Tasya, Andra sebenarnya sudah menggunakan boxer dia memang sengaja keluar hanya menggunakan handuk saja agar Tasya terbiasanya dengan itu. setelah selesai memakai piyama Andra menghampirinya Tasya yang duduk di ranjang, jantung Tasya semakin berpacu dengan kecepatan penuh saat merasakan Andra menaiki ranjang. Andra menarik novel yang Tasya pegang sehingga membuat istirnya terkejut.


"kenapa di tutup seperti itu". tanya Andra


"kenapa kakak tidak ganti di kamar mandi, apa kakak tidak tau aku ada di sini". tanya Tasya tanpa menjawab pertanyaan Andra


"aku tau kamu di sini, tidak masalah aku berganti di sini kamu istriku". ada getaran aneh yang Tasya rasakan saat Andra mengatakan dia adalah istrinya, Tasya melihat Andra yang fokus membaca novelnya yang di baca tadi


"tapi aku malu melihatnya". Andra langsung menatap Tasya saat mendengar perkataan Tasya


"tidak perlu malu itu halal untukmu jika kamu melihatnya dan kamu harus terbiasa, bukannya kita sudah sepakat untuk memulai dari hal kecil, aku rasa berganti pakaian di kamar itu hal kecil sya". beritahu Andra sendangkan Tasya membeku dengan tatapan Andra yang begitu tulus dan sedikit gugup saat ingin menjawab Andra


"tidak perlu terburu buru kita lakukan pelan pelan saja". sambung Andra saat melihat ke gugupan Tasya dan Andra tersenyum saat melihat rona merah di pipi Tasya.


Andra meletakkan novel yang berjudul Cahaya Dalam Kegelapan ( sebuah ketulusan ) di atas nakas dan kembali menatap Tasya.


"kamu ingin pesta pernikahan seperti apa". tanya Andra


"pasta pernikahan". ulang Tasya dan Andra menanggukan kepalanya


"aku ingin mengadakan pesta untuk pernikahan kita, aku tau pernikahan ini mendadak tapi aku akan tetap mengadakan pesta agar kejadian di kantin tidak terulang lagi, aku tidak ingin ada gadis yang mendekati ku maupun laki laki yang mendekati mu, jadi jika kita mengadakan pesta mereka akan tau". Andra menjelaskan niatnya itu


"a aku ikut saja akan seperti apa pesta pernikahannya nanti". jawab Tasya, Andra mengambil tablet nya yang berada di atas nakas.

__ADS_1


Andra menunjukkan beberapa konsep pesta pernikahan yang sudah di bicarakan dengan WO, Tasya terkejut saat Andra sudah menyiapkan semuanya hanya tinggal memilihnya. ada tiga konsep pesta pernikahan yang ada siap pertama konsep ala ala Putri kerajaan, kedua konsep outdoor, dan yang ketiga konsep India. Tasya sangat kagum dengan konsep yang Andra jelaskan tadi.


"jadi kamu mau pakai yang mana". tanya Andra


"tapi semua itu pasti mahal". jawab Tasya


"tidak masalah hanya sekali seumur hidup". jawab Andra


"jadi pilihlah". sambung Andra


"yang ala ala Putri kerajaan saja". jawab Tasya dan Andra senang dengan pilihan Tasya.


Andra masih ingat saat mereka waktu masih kecil dan menghadiri sebuah pernikahan, di sana Tasya kecil mengatakan bahwa saat dia dewasa nanti dan akan menikah ingin pernikahannya seperti putri kerajaan saat Andra tanya kenapa Tasya ingin pernikahan seperti itu jawaban Tasya adalah dia ingin seperti Putri Putri kerajaan yang di kelilingi oleh orang orang yang menyayangi dan menghargainya.


"baiklah kita akan menggunakan konsep ini".


"satu Minggu lagi". jawab Andra sambil menghubungi seseorang


"satu Minggu". keterkejutan Tasya dan Andra hanya menganggukkan kepalanya


Andra menguning WO untuk menyiapkan konsep pesta pernikahan ala ala Putri kerajaan dan Andra juga meminta dalam satu minggu semuanya sudah beres dan pesta berjalan dengan lancar, Tasya hanya menghela nafasnya saat melihat Andra menghubungi pihak WO.


"tidurlah sudah malam". perintah Andra


Tasya membaringkan tubuhnya dan menarik selimutnya, Andra membawa Tasya kedalam pelukannya dan Tasya sudah di protes lagi saat Andra memeluknya, awal saat Andra memeluknya Tasya menolaknya dan protes, tapi sekarang tidak karena Tasya berpikir mungkin ini adalah salah satu cara untuk menumbuhkan rasa cinta mereka tanpa Tasya tau bahwa Andra sudah mencintainya. Tasya memejamkan matanya dan Andra memandangi wajah damai Tasya yang terkena sinar bulan sehingga membuat Tasya semakin cantik, Andra mengusap pipinya Tasya dengan pelan agar tidak menganggu istrinya itu. Andra mencium kening Tasya dan terakhir mencium bibir Tasya.


"manis". guman Andra, lalu menyusul Tasya dan mengeratkan pelukannya sedangkan Tasya mencari posisi yang nyaman di pelukan Andra.

__ADS_1


pagi hari Tasya terbangun dan seperti biasanya bangun dalam keadaan Andra memeluknya dan menyingkirkan tangan Andra yang memeluknya, setalah memindahkan tangan Andra Tasya duduk di ranjang mengumpulkan nyawanya. saatnya nyawa sudah terkumpul dan melihat kebawah betapa terkejutnya saat melihat dua kancing piyama atasnya terbuka dan memperlihatkan asetnya.


"kenapa bisa terbuka seperti ini". guman Tasya sambil membenarkan kancing piyamanya dan masuk ke kamar mandi.


Andra terseyum saat mendengar gumaman Tasya tadi, semalam saat Andra tertidur tangannya tidak sengaja memegang aset istrinya dan Andra yang penasaran secara perlahan membuka kancing piyamanya, setelah kancing itu terbuka Andra mengintip aset itu dan memasukan tangannya lalu mendiamkan tangannya di sana sampai di tertidur dan baru mengeluarkan tadi pagi. Andra terseyum sambil melihat telapak tangannya dan Andra masih dapat merasakan sensasinya saat tangannya memegang aset itu.


Tasya keluar dari kamar mandinya dengan pakaian yang sudah lengkap sedangkan Andra masih berpura pura tidur, Tasya melihat jam sudah menunjukkan pukul setengah enam. Tasya menghampiri Andra dan membangunkan suaminya itu.


"kak bangun". ucap Tasya sambil menggoyangkan lengan suaminya


"eugh". lenguh Andra sambil merenggangkan otot ototnya


saat Andra sudah bangun Tasya menuju ke meja rias. Andra melihat ada bajunya yang sudah ada di ranjang ternyata Tasya sudah menyiapkan.


ting


*Om Herman*


berikan uang lagi, masih kurang dana yang kemarin, jika tidak mau memberikan saya akan menawarkan Tasya ke teman saya, tidak masalah jika Tasya harus tidur semalam dengannya asal saya mendapatkan uang, teman saya juga tidak masalah saat tau putriku sudah menikah dia tetap mau membayar Tasya untuk tidur semalam dengannya


Andra mengepalkan tangannya saat menerima pesan dari ayahnya Tasya, Andra meletakkan ponselnya dan masuk ke kamar mandi untuk menyegarkan tubuhnya.


"aku tidak akan membiarkan Tasya dalam masalah, sebenarnya om Herman ini ayahnya Tasya atau bukan, kenapa tega sekali dengan Tasya". monolog Andra sambil berdiri di bahan shower untuk meredam kemarahannya


💙💙💙


jangan lupa mampir di karya baruku dengan judul "Cahaya Dalam Kegelapan ( Sebuah Ketulusan)

__ADS_1



__ADS_2