Tuan Mafia

Tuan Mafia
Berpisah Untuk Sementara Atau Selamanya


__ADS_3

di rumah sakit seseorang berjalan menuju ke sebuah ruangan dan membawa pistol dan terseyum saat melihat seorang sedang tertidur.


"maaf nyonya aku harus melakukan ini dan untuk kalian anak anak yang lucu maaf jika kalian hanya melihat dunia sebentar, ini adalah tugas terakhir yang aku harus jalankan, setelah ini aku hanya ingin hidup damai bersama keluargaku, aku sudah bosan hidup di bawah tekanan Gunawan" monolog pria itu dan langsung mengangkat senjatanya dan mengarahkan kepada target yang dia inginkan


dor


dor


dor


dor


empat tembakan dia layangkan untuk menghabisi seseorang dan orang itu mendekati sasaran dan langsung membalikan badan sasarannya dan terkejut yang dia tembak sebuah manekin begitu pula ketiga bayi itu hanya manekin.


"sial mereka sudah pergi". monolog pria itu dan pria itu langsung berlari untuk mencari mangsanya.


"Jhon kenapa kamu ada disini". tanya Riko saat berpapasan dengan Jhon


"kamu sendiri sedang apa di sini Rik". tanya Jhon balik


"aku harus menjemput nyonya". jawab Riko dan meninggalkan Jhon begitu saja, setelah kepergian Riko Jhon keluar dari rumah sakit itu.


"Jhon dari mana". tanya Alex saat Jhon memasuki mobil


"maaf tuan saya dari kamar mandi". jawab Jhon


Jhon menjalankan mobilnya sesuai yang di perintahkan Alex, dengan kecepatan sedang mobil itu mulai memasuki sebuah hutan.


Alex dan Mex mengamati jalan yang mereka lalui, semakin mereka masuk semakin gelap Susana karena di kelilingi oleh pohon pohon, saat Mex mengecek ponselnya tidak ada sinyal sama sekali.


"kak tidak ada sinyal". Alex langsung mengecek ponselnya


"benar Mex" jawab Alex


"tuan yakin kita lanjutan perjalanannya". tanya Jhon sambil memegang tengkuknya


"lanjut saja Jhon". perintah Alex


setelah beberapa menit, mobil itu berhenti di sebuah rumah dengan halaman yang luas, ada sedikit keanehan disini, kenapa sepi sekali tidak seperti berpenghuni. mereka turun dari mobil dan berjalan memasuki rumah itu dengan hati hati.


💙💙💙💙💙💙


Jolin memandangi luara dari kaca depan dapat melihat ada kesedihan di mata Laura, Jolin menimang Minang Andreana di pangkuan sehingga bayi itu tidur lagi

__ADS_1


oek


oek


oek


oek


Arden menangis seakan tau apa yang di rasakan oleh mamanya, sedang Andra tertidur pulas di pangkuan bik Jum.


cup


cup


"Arden sayang jangan nangis ya" Laura menepuk nepuk bayi itu


"nyonya sebaiknya den Arden di beri ASI dan nyonya jangan gelisah bayi tidak akan diam saat yang mengendong sedang gelisah" bik Jum menasihati Laura


"baik bik" jawab Laura dan menyusui Arden dan berusaha memenangkan pikirannya, sedangkan sopir menurunkan tirai saat nyonya akan menyusui tuan kecil.


setelah dua jam perjalanan akhirnya mereka sampai di rumah yang di sediakan oleh Alex untuk keamanan meraka dapat di lihat sejak masuk ke jalan itu sudah banyak anak Buah Alex yang berjaga saat sampai di rumah beberapa anak buah Alex sudah berjaga di rumah itu. Laura, Jolin dan bik Jum masuk kerumah itu menuju ke kamar bahkan di kamar itu sudah terdapat tiga box bayi yang Alex sediakan, Laura meletakan Arden di box itu begitupun Dengan Andra dan Andreana.


"Jolin bik tinggal kami, aku ingin beristirahat". perintah Laura


setelah Jolin dan bik Jum keluar Laura melihat isi kamar itu yang di penuhi dengan fotonya bahkan ada foto pernikahan mereka, dan foto ketiga anak mereka, Laura menemukan sebuah surat


Hay baby, aku yakin saat kamu baca surat ini kamu sudah sampai di rumah ini, aku sudah menyiapkan semua kebutuhan kalian di rumah ini, jangan khawatir aku pasti pulang jikapun tidak aku sudah menyiapkan semuanya, aku sudah memindahkan asetku atas namamu dan juga ketiga anak kita. aku mencintaimu Lauraku istriku, maka dengan cinta itu aku akan berusaha untuk kembali dengan selamat, jaga kesehatan jangan memikirkan aku, Jolin dan bik Jum yang akan membantumu untuk merawat ketiga anak kita.


setelah membaca pesan itu Laura meremas kertas tersebut hingga tak berbentuk


"kamu harus kembali dengan selamat tuan mafiaku, aku tidak akan memaafkanmu jika kamu tidak kembali". Laura memasukan surat itu kedalam laci dan menatap ke tiga anaknya yang sedang terlelap.


"kalian pasti akan menjadi anak anak yang kuat". monolog Laura


💙💙💙💙


saat Alex berada di halaman depan Gunawan melihat Alex dari cctv yang dia pasang dan terseyum saat tau siapa tamu yang datang, tanpa susah payah ternyata Alex sendiri yang mendatangi dia, tentu saja dia bahagia dengan begitu Alex akan mati di tangannya.


Alex membaca setiap tanda yang menyuruh untuk mengikuti tanda itu jika ingin bertemu dengan ketua Strat Black.


"apa reaksi mu saat tahu aku ketua Strart Black bahkan orang yang membunuh kedua orang tuamu dan sekarang juga akan membunuhmj tentunya setalah membunuh istri dan anakmu" monolog Gunawan dengan mengisi peluru di pistolnya


alex berjalan masuk tanpa ada hambatan apapun, saat sampai di ujung ruangan Alex membaca sebuah tulisan "masuklah". saat Alex memasuki ruangan itu sangatlah gelap dan tiba tiba lampu langsung menyala dan disambut oleh tepukan tangan dari Gunawan

__ADS_1


prok


prok


prok


prok


"selamat datang Alex". senyum sinis Gunawan


"ternyata nyaliku besar juga hanya datang berdua saja". sambung Gunawan


"aku bukan pengecut seperti dirimu". jawab Alex dengan santai


"kebodohan terbesar kami datang kesini dan meninggalkan istrimu dan kedua anakmu itu". ejek Gunawan


"pasti mereka sudah mati hahahaha". tawa Gunawan mengelegar di ruangan itu


"masuklah". perintah Gunawan


seorang pria memasuki rumah itu dan berjalan mendekati mereka


"bagaimana". tanya Gunawan


"maaf tuan, aku tidak berhasil membunuh Laura dan ketiga anaknya". jawab pria itu


"kenapa bisa Riko". teriak Gunawan


Riko menjelaskan bahwa yang di rumah sakit hanya sebuah manekin saja, Riko juga menjelaskan bahwa dia kehilangan jejak bahkan Laura juga tidak ada di rumah. Gunawan langsung menatap Alex yang terseyum miring


"Gunawan Gunawan apa kamu pikir aku sebodoh ini, aku tau bahwa Riko adalah mata matamu dan bahkan kamu menyuruh untuk memasukkan obat pengering kandungan bukan".


"bagaimana kamu bisa tau". tanya Gunawan


"Frans". teriak Alex


Frans memasuki ruangan itu dengan santai, saat sudah sampai di hadapannya mereka dengan santainya Frans membuka topengnya, Gunawan terkejut ternyata selama ini Alex juga memasukkan mata mata ke Strart Black.


"jangan terkejut, kita sama, sama sama punya mata mata". Alex berbicara dengan santai


"kenapa kamu membunuh kedua orang tuaku". tanya Alex dengan penuh amarah


"karena ayahmu telah membunuh adik kesayanganku, Karina ". jawab Gunawan sambil menudingkan pistolnya ke arah Alex

__ADS_1


__ADS_2