Tuan Mafia

Tuan Mafia
Tuan Mafia S2- Kesal


__ADS_3

drt


drt


drt


drt


Arden yang baru saja selesai mandi mengambil ponselnya di atas nakas dan tertera nama "cewek preman", Arden mengeser tombol hijau


"ada apa". jawab Arden dingin


"hmm Sebenarnya ada yang ingin aku katakan". ucap Anissa di seberang telepon


"mengatakan apa". jawab Arden sambil memandangi kalung Anissa


"sebenar aku ingin minta bantuan lagi padamu selain pacar pura pura". ucap Anissa dengan lirih


"kamu mau minta ku menjadi suami pura pura". ucap Arden


"bukan". jawab Anissa


"jadi kamu ingin aku jadi suamimu beneran". ucap Arden dan tersenyum karena sadar apa yang dia ucapkan


" iya kalau takdir merestui". ceplos Anissa dan itu membuat mereka saling hening bahkan Anissa menutup mulut dan pipinya muncul semburat merah


"aish jangan bercanda aku benar benar butuh bantuan". ucap Anissa sambil menetralisirkan suaranya dan Arden menarik nafasnya


"butuh bantuan apa". jawab Arden


"aku ingin minta bantuan tolong Carikan identitas Yusuf dan semaunya tentang Yusuf". ucap Anissa


"kenapa kamu ingin mencari tentangnya". tanya Arden


"aku ingin tau semuanya karena ayahnya begitu ingin aku menikah dengannya dan aku merasa ada sesuatu, gini jika di pikir secara logika misal seseorang mendekati seorang perempuan tetapi dia tau perempuan itu sudah punya kekasih pasti dia akan mundur bukan tapi Yusuf tidak dia tetap gencar mendekati bahkan mendekati ayah, aku jadi curigakan, padahal Yusuf tau jika aku sudah punya kekasih walaupun pura pura". jawab Anissa


"ya mungkin memang dosen itu menyukaimu dan ingin menikah dengan mu". ucap Arden tetapi dia langsung memegang dadanya saat mengatakan itu


"ayolah tolong aku, nanti kamu bisa meminta apapun tanpa aku tolak deh". bujuk Anissa


"yakin tidak menolak". tanya Arden


"iya aku aku pasti akan menepati apa yang aku katakan". jawab Anissa


"karena sejak pertama kali aku bertemu aku merasa tidak nyaman". sambung Anissa


"baiklah akan aku bantu". jawab Arden

__ADS_1


setelah mengatakan itu Anissa mengakhiri panggilan Teleponnya


Anissa yang berada di kamarnya bernafas lega saat Arden mau membantunya.


"semoga saja aku mendapatkan informasi tentang Yusuf". monolog Anissa


sedangkan di tempat lain Yusuf yang berada di ruang olahraganya sedang melampiaskan kekesalannya karena bertemu dengan Arden dan berdebat dengannya


bugh


bugh


bugh


"Anissa hanya milikku dan aku pasti akan mendapatkannya, aku tidak akan membiarkan siapapun memilikinya aku tidak takut padamu walaupun kamu anaknya tuan Alex". ucap Yusuf


bugh


bugh


bugh


bugh


"kenapa kamu begitu kesal Yusuf". tanya Amar


"apa kamu sudah berhasil mendapatkan hati Anissa". tanya Amar


"belum karena Anissa memiliki ke kekasih". jawab Yusuf


"kekasih". ucap amar


"ya dan kekasihnya adalah anak dari tuan Alex". jawab Yusuf


"kamu tenang saja walaupun Anissa punya kekasih kamu yang akan jadi suaminya karena ayah yakin Delon lebih merestui kamu untuk menjadi menantunya". ucap Amar pada putranya


"memang harusnya begitu karena Anissa hanya milikku pa". jawab Amar dan amar menanggukan kepalanya


"jika aku tidak bisa mendapatkan Anissa maka orang lain juga tidak boleh memilikinya". sambung Yusuf


bugh


bugh


bugh.


setelah merasa lelah Yusuf menghentikan kegiatannya

__ADS_1


"tidak akan ada yang bisa memiliki Anissa karena Anissa hanya akan jadi milikmu Yusuf". ucap Amar


"tadi papa menelpon om Delon dan mengatakan malam ini kita akan kesana". ucap Amar


"benarkah, apa bisa jika malam ini aku dan Anissa langsung bertunangan ayah". tanya Yusuf


"Yusuf jangan terlalu buru buru atau itu akan membuat Anissa semakin jauh dan curiga, bagaimanapun kamu dan Anissa baru bertemu dan belum lama saling kenal". ucap Amar untuk menyakinkan putranya jangan terburu buru


"tapi aku ingin segera memiliki Anissa jika tidak anak itu yang akan memiliki Anissa pa". teriak Yusuf dan menyentak tangan papanya


"hey Yusuf tenang dan jangan gegabah ya". ucap amar sambil mengusap bahu Yusuf


Yusuf menarik nafasnya untuk menenangkan dirinya, setelah Yusuf merasa tenang Amar membawa Yusuf keluar dari ruangan olahraga.


"sebaiknya kamu istirahat dulu karena sebentar lagi kita akan ke rumah Anissa". perintah Amar


Yusuf memasuki kamarnya dan saat senyumnya langsung mengembang saat melihat foto foto Anissa yang ada di kamarnya.


"saat ini hanya fotomu yang ada di sini tapi sebentar lagi kamu juga akan berada di kamar ini Anissa". monolog Yusuf dan merebahkan dirinya di ranjang.


Yusuf tersenyum saat melihat gambar Anissa kecil yang dia letakkan di atas platfom agar bisa memandanginya ketika dia berbaring. foto itu dia dapat waktu dia masih kecil dari ponsel papa dan Yusuf kecil meminta papanya untuk meletakkan foto Anissa kecil di platfom Kamarnya.


di rumah keluarga Delon, Anissa yang sedang memainkan ponselnya terkejut saat ayahnya masuk ke dalam kamar dengan membawa dress.


"malam ini Yusuf dan papanya akan datang kemari untuk makan malam, ayah harap kamu tidak membuat ulah dan bersikaplah baik pada Yusuf ataupun papanya, pakai dress ini dan jangan berpenampilan seperti preman". ucap Delon dan memberikan dress itu


"ayah"


"jangan membantah". ucap Delon sebelum Anissa mengatakan sesuatu


"oke oke malam ini Anissa akan berprilaku sangat anggun". jawab Anissa


setelah memberikan dress itu Delon keluar dari kamar putrinya


"aish kenapa ayah keras kepala sekali sih". monolog Anissa


"oke baiklah aku akan bersikap baik sampai aku mendapatkan tentang Yusuf tetapi aku harus tetap jaga jarak karena perasaan mu merasa tidak enak". monolog Anissa


Anissa kesal sejak tadi mencari akun media sosial Yusuf tetapi tidak menemukannya apapun padahal Anissa berharap mendapatkan informasi tentang Yusuf melalui akun media sosialnya.


💙💙💙💙


bagaimana part ini semoga suka ya


maaf sudah lima hari tidak update


yuk tinggalkan jejak like,komen ataupun hadiah sebagai dukungan agar aku rajin update ya

__ADS_1


__ADS_2