Tuan Mafia

Tuan Mafia
Tuan Mafia S2- Arden & Anissa


__ADS_3

ke esokan pagi Farhan dan Ana berangkat ke Bali, setelah sampai di hotel Farhan langsung menuju ke tempat meeting sedangkan Ana memilih untuk mengistirahatkan tubuhnya di ranjang, Ana membuka ponselnya dan membuka novel online. Ana membaca novel yang berjudul Tuan Mafia. Ana terseyum saat membaca novel itu, lama kelamaan Ana merasa ngantuk dan tertidur. Farhan yang sudah selesai meeting langsung kembali ke hotel karena merasa khawatir pada istrinya dan saat memasuki kamar hotel Farhan tersenyum saat melihat Ana yang tertidur dengan ponsel yang masih dia pegang. Farhan mengambil ponsel tersebut dan meletakan di atas nakas.


Farhan melepas jas dan kancing atas kemejanya lalu duduk di sofa dan mempelajari bahan yang akan di gunakan untuk meeting lanjutan besok dan setelah itu Farhan akan turun ke lokasi pembangunan tempat penginapan tersebut. Farhan menatap jama di pergelangan tangannya yang sudah menunjukkan satu siang, Farhan memesan makanan karena Farhan yakin saat Ana bangun pasti merasa lapar


ting


tong


Farhan membuka pintu dan ternyata pelayan mengantarkan makanan untuk mereka, saat Farhan membalikkan badannya Ana mengeliatkan badannya dan membuka matanya.


"sayang makan dulu". ucap Farhan


Ana bangun dan merentangkan kedua tangannya lalu turun dari ranjang dan menghampiri suaminya. Ana berbinar saat melihat ayam bakar yang menggugah selera makannya, Ana langsung memakan ayam bakar itu karena perutnya sudah sangat lapar, Farhan juga menikmati makanannya tadi setelah meeting Farhan memilih untuk kembali daripada harus makan bersama rekan bisnisnya.


sedangkan di tempat lain Anissa sedangkan membagikan sembako kepada orang orang yang sedang membutuhkan dengan semangat Anissa membagikan bingkisan itu tidak perduli terik matahari yang sedang menyengat kulitnya.


ya hari ini MAPALA memiliki kegiatan untuk membagikan sembako pada orang orang yang terkena banjir beberapa hari yang lalu di sebuah di desa, beberapa anak MAPALA ikut dalam kegiatan ini.


"semoga bermanfaat untuk ibu". ucap Anissa sambil menyerahkan bingkisan tersebut


"terima kasih nak, semoga berkah untuk kalian semua, sungguh anak anak luar biasa, sejak awal kami mengungsi di sini belum ada yang memberi bantuan seperti ini sehingga kami semua harus menahan lapar". ucap ibu ibu itu


"sama sama Bu kami semua senang bisa membantu". ucap Anissa


mahasiswi bertugas untuk membagikan bingkisan pada masyarakat yang terkena banjir sedangkan mahasiswa mendirikan beberapa tenda untuk para pengungsi karena saat mereka sampai di sana hanya ada satu tenda dan itu tidak cukup untuk para pengungsi hingga pada akhirnya mereka memutuskan untuk membantu membangunkan tenda dan di bantu warga lali laki.


setelah tenda selesai dan membagikan bingkisan, mereka semua berkumpul karena cuaca yang terik mereka mengambil minuman yang mereka bawa dan saat Anissa akan mengambil minuman Bunga mengambil minuman yang tinggal tersisa satu


"bunga itu bagian ku". ucap Anissa


"aku yang mengambil lebih dulu jadi ini milik ku". jawab Bunga dan membuang minuman yang ada di botol itu


"kenapa di buang dan lagian kamu juga sudah habis dua botol". tanya Anissa


"biarkan saja, suka suka aku lah, jugaan minuman ini sudah menjadi milikku". ucap bunga


"tapi bunga daripada kamu buang itu bisa aku minum dan tinggal sisa itu minumannya". ucap Anissa

__ADS_1


"sengaja karena aku tidak ingin kamu minum". jawab Bunga lalu membuang botol kosong itu


"kenapa seperti itu". tanya Anissa


"karena aku tidak suka pada mu, sejak kamu gabung di MAPALA semua memperhatikan mu dan asal kamu tau sebelum kamu gabung mereka semua melihat ku tapi gara gara kamu cewek preman dan sekarang sok kecentilan yang mencari perhatian pada laki laki". ucap bunga lalu mendorong Anissa sehingga membuat Anissa terjerembab ke lumpur dan bunga tertawa lalu meninggalkan Anissa begitu saja


Annisa mengepalkan tangannya dan lalu berdiri dari kubangan lumpur itu


"sial andai bukan tempat terkena musibah sudah ku hajar itu si bunga". umpat Anissa lalu ada seseorang yang menyodorkan minuman padanya dan saat Anissa menoleh ternyata Arden yang menyodorkan minuman itu


"apa". tanya Anissa dengan sinis karena dia tidak ingin berdebat apalagi tadi barusan berdebat dengan Bunga


"Ambi". ucap Arden sambil menyodorkan minuman pada Anissa


"tidak berniat meracuniku kan". ucap Anissa


"aku hanya ingin anggota ku tidak pingsan karena kehausan". ucap Arden


Anissa mengambil botol minum itu dan langsung menghabiskan air itu dalam sekejap


"apa lagi". tanya Anissa


"ini baju olahraga, lebih baik ganti pakaian mu sebentar lagi kita akan pulang dan tidak mungkin kamu pulang dalam keadaan seperti itu yang ada anak kampus akan berpikir kamu kucing masuk lumpur". ucap Arden


"kamu mengatai ku kucing dasar beruang kutub". ucap Anissa lalu mengambil Tote bag itu dan meninggalkan Arden sendirian


"Ar aku juga kotor apa kamu masih punya baju ganti". ucap bunga yang tiba tiba muncul di belakang Arden


"tidak ada". ucap Arden lalu meninggalkan bunga tanpa melihat keadaan Bunga


"sial awas saja kamu Anissa jika sampai mengambil perhatian Arden". ucap Bunga sambil mengepalkan tangannya


"ishhh jadi sia siakan aku mengotori diriku tapi Arden tidak melihat ku". monolog bunga


tadi Bunga sempat melihat dan mendengar pembicaraan Arden dan Anissa sehingga membantu Bunga mengambil tanah yang basah dan menempelkan pada pakaian dan berharap Arden juga akan memberikan pakaian ganti tapi kenyataannya tidak. Bunga berencana menyusul Anissa dan akan mengambil Pakaian yang di berikan Arden


"ishh inikan baju yang di pakai Arden buat mendirikan tenda pasti bau keringatnya". ucap Anissa yang sedang berada di dalam tenda

__ADS_1


"tapi tidak masalah daripada aku harus kotor kotoran seperti ini". ucap Anissa


Anissa langsung memakai baju olahraga milik Arden dan menyemprotkan parfum miliknya


"nah sekarang wangi". ucap Anissa lalu keluar dari tenda dan Anissa terkejut saat melihat bunga dalam keadaan kotor berada di luar tenda dan saat Anissa akan melewatinya bunga menghadang jalannya


"lepaskan baju itu". perintah bunga dan Anissa mengerutkan dahinya


"cepat lepaskan". teriak bunga sambil menarik baju yang di pakai Anissa tetapi Anissa langsung menepis tangan bunga


"kamu itu kenapa". tanya Anissa


"itu baju dari Arden kan dan aku yang berhak memakainya cewek preman sok kecentilan". hina bunga


"jaga omongan mu ya, aku atau kamu yang kecentilan". ucap Anissa sambil mencengkram rahang bunga karena bunga sejak tadi menguji kesabarannya


"lepas sakit". rintih bunga dan Anissa langsung melepaskan cengkramannya lalu meninggalkan bunga


"benar benar preman, ini sakit banget". ucap bunga sambil memegang rahangnya yang terasa akan patah


Anissa memasuki bus dan duduk di kursinya. bunga masuk ke dalam bus dengan keadaan kotor dan melirik ke arah Anissa lalu duduk di kursinya. setelah semaunya masuk dalam bus. rombongan MAPALA itu kembali ke kampus. saat sampai di kampus semua orang menatap ke arah Anissa.


"aku rasa Anissa itu ada hubungan sama Arden deh, coba Kalian lihat itukan bajunya Arden". ucap salah satu mahasiswi


"iya, apalagi aku sering melihat mereka berdua ya memang sih aku lihatlah seperti orang yang bertengkar tapi mungkin itu cara mereka untuk menjaga hubungannya mungkin". sambung mahasiswi lainnya


"yah patah hati lagi dong, Andra sudah menikah dan sekarang Arden sudah punya pacar". ucap mahasiswi lainnya


sedangkan Arden yang mendengar itu tampak cuek beda halnya dengan Anissa yang wajahnya sudah di tekuk


"bisa bisa mereka berpikir aku pacarnya beruang kutub ini yang ada aku bisa makan hati tiap hari, ishh dan aku yakin berita ini akan cepat menyebar keseluruh kampus, menyebalkan jika buka terpaksa aku tidak akan memakai bajunya". monolog Anissa dalam hati sambil mengeluarkan sumpah serapahnya


💙💙💙


hey semua aku punya rekomedasi cerita yg bagus dan sangat cocok untuk kalian baca untuk menemani hari hari kalian dengan judul " Cinta Di Atas Perjanjian" karya " Enis Sudrajat" cusllah langsung kepoin


__ADS_1


__ADS_2