
Laura yang berada di rumah Cika bersama Alif, sedangkan Cika berada di luar kota untuk membantu korban bencana. Alif dan Laura makan dengan lahap terutama Laura yang sudah mengabiskan dua piring makanan, sudah tiga hari ini nafsu makan Laura meningkat.
"Tante makannya banyak". tanya Alif
"Tante juga tidak tau Lif, sepertinya nafsu makan kakak meningkat". jawab Laura
Mereka melanjutkan makan, setelah selesai Alif izin untuk bermain bersama temannya. Laura memberikan sisa makanan dan mencuci piring.
ting pesan masuk dan tertera nama Riko
*Riko*
nyonya keadaan tuan sungguh terpuruk, nyonya tidak ingin bertemu dengannya, saya lihat tuan begitu menyesal nyonya
^^^*Laura*^^^
^^^tidak, aku tidak ingin bertemu dengannya lagi^^^
setelah membaca pesan dari Riko membuat Laura kurang mood, setelah membersihkan rumah Laura duduk di halaman belakang, saat matanya melihat pohon mangga milik Cika membuatnya menelan salivanya apalagi buahnya masih muda.
"mangga muda itu sungguh menggoda" monolog Laura di dalam hati tanpa pikir panjang Laura mengambil galah dan memetik beberapa buah mangga, setelah mendapatkan buah mangga muda Laura langsung mengupasnya dan tidak lupa membuat sambal rujak, Laura sangat lahap menikmati mangga muda yang dia cocol dengan sambel rujak, tidak terasa Laura mengabiskan tiga buah mangga.
"hmmm lezat sekali" monolog Laura setelah menyelesaikan makannya dan mengelus perutnya.
drt
drt
drt
"hallo mba". jawab Laura
"Laura bagaimana keadaan kalian di sana". tanya Cika
"kami baik mba, lalu keadaan mba di sana". tanya Laura balik
"baik juga, dimana Alif".
"Alif sedang bermain, mba tadi aku ambil buah mangga mba"
"buah mangga itukan masih muda Laura"
"iya mba dan rasanya lezat saat di makan dengan bumbu rujak" Laura menjawab dengan membayangkan saat dia makan rujak tadi
"Laura kamu seperti orang nyidam saja". pernyataan Cika membuat Laura diam membeku dan langsung memegang perutnya
"Laura kenapa diam saja"
"eh tidak apa mba".
"ya sudah mba titip Alif ya, mba harus kembali bekerja". Cika langsung mematikan teleponnya
setelah itu Laura langsung meraba perutnya
"aku tidak hamilkan". monolog Laura dan mengecek jadwal bulannya, saat itu Laura terkejut jadwal sudah telat seminggu "tidak tidak aku pasti tidak hamil, jadwal telat sudah biasa" Laura menyakinkan dirinya sendiri.
💙💙💙💙💙
__ADS_1
di rumah besar Alex seorang dokter baru datang dan akan meriksa Alex , dokter itu berjalan kekamar Alex yang di antar oleh pelayan.
"tuan dokter sudah sampai"
"iya bik" pelayan itu undur diri
"selamat siang tuan Alex". sapa dokter itu
"siang dok". jawab Alex
"tuan Alex merasakan keluhan apa". tanya dokter ini
"begini dok sudah satu Minggu ini saya merasakan pusing dan mual, saat saya muntah yang keluar hanya cairan bening saat pagi hari, dan sangat sensitif dengan beberapa makanan". Alex menjelaskan apa yang dia rasakan kemudian dokter itu memeriksa Alex dengan teliti.
"setelah saya periksa tidak ada penyakit yang serius tuan".
"tapi kenapa saya selalu merasakan itu satu minggu ini". tanya Alex
"jika di lihat gejalanya tuan sedang mengalami kehamilan simpatik". jawab dokter
"kehamilan simpatik". tanya Alex yang bingung
"kehamilan simpatik atau disebut juga sindrom Couvade terjadi ketika suami ikut merasakan tanda-tanda kehamilan yang dialami oleh sang istri. Umumnya faktor pemicunya adalah stres dan rasa empati suami kepada istri yang sedang mengandung,biasanya Kehamilan simpatik dialami suami saat kehamilan istri berada di trimester pertama dan ketiga". dokter menjelaskan dan penjelasan dokter membuat Alex terdiam
"saya akan berikan obat pereda mual".
"terima kasih dok"
"bik". panggil Alex
"iya tuan"
setelah kepergian dokter itu membuat Alex mengingat malam pertama kali dia menyentuh Laura, jika di ingat dari kejadian itu sudah satu bulan lamanya.
"apa Laura sedang hamil dan aku yang merasakan gejalanya, jika benar aku harus secepatnya menemukan Laura , aku tidak ingin dia melewati masa kehamilan sendirian, ternyata anakku pintar tidak ingin bundanya merasakan apa yang aku rasakan" monolog Alex dan mengingat sesuatu, dulu saat di membeli cincin pernikahan dia memasang alat pelacak di cincin yang akan di pakai Laura dengan tujuan agar bisa mengetahui dimana keberadaan Laura
"Alex kenapa kamu bodoh sekali , kenapa kamu bisa melupakan itu". Alex merutuki dirinya sendiri dan segera mengambil ponsel untuk melacak keberadaan Laura
"semoga saja dia masih memakai cincin itu" Alex sangat berharap, dan terlihat di ponsel Alex dimana letak Laura, dia langsung berlari kebawah.
"Rik" panggil
"Riko". teriak Alex
"iya tuan" jawab Riko dengan nafas yang berat karena harus berlari dari gerbang utama menuju rumah saat mendengar teriakkan Alex yang sangat kencang.
"antar aku ke suatu tempat". perintah Alex
"kemana tuan". tanya Riko
"ke alamat ini". Alex menunjukkan ponsel dan membuat Riko membulatkan matanya karena terkejut
"tu tuan ingin melakukan apa di sana". tanya Riko dengan gugup
"Lauraku berada di alamat ini Rik, ayo cepat". perintah Alex dan meninggalkan Riko yang terbengong di ruang tamu dan Alex langsung memasuki mobil
"cepat Rik". teriak Alex saat tidak melihat Riko mengikuti.
__ADS_1
Riko yang mendengar teriakan Alex keluar dan masuk ke dalam mobil.
"cepat jalan Rik". perintah Alex dengan tidak sabaran dan Riko langsung melajukan mobilnya kearah rumahnya
"maaf nyonya tuan Alex tau sendiri dimana keberadaan anda" monolog Riko dalam hati
saat dalam perjalanan jalan begitu macet sehingga membuat Alex gelisah dan takut jika Laura pergi dari sana dan Alex juga berharap bawa hari ini dia akan benar benar bertemu dengan Laura.
"Rik kenapa lama sekali". tanya Alex
"sedang macet tuan". jawab Riko
"sial kenapa harus terjebak macet". umpat Alex dengan mengepalkan tangannya
"apa tidak ada jalan lain".
"saya hanya mengikuti petunjuk yang berada di ponsel tuan". jawab Riko dengan sopan
satu jam lama akhirnya mereka bisa keluar dari kemacetan dan melanjutkan perjalanan, sekitar tiga puluh menit mobil terparkir di sebuah rumah, Alex langsung turun dan mengecek ponselnya dan benar titik terakhir berada di rumah ini. Alex langsung menuju ke rumah itu saat sampai di depan pintu dengan tangan yang gemetar Alex mengetuk pintu
tok
tok
tok
tetapi tidak ada jawaban sama sekali Alex mencoba mengetuk pintu lagi
tok
tok
tok
"permisi"
"apa Alif dan nyonya tidak ada di rumah, kalau Cika masih di luar kota" monolong Riko dalam hati
"Rik Kenapa tidak ada orangnya". tanya Alex
"mungkin orang sedang tidak berada di rumah tuan". jawab Riko tapi Alex akan mencoba sekali lagi
tok
tok
tok
Laura yang mendengar ketukan pintu langsung menuju ke depan
ceklek pintu di buka dari dalam
💙💙💙💙💙
sambil menunggu update selanjutnya yuk baca karya temanku yang bakal bikin penasaran....
judul : Kesandung Cinta Anak Bau Kencur
__ADS_1
karya : Yanktie Ino