Tuan Mafia

Tuan Mafia
Tuan Mafia S2- Muara Milik Anaconda


__ADS_3

"kak". suara Tasya bergetar saat memanggilnya Andra


"hmmm". jawab Andra sambil memainkan tali lingerie yang ada di bahu Tasya sedangkan Tasya berusaha mengatur detak jantung saat jemari Andra mengusap pundaknya bahkan Andra mengecup bahu polos itu sedangkan talinya sudah terlepas, Tasya memegang tangan Andra saat tangan itu akan menyentuh gunung Himalaya miliknya, saat itu juga Andra menatap Tasya dan Tasya merasakan kegugupan saat melihat Andra yang begitu menginginkan


"a aku gugup kak, belum pernah seperti ini". ucap Tasya


"sama ini untuk pertama kalinya, bolehkan". tanya Andra sambil mengusap rambut Tasya sedangkan satu tangannya masih di pegang oleh Tasya. Tasya menarik nafasnya dan menghembuskan lalu menganggukan kepalanya


"aku ingin jawaban dari hunny".bisik Andra


secara perlahan tangan Tasya melingkar di leher Andra


"jadikan aku milikmu malam ini". bisik Tasya dan Andra terseyum mendengar jawaban Tasya


"kamu tidak terpaksakan". Andra memastikan bahwa tidak ada paksaan dari Tasya


"tidak, tapi pelan pelan aku takut". jawab Tasya dengan malu malu dan Andra menganggukan kepalanya


Andra mencium kening Tasya dengan lama


"hanya aku yang boleh mencium kening mu". ucap Andra lalu menciumi kedua mata Tasya


"mata ini hanya untuk memandangi dan memancarkan binar cinta untukku juga". bisik Andra lalu mencium kedua pipi Tasya yang memerah


"kedua pipi ini hanya boleh merona saat aku yang memujimu atau menggodamu". bisik Andra lagi dan mengigit kecil pipi Tasya, Andra menatap bibir merah jambu milik Tasya dan mengusapnya dengan jarinya


"bibir ini hanya boleh menyebut nama ku saja". ucap Andra lalu mengecup bibir itu sedangkan Tasya memejamkan matanya saat Andra mengecup bibirnya


awalnya Andra hanya mengecupnya saja tapi lama lama Andra mengajak bibir itu untuk saling mengadu, Andra mengigit bibir Tasya saat tidak ada respon dari Tasya sehingga membuat Tasya membuka bibirnya dan Andra tidak menyiakan kesempatan itu untuk mengeksplor bibir istrinya, Tasya yang awalnya hanya diam saja membalas ciuman Andra dan semakin mengeratkan tangannya di leher Andra. tangan Andra tidak tinggal diam. secara perlahan tangan Andra menyentuh gunung Himalaya Tasya dan mengusapnya sehingga membuat Tasya tidak tenang karena merasakan sesuatu yang belum pernah di rasakan

__ADS_1


"Andra". pekik Tasya saat Andra mengusap dan menekankan puncak gunung Himalayanya


"sebut namaku hunny". bisik Andra sambil melepaskan tali lingerie yang sebelahnya dan satu tangannya tetap berada di gunung Himalayanya


"buka matamu hunny dan tatap mataku". bisik Andra saat Tasya memejamkan matanya


"a aku malu". jawab Tasya sambil meremas batal saat Andra menurunkan lingerie yang dia pakai sampai perutnya dan Tasya yakin gunung Himalaya sudah tidak tertutup apapun


"tidak perlu malu". bisik Andra dan mengarahkan tangan Tasya ke dadanya bidangnya


secara perlahan Tasya membuka matanya dan terpana dengan Andra yang sudah berada di atasnya, Tasya mengusap dadanya bidang Andra sedangkan Andra meninggalkan jejak ke pemilikan di leher Tasya dan di gunung Himalaya Tasya.


tangan Andra secara perlahan membelai perutnya Tasya yang bergetar akibat dia usap


"perut ini hanya boleh mengandung anak anak ku". ucap Andra lalu menghujami perut itu dengan ciuman Tasya mengusap kepala Andra yang sedang asik menciumi perutnya. Andra meloloskan lingerie Tasya dan membuangnya asal, pipi Tasya semakin merah saat Andra menatapnya.


"ja jangan menatapku seperti itu kak". ucap Tasya dengan gugup


"aku bukan kakakmu jadi jangan panggil kakak lagi, aku suamimu". bisik Andra dengan tangan nakalnya memainkan muara yang akan menjadi tempat semayam anaconda miliknya


"la lalu aku harus memanggil apa". ucap Tasya sambil mendongakkan kepalanya saat muaranya di di jelajahi oleh tangan Andra


"sayang,hubby atau apa jangan kakak". bisik Andra sambil menarik selimut untuk menutupi tubuh mereka saat Andra merasakan Tasya sudah siap untuk di buahi, setelah selimut menutupi tubuh mereka Andra melepaskan handuknya dan melemparkannya ke sembarang arahan dan menurunkan pelindung milik istrinya dan menurunkan menggunakan kakinya sampai kain itu lepas dari kaki istrinya.


Andra menghujami istrinya dengan ciuman dan mengigit telinga istrinya


"aku lakukan sekarang ya". Andra meminta persetujuan Tasya


"iya tapi pelan pelan". jawab Tasya

__ADS_1


Andra mengarahkan anacondanya ke muaranya, anaconda tersebut merasakan kesusahan saat akan masuk ke muara. Andra menatap Tasya yang gugup.


"jangan gugup jika sakit kamu bisa mencakar punggungku untuk mengalihkan rasa sakit itu". bisik Andra saat melihat Tasya sedikit meringis padahal baru kepala anaconda yang masuk bahkan Andra merasakan anacondanya harus mendobrak sebuah pintu agar bisa melakukan pembuahan.


"Andra". pekik Tasya saat anaconda sudah berhasil masuk di muara, Andra merasakan punggungnya yang sakit karena Tasya mencengkram punggungnya dengan erat.


Andra menghapus air matanya Tasya yang mengalir dan mencium Tasya untuk mengurangi rasa sakitnya sedangkan anaconda masih diam di muaranya untuk membuat muaranya beradaptasi dengan kehadirannya. Andra yang melihat Tasya mulai tenang mendekatkan bibirnya di telinga Tasya


"maaf jika tadi aku menyakiti mu hunny". bisik Andra lalu mengecup leher Tasya


"tidak apa apa hubby semua wanita pasti merasakan itu saat pertama kali". jawab Tasya


anaconda yang berada di muara sudah mulai bergerak secara perlahan, tetapi lama kelamaan anaconda itu bergerak semakin lincah saat sang muara mengeluarkan air tersembunyinya dan membuat anaconda itu masuk semakin dalam dan sampai di ujung muara.


kamar yang awalnya begitu rapih berubah menjadi berantakan, bunga bunga yang awalnya ada di atas ranjang berjatuhan ke lantai dan sprei yang awalnya rapih kini seperti speri yang tidak di rapihkan oleh pemiliknya. kamar awalnya terasa dingin kini berubah menjadi panas padahal ber AC.


anaconda itu bergerak semakin liar saat akan mengeluarkan bisanya, anaconda itu berhenti di kedalam muara yang paling dalam dan menyemburkan bisanya.


Andra dan Tasya mencoba mengatur nafasnya yang berat seperti habis ikut lomba lahir, setelah nafasnya stabil Andra mencium kening Tasya dengan lama lalu berguling di samping Tasya. Andra membawa Tasya ke dalam pelukan dan tangannya melingkar dengan posesif di pinggang Tasya. Tasya yang merasa malu menenggelamkan wajahnya di dada suaminya. Andra terkekeh saat tau Tasya yang malu malu, Tasya mencubit pinggang Andra saat Andra terkekeh


"auwh kenapa di cubit hunny". bisik Andra


"jangan mentertawakan ku". rajuk Tasya


"hunny kamu itu lucu jika malu malu kucing seperti ini". bisik Andra dan lagi lagi Tasya mencubit pinggang Andra.


"sudah tidurlah ini sudah malam".bisik Andra sambil mengusap kepala Tasya


beberapa menit terdengar dengkuran halus Tasya yang sudah tertidur, Andra memandangi wajah yang selalu dia lihat dan foto secara diam diam selama ini, dan malam ini telah menjadi miliknya. setelah itu Andra menyusul Tasya ke alam mimpi

__ADS_1


💙💙💙


di bab selanjutnya akan ada visual mereka


__ADS_2