
diperjalanan pulang dari pantai Laura bergelayut manja di lengan Alex, Alex sedang memeriksa beberapa pekerjaan lewat ponsel, sedangkan Laura menikmati aroma parfum milik Alex
ciitt
Riko mendadak mengerem mobil sehingga membuat Alex dan Laura maju ke depan, dengan sigap Alex melindungi perut Laura.
"Rik kenapa berhenti mendadak". tanya Alex
"ada yang menghadang kita tuan". jawab Riko
Alex melihat kedepan mobil ada beberapa orang bertopeng menghadang jalan mereka.
"baby tunggu disini, jangan keluar". Laura hanya menganggukkan kepalanya.
Riko dan Alex keluar dan orang orang itu mendekati Alex dan Riko.
"apa mau kalian". tanya Alex
"kematian kalian". jawab salah satu dari mereka
bugh
bugh
bugh
terjadi perkelahian diantara mereka walaupun lawan yang tidak sebanding tidak membuat Alex kalah, Laura yang melihat mereka berkelahi merasa cemas. sebagian dari mereka sudah tumbang.
bugh
Laura memukul salah satu dari mereka yang akan menyerang Alex dari belakang, Alex dan Riko terkejut saat Laura turun dari mobil
"baby kenapa turun". tanya Alex dengan datar
"dia menyerangmu dari belakang".
dor
dor
dor
__ADS_1
dor
Alex menembak mereka untuk mengakhiri perkelahian ini, karena jika tidak segera di akhiri Alex takut membahayakan keselamatan Laura dan anak mereka.
"kenapa kamu membunuh mereka". tanya Laura yang terkejut untuk kedua kalinya melihat Alex membunuh orang
"maaf baby jika aku membuatmu takut". Alex mengecup kening Laura
"apa tidak ada jalan lain selain membunuh mereka". tanya Laura lagi
"tidak ada baby, resiko hidup sebagai mafia adalah seperti ini dibunuh atau membunuh". Alex membawa Laura masuk kedalam mobil dan mendudukkannya di sana
"maaf jika kamu harus melihat semuanya"
"tidak masalah aku hanya terkejut dan belum terbiasa". Laura menjawab dengan tersenyum
mereka melanjutkan perjalanan, tetapi bukan ke rumah melainkan pergi ke kantor karena ada meeting dadakan. setelah sampai di depan kantor Laura merasa takjub dengan bangunan yang menjulang tinggi. Alex membawa Laura masuk dan tentu saja membuat karyawan perempuan merasa iri, dulu mereka iri dengan Sintia yang sering di bawa kemari, tapi sekarang ada perempuan lain, mereka bertanya tanya siapa perempuan itu. resepsionis masih ingat bahwa perempuan itu yang pernah datang kemari dan mengaku sebagai istri tuan Alex.
saat sampai di ruangannya, Alex membawa Laura ke kamar rahasia yang ada di ruangan itu
"baby istrilah, aku harus meeting dulu, maaf meninggalkanmu di ruangan ini sendirian".
"tidak masalah".
ditempat lain seseorang sedang berbincang
"maaf tuan rencananya gagal dan Alex membunuh mereka semua". ucap orang itu
"dasar bodoh". jawab Gunawan
"harusnya ini kesempatan yang baik dia pergi tanpa pengawal".
"walaupun tanpa pengawal Alex sangat kuat dan istrinya juga membantu Alex melawan anak buah kita tuan".
"sial sejak kapan Laura bisa bela diri". umpat Gunawan
"Laura bukan hanya bisa bela diri tuan tapi juga mahir dalam menembak". orang itu menjelaskan apa yang dia lihat selama ini.
informasi kegagalan yang dibawa mata matanya membuat Gunawan naik pitam dan tidak terima kekalahan. dulu sangat mudah membunuh Mahendra dan istrinya tapi sekarang untuk membunuh anak begitu sulit.
"aku harus menyusun rencana yang sangat matang untuk mengalahkannya". monolog Gunawan
__ADS_1
setelah selesai meeting Alex Kembali ke raungan dan masuk ke kamar rahasianya, dan Alex terseyum saat melihat Laura yang tertidur, Alex mengambil ponsel Laura dan meletakkan di nakas, lalu Alex mendekatan wajahnya ke wajah Laura
"ternyata hamil sering membuat mu tertidur baby" monolog Alex sambil menciumi bibir Laura
"anak anak ayah kalian baik baik sajakan disana, maafkanmu yang sedikit bar bar tadi pasti kalian terkoncang disana". Alex mengusap perut Laura yang mulai sedikit buncit.
Laura terbang saat merasakan ada usapan diperutnya,
"ugh". Laura melenguh dan merentangkan Kedua tangannya.
"aku genduta nya". tanya Laura
"siapa bilang". jawab Alex
"lihat ini". Laura menyingkap bajunya dan menunjuk perut sedikit buncit
"lihatlah perutku sedikit buncit pasti ini karena makanku banyak". protes Laura dan Alex terkekeh saat Laura mengira dia gendut padahal itu membuncit karena terdapat janin
"tu kan aku ketawa pasti karena aku gendut". Alex hanya menggelengkan kepalanya
Alex menyakinkan Laura bahwa dirinya tidak gendut, tapi Laura tidak percaya dan menekankan perutnya dan terasa keras, Alex memegang tangan Laura yang sejak tadi terus menekan nekan perutnya.
"baby sudah jangan ditekan terus, kamu itu semakin cantik". puji Alex
"benarkah". tanya Laura dengan antuasias
"benar baby, aku sangat mencintaimu". Laura langsung merona saat Alex mengatakan kata cinta
dikamar itu dua anak manusia yang sedang dimabuk cinta sedang bersendau gurau, Alex yang menceritakan dulu masa kecil yang sering mencuri untuk makanan sampai dia menjadi Alex yang sekarang, ternyata hidup Alex tidak jauh beda dengan yang Laura alami, Laura sendiri untuk mendapatkan sepiring nasi dan tempe goreng saja harus membersihkan seluruh rumah Gunawan dan itupun hanya satu kali makanan. mereka mengeluarkan semua beban dihatinya, tetapi Alex tidak menceritakan masalah dendamnya
💙💙💙💙💙
setelah sampai rumah Laura dan Alex membersihkan diri masing masing-masing, Alex yang sudah selesai lebih dulu menunggu Laura di sofa, sedangkan entah apa yang di lakukan ibu hamil itu di kamar mandi tidak selesai selesai. Laura keluar dari kamar mandi dalam keadaan segar dan tanpa berdosanya Laura berjalan santai s menggunakan handuknya sebatas dada dan pendek di bagaimana bawah hanya menutupi sebagian pahanya dan Laura tidak tau seseorang yang duduk di sofa sedang menahan gairahnya. setelah selesai menggunakan pakaian Laura menghampiri Alex dan merebahkan kepalanya di paha Alex.
"apakah hidup sebagai mafia selalu di penuhi dendam". tanya Laura
"sebenarnya tidak tetapi jika ada dendam pasti ada sebuah pemicunya, hidup sebagai mafia memang selalu di penuhi dalam perkelahian". jawab Alex dan Alex menjelaskan kehidupan seorang mafia, hidup dilingkungan Mafia harus pintar dalam segalanya terutama melindungi dirinya sendiri walaupun ada anggota yang lain tetapi tidak menutup kemungkinan masih bisa terluka.
"apa harus sekejam itu jika menjadi mafia". tanya Laura
Alex hanya diam saja saat Laura bertanya karena nyata selama ini dia sudah banyak membunuh orang, Laura yang tidak mendapatkan jawaban dari Alex menatap Alex dengan intens.
__ADS_1
"tidak perlu dijawab jika tidak bisa menjawab". Laura berbicara dengan tersenyum
"baby kamu tidak perlu memikirkan itu, biar aku saja yang menanggungnya". Alex berusaha menyakinkan Laura bahwa dia akan baik baik saja untuk kedepannya dan Alex juga menyakinkan sebisa mungkin dia tidak akan melibatkan Laura dalam setiap masalahnya.