Tuan Mafia

Tuan Mafia
Tuan Mafia S2- Yusuf Vs Bunga


__ADS_3

Anissa masih terdiam di tempat parkir apa yang di lakukan Arden barusan membuatnya hatinya menjadi luluh lantah. sebuah tepukan membuat Anissa kembali ke dunia nyata.


"kenapa bengong". tanya Sarah teman sekelas Anissa


"ti tidak ada apa apa". jawab Anissa


"ayo ke kelas sebentar lagi pak Yusuf pasti masuk ke kelas". ucap sarah


Anissa dan Sarah berjalan ke kelas mereka, Anissa terseyum saat mengingat senyum Arden yang di tunjukan pada dirinya. sesampainya di kelas Annisa langsung duduk selang beberapa menjadi Yusuf memasuki kelas dengan wajah datarnya, Anissa memperhatikan kedua tangan Yusuf yang di perban


"apa tangannya terluka karena aku menolak lamarannya". monolog Anissa


sedangkan Bunga yang duduk di paling belakang menutup wajahnya dengan buku saat melihat wajah Yusuf yang begitu menakutkan.


"semoga saja pak Yusuf tidak melihat ku dan jangan sampai dia memarahi ku di sini". monolog Bunga dalam hati


"saya paling tidak suka dengan mahasiswa ataupun mahasiswi yang tidak memiliki sopan santun". ucap Yusuf sambil berjalan kebelakang


Bunga yang mendengar langsung kaki semakin menunduk kepalanya


"apalagi jika membuat kesalahan bukannya minta maaf tapi malah menyalahkan orang lain". sambung Yusuf


"saya harap di kelas ini tidak ada mahasiswa atau mahasiswi seperti itu dan jika sampai ada maka jagalah harap lulus di mata kuliah saya". ucap Yusuf sambil mengetuk jarinya di meja Bunga dan Bunga malah fokus dengan tangan Yusuf yang di perban


"dan satu lagi saya tidak akan memulai pembelajaran jika barisan depan masih ada bangku yang kosong". ucap Yusuf


"kamu yang duduk paling belakang pindah ke depan". ucap Yusuf sambil menarik buku bunga yang di gunakan untuk menutupi wajahnya dan membawanya ke depan


"cepat". ucap Yusuf tetapi bunga hanya diam saja


"jika kamu tidak mau pindah ke depan maka kelas akan saya bubaran dan semua yang ada di kelas ini tidak akan lulus semua". ancam Yusuf

__ADS_1


dan ancaman yang di berikan Yusuf membuat semua matanya mengarah pada Bunga, Bunga menghela nafasnya lalu mengambil tasnya dan berjalan ke depan.


"inikan berhadapan dengan. mejanya pak Yusuf". monolog Bunga dalam hati


Yusuf meletakkan buku Bunga setelah Bunga duduk di bangku paling di depan


"hapus tulisan itu". perintah Yusuf dan menyerahkan penghapus pada Bunga, mau tidak mau Bunga mengambil penghapus tersebut dan menghapus tulisan yang di papan tulis


"jangan duduk tetep berdiri di sana karena saya masih butuh bantuan untuk menulis apa yang saya katakan nanti". ucap Yusuf saat melihat Bunga yang akan kembali duduk


Bunga menghela nafasnya sedangkan mahasiswa ataupun mahasiswi yang ada di belakang terseyum saat melihat Bunga berdiri depan


"ini pak Yusuf pasti mau balas dendam dengan jadian tadi, lihat saja setelah aku lulus mata kuliahnya aku kerjain". monolog Bunga dalam hati


Yusuf memulai pelajarannya dan Bunga menulis apa yang di katakan Yusuf, dengan hati yang dongkol dan juga kesal pada dosennya itu Bunga tetap menulis apa yang di suruh oleh Yusuf, selama tiga jama pelajaran Bunga berdiri di depan karena Yusuf sama sekali tidak mengizinkannya untuk duduk. Bunga bernafas lega saat Yusuf sudah meninggalkan kelas


"diam Jangan ada yang tertawa". bentak Bunga saat semua mentertawai dirinya


Bunga duduk di bangkunya dan mengambil ponselnya , alangkah terkejutnya bahwa semua kartu yang dia miliki di blokir oleh sang papa, kemarin mobilnya yang di ambil dan sekarang semua di blokir.


"awas kamu semenjak papa menikah dengan mu papa banyak berubah dan tidak sayang pada ku". Bunga meremas ponselnya Karen merasa kesal pada mama tirinya yang dulunya adalah pembantu di rumah dan menikah dengan papanya dan setelah itu sang papa menyuruh dirinya tinggal di apartemen temen


ting


*pembantu sialan*


bagaimana rasanya semua di blokir, dan bersiap siaplah sebentar lagi di usir dari apartemen oleh papamu, bagaimana rasanya papamu lebih percaya padaku dan sebentar lagi semua harta papamu akan menjadi milikku dan juga bayi yang ada di kandung ku, tidak sia sia aku menikah dengan bandot tua seperti papa mu


^^^*Anda*^^^


^^^hahaha dasarnya rendahan tetap rendahan walaupun terbalut dengan berlian akan tetap terlihat rendahan dan satu lagi silahkan ambil semua karena aku sudah merasakan bagaimana hidup kaya, aku tidak seperti dirimu yang mengorbankan dirinya merayu orang yang lebih pantas di jadikan ayahnya hanya untuk hidup mewah, hidup enak modal ngangkang saja bangga^^^

__ADS_1


*pembantu sialan*


awas akan aku adukan pada papa mu


^^^*Anda*^^^


^^^oh silahkan saja aku tidak takut, dasar bocah pengadu walaupun kamu menikah dengan papa ku ingat umurku jauh lebih tua darimu^^^


*Pembantu Sialan*


lihat saja malam ini kamu bakal di usir dari apartemen


^^^*Anda*^^^


^^^percaya dirinya sekali, hey bocah ingusan asal kamu tau apartemen itu milik almarhum mama ku jadi papa tidak punya hak soal apartment itu jadi papa tidak bisa mengusir ku, silahkan mainan drama mu sampai lebaran monyet kamu tidak akan bisa mengusir ku dari apartemen ataupun kau ngangkang dari pagi sampai pagi sekali untuk papa itupun tidak akan bisa membuat papa mengusir ku hahaha^^^


*pembantu sialan*


sialan


setelah membalas pesan dari wanita yang rela merusak hubungan antara anak dan ayah, Bunga memasukan ponselnya dan keluar dari kelas karena sudah tidak mood untuk mengikuti mata kuliah selanjutnya.


"untung saja aku sudah menarik semua uangnya jadi aku masih punya simpan tapi aku juga harus menghemat uang itu dan aku juga harus segera mencari pekerjaan". monolog Bunga sambil berjalan lurus bahkan saat melewati Arden tidak berhenti biasanya past akan cari perhatian


"dasar papa mata keranjang di sodorin lubang membuat papa langsung luluh pada pembantu sialan , suatu papa akan menyesal telah percaya pada pembantu itu, aku sudah curiga sejak awal dia datang ke rumah untuk berkerja". sambung Bunga


Bunga duduk di bangku yang ada di taman itu lalu mengeluarkan ponselnya dan mencari info pekerjaan yang cocok untuk dirinya


"CK kenapa semua pekerjaannya terbilang berat apa tidak ada lowongan jadi seketaris atau apa gitu". monolog Bunga


Bunga yang pada dasarnya anak yang manja dan tidak pernah berkerja kini kehidupan terbanding terbalik dan semua itu terjadi semenjak papanya menikah dengan perempuan yang umurnya saja dua tahun lebih muda darinya dan hanya bermodal Lobang sempit saja sudah membuat papan klepek klepek setengah mati, bahkan papa tidak tanggung tanggung memberikan barang barang mewah pada istri barunya itu bahkan papanya membelikan ladang untuk orang tua istrinya yang berada di kampung

__ADS_1


"dasar satu keluarga mata duitan, mana ada orang tau yang rela anaknya menikah dengan orang yang pantas menjadi ayahnya bukan suaminya jika bukan karena ingin hidup enak tanpa kerja cih menjijikan". umpat Bunga


__ADS_2