Tuan Mafia

Tuan Mafia
Tuan Mafia S2- Darah Mafia


__ADS_3

Setelah masuk ke kamar Alex langsung mengunci pintunya dan Alex membawa Laura duduk yang ada di sofa kamar mereka.


"ada Mex menghubungi mas". tanya Laura


"Alex meminta bantuanku". jawab Alex


"bantuan apa". tanya Laura


Alex menarik nafasnya sebelum menjawab pertanyaan Laura bagaimanapun Alex sudah berjanji kepada Laura tidak akan masuk ke dunia mafia


"Mex memintaku untuk membantu merebut senjata yang telah di curi". Alex berbicara sambil menatap mata Laura


"ku mohon ini untuk terakhir kali aku masuk ke dunia mafia, Mex adalah adikku aku tidak ingin kehilangan dia, karena kali ini musuhnya kekuatan di atas Mex". Alex memohon kepada Laura, Laura menarik nafasnya. Laura tau ini resiko jika dulu suaminya seorang mafia , walaupun Alex menjauh pasti tetap akan terlibat dalam permafian.


"baiklah tapi berjanji padaku pulang dengan selamat dan jangan ada yang luka sedikitpun". jawab Laura, Alex terseyum mendengar Jawaban Laura


"dan anak anak jangan sampai tau kamu seseorang mafia karena aku tidak ingin mereka terlibat dunia mafia, karena di dunia itu jika salah langkah akan menimbulkan dendam, aku tidak ingin kejadian dua puluh tahun lalu terjadi kepada anak anak kita". sambung Laura


"baiklah baby, aku juga ingin mereka hidup damai". jawab Alex dan Alex membawa Laura kedalam pelukannya.


sedangkan Ana menyiapkan keperluan untuk penyerangan besok, Ana akan berhati hati agar pamannya tidak mengenalnya jika sampai mengenalinya yang ada pamannya akan memberitahu ayahnya. Ana memasukan baju hitam yang sering dia pakai saat masuk ke markas D'devil dan tidak lupa Ana mengisi pistolnya dengan peluru.


setelah dari supermarket Andra langsung menuju ke apartemennya. saat Andra sudah sampai di apartemen dia langsung menekan tombol tujuh. sesampainya di lantai tujuh Andra langsung masuk ke apartemen. Andra langsung mencari Tasya tetapi tidak ada. Andra langsung masuk ke kamar yang di tempati Tasya, betapa terkejutnya Andra saat melihat Tasya berdiri di jendela dengan cepat Andra menarik Tasya sehingga gadis itu berada di pelukan Andra.


"apa yang kamu lakukan sya". tanya Andra dengan jantung seakan keluar saat melihat Tasya berdiri di jendela


"aku ingin mengakhiri hidupku saja". jawab Tasya


"aku yakin ayah tidak akan melepaskanku daripada hidupku hancur di tangan laki laki itu , aku lebih baik mati". jawab Tasya


"bunuh diri bukan solusinya". beritahu Andra

__ADS_1


"Tasya yang kakak kenal bukan Tasya yang ada dihadapkan kakak ini , Tasya yang kakak kenal adalah orang yang kuat dan tidak mudah menyerah". sambung Andra dan mengusap air mata Tasya kemudian Andra mengendong Tasya dan meletakan di atas ranjang.


Tasya mengeratkan pelukannya, Andra mengusap punggung Tasya sedangkan Tasya merasa nyaman atas perlakuan Andra.


"kak akan bantu kamu agar ayahmu tidak memaksamu menikah dengannya, sebisa mungkin kakak akan membantu". ucap Andra sambil tersenyum


"serius". tanya Tasya dan Andra terseyum.


Andra memberikan beberapa paper bag kepada Tasya, paper bag itu terdapat baju dan keperluan Tasya yang lainnya. setelah itu Andra menyuruh Tasya untuk beristirahat dan Andra menata sayuran dan juga beberapa makanan di kulkas.


Tasya yang tidak bisa istirahat keluar dari kamar dan Tasya berniat memasak untuk makan siang. Andra yang melihat Tasya mengeluarkan bahan bahan masakan dari kulkas membiarkannya saja, Andra duduk mengamati Tasya yang begitu telaten memotong dan memasukan bahan bahan makan bahkan aromanya sudah tercium.


"kak bisa pinjamkan buku Ana, hari ini tidak masuk kampus , mau menyalin pelajaran hari ini". Tasya berbicara sambil menikmati makanan.


"baiklah nanti akan aku pinjamkan". jawab Andra.


setelah selesai makan Tasya membaca novel yang di bawakan Andra, Andra menatap aneh ke arah Tasya yang sedang membawa novel dengan terseyum sendiri.


"mungkin sedang melihat foto gadis yang dia sukai atau mengirimkan pesan kepada gadis itu, betapa beruntungnya gadis itu bisa dicintai kak Andra tapi betapa bodohnya gadis itu tidak mencintai kak Andra malah mencinta orang lain". monolog Tasya dari dalam hati dan kembali fokus membaca novelnya, Tasya sangat berterima kasih kepada Andra yang telah membawanya novel.


sedangkan di rumah Agung, Herman masuk di dengan menghela nafasnya. saat memasuki rumah itu Herman melihat Agung yang sedang bercumbu dengan seorang wanita. Agung yang melihat Herman langsung menghentikan kegiatan dan membenarkan pakaiannya. Agung menyuruh wanita itu untuk meninggalkan rumah dan tidak lupa membayarnya. Agung mempersilahkan Herman duduk.


"mana putrimu". tanya Agung


"aku belum menemukan beri aku kesempatan, setelah aku menemukannya akan langsung aku bawa kemari". mohon Herman


"baiklah kamu harus bisa membawa putrimu kemari sebelum hari pernikahan karena aku tidak sabar untuk mencicipi tubuh putrimu yang mulus itu". Agung berbicara sambil membayangkan tubuh polos Tasya dan lembutnya aset milik Tasya saat Agung membelai waktu itu.


Agung mengancam Herman jika dia tidak bisa membawa putrinya kemari maka dia akan membuat perusahaan Herman bangkrut. setelah pulang dari rumah Agung Herman datang ke rumah Ana. Ana yang sedang duduk di teras terkejut dengan kedatangan Om Herman.


"om". sapa Ana

__ADS_1


"na apa kamu tau kemana Ana pergi sudah dua hari dia tidak pulang". tanya Herman


"Ana tidak tau om, Ana juga menghubungi Tasya tapi ponselnya juga tidak aktif, sudah dua hari Tasya tidak masuk ke kampus". jawab Ana


"Ana benaran tidak tau". tanya Herman sekali lagi memastikan karena Herman tau Tasya dan Ana seperti tidak bisa di pisahkan.


"benaran om, memangnya Tasya pergi dari rumah karena apa". pancing Ana


"hanya kesalahpahaman antara om dan Tasya". jawab Herman dengan berbohong dan Ana hanya menganggukkan kepalanya sebagai tanda mengerti


"Ana jika tau Tasya ada dimana kasih tau om ya".


"iya om". jawab Ana singkat


setelah kepergian Om Herman, Ana memandang sinis " kenapa om Herman tega banget sama Tasya padahal Tasya anaknya, ayah macam apa om Herman ini". umpat Ana dan masuk ke dalam rumah.


Hana menghampiri suaminya saat sudah sampai di rumah.


"bagaimana mas apa Tasya sudah ketemu". tanya Hana


"belum Han kemana anak itu pergi, sudah di pungut dari tempat sampah tapi tidak tau terima kasih". Hana mengepalkan tangannya saat Herman mengatakan jika Tasya anak pungut tapi Hana juga bisa bernafas lega saat suaminya tidak menemukan Tasya.


"aku harus menemukan dia Han jika tidak kita akan jatuh miskin". cerocos Herman


Hana hanya mengusap pundak suaminya untuk menenangkan sumainya itu dan Hana mengajak suaminya masuk ke dalam rumah.


💙💙💙


racun racun lagi nih ada novel yang wajib kalian baca pokoknya jangan sampai ketinggian cuus baca langsung " Suamiku Kekasih Mamaku" karya " Nophie"


__ADS_1


__ADS_2