Tuan Mafia

Tuan Mafia
Tuan Mafia S2- Kerumitan Cinta


__ADS_3

Alex yang sangat penasaran dengan gadis yang sudah bisa membuat putranya yang begitu dingin terseyum sendiri akhirnya menyuruh anak buahnya untuk mencari tau identitas gadis yang sedang dekat dengan putranya itu. Alex sudah memegang amplop yang berisi identitas gadis itu.


"sebentar lagi aku akan tau gadis mana yang sudah mencairkan gunung es itu". monolog Alex lalu membuka amplop tersebut


Alex membaca identitas gadis itu yang membuat terkejut


"jadi namanya Anissa dan dia anaknya Delon dan Lisa, hmmm oke oke". monolog Alex lalu melihat beberapa Video yang dikirimkan oleh anak buahnya


Alex melihat Video dimana awal awal mereka bertemu yaitu bagaimana di Vidio itu Alex dapat melihat Arden dan Anissa yang saling bertengkar atau mengejek lalu tanpa mereka sadari jika mereka sudah saling dekat. setelah membaca itu Alex tertawa


"Arden Arden awal awal saja sok dingin sekarang kepincutkan dengan Anissa, musuh jadi cinta hahaha". Alex tertawa


"tapi kamu punya saingan Arden bahkan sainganmu seorang dosen dan pewaris tunggal dari perusahaan Amar group". ucap Alex


"dan tidak itu kamu juga harus mendapatkan restu dari ayahnya Anissa sedangkan ayahnya menginginkan putrinya bersama dosen itu". Alex mengelengkan kepalanya


"ayah ingin tau kapan kamu menyadari perasaan mu dan sejauh mana kamu akan berjuang untuk mendapatkan Anissa". ucap Alex lalu memasukkan kembali apa dia dapatkan


"semangat berjuang Arden dari pacar bohong akan kau bawa kemana kelanjutannya nanti". monolog Alex lalu keluar dari ruang kerja dan membawa berkas kemudian masuk ke dalam kamar putranya. Arden terkejut saat mendapatkan lemparan sebuah berkas dan Arden sudah tau pasti ayahnya menyuruhnya untuk memimpin sebuah meeting lagi.


"ayah Arden sudah bilang tidak suka dengan bisnis". ucap Arden


"Arden sampai kapan kamu mau seperti ini kuliah pulang kuliah pulang jika tidak kerumah singgah, jika kamu seperti ini ayah yakin kamu tidak akan bisa mendapatkan gadis yang kamu sukai terlebih lagi sainganmu seorang dosen dan juga pewaris tunggal Amar Group". ucap Alex


"ayah ayah apa apa aku belum menemukan gadis yang cocok untuk di jadikan istri". jawab Arden


"sudah tapi kamu tidak menyadarinya dan mulai sekarang kamu harus mulai mengurus perusahaan sendiri dan ketika kamu sudah menyadarinya perasaan mu maka kamu harus berjuang untuk mendapatkan restu dari ayah sang gadis". ucap Alex


"mulai besok ayah tidak akan memberikan uang kepada jika kamu tidak mau mengantikan ayah di perusahaan". sambung Alex langsung meninggalkan kamar Arden


"restu dari ayah sang gadis". monolog Arden lalu pikirnya berputar ketika bertemu dengan ayahnya Anissa yang selalu menyuruhnya pulang dengan wajah datar dan selalu menampilkan wajah datar

__ADS_1


"aish kenapa malah memikirkan ayahnya Anissa, tapi memang sih ayahnya seperti tidak menyukai ku tapikan aku dan Anissa tidak ada hubungan apapun dan hanya pacar pura pura saja". monolog Arden


tanpa Arden sadari hatinya sudah terpaut di Anissa sehingga membuat Arden membuka berkas itu dan mempelajari tanpa ada rasa berat dan ada rasa semangat dalam dirinya untuk memimpin meeting besok. Alex terseyum saat melihat Arden mempelajari berkasnya tanpa Alex harus menyuruhnya berulang kali.


"mas kenapa senyum seperti itu di depan kamar Arden lagi". tanya Laura


"lihatlah putra kita yang satu itu , dia sedang mempelajari berkas untuk meeting besok dengan semangat". ucap Alex dan Laura melihat putranya yang nampak mencoret coret berkas itu


"mas tapi kenapa dia mencoret berkasnya". tanya Laura


"aku sengaja membuat isinya sedikit salah karena aku ingin melihat apakah Arden menyadari atau tidak dan ternyata dia sadar jika ada kesalahan dalam berkas itu dan tandanya sebenarnya dia paham dengan bisnis hanya saja malas untuk bergelut dengan dunia bisnis". jawab Alex


"tapi tumben anak anak itu membaca satu persatu biasanya tinggal Terima jadi saja". ucap Laura


"karena cinta putramu sedang jatuh cinta tapi belum menyadari hal itu". ucap Alex


"jatuh cinta". tanya Laura dan Alex mengangukan kepalanya


Laura menarik tangan suaminya untuk masuk ke dalam kamar mereka


"mas tau dari mana jika Arden jatuh cinta pada Anissa". tanya Laura dengan semangat


"aku menyuruh anak buahku untuk mencari tau siapa yang sedang dekat dengan Arden karena aku lihat beberapa hari ini Arden tersenyum sendiri sehingga aku menemukan bahwa Arden dan Anissa sedang melakukan pacar bohongan jika Arden tidak menyukai Anissa, anak itu tidak akan menerima ajakan Anissa". Alex menjelaskan pada istrinya


"kenapa pura pura". tanya Alex


"karena ayahnya Anissa ingin menjodohkan Anissa dengan pria pilihan dan jika Arden sudah menyadari perasaannya dia harus berjuang untuk mendapatkan restu ayahnya". ucap Alex.


"apa ayahnya tidak menyukai Arden". tanya Laura


"dari informasi yang aku dapatkan ayahnya Anissa seperti tidak menyukai putra kita". jawab Alex

__ADS_1


"kenapa seperti itu apa Arden pernah membuat masalah". ucap Laura


"mungkin ayahnya Anissa masih kesal dengan ku karena aku yang menikah dengan mu". ucap Alex dengan praduga dan Alex rasa Delon tau jika Arden adalah putranya


"apa hubungannya dengan ku". tanya Laura dan di detik kemudian dia membulatkan matanya


"maksud mas Anissa anaknya Delon dan Lisa". tanya Laura dan Alex menanggukan kepalanya


"jika memang Delon tidak menyukai Arden karena masih kesal dengan mu maka putra kita harus berjuang keras untuk mendapatkan restunya, tapi kamu tidak akan menghalangi mereka berduakan jika pada akhirnya Arden dan Anissa saling menyukai". tanya Laura


"tentu saja tidak, Karena masalah di masa lalu bersama orang tuanya dan aku akui aku juga salah dalam hal ini Karena menikahi saat kamu berstatus tunangan Delon dan aku juga sudah minta maaf padanya lalu mengajukan kerjasama di perusahaannya tetapi dia menolaknya dan aku pikir dia sudah tidak marah dan kesal dengan ku karena dia sudah bahagia dengan pernikahannya". jawab Alex


"sudah jika memang nantinya Arden dan Anissa berjodoh pasti ada jalannya seperti kita dan juga Delon serta istrinya". jawab Laura sambil tersenyum dan Alex yang gemasnya dengan istrinya lalu mencium dahi istrinya


"ayah". ucap Arden yang sudah berada di kamar orang tuanya sehingga membuat Alex dan Laura terkejut


"Kenapa tidak ketuk pintu dulu". ucap Alex


"kenapa harus ketuk pintu jika pintunya sudah di terbuka". jawab Arden


"ini kenapa proposalnya banyak yang salah". protes Arden


"jika banyak yang salah yang di benarkan karena tugasmu tidak hanya jadi pemimpin saja". ucap Alex dan membuat Arden memutar bola matanya karena Arden yakin hanya sengaja melakukan itu


"sebaiknya kamu keluar dan betulkan propsol nya, dan jangan ganggu kami". ucap Alex dan Arden keluar dari kamar orang tuanya dengan perasaan kesal di tambah di rumah sekarang tinggal dia, Andra tinggal di rumahnya sendiri sendangkan Ana tinggal bersama suaminya.


💙💙💙


Hay Hay aku punya rekomedasi cerita lagi ni dari karya kak " Yuthika Sarah " judul " Mertuaku Kang Atur " dilihat dari judulnya saja sudah seru apalagi isinya cuss langsung baca


__ADS_1


__ADS_2