
keesokan paginya berita kebakaran rumah Alex menjadi tranding topik di setiap media sosial dan di temukan satu korban dalam kebakaran itu sehingga membantu Alex harus melakukan klarifikasi bahwa dirinya sudah pindah dari rumah itu beberapa hari yang lalu dan tidak tau soal korban tersebut. dan ada warga yang mengatakan bahwa rumah tuan Alex sengaja di bakar oleh seorang wanita yang memiliki wajah buruk rupa semalam. polisi melakukan otopsi pada korban kebakaran tersebut.
"mas". panggil Laura saat melihat suaminya menonton tayangan televisi yang menayangkan berita kebakaran itu
"ya baby". jawab Alex
"apa kata polisi soal korban itu". tanya Laura
"mereka sedang melakukan penyelidikan". jawab Alex dengan santai
bahkan di berita itu menyampaikan jika kebakaran itu di lakukan oleh musuh bisnis Alex , karena mereka semua tau jika perusahaan yang Alex dirikan menduduki urutan nomor satu di dunia.
berarti kebakaran itu juga sampai pada Niko dan keluarga Fatma, setelah melakukan tindakan kini polisi menemukan indentitas korban kebakaran itu yaitu Merlin dan itu sangat mengejutkkan bagi Gio, Fatma, Niko dan Nadia. mereka semua tidak menyangka bahwa korban itu adalah Merlin.
Singkat cerita kini semua orang sedang berada di pemakaman Merlin, Nadia menaburkan bunga di makam mamanya walaupun masih ada perasaan sakit hati terhadap mamanya Nadia tetap mendo'akan mamanya, bagaimanapun dia adalah orang yang telah melahirkan terlepas dari perlakuanya selama ini yaitu dari menculiknya lalu menjualnya ke rumah bordil dan memberikan obat pengering kandungan serta berusaha melenyapkannya.
"ma Nadia tidak tau harus senang atau sedih tapi Nadia do'akan yang terbaik untuk mama di sana". ucap Nadia
Gio membantu Nadia berdiri dan merangkul sang isteri.
"semoga kamu tenang di sana , aku sudah memaafkan mu Merlin, mungkin semua ini terjadi padaku sudah menjadi takdirku". ucap Fatma sambil mengusap nisan Merlin
"Merlin terlepas dari apa yang telah kamu lakukan padaku aku mendo'akan mu semoga kamu tenang di sana dan terima kasih telah memberikan seorang putri seperti Mira". ucap Niko
mereka semua meninggalkan makam Merlin dan menuju ke rumah masing-masing. di dalam mobil Fatma menyandarkan tubuhnya di kursi penumpang
"takdir tidak ada yang tau akan seperti apa, kita tidak bisa memutuskan ingin takdir yang bagaimana, mungkin takdirku dan takdirmu seperti ini Merlin, mungkin sifat dan sikap mu timbul karena didikan yang salah dan kamu sendiri tidak bisa berdamai dengan takdirmu, mungkin saja hidupmu akan bahagia saat kamu bisa menerima Niko sepenuhnya sebagai suamimu, jika masalah pekerjaan aku yakin Niko akan melakukan yang terbaik untuk mu, tapi semua sudah seperti ini". monolog Fatma
"ma aku tidak tau apa yang membuat mama tidak menginginkan ku dan ketika aku tau siapa orang tuaku membuat ku dilema dan sekaranga mama pergi tanpa tau jika aku adalah anakmu". monolog Nadia
setelah beberapa menit akhirnya mobil yang mereka kendarai telah sampai di rumah Fatma, mereka semua masuk ke dalam rumah
"mas". panggil Nadia saat mereka sudah sampai di kamar
"hmm". jawab Gio
"mas kamu masih marah padaku". tanya Nadia
"marah kenapa". tanya Gio
"karena aku anak dari orang yang sudah menghancurkan keluarga mu dan juga telah membohongi mu selama ini". jawab Nadia
Gio menghampiri Nadia dan mengusap pipi Nadia lalu mendekatkan bibirnya ke bibir Nadia, Nadia mengalungkan tangannya di leher Gio, ciuman itu semakin panas dan saat Nadia akan kehabisan nafasnya Gio melepaskan ciuman tersebut dan mengusap bibir Nadia yang membengkak
"maafkan aku dan maaf dengan sikap mu yang waktu itu, dan seharusnya aku tidak melakukan itu, maafkan aku". ucap Gio
__ADS_1
"tidak mas seharusnya aku yang minta maaf, wajar saja jika mas meragukan aku apalagi mama sudah membohongi selama ini". ucap Nadia
"mas hanya takut kamu ikut dalam rencana mama sayang". ucap Gio
"kamu mau memaafkan masakan dan mas janji tidak akan meragukan mu dan mas yakin kamu juga korban dari mamamu". ucap Gio
"jadi mas tidak akan meninggalkanku kan". tanya Nadia
"tidak, mas akan jadi suami yang baik dan juga ayah yang baik buat anak kita". ucap Gio
"sudah jangan bersedih dan banyak pikiran, kamu harus menjaga kesehatan apalagi sekarang kamu tidak sendirian". ucap Gio sambil menghapus air mata Nadia
"sekarang kita lupakan semua dan mulai dari awal, soal masalah mama Merlin mas juga sudah memaafkannya dan ini juga salah mas yang percaya begitu saja padanya". ucap Gio sambil membawa Nadia ke dalam pelukannya
"aku suka wanginya mas". ucap Nadia sambil menghirup wangi badan suaminya
"hmmm jadi anak papa suka sama papa ya, maafkan papa ya nak beberapa hari ini papa tidak menyapa mu". monolog Gio sambil mengusap perut Nadia dan menciumnya
"papa janji mulai sekarang papa akan selalu ada untukmu". sambung Gio dan menggesekan hidungnya di perut Nadia sehingga membuat Nadia tertawa karena geli
Fatma sangat bahagia saat melihat putranya bisa menerima Nadia dan anak mereka.
"berikan kebahagiaan untuk anak anak ku dan jangan sampai keluarga anak anak ku mengalami apa yang aku alami". ucap Fatma lalu meninggalkan kamar Gio dan menuju dapur dan saat sampai di dapur Fatma melihat Zihan yang sedang mencuci piring
"dua hari lagi kakak Zihan pulang dari luar negeri dan akan menjemput Zihan kemari, Zihan tau apa yang menjadi ketakutan Tante dan Zihan juga tidak ingin menjadi perusak rumah tangga orang karena Zihan masih ingat bagaimana sedihnya bunda Zihan saat ayah lebih memilih wanita selingkuhannya sehingga menyebabkan bunda Zihan bunuh diri ketika mendapat kabar bahwa ayah menikah dengan wanita selingkuhannya bahkan ayah dan selingkuhan sudah memiliki anak sebelum mereka menikah dan lebih parahnya anak itu adalah anak yang sering ayah bawa pulang dan mengatakan pada bunda bahwa itu adalah anak temannya yang di titipkan pada ayah". ucap Zihan dan Fatma yang mendengar itu terkejut
"dan setelah bunda meninggal kakakku memilih pergi dari rumah karena muak melihat ayah bersama selingkuhnya yang tinggal di rumah kami dan aku tetap bertahan di sana karena waktu itu aku masih SMP dan mau tidak mau harus menerima istri baru ayah dan Zihan juga harus menerima tidak mendapatkan kasih sayang ayah karena ayah lebih menyayangi anak dari selingkuhannya". sambung Zihan
Hem
Hem
Fatma berdehem untuk mengeluarkan kata katanya
"hmm maafkan Tante jika perkataan Tante ada yang membuat mu tersinggung". ucap Fatma
"kenapa Tante minta maaf, Tante seperti itu karena ingin keluarga anak Tante tidak mengalami apa yang Tante alami jadi Zihan tidak masalah karena setiap ibu pasti ingin anak anaknya bahagia". ucap Zihan sambil tersenyum
"lalu kenapa kamu kabur dari rumah". tanya Fatma sangat hati-hati
"anak dari selingkuhan ayah juga perempuan hanya selisih tiga tahun denganku Tan, dia kelas satu SMA dan aku kelas tiga, dia menyukai orang yang menyukai sehingga dia menceritakan pada ayah dan ibunya, karena ayah sangat menyayanginya jadi ayah akan menikah aku dengan rekan bisnis agar anak kesayangan bisa bersama orang yang dia sukai". jawab Zihan
"kenapa kamu tidak tinggal bersama kakakmu saja". tanya Fatma dan lagi lagi Zihan hanya tersenyum
"kakakku sudah menikah dan besok saat kakakku menjemputku aku hanya minta pada kakak ku untuk mengatakan ku ke pondok pesantren saja". jawab Zihan
__ADS_1
"apa istrinya tidak mengizinkan mu untuk tinggal bersamanya". tanya Fatma
"kakak ipar sangat baik hanya saja keluarga kakak ipar yang begitu jadi aku tidak ingin membuat kakakku mendapat masalah dari keluarga kakak ipar". jawab Zihan
"eh maaf Tante aku jadi curhat". ucap Zihan
"tidak apa, yang sabar saja tante yakin kamu akan menemukan kebahagiaan suatu hari ini dan ingat jangan jadi orang yang menghancurkan sesama perempuan hanya untuk mendapatkan kebahagiaan karena sejatinya itu tidak akan bertahan lama". ucap Fatma
"Zihan tau tante karena Zihan juga tidak menginginkan jadi perempuan yang seperti itu". jawab Zihan
Fatma mengusap bahu Zihan untuk menguatkan gadis itu
"Zihan pasti bisa mengelewati semua ini karena Zihan istimewa jadi di beri ujian seperti ini". ucap Fatma
"iya Tan, Zihan berterima kasih karena sudah di izinkan tinggal di rumah ini untuk sementara waktu". ucap Zihan
sedangkan di dalam kamar Nadia sedang bermanja dengan suaminya, Gio dengan setia mengusap perut Nadia yang masih rata
"mas nanti kalau perutnya sudah membesar past lucu dia bisa bergerak". ucap Nadia
"iya sayang , pasti dia akan aktif di dalam sini". jawab Gio
"aku sudah tidak sabar menunggu hari itu datang mas, apalagi dia menendang pasti rasanya menyenangkan karena waktu itu aku pernah memegang perut orang hamil bayinya sangat aktif dan itu rasanya bahagia kata ibunya". ucap Nadia.
"nanti kamu juga akan merasakannya". ucap Gio
"mas kira kira anak kita laki laki atau perempuan ya". tanya Nadia
"mau laki laki atau perempuan yang penting sehat". jawab Gio
Nadia berlari ke kamar mandi dan mengeluarkan cairan
huek
huek
Gio menyusul Nadia yang sedang muntah muntah dan memijat tengkuk Nadia, Nadia menyadarkan kepalanya di dada Gio Karena lemas, Gio mengendong Nadia menuju ranjang dan meletakan Nadia dengan pelan pelan, setelah itu Gio memijat dahi Nadia dengan pelan pelan
"Masih pusing atau mual". tanya Gio
"hanya sedikit pusing". jawab Nadia sambil memejamkan matanya
Gio mencium kening Nadia
"sudah sembuh kan sudah aku cium". canda Gio lalu membuat Nadia terkekeh
__ADS_1