
Arden sudah berdiri menunggu di depan kelas Anissa, sesekali dia melihat ke arah jam tangannya. pikirnya tumben sekali kelas Anissa belum selesai juga padahal udah lewat tiga puluh menit dari jam selesai kelas. sedangkan Anissa yang berada di dalam kelas juga merasa kelas dengan dosennya yang kali ini padahal sudah di ingatkan bahwa perkuliahan sudah selesai tiga puluh menit yang lalu.
Anissa melihat keluar lewat jendela dan saat itu Anissa langsung terseyum saat melihat punggung Arden, jantung Anissa langsung berdebar saat Arden membalikkan badannya dan terseyum ke arah Anissa. Anissa menopang dagunya dengan tangan dan fokusnya ke arah Arden yang juga menatapnya.
"manis sekali jika tersenyum seperti itu tapi sayang mengajak nikah tidak ada romantisnya, apa nanti setelah menikah juga akan seperti itu, semoga saja beruang kutub tidak begitu dingin, kalau di bis romantis seperti cowok fiksi yang ada di novel novel yang aku baca pasti aku akan meleleh". monolog Anissa dalam hati
bugh
"auwh". Anissa terkejut saat sebuah penghapusan mengenai dahinya dan saat itu Anissa mendapatkan tatapan tajam dari dosennya
"saya di depan Anissa bukan di luar dan kenapa kamu tidak memperhatikan penjelasan saya". ucap Bu Fiza
"maaf Bu tapi ibu juga sudah melewati jam perkuliahan dan pelajaran ibu itu tiga jam sendiri Bu dan ibu mau sampai berapa jam ini sudah tiga jam lewat". jawab Anissa
"owh jadi kamu tidak mau ikut pelajaran saya kalau begitu silahkan keluar karena teman teman kamu masih mau ikut pelajaran saya". ucap Fiza
"tidak Bu kami sudah lelah dan otak kami sudah capek". jawab semua mahasiswa ataupun mahasiswi yang ada di kelas itu
"silahkan keluar semuanya". teriak Bu Fiza
"kenapa diam kenapa tidak keluar bukan kah saya sudah menyuruh kalian keluar". ucap Bu Fiza sambil menatap mereka semua
"kamu yang membuat kelas ini gaduh silahkan keluar". tunjuk Bu Fiza ke arah Anissa
"cepat keluar sekarang juga". bentak Bu Fiza
Anissa yang mendapatkan pengusiran langsung berdiri dan berjalan menuju pintu
"owh jadi kamu benar benar tidak ingin ikut pelajaran saya". Anissa memutar bola matanya dengan malas dan membalikkan badannya
"Bu tadi ibu yang menyuruh saya keluar dan sekarang saat saya mau keluar ibu bilang seperti itu, sebenarnya ibu maunya apa". tanya Annisa
__ADS_1
"akan saya coret namu dari kelas saya". jawab Bu Fiza
"terserah ibu". ucap Anissa langsung keluar dari kelas dan tidak mendengarkan ucapan dosennya
"di usir dari kelas". ucap Arden sambil mengusap pipi Anissa
"hmm lagian kelas sudah selesai". jawab Anissa
"jadi karena kamu mau pacaran jadinya tidak mau ikut kelas saya". ucap Bu Fiza yang sudah ada di hadapan mereka
"bukan hanya saya saja Bu, lihat tu". ucap Anissa yang melihat teman sekelasnya pada keluar dari kelas
"Bu bukan kami tidak mau hanya saja ibu sudah lebih tiga puluh menit sendiri, otak kami sudah tidak mampu untuk berpikir Bu". ucap Anissa
"kami permisi Bu". ucap Arden
Arden merangkul bahu Anissa dan meninggalkan Bu Fiza, sepanjang perjalanan menuju parkiran mereka menjadi pusat perhatian. Cika yang melihat kemesraan itu langsung memotretnya lalu mengirimkan kepada Bunga, ya walaupun Cika masih kesal dengan bunga karena tidak bisa ikut pergi waktu itu bukan berarti Cika tidak berteman lagi dengan Bunga.
sesampainya di rumah Anissa mereka langsung masuk. Arden duduk dengan cemas saat Anissa sedang memanggil orang tuanya. kegugupan semakin melanda Arden saat melihat Anissa bersama orang tua turun dari tangga.
"selamat sore om Tante". ucap Arden dan menyalimi tangan kedua orang tua Anissa, kali ini Delon mau menerima uluran tangan Arden
"sore juga Arden". jawab Lisa dan terseyum, saat melihat istrinya tersenyum Delon langsung menyenggol lengan istrinya itu dan Lisa hanya memutar bola matanya saat kecemburuan suaminya itu keluar
"mau apa menemui kami". ucap Delon sambil menatap Arden dengan tajam
"saya ingin mengutarakan keinginan saya untuk melamar Anissa dan menjadikan Anissa sebagai istri saya om Tante, jika om dan Tante menerima lamaran saya maka nanti saya akan membawa ke-dua orang tua saya untuk melamar Anissa secara resmi" ucap Arden langsung ke intinya
keheningan terjadi di ruangan itu saat tidak ada ekspresi apapun keluar dari wajah Delon, Lisa rasanya ingin mencubit suaminya itu sedangkan Anissa merasa cemas dengan jawaban yang akan diberikan oleh ayahnya itu
"haduh kenapa ayah diam saja dan tidak seperti waktu Yusuf melamar waktu itu". monolog Anissa dalam hati dan menatap ke arah mamanya sedangkan Lisa yang mengerti tatapan dari putrinya itu
__ADS_1
"mas". panggil Lisa
Delon menatap putrinya yang duduk di samping Arden, Delon menatap mereka secara bergantian. Delon menarik nafasnya sebelum menjawab lamaran yang Arden lontarkan
"kapan kamu dan kedua orangtua datang kemari". ucap Delon
"om ini maksudnya om menerima lamaran ku". tanya Arden untuk memastikan
"apa kurang jelas". Jawab Delon
Anissa merasa senang saat ayahnya menerima lamaran Arden dan bukan hanya Anissa tetapi Arden dan Lisa juga bahagia ketikan mendengar jawaban dari suaminya. Lisa dapat melihat kebahagiaan di mata putrinya
"secepatnya om". jawab Arden
"saya ingin kamu datang bersama orang tuamu dalam minggu ini, bisa". ucap Delon
Arden langsung diam saat ayahnya Anissa meminta dia dan orang tuanya datang secepat itu sedangkan sekarang orang tuanya sedang berada di Singapura untuk menemani adiknya.
"bagaimana Arden". tanya Delon saat melihat Arden yang diam saja
"harus Minggu ini om". tanya Arden
"iya kesempatan mu hanya minggu ini saja jika lebih maka jangan harap kamu bisa bersama Anissa". ucap Delon
"ada apa dengan Arden, apa ada sesuatu sehingga membantu Arden atau orang tuanya datang Minggu ini, aku hanya berharap semua berjalan dengan lancar karena ayah sudah memberikan kesempatan". ucap Lisa dalam hati sambil berdo'a
"akan saya usahakan om dan saya akan bicara dengan orang tau saya, nanti saya kabari om akan datang di hari apa". jawab Delon
"aku ingin lihat apakah Alex bisa datang dalam minggu ini karena aku tau dia ada di Singapura bersama istrinya pasti ada hal penting di sana". monolog Delon dalam hati dan menatap putrinya dan juga Arden
"baiklah hanya dalam minggu ini, ingat minggu ini". ucap Delon dan Arden menanggukan kepalanya
__ADS_1