Tuan Mafia

Tuan Mafia
Rencana Mex


__ADS_3

malam hari tiba, tapi Cika belum pulang karena ada shif malam, Laura memasak makanan untuk dirinya dan Alif tentu juga untuk Cika.


"Alif sudah mandinya, jika sudah ayo makan". teriak Laura dari ruang makan


"sudah tante". jawab Alif sambil berlari kearahnya


"mama belum pulang". tanya Alif


"belum Alif, cepet di makan, mamamu pulang tengah malam nanti". jawab Laura dengan mengusap kepala Alif


lalu mereka berdua makan dengan tenang, karena Alif sudah diajarkan jika makan tidak boleh berbicara sebelum selesai. setelah selesai Alif berjalan ke ruang tamu.


"Tante ini buatnya bagaimana ya". tanya Alif yang mendapat tugas dari sekolahnya untuk membuat kerajinan dari koran


"Alif mau bikin apa". tanya Laura


"Alif ingin bikin bunga, agar bisa buat hiasan". jawab Alex


lalu Laura mengajarkan Alif cara membuat bunga dari koran dan dengan semangatnya Alif mengikuti Laura, diawal Alif sedikit kesulitan namun Alif bukan anak yang mudah menyerah sehingga dia berhasil membuat bunga tersebut. saat bunga sudah tersusun di vas yang terbuat dari koran Alif sangat senang.


"bunganya cantik". puji Alif


"sudah jam sembilan malam, ayo tidur besok harus sekolah". ajak Laura


di kamar Alif Laura menceritakan sebuah dongeng, Alif mendengarkan cerita Laura hingga tertidur dan Laura menarik selimut untuk menutupi tubuh Alif agar tidak kedinginan , Laura mematikan lampu utama dan mengganti dengan lampu tidur.


Laura kembali ke kamar dan merbahkan dirinya di ranjang, sehingga membuat terlelap tidur.


"aaaaa". teriak seseorang


Laura yang mendengar teriakkan itu langsung berlari menuju ke sumber suara dan terkejut saat melihat Cika di todong pisau oleh orang yang memakai topeng.


"diam atau akan membunuhmu, serahkan semua benda berharga di rumah ini". ancam orang bertopeng itu, Cika sudah takut gemetaran


bugh


Laura mendeng orang itu dengan satu tendangan dan orang itu langsung berdiri


"mau jadi jagoan ternyata".


bugh


bugh


bugh

__ADS_1


terjadi perkelahian antara Laura dan orang itu, Laura berusaha mengalahkan orang itu.


brak


Laura mendengan orang itu dan mengenai meja yang membuat orang itu pingsan Laura dapat bernafas lega, tapi tanpa Laura sadari di belakang ada orang lain


street


pisau orang itu mengenai lengan Laura , Laura meringis saat tangannya terluka cukup parah dan berbalik di sana ternyata ada dua orang lagi. Laura menghindari serangannya dari dua orang itu agar tidak terkena pisau, satu kali tendangan pisau itu terjatuh dan satu juga terjatuh.


bugh


bugh


bugh


Cika langsung berlari keluar mencari bantuan saat melihat Laura di keroyok.


"tolong". teriak Cika saat tengah malam berharap ada yang mendengar teriakkan dan saat itu ada tiga satpam yang lewat.


"ada apa mba Cika". tanya salah satu satpam itu


"di rumah saya ada Maling pak". jawab Cika


saat Cika dan pak satpam masuk ke rumah para maling itu sudah tergeletak di lantai dan Laura memegangi lengannya yang terluka dan nafasnya yang tidak teratur karena lelah melawan maling itu, saat satpam telah membawa maling pergi Cika langsung menghampiri Laura.


Cika mengunting lengan baju Laura agar mudah mengobatinya, Cika mengeluarkan obat dari tas kerja dan membersikan luka itu.


"ishh". ringis Laura merasa perih saat obat itu mengenai lukanya


"tahan sebentar Laura". akhirnya Cika selesai mengobati lukanya.


"kenapa melawan mereka". tanya Cika


"orang seperti mereka harus dilawan mba jika tidak mereka akan selalu mengulangi kegiatan mereka terus menerus". jawab Laura dan Cika hanya bisa menghela nafas saat mendengar jawaban Laura.


"ya sudah, kamu kembali ke kamar dan istirahat jangan digunakan untuk bergerak dulu itu lukanya cukup dalam". perintah Cika


💙💙💙💙💙


Mex yang berada di kamarnya memikirkan perkataan Jhon yang mengenai dirinya tadi.


"kenapa Jhon berbicara seperti itu, seolah olah dia ingin mengadu domba antara aku dan kak Alex" monolog Mex dengan menatap langit langit kamar "apa dia penghianat, tapi tidak mungkin Jhon adalah orang kepercayaannya ayah dan kak Alex lagian Jhon sudah lama berada di D'devil, mungkin Jhon tadi hanya bercanda" sambung Mex


ting ponsel Mex berbunyi, Mex mengambil ponselnya yang beradab di nakas

__ADS_1


*Jolin*


Mex besok Gunawan akan melakukan perjalanan ke luar kota, dia hanya berangkat bersama sopirnya, dan kamu tenang saja besok aku akan membuat sopirnya tidak bisa mengantarkan Gunawan, sehingga Gunawan akan memintamu menjadi sopirnya, dan besok adalah kesempatan bagus untuk kamu mendapatkan kepercayaan Gunawan sehingga bisa mengetahui mata mata yang dia kirim ke D'devil


^^^*Mex*^^^


^^^terima kasih Jolin atas informasi dan bantuannya^^^


*Jolin*


sama sama Mex , jangan lupa hapus pesan yang aku kirim, aku juga akan menghapusnya, kamu taukan Gunawan sering memeriksa ponsel milik anggotanya. semoga besok berhasil


^^^*Mex*^^^


^^^hati hati di sana Jolin^^^


pesan terakhir Mex hanya di baca saja dan Mex langsung menghapus pesan di ponselnya, sebenarnya Mex tidak bodoh dia menggunakan ponsel lain saat bersamaan Start Black.


"bagus besok adalah kesempatan yang bagus" senyum miring terlihat jelas dan segera menghubungi seseorang.


"hallo bos ada apa". tanya orang di seberang sana


"Vik besok lakukan penyerangan terhadap seseorang, dengarkan rencanaku baik baik, lakukan penyerangan itu buat Gunawan terluka atau apa dan aku akan membantu dan buat aku juga terluka tapi aku akan mengalahkan Kalian". Mex menjelaskan


masih ingat Viki teman Mex yang membantu Mex menghancurkan Merlin, selain bekerja di club malam, Viki adalah anggota D'devil juga yang membantu Mex dalam melakukan protitusi.


"tapi bos, aku tidak berani melukaimu".


"lakukan saja Vik, jika aku tidak terluka Gunawan akan curiga". perintah Mex


"baik besok, akan aku sampaikan kepada anak anak yang lain". jawab Viki


"bos ngomong ngomong soal Merlin bagaimana". tanya Viki


"aku sudah tidak membutuhkannya lagi, karena aku sudah berhasil menghancurkannya". jawab Mex dengan mudah


"kalau gitu boleh kami bermain dengannya bos, dia ada di sini dan pakaiannya sungguh menggoda". tanya Viki


"silahkan mau kalian apa dia , aku tidak peduli mau kalian gilir terserah". jawab Mex


"kata bos boleh". Viki berbicara dengan teman temannya, Mex yang mendengar dari seberang telepon hanya menggelengkan kepalanya


"bagus sudah lama aku menginginkan tubuhnya, akan aku memberi pelajaran untuk dia karena sangat sombong dan angkuh". jawab yang lain


"maaf bos kami asik mengobrol sendiri".

__ADS_1


"santai saja Vik". jawab Mex dan mematikan ponselnya dan menaruhnya kembali ke nakas, setelah mematikan ponselnya Mex memejamkan matanya untuk memulihkan energinya untuk besok agar rencananya berjalan dengan lancar, akhirnya Mex tertidur sangat damai.


__ADS_2