
di sebuah hotel seorang wanita sedang duduk di sofa sambil memakan apel dan melihat ke arah ranjang dimana ada seorang gadis yang di perkosa oleh tiga pria. wanita itu mengusap perutnya yang buncit sedangkan gadis itu menatap wanita itu dengan tajam. ketiga pria itu terseyum puas setelah menggagahi gadis.
"bos kami sudah selesai". ucap salah satu pria itu
"bagus, ini sisa bayaran kalian dan silahkan pergi dari sini". perintah wanita
setelah kepergian ketiga pria tersebut, wanita itu langsung menghampiri ranjang dan menatap seorang gadis yang terbaring tidak berdaya di atas ranjang.
"bagaimana rasanya cantik dan aku yakin setelah ini kamu akan mengakhiri hidup mu dan otomatis harta ayahmu untuk ku dan juga anakku". ucap Santi
"dasar wanita iblis, tidak memiliki perasaan sama sekali". ucap Bunga
"ya aku iblis dan akan melakukan apapun untuk mendapatkan apa yang aku inginkan". ucap Santi sambil mencengkram rahang bunga
"apa kamu pikir setelah apa yang kamu lakukan padaku itu akan membuat ku lemah, kau salah besar". ucap bunga sambil menepis tangan Santi dan bangkit dari ranjang serta menahan rasa sakit di **** **********, bunga yakin di bawah sana terjadi pembengkakan dan luka
"aku tidak akan membiarkan kau menang wanita iblis dan tidak akan aku biarkan anak yang bukan dari ayahku mendapat harta ayahku". ucap Bunga sambil menarik Santi ke ranjang dan mencengkram rahang
"sial kenapa dia masih memiliki tenaga setelah ketiga pria itu memperkosanya". monolog Santi dalam hati sambil berusaha melepas cengkeraman bunga
"apa kamu pikir aku tidak tau anak siapa yang kamu kandung yaitu anak hasil hubungan mu dengan ayah tirimu itu wanita iblis, sungguh menjijikan". ucap bunga
ya anak yang di kandung Santi adalah hasil hubungan gelapnya bersama ayah tirinya, dulu saat ayah tiri Santi berkunjung ke Jakarta untuk pertama kalinya mereka melakukan hubungan terlarang itu dan Budi yang mata duitan itu membuat rencana bahwa Santi seolah-olah di perkosaan oleh majikannya dan kebetulan saat itu ayahnya bunga pulang dalam keadaan mabuk, mereka berdua mengguankan kesempatan itu untuk melakukan rencananya dan pada akhirnya ayahnya bunga menikahi Santi tetap ayah bunga tidak pernah menyentuh Santi. walaupun sudah menikah Santi dan ayah tirinya sering melakukan hubungan terlarang itu.
"argh". ringis Santi saat bunga menduduki perut buncit Santi
"rasakan ini wanita iblis". ucap Bunga
"argh". ringis bunga saat ada seseorang yang menariknya
__ADS_1
plak
ayah tiri bunga menampar bunga
"perkosa dia lagi pastikan hidupnya benar benar hancur". perintah ayah tiri Santi kepada ketiga pria tadi
"lepaskan". ucap bunga dan berusaha memberontak tetapi bunga kalah dengan tenaga ketiga pria tadi dan terjadilah pemerkosaan lagi di lantai dingin kamar hotel itu
sedangkan ayah tiri Santi langsung mengedong Santi dan segera membawa Santi ke rumah sakit saat melihat darah mengalir di paha Santi. mereka tidak ingin kehilangan bayi itu karena bayi itu mereka akan mendapatkan apa yang mereka inginkan.
bunga menetaskan air matanya setelah kepergian ketiga pria itu, semua badannya terasa sakit tetapi hatinya jauh lebih sakit saat hidup telah hancur.
"Santi akan aku pastikan hidupmu tidak akan tenang". ucap Bunga
Bunga mengambil selimut hotel untuk membungkus tubuh polosnya dan keluar dari hotel itu, bunga berjalan sambil berpegangan tembok dan menahan rasa sering di bagian bawahnya
"hiks hiks kenapa hidupku hancur seperti ini". ucap Bunga
"bunga". ucap Yusuf saat melihat keadaan bunga yang hanya terbungkus selimut dan bahkan ada beberapa lebam di wajah bunga
Yusuf yang baru saja selesai berkonsultasi dengan dokter tentang kondisinya dan Yusuf memang tidak mau bertemu dokter di rumah sakit, saat dia sedang berjalan dari kejauhan dia melihat seseorang yang berjalan tertatih tatih hanya mengunakan selimut.
"Bunga". panggil Yusuf sambil menepuk nepuk pipi bunga.
Yusuf membenarkan selimut yang di badan bunga dan Yusuf melepas jas untuk menutupi wajah bunga lalu mengendongnya, Yusuf yakin sudah terjadi sesuatu dengan bunga maka dia membawa bunga keluar dari hotel itu dengan wajah yang tertutup. sesampainya di rumah sakit bunga langsung di tangani oleh seorang dokter.
"dok bagaimana keadaannya". tanya Yusuf sambil melihat bunga yang terbaring di brangkar rumah sakit dan sudah menggunakan baju pasien
"keadaan tidak baik baik saja dan sepertinya dia korban pemerkosaan karena bagian vaginanya membengkak dan luka". ucapan dokter membuat Yusuf iba dengan keadaan bunga
__ADS_1
"dan kejadian seperti biasanya akan menganggu mental korban dan dukungan keluarga bisa menjadi penguat untuk dirinya, jadi tolong jangan bahas kejadian ini padanya karena sudah banyak korban pemerkosaan melakukan tindakan bunuh diri". sambung dokter itu
"jika nanti dia terbangun dan histeris segera panggil saya". ucap dokter
"iya dok". jawab Yusuf
setelah kepergian dokter itu Yusuf mengahampiri Bunga. Yusuf bertanya tanya siapa yang melakukan ini pada bunga dan bagaimana bisa bunga ada di hotel karena tadi dia mengantarkan bunga ke apartemennya sebelum dia melakukan konsultasi. Yusuf menebak jika kejadian ini sudah di rencanakan. secara perlahan tangan Yusuf terulur menyentuh beberapa luka lebam yang ada di wajah Bunga dan tahannya berhenti di bibir bunga yang sempat dia buat terluka karena ciumannya.
di rumah sakit yang sama Santi dan ayah tirinya berada di rumah sakit.
"ayah bagaimana ini, anak ini sudah tidak ada, bagaimana jika mas Raka menceraikan ku yah, kita belum mendapatkan apapun". ucap Santi
"Santi jangan khawatir sekarang kita harus memikirkan memberikan alasan kepada suami tentang keguguran ini dan setelah kamu keluar kamu harus bisa membuat Raka meniduri mu agar kamu hamil anaknya". ucap Budi pada ayahnya tirinya
"yah tua Bangka itu tidak pernah menyentuh ku dan dia tidak akan mau karena dia sangat mencintai almarhum istrinya, bagaimana kita jebak saja seperti waktu itu yah ,jadi nanti ayah yang membuat ku hamil". ucap Santi
"nanti kita buat seolah-olah Raka menyentuh mu". ucap Budi
"yah ibu tidak curiga dengan hubungan Kitakan". tanya Santi
"tidak Santi lagian kita melakukan hubungan ini setiap ayah ke Jakarta jadi ibumu tidak akan tau". jawab Budi
"Santi cinta sama ayah". ucap Santi tetapi Budi hanya menanggapi dengan senyuman
"sebaiknya sekarang ayah pulang dan kamu hubungi suamimu, jika nanti ayah tetap ada di sini ibumu dan suamimu akan curiga tadi ayah berpamitan dengan ibumu akan membeli makanan". ucap Budi
Budi mencium bibir anak tirinya dan sedikit meremas gunung Himalaya Milik Santi
"ayah nakal". ucap Santi dan Budi terkekeh
__ADS_1
setelah kepergian ayah tirinya Santi menghubungi Raka.